
Kediaman keluarga tuner
• kamar •
" bund , ayah ga setuju dengan pilihan calvin " ucap david serius
" bunda juga , yah ." ucap linda menyakinkan
" baik lah, ayah akan memulai perjodohan ini " ucap david
" perjodohan ? " tanya linda bingung
" ya, perjodohan yang kita katakan saat calvin masih kecil " ucap david
" ayah yakin , calvin akan menerimanya ? " ucap linda
" ayah yakin , bund. Ayah sudah punya rencana " ucap david yakin
" baik lah, bunda ikut aja . Tapi bunda mau lihat terlebih dahulu calon mantu bunda " ucap linda
" baik lah, besok ayah akan menelpon dia untuk memberitahu tentang perjodohan ini " ucap david
.......
Pagi hari di kantor permata prima
" pagi pak " sapa karyawan yang berpapasan dengan calvin
" pagi pak " ucap ob yang sedang membersihkan kaca
" pagi pak " ucap karyawan saat melihat calvin keluar dari lift
• ruang kerja calvin •
" sab, sorry tentang semalam " ucap calvin pada sabrina, dengan posisi calvin memegang tangan sabrina ( duduk di sofa )
" gua ga terima di gituin vin. Gua mau putus sama lo " ucap sabrina dengan menghempaskan tangannya
" what ? Putus ?. Sab , gue tau gue salah jangan putus dong. " ucap calvin menghadap sabrina
" hubungan kita akan terus di tentang vin " ucap sabrina
" gue akan coba bicara dengan ayah dan bunda. Kalau mereka ga setuju kita bisa pacaran secara diam diam dari mereka. Gue ga mau putus sama lo sab, gue sayang sama lo " ucap calvin jujur
" tapiii...." ucap sabrina menggantung
" gue mohon sab " ucap calvin memohon
" baiklah " jawab sabrina sambil tersenyum
" makasih sab, makasih " ucap calvin sambil memeluk erat sabrina
......
" halo " ucap sabrina di telpon, saat sudah keluar dari ruangan calvin
" rencana kita akan tetap berlanjut, ma " ucap sabrina pada seseorang yang ada di telfon
" anak yang pintar, lanjutkan sayang . Ambil hati nya okay " ucap wanita itu
" iya ma, yasudah aku matiin dulu . Bye ma " ucap sabrina lalu mematikan telponnya
" sab " panggil calvin saat keluar ruangan
" eh ya " kaget sabrina
" oh ,gini lo ternyata " ucap calvin
" ma*pus gue, apa dia denger semua ya . Duhh gimana dong " gumam sabrina dalam hati
" ma...maksudnya apa ? " ucap sabrina tebatah
" lo ,minum coffe ga ngasih ke gue " ucap calvin serius dengan anggukan kepala , karena Iya melihat segelas coffe di meja kerja sabrina
" ah, bukan kok. Baru aja aku buat itu , kamu mau ? . Yaudah munum aja " ucap sabrina sambil melihat tatapan calvin
" huhhh, hampir aja " gumamnya dlm hati
" ga usah deh, itu lo buat untuk lo sendiri . Lo aja yang minum " ucap calvin lalu pergi meninggalkan sabrina
" ha? , iya " ucap sabrina
" astagaa tuhann, hampir aja " ucap sabrina saat calvin sudah pergi
......
Di kantor capital bulding
" pagi pak " ucap sekar berdiri
" pagi " jawab gibran sambil senyum
" maaf pak, tadi ada seseorang yang mencari bapak. Katanya ada urusan penting , lalu saya bilang kalau bapak belum datang . Saya sudah suruh orang tersebut untuk menunggu , tapi iya malah bilang bahwa akan menelpon bapak saja " ucap sekar saat sudah masuk keruangan gibran
" baik lah . Pria atau wanita ? " tanya gibran
" pria pak " ucap sekar
" pria ?, siapa ya ? " gumam dalam hati gibran
" kamu tau dia siapa ? " tanya gibran
" tidak pak " ucap sekar sopan dengan menundudukkan kepalanya
" yasudah terimakasih " ucap gibran
" baik pak, kalau begitu saya permisi " ucap sekar lalu meranjak pergi dari tempat itu
Tak lama setelah sekar keluar , gibran mendapat telpon dari seseorang yang sangat familiar
" halo gib , lo masih ingat gue kan " ucap pria di seberang telpon
" tentu, gue tentu masih ingat lo vid " ucap gibran pasti sambil senyum semringah
" bagus lah, gue kira lo lupa sma gue " ucap david
" wah, nampanya nih ga senang lo gue telpon " ucap david meledek
" hahah, engga gitu sob " ucap gibran
" gue tadi datang ke kantor lo, tapi kata sekretaris lo . Lo belum dateng, ya gue cabut" ucap david
" oh jadi lo yang datang, kenapa ga nunggu gue aja sih " ucap gibran sambil berjalan duduk di bangkunya, karena sedari ia sampai di ruangan ia masih dengan posisi berdiri
" gue punya urusan yang lebih penting, dari pada ngejumpain lo " ucap david
" wah , kurang ajar lo . Ada apa " ucap gibran
" gua suka sama lo yang to the point gini . Okay, tujuan gue mau nelpon lo karena gue mau nempatin janji lo dan gue , buat jodohin anak lo dengan anak gue " ucap david blak blakkan
" lo serius vid ? " ucap gibran heran
" gue serius gib, dan besok malam gue dan keluarga akan datang ke rumah lo buat ketemu sama mantu gue. " ucap david serius
" tapi vid, gue ga bisa maksa anak gue " ucap gibran
" gue tau lo pasti bisa. Yaudah gue tutup dulu , sampai jumpa besok malam gib " ucap david lalu mematikan telponya
" gimana ini, gimana aku harus ngomong dengan anak ku. " ucap gibran merenung
" aku harus nelpon bunga " gumam gibran dalam hati
" halo mi " ucap gibran
" iya halo pi . Ada apa tuh " ucap bunga
" besok, david dan keluarga akan ke rumah kita . " ucap gibran langsung
" iya mami udah tau, tadi linda nelpon mami. Ohya ngapain ya pi " ucap bunga yang tak tau
" mereka , akan.melangsungkan perjodohan yang dulu sempat kita janjikan " ucap gibran hati hati
" lalu gimana pi ?, mami takut jesi akan menolak " ucap bunga
" kamu coba ngomong dengan nya terlebih dahulu, setelah aku pulang. Aku akan bicara pada nya " ucap gibran lalu mematikan telponnya
....
Di Universitas
Ting 📨
" je, setelah pulang kuliah. Jumpain mami di kafe oscar ya " isi pesan yang dikirm bunga pada jesi
" ok mi " balas pesan jesi 📩
" siapa je ? " tanya intan
" mami " ucap singkat jesi
" bilang apa ? " tanya lagi intan
" mami mau ke temu setelah pulang kuliah , lo bawa mobil kan " ucap jesi
" ohh, eh iya gue bawa mobil kok " ucap intan
" ga apa kan, gue ga ikut lo " ucap jesi takut
" iya ga apa. Santai aja , lagian kan mami yang nyuruh bukan kemauan lo " ucap intan serius
" maaf ya " ucap jesi tak enak
" ga papa jes " ucap intan sambil senyum dan diiringi dengan gandolan tangan intan di pundak jesi
" makasih " ucap jesi menatap intan
" ga ada kata makasih dalam persahabatan jes, lo hanya ngebuktiin kalo lo bener bener sahabat gue itu udah lebih dari cukup " ucap intan
" dihh, sejak kapan lo jadi tau kata kata begituan " ucap jesi geli
" hahah, gue dapet dari sosial media gue semalam " ucap intan tetawa
" hahahahah, bisa aja lo Kang somai " ucap jesi
" wah ka*pret lo " ucap intan dengan tatapan sinis
" hihihi " tawa jesi
" eh je, lo tau kan teman ello si dika " ucap intan
" hmm iya gue tau kenapa ? " tanya jesi
" duduk dulu deh " ucap intan lalu menyuruh duduk di bangku yang di sediakan
" ada apa ? " tanya jesi
" gue dapat kabar, kalau ello berantem sama dika " ucap intan polos
" kapan? " tanya jesi
" semalam jes " jawab intan
" demi apa lo ?, ga mungkin lah . Mereka kan berteman baik " ucap jesi
" gue awalnya emang ga percaya je, eh lama kelamaan ini berita makin panas aja . Gue jadi penasaran makanya gue bilang sama lo, gue kira lo tau " ucap intan
" engga tuh, gue ga tau. Iya sih semalam dia gue lihat memar gitu di bagian bibir. Ya gue kira itu karena dia latihan takewondo , eh ternyata karena berantem sma dika " ucap jesi bingung
" loh ello ga bilang sama lo , kalo dia udah ga takewondo lagi " ucap intan linglung
" engga tuh " jawab jesi semakin bingung di selaraskan dengan gelengan kepala
" dia cerita ke gue, kalau dia udah keluar dari takewondo karena saat perlombaan dia di sandingkan dengan musuhnya . Dan dia di luar kendali saat itu jadi dia matahin tulang tangan kanan lawannya " ucap intan jujur
" demi apa lo ? Tumben tumbenan itu anak ga cerita ke gue biasanya dia kebuka ke gue. " ucap jesi bingung
" dia takut je, dan saat itu tugas kita lagi numpuk numpuknya . Dia ga mau ganggu lo, makanya dia cerita ke gue . Gue udah nanya kenapa dia ga cerita sama lo dan itu jawaban dia " ucap intan kebuka
" makasih infonya ntan, kalau gitu kita jumpain ello sekarang yuk . Mumpung pak Loel ga dateng " ucap jesi dan di balas dengan anggukan kepala intan lalu mereka meranjak pergi