You are the Reason

You are the Reason
apa ?



Setelah mereka bercerita cukup lama dan bercanda gurau, bunga mengingat sesuatu tentang rencananya dan gibran untuk mengerjai jesi dan ello


" oh ya sayang, mami sama papi mau bicara ni " ucap bunga


" ngomong apa mi, ngomong aja kali " ucap jesi santai sambil memainkan benda pipih miliknya


" papi sama mami, bangkrut sayang " ucap gibran pada jesi


" APA ? Ini gak salah kan pi, mi " tanya jesi kaget


" maaf kan kami sayang, papi kalah tander sama perusahaan yang lainnya " ucap gibran sedih


" gak, ini gak mungkin pasti kalian becanda kan " ucap jesi tak percaya


" maaf kan kami nak " ucap bunga


" mii . Kenapa ? ....." sedih jesi


" maaf sayang " mohon bunga sambil memeluk putrinya itu


" lo yang sabar jes, ini teguran dari tuhan . Lo tenang aja ada gua yang bisa bantu lo " ucap intan tulus sambil mengelus punggung jesi


Tetapi jesi hanya nangis sejadi jadinya. Bunga dan intan pun ikut sedih mendengar kabar ini, dengan gibran berakting merasa bersalah karena telah gagal menjadi kepala pemimpin di kelurganya


" lo gak boleh sedih jes , jangan nambah beban lagi. Okay gua harus semangat " gumam dalam hati jesi sambil mengusap air matanya


" ello, udah tau kabar ini pi ? "tanya jesi bendeng karena tangisannya tadi


" sudah sayang, dia sekarang lagi ada di kamarnya " ucap gibran kecewa


" yaudah pi, nanti biar jesi bantu bilang ke ello ya " ucap jesi sambil menyeka air matanya untuk keluar lagi


" jes, lo harus kuat " ucap intan Menyemangati jesi


" gua kuat ntan, kan ada lo yang selalu ada buat gua " ucap jesi pada intan dengan memberikan pelukan hangat


" iya, gua selalu ada buat lo jes " ucap intan sambil memeluk jesi erat


" mi , udah deh. Jangan sedih ya, rezeki masih bisa kita cari asalkan kita punya semangat " ucap jesi sambil mengusap airmata yang sudah membasahi wajah paruh baya itu


" iya sayang " isak bunga sambil memeluk anaknya


" yaudah, papi sama mami istirahat ya. Kita juga mau istirahat, yakan ntan ? " ucap jesi memastikan


" iya pi, mi. Istirahat aja dulu sana " ucap intan membantu jesi


" yaudah papi sama mami istirahat dulu ya " ucap gibran berdiri


" iya pi " ucap jesi dengan memberi senyum paksaannya


.....


" lo gak papa kan jes ? " tanya intan kepada jesi setelah memasuki kamar jesi


" gua gak papa, gua harus jadi penyemangat mereka ntan. Bantu gua ya " ucap lirih jesi


" pasti, gua pasti bantu lo " ucap intan turut sedih


" udah, kita tidur aja ya. Lo juga udah jangan nangis lagi , lo mau mata lo bengkak besok pagi " ucap jesi menghibur sambil memberi senyum tawanya itu


" lo ya, masih sempet sempetnya. Yaudah ayo, lo juga jangan nangis. Kalo lo masih nangis gua jitak lo, mau ? " ucap intan mengancam


" enggggaaaa. Ampun makk " ucap jesi sambil menundukkan kepala dan mempersatukan kedua telapak tangannya


" hahahhaha, makanya jangan bandel " ucap intan tertawa yang diikutin oleh jesi .


.......


Pagi harinya di keluarga tuner


" calv , mana sih pacar kamu . Bunda penasaran " tanya linda pada calvin di ruang makan


" nanti ya bun , nanti calvin ajak kemari. Soalnya dia masih sibuk bun " ucap calvin menyakinkan


" janji ya, harus di ajak kemari " paksa linda


" iya bun " menyakinkan


" sesibuk apa sih, pacarmu hingga tak mau di temukan dengan kami " ucap david ayah gibran


" ntah ni, gak jelas pacar kakak " ucap nazwa pada calvin sambil mengunyah makanannya


" yah, tolong ngertiin dia juga dong " ucap calvin pada david


" terserah kamu aja , jangan lama pertemukan kami dengannya " ucap tegas david pada calvin


" baik lah. Kalau gitu calvin pergi ke kantor deluan ya bun , yah " ucap calvin pamit


" iya hati hati ya " ucap linda sambil menjulurkan tangannya sama halnya dengan david


" kakak pergi ya " ucap calvin pada nazwa sambil mngacak rambut adik perempuannya


" hmm hati hati ya " balas nazwa sambil melontarkan senyumannya


......


Di universitas UI


" pagi semua " sapa pak ucup


" pagi pak " ucap semua mahasiswa


" lah pak, mana pak calvinnya " tanya mahasiswi tersebut


" pak calvin, hanya menggantikan saya sehari saja " balas pak ucup


" pak calvin bukan dosen disini " jawab pak ucup sambil menduduki tempatnya


" lalu pak calvin ngajar di mana pak? Kok gak disini aja ? " tanya beruntun mahasiswi itu


" apa kamu tidak bisa diam DELLA LARASATI" ucap tegas pak ucup meninggi karena telah dibuat emosi oleh della


" lagian saya nanya doang pak, gosa ngegas juga kali. Santai aja pak " ucap della tak mau kalah


" sudah , mari kita lanjut materinya. Jangan ada yang bertannya sama saya tentang pak calvin. Karena pak calvin bukan dosen dia seorang pengusaha " ucap pak ucup melemah


" what ? " kaget intan yang di selaraskan oleh seluruh mahasiswa yang ada di ruangan itu


" jes lo dengar kan apa kata pak ucup " ucap intan pada jesi


" jes... Woii jesi " teriak intan pada jesi yang memecahkan lamunannya


" apa sih ntan, gua gak tuli kali " ucap kesal jesi karena intan berteriak padanya


" lo juga di panggil gak dengar " grutu intan


" yaudah iya iya, sorry. Lo ngomong apa tadi ?" tanya jesi lagi


" lo dengar apa yang di bilang pak ucup, tentang pak calvin gak " tanya intan dengan bersemangat


" emang apa ? " tanya heran jesi


" pak calvin bukan dosen melainkan pengusaha jes " ucap intan begitu bersemangat


" terussss? " cuek jesi


" ahh, lo gak bisa di ajak seneng . Sebel dah gua " ucap intan memelas


" intan clarisa , gua udah tau deluan tentang dia yang bukan dosen, jadi gua gak sekaget manusia lebay kayak lo pada ni " ucap jesi menyakinkan


" maksud lo apaan. Jangan ikut ikutin gua lo ya . " ucap intan pada jesi, karena intan deluan yang mengetahui nama calvin saat itu


" lo tau kan nama kepanjangan pak calvin " ucap jesi memastikan


" iya gua tau " kata intan


" apa coba ? " jesi


" calvin andreas tuner " ucap jesi santai


" omg, astaga . Bodoh banget sih, masa gak tau dari awal aduhh " ucap intan kaget setelah mengetahui siapa itu calvin


" nah, nyadar lo kan . makanya di pikir dulu siapa dia " grutu jesi sebal


" lo kok bisa ngeh jes " tanya intan heran


" kemarin...." jesi


Flashback


" perkenalkan nama saya calvin andreas tuner " ucap calvin memperkenalkan diri


" what ? ****** gua. Dia kan penerus pengusaha david tuner nantinya " gumam jesi dalam hati


" panggil aja saya calvin " ucapnya lagi


" good jes good , lo udah bermasalah dengan orang yang salah " nepok jidat


Flashback off


" oh gituu toh " ucap intan santai dan di balas dengan anggukan jesi


" ma**us, lo kemarin kan bermasalah dengan dia. Yang kita ke mall kemarin " ucap spontan intan dengan suara cempreng nya itu yang membuat semua orang tertuju padanya . Dan secara spontan juga jesi menutup mulut intan karena terlalu kuat


" lo ya , kalo ketahuan gimana dudul " ucap jesi yang masih menutup mulut intan dengan melontarkan senyumnya kepada semua orang yang melihat mereka


" sorii " ucap jesi memelan setelah dekapan mulutnya dibuka jesi


" gua takut, gara gara di mall dan di jalan kemarin membuat perusahaan papi bangkrut " ucap jesi lirih mengingat kejadian yang membuatnya tidak tidur dengan nyenyak


" di jalan ? " bingung intan


" ya gua, udah bermasalah sama dia waktu gua mau kekampus " jelasnya singkat


" maksud lo gimana ? Coba jelasin ke gua " paksa intan


" kemarin , waktu lo nelpon gua . Saat itu lagi macet panjang di jalan, nah setelah gua tau masalahnya apa. gua turun karena lihat dia maki maki nenek nenek, gua gak tega aja lihatnya yaudah gua jumpai tu orang . Eh dia nya masih kasar dan minta ganti rugi sama nenek itu, gua juga terbawa emosi dan gua ngasih dia duit untuk ganti rugi atas mobilnya itu, ya wess gua di katain " ucapnya jelas kepada intan


" jess, gila lo ya " ucap intan tak menyangka


" udah udah itu gak mungkin, papi bilang kan, papi kalah tender jes " ucap intan menenangkan


" yaudah ahh, gua gak mau ambil pusing " ucap jesi pada intan untuk membuyarkan topik pembicaraan mereka


" gimana kalau pulang kuliah kita jalan jalan dulu " ajak intan kepada jesi


" sorry ntan, gua mau kekantor papi. Karena papi butuh bantuan gua " ucap jesi pada intan


" gua ikut ya, mana tau gua juga bisa bantu " usul intan


" gak usah ntan, gua gak mau ngerepotin lo " ucap jesi pada intan


" emang gua ada bilang kalo lo ngerepotin gua ha? " ucap intan pada jesi


" ceh, keras kepala banget. Yaudah serah lo aja " pasrah jesi


" nah gini kan enak " ucap intan tertawa yang diikuti oleh jesi