The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 99



“Ah Jue, malam ini kamu tidak boleh keluar dari kamarmu.”


Suara kekanak-kanakan yang lembut terdengar. “Aku akan mematuhi ibu.”


“Anak baik.”


Xie Hongyi mengusap kepala Pangeran Jue. Pada saat ini, dia sedang menemaninya untuk bersantai di tempat tinggal anak itu.


Suasana di Istana saat ini cukup aneh. Semua penghuninya menunjukkan raut waspada walaupun mereka tetap menjalankan tugasnya. Mungkin semua orang juga mengetahui bahwa sesuatu yang besar akan terjadi, jadi mereka bersikap hati-hati.


Malam ini, perang internal akan terjadi. Akan ada pertumpahan darah yang besar dan tangisan pilu orang yang kehilangan. Malam ini pula, nasib Kerajaan Selatan akan ditentukan, apakah Kerajaan ini akan tetap dikuasai oleh orang yang berhak, atau diambil alih oleh orang yang yang ingin merebutnya.


Tapi pada saat ini, di dalam Istana yang megah dan besar, suasana masih tentram dan itu adalah ketenangan sebelum badai.


Xie Hongyi dengan malas duduk di sebelah Pangeran Jue. Disisinya, Pangeran Jue sedang memainkan bulu sistem yang sengaja tidak mengaktifkan mode kamuflase. Di raut wajahnya, Xie menunjukkan rasa penasaran yang besar. Dia ingin tahu bagaimana pertemuan Huang Long dan Shi XuanRan berjalan. Apakah saat ini mereka sudah mulai menyerang satu sama lain? Atau kah masih bereuni layaknya teman lama?


Tapi Xie Hongyi masih bersabar, karena ia yakin semua rasa penasarannya akan segera terjawab.


Di sebuah taman dekat Istana.


Hujan musim semi telah berhenti, menyisakan jejak basah yang dapat terlihat di mana-mana. Pada sore ini, angin berhembus cukup kencang. Udara menjadi lebih dingin.


Disebuah pondok dengan atap kayu, Huang Long dan Shi XuanRan duduk berhadapan. Di depan mereka, tersaji dua cangkir teh hitam yang mengeluarkan aroma nikmat.


“Yang Mulia, bagaimana kabarmu?” Shi XuanRan bertanya dengan santai.


“Berkat mu, aku tida bisa santai.” Huang Long menjawab dengan tak kalah tenangnya.


Shi XuanRan berkata lagi seolah-olah tidak tahu apa makna tersirat dari kata-kata Huang Long.


“Kupikir kau akan baik-baik saja.”


Mereka berdua tampak seperti dua orang teman yang tidak lama bertemu. Namun, semua orang bisa melihat ada kilatan yang terjalin di kedua pasang bola mata mereka. Suasananya juga cukup dingin, bukan karena angin melainkan akibat aura yang dikeluarkan keduanya.


Sekarang, giliran Huang Long yang bertanya. “Apakah kau merencanakan semua ini dari dulu?”


Shi XuanRan bertanya balik. “Mengapa Yang Mulia bertanya? Bukankah Anda sudah tahu jawabannya?”


Huang Long terdiam sebentar. Dia menatap pria acuh tak acuh didepannya dengan lekat. “Jadi, inilah yang kau inginkan selama ini?”


Huang Long memerhatikan sosok di depannya. Dia dulu sangat mempercayai mantan tangan kanannya ini, namun kepercayaan itu hancur seketika oleh realita yang terjadi. Dia kini hanya bisa menyesal kenapa ia tidak menyadarinya sedari dulu. Shi XuanRan benar-benar pandai bersembunyi, tidak lebih tepatnya orang ini pandai memanipulasi. Memanipulasi agar dirinya menaruh kepercayaan penuh padanya.


Shi XuanRan tertawa dengan keras. “Hahaha, ya itu yang ku inginkan. Ingin kau mati.”


Dengan lambaian tangannya, beberapa orang dengan baju hitam yang membawa senjata tiba-tiba muncul dan mencoba menyerang Huang Long. Serangan itu kemudian di tahan oleh pedang milik penjaga Huang Long yang juga mendadak muncul entah darimana. Kedua pihak itu kemudian bertarung didepan pondok dan menyebebakan tumbuhan disekitarnya bergoyang.


“Kurasa, pembicaraan kita belum selesai.”


Huang Long saat ini sedang terguncang. Orang yang paling ingin ia mati ternyata adalah orang yang selama ini ia sebut teman. Tapi, Huang Long berhasil menahan dirinya. Dia sudah pernah mengalami hal ini sejak dari kecil. Dulu ada beberapa orang yang pura-pura baik padanya, namun ternyata mereka menyimpan sebilah pisau di punggungnya dan siap menusuk Huang Long kapan saja. Huang Long tidak mengerti tipe orang seperti itu, orang yang senang bermain-main dengan pihak yang tidak punya apa-apa.


Tapi Shi XuanRan berbeda. Saat ini, dia mengeluarkan aura pembunuhan yang sangat besar. Dia siap menghunuskan pedangnya ke tubuh Huang Long.


Suara Shi XuanRan kembali terdengar. “Aku tahu. Aku hanya mencoba keberuntunganku. Mungkin bisa saja kau mati di sini.”


Dia kemudian mengambil secangkir teh di atas meja dan mulai menyeruputnya. Huang Long yang melihat tindakan Shi XuanRan, mengikutinya. Dia hendak mendekatkan cangkir teh ke bibirnya, namun sebuah benda terlebih dulu terbang ke arahnya.


Ternyata itu adalah cangkir teh yang dilemparkan Shi XuanRan. Setelah melakukan gerakan pertama, Shi XuanRan mencoba menyerang Huang Long.


Huang Long dengan gesit menghindari tinju yang diarahkan padanya. Tidak kena, Shi XuanRan mencoba gerakan lain. Dia mencoba memukul kepala Huang Long, dan berhasil ditahan oleh pria itu. Kemudian, Shi XuanRan melompat dan menerjang Huang Long. Kaisar Selatan itu dengan cepat memindahkan tubuhnya.


Huang Long dan Shi XuanRan bertarung dengan tangan kosong. Akibat dari perbuatan keduanya, dua cangkir teh pecah menjadi berkeping-keping dan meja kayu yang kokoh terbelah. Tiang-tiang yang menopang pondok itu juga mengalami retakan.


Shi XuanRan menyadari ada sesuatu yang salah. Niatnya menyerang Huang Long adalah menguji kemampuan pria itu yang sedang digerogoti racun. Tapi sejak gerakan pertamanya, Huang Long bisa menghindari semua serangannya. Tidak, seharusnya tidak seperti ini. Yang Shi XuanRan harapkan adalah tubuh Huang Long yang melemah, bukan Huang Long yang bisa menghilangkan racunnya.


Telapak tangan keduanya beradu dan akibat dari tenaga dalam yang besar, Huang Long dan Shi XuanRan tersentak mundur. Di saat jeda itu, Shi XuanRan bertanya. “Bagaimana racun mu bisa hilang?”


“Seseorang menyembuhkannya.”


Otak Shi XuanRan langsung berpikir. Siapa orang yang memiliki kemampuan medis tinggi sehingga dapat mengetahui penawar racun Xin? Shi XuanRan terus menebak. Kemudian, bayangan seseorang melintas dibenaknya.


“Wanita itu, jika aku tahu dia akan merepotkan, seharusnya aku melenyapkannya.” Shi XuanRan berkata dengan nada rendah.


Mendengar perkataan Shi XuanRan, dada Huang Long mendadak panas. Dia merasa marah sekali saat mendengar perkataan pria itu. Dalam kemarahan, Huang Long menyerang Shi XuanRan menyerang dengan agresif.


Shi XuanRan langsung tersenyum. Senyumannya sangat berbahaya, menandakan dia akan melakukan sesuatu yang buruk.


“Sepertinya aku tahu kelemahan mu.”


Huang Long berpura-pura tidak mendengar kata-kata Shi XuanRan. Dia terus menggerakkan tubuhnya untuk menyerang Shi XuanRan.


Hasil dari pergulatan mereka adalah seimbang. Tidak ada yang menang dan tidak ada yang terluka. Kini, keduanya berdiri berhadapan dengan jarak yang melintang cukup jauh.


Dalam kejauhan, Huang Long bisa melihat gerakan Shi XuanRan yang sedang mengambil sesuatu dari balik bajunya. Percikan api mulai terlihat dan Shi XuanRan mengarahkan benda itu ke langit. Seketika, kembang api yang cerah menghiasi langit sore yang berwarna oranye.


Sedetik kemudian, suara terompet perang dan gemuruh tanah terdengar.


Dengan ini, perebutan kekuasaan telah dimulai.