
Huang Long dan Xie Hongyi kemudian kembali ke Istana secara diam-diam. Mereka lalu disambut oleh Huang Ruifeng.
“Yang Mulia, akhirnya Anda kembali.”
Tidak ada banyak orang di sana, hanya beberapa petinggi Istana dan perwira yang menyambut kedatangan Huang Long, mengingat bahwa berita kembalinya Kaisar harus dirahasiakan.
Paman Huang Long itu tampak sangat lega, seperti berkili-kilo beban dipundaknya diangkat. Ketahuilah, sejak
Huang Long pergi, dialah yang mengurus Istana. Huang Ruifeng yang tidak menyukai tentang politik, harus duduk dan memutuskan segala yang terjadi dengan hal itu. Belum lagi tentang pemberontakan yang terjadi, rasanya Huang Ruifeng ingin berteriak dan membanting meja sambil berkata: Aku tidak peduli lagi!
Pihak yang harus disalahkan dalam masalah ini tentu saja adalah Huang Long. Tapi sebagai paman yang baik, mana mungkin Huang Ruifeng membuat marah pada Huang Long? Dengan itu dia harus menelan bulat-bulat semua keluhannya dalam hati.
“Em.” Hanya itu yang dikatakan Huang Long untuk menjawab.
“Kalau begitu Yang Mulia, aku akan pergi.” Melihat mata Huang Ruifeng, Xie Hongyi tahu bahwa ada sesuatu yang
ingin dibahas dengan hanya Huang Long. Xie Hongyi tidak keberatan pergi karena
dia bisa mendapatkan isi pembicaraan keduanya dari sistem.
Huang Long dan Huang Ruifeng lalu membahas strategi apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pemberontak dan beberapa informasi yang telah didapatkan oleh Huang Ruifeng.
Saat ini, pemberontakan di pimpin oleh Keluarga Shi, keluarga Chen sebagai antek dan beberap keluarga berpengaruh lainnya. Juga, mereka mendapat bantuan dari kerajaan kecil dibawah yuridiksi Selatan. Tentu dengan bantuan sebesar itu, semua yang dilakukan oleh keluarga Shi bukan sebagai pemberontakan kecil saja, melainkan sebuah kudeta.
Sebenarnya, menurut informasi yang didapatkan oleh Huang Ruifeng, pemberontakan akan terjadi beberapa tahun kemudian. Tapi karena situasi khusus yang terjadi, terpaksa rencana pemberontakan itu harus terungkap
terlebih dahulu.
Tetapi, syukurlah berita tentang Istana yang mendapat bantuan dari Utara belum bocor. Mata-mata yang selama ini
ditempatkan oleh Utara di Selatan menahan segala informasi agar tidak keluar. Meskipun awalnya para mata-mata itu merasa heran dengan perintah yang diberikan oleh pemimpin, mereka harus tetap mematuhi.
Sementara itu di tempat lain.
“Apa pihak Selatan belum bisa mengetahui dimana markas pemberontak lainnya?”
Kediaman Chen merupakan salah satu markas pemberontak yang telah diketahui. Namun penjagaan di sana sangat ketat dan tidak mudah untuk di tembus. Warga sipil yang mengetahui ada markas pemberontak di dekatnya, hendak pergi untuk menghindari masalah. Namun, keluarga Chen telah menguasai wilayah itu dan memerintahkan orang-orangnya agar tidak ada siapapun yang keluar dari sana. Pihak Istana harus menahan diri untuk tidak gegabah menyerang dan melukai warga sipil.
Chen Guang sangat licik. Namun, dia ceroboh karena telah membiarkan Ibu Suri dan Chen Xiang pergi. Chen Guang tidak pernah menempatkan Chen Linxi di matanya, dan itu adalah sebuah kesalahan yang besar. Anak yang tidak pernah ia pedulikan dan akui, telah membuat Chen Guang menghadapi kerugian yang besar. Pada saat itu, dia masih berusaha mencari Ibu Suri dan Chen Xiang, namun saat mendengar berita bahwa mereka telah di bawa kembali ke Istana oleh Jiang Zhi, Chen Guang menggertakkan giginya kesal. Jiang Zhi ini, dia pasti akan membuat perhitungan dengannya.
Sistem menjawab, “Sepertinya belum.”
Xie Hongyi menghela nafas. “Mau bagaimana lagi. Kita harus menunggu pemberontak itu menyerang.”
Sistem memiringkan kepalanya dan
menatap Xie Hongyi dengan seksama. Dia kemudian berkata dengan serius. “Host, ini adalah misi terakhir. Jika misi ini berhasil, protagonist akan menguasai dunia, tapi apabila gagal maka dunia ini akan hancur. Tolong, host serius.”
“Baiklah. Kau pikir aku tidak menganggap serius misi ini?”
Tanda tanya muncul di atas kepala sistem. Xie Hongyi berpikir itu cukup imut dan tidak bisa menahan diri untuk menarik telinga sistem.
Xie Hongyi menunjukkan senyum misterius. “Tentu saja aku tidak akan berdiam diri. Sistem berapa poinku yang tersisa?”
“Sebentar, aku akan menghitunya dulu.” Sistem kemudian menghitung poin yang dihasilkan Xie Hongyi baru-baru ini.
“Saat ini host mempunyai poin sebesar 500.”
Xie Hongyi memegang dagunya sambil berpikir. “Tukarkan poinku untuk beberapa barang.”
“Barang apa yang ingin host tukarkan?”
“Benda yang dapat menghancurkan garis depan perlawanan musuh.”
***
Pada malam hari.
“Aku benar-benar ingin tahu sebenarnya benda apa ini?”
Rekan prajurit itu berkata, “Kau pikir aku tahu?”
Kemudian dia berkata, “Kita hanya bisa mematuhi perintah Yang Mulia Kaisar.”
Para prajurit ini merupakan prajurit rahasia yang selama ini dibentuk oleh Huang Long. Mereka dilatih untuk hanya patuh pada perintah. Mereka lebih baik mati daripada membocorkan informasi. Jadi tidak ada kekhawatiran aktivitas yang mereka lakukan akan bocor ke telinga pihak lain.
Para prajurit khusus itu memakai seragam yang sama dengan penjaga istana. Mereka dengan baik berbaur dengan
orang-orang, sehingga tidak ada yang curiga.
Perintah itu sebenarnya bukan datang dari Huang Long. Xie Hongyi lah yang sebenarnya yang ingin menggunakan tenaga mereka.
Setelah Huang Long dan Huang Ruifeng selesai berdiskusi, Xie Hongyi langsung menghampiri Huang Long dan
meminta sesuatu padanya.
“Yang Mulia, apa anda keberatan jika aku meminta sedikit bantuan?”
“Bantuan apa?”
“Aku ingin beberapa orang yang bisa menjaga mulutnya untuk bisa melakukan sesuatu.”
Huang Long tidak berpikir untuk memerintahkan prajurit istana, jadi dia menggunakan prajurit khusus yang akan
melakukannya. Para prajurit Istana tidak seperti pasukan khususnya yang tidak bisa disuap oleh uang. Huang Long mengetahui bahwa ada beberapa penjaga istana yang menjadi mata-mata pemberontak, jadi ia sangat waspada.
Para prajurit khusus itu sangat senang. Akhirnya selama bertahun-tahun mereka dapat perintah! Tapi, mengapa
perintah pertama yang diberikan adalah mengubur benda berat yang terbuat dari besi dan logam di sekiar Istana dan bukannya membasmi pemberontak? Apalagi benda yang mereka kubur adalah benda yang pertama kali mereka lihat dalam seumur hidupnya. Jadi, beberapa orang dari prajurit khusus tidak bisa menahan diri untuk bertanya-tanya.
“Jangan tekan tombol merah," Prajurit itu mengulagi peringatan yang diberikan pemimpin padanya.
Benda ditangannya berbentuk bulat dan terasa cukup berat dan memiliki tombol berwarna merah di salah satu
sisinya. Dia memutar-mutar benda itu ditangannya, mencari tahu apa sebenarnya benda ini.
Rasa penasarannya telah memasuki puncak. Dia gatal sekali ingin menekan tombol itu dan mengetahui apa yang
terjadi setelah ia menekannya. Prajurit itu menoleh kea rah kiri kanan dan melihat semua orang sibuk dengan tugas mereka.
Situasinya cukup aman, jadi dengan berani ia hendak menekan tombol merah. Namun pada saat ibu jarinya tinggal
0,5 cm dari benda itu, sebuah tangan ramping menahannya.
“Jangan tekan jika kamu tidak ingin mati,” Pemilik tangan itu berkata.
Mata prajurit itu sedikit bergetar. Dia menjawab, “Aku tidak berani.”
Di depannya adalah sosok wanita yang sangat cantik sedang tersenyum manis. Tapi prajurit itu tahu bahwa
senyumannya sedikit salah. Dia tidak bisa memprovokasi wanita ini, jadi dia melanjutkan tugasnya sambil di awasi oleh si wanita.
Tadinya Xie Hongyi sedang melihat-lihat bagaimana para prajurit khusus Huang Long bekerja. Dia langsung
menghampiri salah satu prajurit yang hendak mengirimkan nyawanya ke alam baka.
Setelah memastikan parjurit itu kembali bekerja, Xie Hongyi menjauh dari sana. Dia berjalan pergi menuju Huang
Long yang berdiri tak jauh darinya.
Huang Long memilki ekpresi yang sama dengan prajurit tadi. Dia juga sangat penasaran dengan benda yang di kubur oleh bawahannya. Apa Xie Hongyi sedang memasang jebakan? Tapi ia tidak pernah
melihat jebakan yang seperti ini.
Huang Long mengangkat kepalanya saat merasakan seseorang mendekat.