The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 79



Pedang itu tidak pernah mencapai Huang Long, tapi benda tajam itu dijatuhkan penggunanya ke atas salju, seperti besi tua yang tidak ada harganya.


Mengabaikan rasa sakitnya, Huang Long memaksakan diri untuk menengok ke belakang. Huang Long terkesiap saat melihat pria itu juga jatuh berlutut sambil memegang perutnya. Raut wajah pria itu terlihat sangat kesakitan.


Namun, bukan hanya Huang Long saja yang terkejut. Seluruh pasukan Pangeran Yu juga mengalami shock saat melihat musuhnya memegang perut dan berguling-guling di atas salju.


Orang-orang mulai melirik satu sama lain, keheranan tampak jelas di mata mereka.


Pasukan Keluarga Xiao tidak bisa melakukan perlawanan lagi dengan keadaan mereka sekarang.


Xie Hongyi tidak bisa menahan untuk tertawa keras. Hanya dia yang tahu apa yang menyebabkan mereka menjadi seperti itu.


Seperti tanaman yang layu, semua pasukan Keluarga Xiao akhirnya menyerah dibawah pedang pasukan Pangeran Yu.


Salju turun menyelimuti seluruh permukaan tanah. Angin utara berhembus dengan desir lembut ditelinga. Ditempat itu, hanya ada suara seorang wanita yang tertawa terbahak-bahak. Tidak ada yang memperhatikan suara tawa bahagia itu karena semuanya larut dalam pikiran masing-masing.


Selesai begitu saja?


Ya, sudah selesai.


Pasukan keluarga Xiao yang tersisa sudah diserahkan pada pemerintah kerajaan Utara. Sementara itu, pasukan Pangeran Yu sekarang berada di sebuah lapangan dengan beberapa tenda berdiri yang digunakan untuk menampung para prajurit yang terluka. Lokasi lapangan itu dekat dengan Kediaman Pangeran Yu.


Pihak pemerintah dengan cepat menerima laporan bahwa Keluarga Xiao berhasil diatasi segera mengirimkan tabib untuk membantu prajurit yang terluka.


Di salah satu tenda, Xie Hongyi membungkukkan tubuhnya untuk memasangkan perban pada Huang Long. Meski racun Huang Long sempat bereaksi dan membuatnya lengah, hal itu sudah di atasi. Tapi ternyata lelaki itu juga terluka di bagian lengan kiri atas akibat sabetan pedang.


Xie Hongyi terlihat bermain-main dengan perban ditangannya. Dia tiba-tiba tersenyum aneh. Xie Hongyi teringat bahwa dulu Huang Long juga pernah membungkus lengannya dengan perban. Dia memiliki sebuah ide.


Huang Long yang sedari tadi memperhatikannya, bertanya dengan heran melihat wajah Xie Hongyi yang tersenyum. "Kenapa?"


Xie Hongyi dengan cepat merubah wajahnya menjadi normal. "Bukan apa-apa."


Tentu saja dia tidak berkata jujur.


Tidak lama kemudian, Xie Hongyi selesai memasangkan perban di lengan Huang Long.


Huang Long mengucapkan terimakasih pada Xie Hongyi. Wanita itu membalasnya dengan lambaian tangan, menjawab kalau Huang Long tidak perlu sungkan. "Sudah menjadi kewajibanku untuk membantu Yang Mulia." Kemudian dia pergi untuk mengobati yang lainnya.


"Ppft!"


Tiba-tiba terdengar suara tawa tertahan. Huang Long menoleh ke arah sampingnya, memandangi Dugu An dengan tajam. Dia tahu bahwa Dugu An sedang menertawakannya.


Dugu An berdehem untuk meredakan tenggorokannya yang gatal. Dia kemudian berkata dengan nada geli yang disembunyikan. "Yang Mulia, lenganmu..."


Kemudian Huang Long menoleh ke arah lengan kirinya dan mendapati perban yang dibalutkan dengan bentuk pita di tangannya, kontras dengan penampilannya yang jantan, dan berwibawa.


Huang Long. "..."


Dengan wajah gelap, Huang Long membuka ikatan perbannya. Kemudian dia mencoba untuk memasangkannya kembali. Tapi, perban itu malah menjadi benang kusut.


Huang Long sangat buta akan medis. Dia tidak tahu apa-apa tentang itu, jadi dia membenarkan balutan perbannya dengan asal.


Kali ini Dugu An tidak bisa menahan tawa. Mendengar keributan, Xie Hongyi menoleh ke arah sumber suara. Dia pura-pura tidak tahu apa-apa saat dirinya mendekat dan bertanya. "Yang Mulia, apa ada masalah?"


Huang Long menatap Xie Hongyi dengan tatapan penuh arti, Xie Hongyi menahan geli dalam hati ketika Huang Long bertindak seperti anak yang merajuk. Dia seakan-akan menuduh Xie Hongyi menganiayanya.


"Saya akan membantu Anda."


Xie Hongyi lalu membenarkan balutan perban, kaki ini dia melakukannya dengan benar.


Setelah perbannya di perbaiki, Huang Long tiba-tiba bertanya. "Wajahmu?"


"Ah ini?" Sebetulnya, dia benar-benar lupa dengan goresan yang ada di topengnya. Ketika Huang Long mengingatkannya akan hal itiu, Xie Hongyi menyentuh robekan diwajahnya. Karena merasa terganggu, dia kemudian merobek lebih dalam topeng itu sehingga topeng itu benar-benar terkelupas.


Mata Huang Long membelalak. Mulutnya sedikit terbuka. Jelas ia terkejut dengan sosok dihadapannya.


Yang tadi dihadapannya adalah wanita cacat dengan luka horizontal diwajahnya, digantikan dengan wajah putih mulus seperti dewi turun ke bumi.


Tidak berlebihan untuk menyebutnya seperti itu karena memang itulah yang sebenarnya. Wajah asli Xie Hongyi sangatlah cantik, mungkin wajah ini adalah wajah paling indah yang pernah dilihat Huang Long.


Semua orang yang kebetulan meliriknya juga memiliki reaksi sama, mereka tercengang dengan sosok yang terlihat di mata mereka.


Jika Yin Si berada di sini dan melihat wajah Xie Hongyi, mungkin dia adalah orang yang paling terkejut. Pasalnya ia begitu akrab dengan wajahnya.


Xie Hongyi benar-benar menunjukkan wajah aslinya. Wajah aslinya membuat semua orang terpana.


Saat menyadari bahwa suasana menjadi hening, Xie Hongyi mengangkat kepalanya dan memandang ke sekitar.


Xie Hongyi memegang dahi, mengutuk kebodohannya sendiri.


***


Permasalahan keluarga Xiao akhirnya bisa diselesaikan. Kaisar Utara, Yin Tianrui bisa bernafas lega kali ini.


Di malam hari yang gelap, salju turun dengan perlahan. Udara menjadi dingin, dan angin menerpa sepanjang waktu.


Di salah satu ruangan di Istana Kaisar, lentera dinyalakan di sepanjang dinding, ruangan itu menjadi terang. Namun seseorang yang berada di dalam ruangan itu sepertinya memilki suasana hati yang suram.


Pria itu, Yin Tianrui memegang sebuah kuas yang bagian ujungnya kering dengan tinta. Ditangannya yang lain, ada selembar kulit binatang kering yang diatasnya tertulis beberapa patah kata.


Kulit binatang kering itu berisi laporan terperinci tentang kemenangan Pasukan Pangeran Yin mengalahkan Pasukan keluarga Xiao. Ada beberapa nama yang disebutkan berperan penting dalam perang ini, tapi ada setidaknya dua nama yang dicoret dengan tinta hitam sehingga, tulisannya menjadi kabur.


Yin Tianrui memandang dua nama yang dicoret seperti duri dimatanya. Setelah berpikir dengan panjang, dia akhirnya membuat keputusan.


Dia memang berhutang budi pada mereka, dan jasa mereka sangat besar. Patutnya dia menghargai jasa itu, tapi ada beberapa pertimbangan lain yang membuatnya bimbang.


Mereka adalah pedang yang tidak memiliki mata, mungkin suatu saat akan menyerang balik Kerajaan Utara, apalagi pihak lain jelas bukan berasal dari sisinya. Yin Tianrui tidak bisa menahan rasa khawatir dan was-was. Dia tidak mau mengakui bahwa dirinya takut dengan kekuatan mereka.


Walaupun berat, dia harus tetap melakukannya.


Di sudut ibukota yang lain, Xie Hongyi bersandar di sisi jendela memandangi bangunan yang nenyala dengan lentera dibawahnya. Dia kini berada di penginapan yang memiliki lantai paling tinggi. Kebetulan dia mendapat kamar yang berada di lantai paling atas dengan dukungan biaya dari Keluarga Yu.


Besok dia dan Huang Long akan pergi menemui Yin Tianrui untuk membahas bagaimana kelanjutan urusan kedua negara.


Tapi, Xie Hongyi merasa sedikit gelisah. Dia merasa bahwa besok akan terjadi sesuatu.


"Sistem, besok tidak akan ada halangan apapun, kan?"


Seekor merpati tampak mematuki biji jagung di atas meja. Paruh merpati itu terbuka saat ia berbicara. "Mungkin."


Sistem telah merubah wujudnya menjadi seekor bukan tidak ada gunanya. Dia di minta Xie Hongyi untuk menyampaikan pesan ke pengadilan Kerajaan Utara mengenai tentang invasi keluarga Xiao ke daerah pertambangan.


Awalnya orang-orang di pengadilan tidak mempercayai berita itu, namun didalam laporan tersebut terdapat stempel khas dari Kediaman Yu. Hanya ada satu stempel yang dimiliki Pangeran Yu, stempel itu juga tidak bisa dipalsukan karena bentuk polanya yang susah ditiru.


Tapi hal yang mustahil dipalsukan itu berhasil Xie Hongyi lakukan. Dengan bantuan sistem, ia mengirimkan laporan itu seolah-olah berasal dari Kediaman Pangeran Yu.


Jadi, pasukan kerajaan datang lebih awal daripada pasukan keluarga Xiao. Dan peristiwa selanjutnya adalah kemalangan keluarga Xiao.


Tetapi, masih ada yang mengganjal di hati Xie Hongyi. Dia merasa bahwa semua tidak sesederhana itu. Tetapi jika firasatnya benar, mulai sekarang Xie Hongyi akan membuat persiapan.


Xie Hongyi kemudian teringat sesuatu. Dia menoleh ke arah sistem. "Oh ya, apa aku mendapat poin?"


Sistem berhenti mematuk saat semua biji jagung telah habis. "Ini hanya langkah awal. Kau benar-benar belum membatu protagonis utama, jadi kejadian tadi tidak dihitung."


Seketika wajah Xie Hongyi menjadi masam. Xie Hongyi kesal. "Apa aku harus menunggu sampai kedua kerajaan membuat perjanjian perdamaian?"


Sistem mengangguk-anggukkan kepalanya yang kecil. "Ya, kau harus menunggu sampai kejadian itu terjadi."


Suasana hati Xie Hongyi masih rendah. Tapi juga percuma jika dia membujuk sistem, seperangkat kode itu tidak akan memenuhi permintaannya untuk memberikan poin lebih awal.


Ayolah, host mana yang tidak gelisah jika poinnya bernilai -10?


Jika sistem tidak memberinya poin yang besar, maka dia tidak akan membiarkannya.


Sistem yang melihat mata Xie Hongyi penuh kejahatan, berkata memperingati. "Host, kau tidak boleh terlalu menuntut! Semua peran yang diambil selalu dihitung dengan benar, jadi poin akan diberikan dengan jumlah yang sesuai."


Xie Hongyi menyerigai, tidak memedulikan peringatan sistem. Sistem putus asa. Dia merasa sengsara memiliki host yang keras kepala.


Walaupun dia adalah sebuah sistem, tapi dia masih bisa merasa kesakitan jika dipukul.