The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 70



"Sistem, bagaimana keadaan Kerajaan Utara saat ini?"


Karena Huang Long sepertinya tidak ingin berbicara lagi, Xie Hongyi memutuskan pamit pergi. Dia sekarang sedang duduk di sebuah kursi kayu di kediamannya. Diatas meja, ada sistem yang berbaring sambil menikmati di elus Xie Hongyi. Pada saat ini sistem mengubah wujudnya menjadi seekor kucing orange.


Sistem menyipitkan matanya. "Apa host mau menukarkan sebanyak 200 poin untuk informasi?"


Xie Hongyi bertanya. "Berapa sisa poinku?"


"Sisa poin mu setelah pemasukan dan penggunaan adalah 500 poin."


Dahi Xie Hongyi berkerut saat mengetahui jumlah poinnya tinggal sedikit. "Ya, berikan aku informasinya."


Sistem mengubah posturnya menjadi duduk. "Kerajaan Utara terletak di perbatasan langsung antara Kerajaan Selatan. Kerajaan itu terkenal akan hasil tambangnya yang kaya. Sumber daya utama di Kerajaan itu adalah bisnis jual beli perhiasan."


Xie Hongyi menjadi berbinar. "Benarkah? Mereka pasti punya banyak uang!"


"Ya, di sana kau bisa mendapatkan beberapa jenis perhiasan berkualitas tinggi. Rakyatnya juga kaya karena setiap bulan Kerajaan akan memberikan 5 tael pada mereka."


"Wilayah kerajaan itu lebih kecil dari Kerajaan Selatan. Tapi diantara kerajaan-kerajaan yang lain, rakyat Kerajaan Utara adalah yang paling sejahtera."


"Ternyata begitu. Lalu bagaimana situasi di sana? Apa Kerajaan Utara juga mengalami pemberontakan seperti di sini?" Informasi yang diberikan sistem adalah informasi dasar, siapa tahu Kerajaan Utara juga sedang mengalami krisis.


"Itu adalah misi sampingan untuk mencari tahu apa yang terjadi di sana."


Xie Hongyi mengerti. Dia kemudian bertanya lagi.


"Sistem, sebenarnya Xiao Zhang berperan sebagai apa? Kenapa dalam buku dia tidak disebutkan?"


Sistem berkata dengan misterius. "Jawabannya bisa diketahui setelah host datang ke Utara."


Xie Hongyi mengangguk mengerti. Jadi sekarang dia harus menyelesaikan dua misi sekaligus, yaitu mencari tahu siapa orang bermarga Xu di sana dan siapa sebenarnya Xiao Zhang.


"Ibu kenapa kau berbicara dengan kucing? Apa dia akan mengerti? Ketika aku bicara, Miao malah pergi."


Xie Hongyi dengan gemas dengan kepolosan Pangeran Jue. "Kucing ini berbeda dengan Miao."


"Aku rasa sama saja. Tunggu, sejak kapan ibu punya kucing? Apa dia jantan atau betina? Kalau jantan, kita nikah kan saja dengan Miao!"


"Dimana Miao sekarang?"


Pangeran Jue menjawab dengan polos. "Mungkin dia sedang naik pohon."


Xie Hongyi tidak bisa berkata-kata lagi.


"Ah Jue dengar, mungkin dalam beberapa hari ibu tidak akan berada di sini."


Mata Pangeran Jue mengerjap. "Apa ibu mau pergi lagi?"


"Ya, tapi tenang saja, aku akan menyuruh bibi Ling'er, Wan'er dan Yi'er untuk menjagamu."


Xie Hongyi merasa kasihan dengan kasihan dengan Pangeran Jue yang tidak tahu siapa orang tua sebenarnya. Mungkin setelah dia tumbuh lebih dewasa, dia akan memberi tahunya. Tapi, apakah dia akan tetap bersama anak itu selamanya? Dia adalah sebuah jiwa dari masa depan yang mengembara. Xie Hongyi tidak tahu apakah sistem memperbolehkannya tinggal secara permanen di sini.


***


Keesokan harinya, Huang Long, Xie Hongyi, Xiao Zhang dan Dugu An pergi ke Utara. Awalnya Huang Ruifeng menyarankan untuk membawa lebih banyak orang. Tapi Xie Hongyi mengatakan bahwa jika hal itu dilakukan, maka akan menarik perhatian musuh.


Mereka melakukan perjalanan melalui ibukota dengan kepercayaan bahwa pihak musuh tidak akan berani membuat kekacauan di tempat yang ramai.


Orang itu berteriak marah. "Sialan kau! Apa kau tidak punya mata?"


Lelaki tua itu tampak hampir menangis. "Tuan maafkan aku karena tidak sengaja menabrakmu. Mohon Tuan untuk memberi ampun."


"Huh, aku tidak akan semudah itu melepaskanmu. Pengawal bawa dia ke Kediaman dan cambuk 100 kali. Aku ingin orang udik ini belajar bahwa dia tidak boleh menyinggung sembarang orang."


"Baik Tuan."


Xie Hongyi menyipitkan matanya saat melihat pemandangan itu. Bukankan pria gemuk yang memarahi seorang pengemis adalah saudagar yang kemarin Xie Hongyi ambil uangnya? Wajah bulatnya yang sombong membuat tangan Xie Hongyi gatal ingin memukul.


"Sistem jika aku menghajar dia, aku bisa mendapat poin karena telah menyingkirkan tokoh tidak penting kan? Aku benar-benar kesal dengan perilakunya." Xie Hongyi jelas-jelas melihat bahwa saudagar itulah yang ceroboh menabrak si pengemis. Bukankah dia lari dari tanggungjawab dan malah menyalahkan pada orang lain?


"Mungkin itu bisa dicoba."


Xie Hongyi melemparkan sebuah jarum perak ke arah vital saudagar itu. Satu detik kemudian, dia ambruk dan pingsan membuat orang-orang di sekitar semakin ramai.


Sistem berkata: "Selamat karena telah membereskan tokoh sampingan. 50 poin telah ditambahkan ke akun kamu."


Xie Hongyi tersenyum dan merasa puas dalam hatinya. Jika hanya melakukan hal ini dia mendapat poin, kenapa tidak sedari dulu dia bertindak? Lagipula, orang-orang seperti saudagar itu pantas diberi hukuman.


Xie Hongyi berpura-pura tidak terjadi apapun. Dia berkata pada tiga orang dibelakangnya. "Ayo kita lanjutkan. Jangan hiraukan mereka."


Huang Long melirik Xie Hongyi. Dia tidak bertanya mengapa wanita itu bicara sendiri.


Ketika mereka melewati tempat yang sepi, beberapa orang dengan paksa menghentikan kereta. Informasi tentang keberangkatan Huang Long ke Utara mungkin sudah sampai ke telinga musuh, jadi mereka bergerak untuk menghentikan Huang Long.


Dinding juga mempunyai telinga. Tetap saja mereka berusaha untuk tidak membuat perhatian, Keluarga Shi pasti akan mengetahuinya. Mungkin sedari tadi anak buah Keluarga Shi mengawasi mereka dan mereka baru bisa bertindak sekarang.


Xie Hongyi tidak dalam mood yang baik untuk bertarung. Dia menyuruh sistem untuk mengurus mereka dengan menukarkan 100 poin. Sekarang dia harus menahan diri agar tidak menangis karena sisa poinnya tinggal 150. Semoga saja ketika dia menyelesaikan misi, sistem akan memberikan poin yang banyak.


Musuh mereka yang tiba-tiba ambruk membuat ketiga orang lainnya yang bersiap untuk melawan, heran.


Xie Hongyi pura-pura memeriksa orang yang pingsan. Dia lalu berkata: "Mungkin mereka pingsan karena salah makan." Pernyataan itu tidak masuk akal, tapi mereka tidak punya dugaan lainnya.


Xie Hongyi kemudian menoleh pada Dugu An yang berperan sebagai kusir. "Sebaiknya kita bergegas pergi, sebelum anak buah Keluarga Shi yang lainnya muncul."


***


Perjalanan mereka harus terhenti karena hari sudah malam. Tidak ada tanda-tanda musuh datang, jadi mereka bisa sedikit santai.


Para lelaki di kelompok mereka mencoba untuk menyalakan api untuk menghangatkan diri dari puncak musim dingin. Tapi karena udara dan kayu yang akan dibakar basah, mereka kesulitan untuk membuat api.


Xie Hongyi yang mengintip dari jendela kereta, berdecak. Dia melihat mereka satu-persatu bergantian menyulut api.


Pada saat ini, tiba-tiba seseorang menyiramkan sesuatu pada kayu yang mereka susun. Ketiga lelaki itu sangat terkejut dan mengira orang itu telah menyiramkan air dan lebih mempersulit mereka.


Xie Hongyi tidak memperdulikan tatapan mereka yang tajam. Tangannya kemudian menyalakan korek dan melempar batang korek itu ke arah kayu. Seketika, api yang besar tiba-tiba menyala.


Xie Hongyi langsung duduk di depan api dan menggosokkan kedua telapak tangannya.


"Nah sekarang jauh lebih hangat."


Tiga orang yang susah payah menyalakan api. "..."