
Yin Tianrui memegang dahinya, wajahnya menunduk dan tampak begitu depresi. Dia memandang kasim malang itu dan berkata, "Kau boleh keluar."
Kasim itu lalu mundur dengan sopan dan keluar dari ruangan.
Yin Tianrui kemudian menoleh ke arah adiknya, bertanya. "Kenapa kalian kemari?"
Suara Pangeran Yu penuh hormat saat dia berkata, "Yang Mulia, bolehkah saya berbicara dengan mereka terlebih dahulu?"
Yin Tianrui melambaikan tangannya, mempersilahkan Yin Yu. Dia ingin tahu urusan apa yang dimiliki adiknya dengan dua orang ini. Jika itu adalah hal yang buruk, Yin Tianrui akan bahagia. Dia menemukan alasan untuk mengusir keduanya dari Utara. Sekarang, dia tidak merasa depresi lagi.
Pangeran Yu kemudian menoleh ke arah Xie Hongyi. Wajahnya menampilkan ekspresi tidak terbaca. "Nona, apa Anda berkenan membuka penutup wajah Anda?"
Xie Hongyi sedikit ragu sejenak. Sentuhan tiba-tiba di telapak tangannya membuat Xie Hongyi tersentak. Xie Hongyi menoleh dan mendapati Huang Long sedang menatap dirinya. Dari tatapan itu, Huang Long menyuruhnya untuk mengikuti permintaan Pangeran Yu. Xie Hongyi kemudian menghela nafas sejenak sebelum berkata, "Baik."
Ada beberapa suara terkesiap saat Xie Hongyi membuka penutup wajahnya.
Dahi Xie Hongyi mengernyit. Tidak mungkin untuk berbicara sekarang karena semua orang mungkin tidak akan menjawabnya. Mereka terlihat begitu kaget, dan Xie Hongyi ingin tahu apa penyebab mereka seperti itu. Jadi, dia bertanya pada sistem.
"Sistem, ada apa dengan mereka?"
"Wajahmu."
Xie Hongyi semakin bingung. "Ada apa dengan wajahku?"
Terdengarlah suara helaan nafas yang sepertinya milik sistem. "Wajahmu sangat mirip dengan tokoh istri Pangeran Yu!" Sistem berteriak dengan kesal. Kenapa dia mendapat host yang bodoh? Dia bahkan tidak mengingat wajahnya sendiri!
Jika hal ini terjadi dalam situasi normal, Xie Hongyi mungkin sudah menyuruh sistem keluar lalu memukulinya.
Xie Hongyi hanya tahu bahwa wajah aslinya sangat cantik, dan melupakan bagaimana rupanya. Dia baru tahu bahwa wajahnya begitu mirip dengan istri Pangeran Yu setelah sistem mengingatkannya.
Suara menggelegar terdengar di ruangan yang sepi itu. "Tianrui! Beraninya kau ingin membunuh keponakan mu sendiri!"
"Hah?" Keponakan? Siapa keponakan siapa?" Xie Hongyi kebingungan.
Huang Long memperhatikan bahwa Xie Hongyi sama sekali tidak tahu apapun, berbisik, "Lihat dengan seksama wajah istri Pangeran Yu."
Oh. Baru sejenak sistem mengingatkan, tapi sedetik kemudian dia melupakannya.
Xie Hongyi kemudian menuruti perintah Huang Long untuk menatap wajah istri Pangeran Yu. Mereka benar-benar mirip.
Suasana menjadi canggung karena tidak ada satupun orang yang berbicara.
Bagaimana bisa seseorang melupakan wajahnya sendiri? Huang Long mengusap dahinya pelan memikirkan reaksi Xie Hongyi tadi.
Suara Pangeran Yu sedikit serak saat dia berbicara memecah keheningan. "Bisakah kamu berbicara dengan kami?"
Xie Hongyi sudah mempunyai tebakan dalam hatinya, dan jika dia ingin mengetahui kebenaran, dia harus mengikuti mereka untuk bicara.
Yin Tianrui memberikan tempat untuk mereka bicara. Tempat itu adalah ruangan yang biasanya dipakai untuk perjamuan. Dalam ruangan itu banyak sekali barang-barang yang terbuat dari emas, bahkan alas pijaknya juga mungkin terbuat dari logam mulia itu karena warnanya sangat terang ketika cahaya matahari menyelinap melalui jendela kertas. Itu semua membuat air liur Xie Hongyi hampir menetes.
Yin Tianrui kembali depresi. Memikirkan konsekuensi menyakiti orang Pangeran Yu, Yin Tianrui harus bersiap. Bukannya dia takut, hanya saja Pangeran Yu adalah satu-satunya saudara yang sangat peduli padanya di saat semua orang memikirkan kepentingan mereka sendiri. Dalam kehidupan istana, hanya Pangeran Yu tidak tertarik dengan takhta, tapi dia membantu Yin Tianrui mendapatkannya, jadi Yin Tianrui sangat menghormatinya.
Setelah berbincang, Xie Hongyi lalu mengetahui bahwa dia adalah anak dari Pangeran Yu yang hilang.
"Siapa ayahmu?" Pada saat itu, istri Pangeran Yu bertanya.
"Ayahku adalah Xie Junping."
Istri Pangeran Yu menunduk. Dia berbisik dengan volume yang hanya bisa didengar dirinya sendiri. "Junping gege..." Dia sangat mengenalnya, pria itu tidak mungkin membesarkan orang yang tidak ada hubungannya dengan dia. Kakaknya telah meninggal ketika dia masih ada di Selatan. Xie Junping sangat mencintai istrinya, jadi tidak mungkin dia menikahi istri baru apalagi memiliki anak selain Xie Heiyang.
"Selamat karena telah menemukan plot rahasia, identitas sebenarnya Xie Hongyi 300 poin telah ditambahkan ke akun mu, dikurangi dengan biaya pinjaman. Sisa poin: 290." Suara sistematis bergema dibenaknya, membuat Xie Hongyi tersenyum.
Tidak ada yang lebih bahagia daripada Xie Hongyi.
Puluhan tahun yang lalu, ketika Keluarga Xu dari Selatan diketahui berkhianat, beberapa orang melarikan diri dan sebagian dari mereka selamat. Xu Xianping, putri dari kepala Keluarga Xu adalah salah satu orang yang berhasil selamat.
Ketika berada di ambang kematian, sebuah kavaleri yang kebetulan lewat, menyelamatkan mereka.
Secara kebetulan, kavaleri itu di pimpin oleh Pangeran Yu, Jenderal Utara yang sedang melakukan patroli di daerah perbatasan. Sedikit yang tahu bahwa Xu Xianping dan Yin Yu mempunyai hubungan beberapa tahun belakangan.
Dua tahun kemudian, Pangeran Yu memutuskan untuk menikahi Xu Xianping. Pernikahan itu ditentang berbagai pihak yang tidak setuju karena Xu Xianping berasal dari Selatan. Namun, Yin Yu tidak peduli dan pihak yang menentang mereka tidak berani menghalangi karena takut dengan kekuatan Yin Yu.
Yin Yu bukan hanya seorang Jenderal yang pernah memerintah lebih dari 80.000 prajurit, dia juga seorang Pangeran yang memiliki dukungan kuat di dalam Istana, sehingga posisinya bisa sejajar dengan Kaisar. Kaisar Yin Tianrui juga sangat menghormati adiknya, jadi barangsiapa yang berani melawan Yin Yu, sama saja mereka melawan Kaisar.
Dua tahun setelah itu, Xu Xianping melahirkan. Tapi, pada saat itu, keluarga Xiao melakukan pemberontakan mereka yang pertama. Pemberontak itu menyerang beberapa tempat sentral di ibukota, dan ada kelompok yang diperintahkan untuk menyerang kediaman Pangeran Yu, memanfaatkan sang Jenderal yang sedang berada di dalam perang.
Mereka kemudian hendak membunuh Xu Xianping, tapi penjaga rahasia yang diperintah Pangeran Yu untuk melindungi Xu Xianping menghalangi mereka. Pada saat itu, Kediaman Pangeran Yu berada di situasi yang kacau. Sehingga Xu Xianping berpisah dengan bayi yang baru dilahirkannya.
Hong, yang membawa pergi bayi itu menjauh dari kediaman, dikejar oleh beberapa orang dari Keluarga Xiao. Beruntung dia berhasil melarikan diri, tapi kemudian dirinya tersesat dan tidak bisa kembali ke Utara.
Sejak saat itu, keberadaan putri pertama Pangeran Yu tidak diketahui. Pihak Pangeran Yu berusaha mencari, tapi ibarat mencari jarum di tumpukan jerami, putri mereka tidak bisa ditemukan. Kemudian baru-baru ini mereka mendengar dari mata-mata yang di simpan di Selatan, menginformasikan bahwa kepala Keluarga Xie telah mengadopsi anak yang kini menjadi seorang selir. Di saat mendengar hal itu, mereka mengirimkan beberapa orang untuk mengetahui informasi lebih lanjut, namun keadaan di Selatan tidak aman dan rawan ketahuan, sehingga jika mereka diketahui, mungkin akan sulit mengirimkan mata-mata lagi.
Setelah menceritakan semua itu, Xu Xianping menghela nafas pelan. Dia mungkin merasa bahagia karena bertemu dengan putrinya yang telah lama hilang.
Sementara itu, Xie Hongyi sangat tenang, seperti ini bukanlah sebuah hal yang besar.
Xu Xianping kemudian tersenyum. Dia bertanya, "Kalau Xie Hunping? Sudah lama sekali aku tidak melihatnya."
Xie Hongyi menjawab, "Paman selalu membakar ruang obatnya."
Mendengar hal itu, Xie Xuanping tertawa. "Dia tidak pernah berubah."
Kemudian, kedua wanita itu berbincang-bincang dengan asyik dalam dunia mereka sendiri.
"Ayah, apakah dia benar-benar kakak perempuan ku?" Di sudut yang tidak terlihat, Yin Si dan ayahnya berdiri menatap kedua wanita yang sedang mengobrol.
Yin Yu menoleh dan menjawab. "Ya begitulah."
"Ayah menerimanya begitu saja?"
Yin Yu menatap Yin Si dengan aneh. "Dia adalah kakakmu, jadi kenapa aku tidak bisa menerimanya?"
Kedua orangtuanya memang telah menceritakan kalau dia mempunyai seorang kakak, namun kakaknya telah hilang.
Yin Si dulu berpikir sosok kakak perempuannya adalah tipe orang yang lemah lembut dan baik hati serta penyayang, seperti ibunya. Tapi, kenyataan tidak seindah ekspetasi.
Tidak ada yang mengetahui bahwa wajah Yin Si sedikit berubah. Dia sedikit enggan menerima takdir bahwa kakaknya adalah rubah yang sangat licik!
***
Xie Hongyi dan Huang Long berjalan pergi meninggalkan Istana. Di depan mereka, berdiri sebuah kereta kuda yang akan menjadi tumpangan. Tentu saja kereta itu milik Pangeran Yu.
Sambil berjalan, Xie Hongyi menoleh ke arah Huang Long dan bertanya, "Yang Mulia sudah mengetahui hal ini?"
Huang Long mengangguk. Saat wajah asli Xie Hongyi terungkap, dia merasa wajah itu mirip dengan seseorang, jadi dia menyuruh Dugu An untuk menyelidikinya. Hasilnya, seperti yang ia harapkan, Xie Hongyi mempunyai hubungan orang dengan Utara, dan merupakan putri tokoh penting dari negara itu.
Xie Hongyi juga mengangguk dan sedikit membuka mulutnya. Huang Long sama sekali tidak terkejut saat mengetahui bahwa dirinya adalah Putri dari Pangeran Yu, berarti dia sudah mengetahui hal itu sebelumnya.
Namun ada sesuatu yang membuat Xie Hongyi penasaran. Xie Hongyi tidak tahan untuk bertanya lagi.
"Darimana Anda belajar kata-kata tajam seperti itu?" Yang dia maksud adalah ketika Huang Long membalas perkataan Kaisar Utara tadi.
"Aku belajar darimu." Kata Huang Long dengan tenang. Ada sedikit kedutan di sudut mulutnya.
Xie Hongyi. "..." Benarkah?
Oh tidak. Sepertinya dia telah mengajar bebek berenang.