
Xie Hongyi merawat Huang Long dengan penuh perhatian. Dia menjaga Huang Long sepanjang hari. Sistem yang diberikan makanan anjing menangis. Tapi ia tidak bisa menyuarakan apa yang ia rasakan.
Pada sore hari, Xie Hongyi pelayan untuk mengambilkan bahan makanan yang akan ia masak untuk Huang Long. Disamping Istana Bunga, dibangun dapur dadakan atas permintaan Xie Hongyi.
Ketika Xie Hongyi bertanya pada Huang Long siapa yang menyiapkan makanan untuknya selama dia tidak ada, Huang Long menjawab itu menjadi tanggung jawab Ibu Suri.
Keadaan Huang Long saat ini jauh lebih baik daripada yang Xie Hongyi lihat pertama kali. Xie Hongyi diam-diam tersenyum dan merasa senang dalam hatinya.
Huang Long sempat bertanya-tanya kenapa Xie Hongyi menatapnya seperti seorang ibu yang anaknya sakit.
Xie Hongyi keluar dari kamar Huang Long menuju dapur dadakan. Disana, sudah ada sebuah meja kayu panjang yang diatasnya ada banyak sekali bahan makanan seperti daging, ikan, sayuran dan beberapa jenis bumbu.
Disamping meja itu, ada tungku api tanah liat yang diatasnya ada wajan besar. Xie Hongyi berpikir, sekiranya orang-orang ini tidak terlalu terbelakang mengenai urusan memasak.
Xie Hongyi mulai menyalakan api dalam tungku. Butuh waktu beberapa lama sebelum api itu benar-benar menyala.
Di kehidupan sebelumnya, dia sudah berlatih bagaimana cara hidup di alam liar, jadi masalah api ini adalah hal kecil baginya.
Xie Hongyi lalu mulai memotong bahan makanan. Dia dibantu oleh Wan'er dan Ling'er. Ketiganya kemudian dengan serius memasak.
Harum yang tercium dari aroma makanan membuat semua orang meneteskan air liurnya. Para pelayan dan kasim yang kebetulan berjalan melewati Istana Bunga, menghentikan langkahnya saat aroma harum itu tercium. Mereka penasaran dan ingin mencari sumber bau itu, tapi ini adalah Istana Bunga, tidak sembarangan orang bisa masuk.
Setelah selesai, Xie Hongyi mengantarkan makanan ke kamar Huang Long. Xie Hongyi duduk di samping pria itu.
Huang Long merasa tidurnya terganggu karena aroma harum yang tercium di hidungnya. Dia kemudian membuka mata dan melihat Xie Hongyi yang memegang nampan yang diatasnya ada dua mangkok makanan. Dia mendengar suara Xie Hongyi. "Yang Mulia, saatnya makan."
Xie Hongyi meletakkan nampan itu disamping Huang Long. Dia hendak pergi namun tidak jadi karena tangan Huang Long menahannya. Xie Hongyi melihat pria itu mengerutkan kening. "Kau mau kemana?"
Xie Hongyi menjawab dengan jujur. "Aku akan pergi."
Huang Long menurunkan pandangannya. "Kau akan membiarkan Zhen makan sendiri?"
Melihat Huang Long seperti anak anjing yang tidak diberikan makan oleh Tuannya, sudut mata Xie Hongyi berkedut. "Jadi, apa yang diinginkan Yang Mulia?"
Pertanyaan inilah yang Huang Long tunggu. "Suapi Zhen."
Saat Xie Hongyi mendengar permintaan Huang Long, d ia tidak bisa menahan sarkas dalam nada suaranya. "Aku lihat Yang Mulia sudah mulai membaik. Jadi, menurutku mengangkat sumpit bukanlah hal yang sulit."
Wanita itu menolak. Huang Long berkata dengan otoritasnya sebagai Kaisar. "Kau berani melawan Zhen?"
Xie Hongyi berbicara sambil menggertakkan giginya. "Selir ini tidak berani."
Huang Long menatap tangan halus yang ada dihadapannya sambil berpikir. Beberapa hari yang lalu, dia sudah mendapatkan hasil dari penyelidikan siapa yang telah menyalahgunakan uang upeti. Tapi dia sangat terkejut dengan apa yang dia ketahui. Ternyata, orang yang menyuap para pejabat daerah itu adalah orang terdekatnya. Dia awalnya tidak bisa menerima kenyataan, hal itulah yang membuat kesehatannya memburuk sehingga racun ditubuhnya bereaksi.
Orang yang kau percayai sepenuh hati selama bertahun-tahun, ternyata adalah orang yang menusukmu dari belakang dan diam-diam merencanakan penggulingan dirinya.
Hati Huang Long merasa buruk. Tapi, ketika ia melihat Xie Hongyi, awan gelap dihatinya seakan menghilang. Dia menatap wajah Xie Hongyi yang cantik, dan gatal ingin menyentuhnya. Huang Long tidak bisa menahan keinginannya, jadi dia mengangkat tangannya mencoba menyentuh wajah Xie Hongyi.
Xie Hongyi yang melihat sebuah tangan besar menuju wajahnya, dengan refleks menghentikannya dengan menggenggam tangan Huang Long. Sentuhan itu menimbulkan semacam aliran listrik yang membuat keduanya terperanjat sedikit. Xie Hongyi bertanya dengan ragu pada Huang Long. "Yang Mulia."
Huang Long berkata dengan tiba-tiba. "Kau cantik."
Xie Hongyi bisa merasakan wajahnya memanas dan jantungnya berdebar kencang. Keadaan Huang Long tidak beda jauh dengan Xie Hongyi, telinganya memerah, namun wajahnya masih tanpa ekspresi.
Huang mengucapkan kalimat pujian dengan wajah dan nada yang datar, namun entah kenapa Xie Hongyi merasa dunia seakan berhenti. Tangannya bergetar saat ia meletakkan nampan di atas meja dekat ranjang Huang Long.
Huang Long menatap seluruh pergerakan Xie Hongyi. Xie Hongyi merasa udara sedikit panas, jadi dia mengeluarkan kipas yang ia dapat ketika mengunjungi gedung hijau lalu mengayunkannya pada dirinya sendiri.
Huang Long masih menatapnya. Xie Hongyi berkata sambil menutupi kegugupannya. "Aku rasa udaranya sedikit panas." Dia lalu tertawa dengan canggung. "Yang Mulia sudah selesai makan, aku akan pergi." Dengan itu dia beranjak.
Xie Hongyi berjalan keluar sambil mulai memikirkan tindakannya sendiri. Kenapa ia bertingkah seperti anak remaja dalam masa puber? Ya Tuhan, dia adalah wanita dewasa berusia 35 tahun yang seharusnya tidak tersipu dengan seorang laki-laki yang baru dewasa.
Tanpa ia sadari, ada seorang pria yang sedari memperhatikannya dan menatap dengan lekat kipas ditangannya.
Pria itu mengerutkan kening, garis wajahnya menunjukkan bahwa ia marah.
"Ternyata dia!" Dia harus segera memberi tahu Tuannya jika orang yang memberikan buku catatan itu adalah orang ini! Dengan itu, dia bergegas pergi dari sana.
Xie Hongyi menghela nafas beberapa kali untuk menenangkan pikirannya. Setelah berhasil menguasai diri, dia kembali masuk ke dalam kamar Huang Long. Dia ingin bertanya tentang sesuatu pada pria itu.
Xie Hongyi mendapati Huang Long masih terduduk di atas ranjang saat ia masuk ke dalam kamar. Xie Hongyi tanpa basa-basi langsung bertanya. "Yang Mulia, kenapa hari ini Kediaman Phoenix terlihat sepi? Aku juga tidak melihat Permaisuri."
Saat dia melewati Kediaman Phoenix tadi, tidak ada para pelayan yang biasanya berlalu-lalang di halaman kediaman. Dia hendak masuk ke dalam Kediaman Phoenix karena penasaran maka dari itu dia ingin bertanya, tapi di dalam bangunan itu benar-benar sepi. Sistem juga tiba-tiba menyuruhnya untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Huang Long mengangkat kepalanya untuk melihat Xie Hongyi. Hatinya kembali berat saat ia diingatkan tentang Permaisuri Shi. Salah satu orang yang ia percayai di Istana ini adalah wanita itu, tapi ternyata wanita itu malah melakukan hal yang tidak bisa ditolerir.
Huang Long menjawab dengan suara rendah. "Keluarga Shi hendak melakukan pemberontakan."
Mata Xie Hongyi melebar saat mendengar penuturan Huang Long. "Jadi, kemana dia sekarang?"
Huang Long menjawab: "Dia sudah tidak ada sejak beberapa hari yang lalu."