
"Bagaimana persiapan untuk malam ini?"
Disebuah ruangan yang temaram, terlihat dua bayangan hitam berdiri berhadapan. Yang melontarkan pertanyaan adalah seorang pria yang memakai baju berwarna hitam dan sebuah topi lebar. Sementara itu, pria dihadapannya memiliki ciri dengan membawa pedang ditangan kanannya.
"Semua sudah siap. Tinggal menunggu perintah dari Tuan." Pria yang membawa pedang menjawab.
"Baiklah. Pastikan malam ini istana akan berada di dalam kekacauan." Dia berkata sambil menyeringai.
Huang Long benar-benar harus segera dihentikan, kalau tidak rencananya selama ini akan kacau. Dia tidak mau menunggu untuk waktu yang lama lagi.
Setelah keduanya selesai berbincang, mereka akhirnya keluar dari sana dan langsung terpisah saat mencapai pintu luar. Tempat mereka berbincang-bincang adalah sebuah toko di sudut kota. Lokasi toko itu berada di tempat terpencil, sehingga keadaan disekitarnya terlihat sangat sepi.
***
Tidak lama kemudian, Xie Hongyi akhirnya sampai di aula perjamuan. Banyak orang yang memakai pakaian mewah dan rupa yang indah masuk ke dalam aula. Xie Hongyi tahu bahwa mereka adalah para bangsawan di Kerajaan Selatan.
"Hunph, apa bagusnya seorang wanita yang pergi ke medan perang?"
Xie Hongyi yakin bahwa ucapan penuh dengan nada sarkas itu ditujukan padanya. Dia awalnya ingin mengabaikan, tapi pada saat melihat tatapan wanita itu yang jijik padanya, Xie Hongyi sedikit marah. "Apa kita punya urusan yang belum diselesaikan? Tapi aku rasa tidak, karena aku pikir kita tidak pernah bertemu sebelumnya."
Gadis itu kemudian menjawab dengan santai. "Aku tahu kita tidak punya urusan sebelumnya. Aku hanya tidak suka dengan seorang wanita yang bertingkah seenaknya."
Xie Hongyi mengangkat salah satu tangannya saat Yi'er akan berbicara membalas gadis itu. "Nona ini pikir bahwa tindakan yang aku lakukan ini seenaknya?"
"Tentu saja. Bahkan aku bisa menebak kau pasti menggoda pria di medan perang sana. Sungguh tindakan yang bodoh. Aku juga menganggap orang-orang yang setuju untuk mengizinkan mu pergi juga adalah orang yang bodoh."
"Sebelumnya Nona menyebut aku bodoh, apa kau tahu siapa yang mengizinkanku pergi?"
Dengan percaya diri, gadis itu menjawab. "Tentu saja pasti para pejabat rendah dan bodoh itu kan?"
Nona, apa kau bodoh? Mana mungkin suara kecil yang diserukan itu akan disetujui oleh pengadilan. Baiklah, cukup untuk segala yang berhubungan dengan kebodohan. "Bukan. Tapi Yang Mulia Kaisar lah yang mengizinkanku pergi. Ah, bukankan tadi Nona muda ini mengatakan bahwa orang yang mengizinkanku pergi ke medan perang adalah orang bodoh? Berarti Nona menganggap Yang Mulia Kaisar bodoh?"
Tercengang dengan apa yang disampaikan Xie Hongyi, wajah Nona itu pucat. Dia kemudian berkata dengan terbata-bata. "A-aku tidak bermaksud..."
Sudah terlambat, tanpa menunggu apa yang dikatakannya, Xie Hongyi pergi masuk ke dalam aula. Dia dalam aula, tidak ada satupun orang yang menyapa Xie Hongyi seperti yang lainnya.
Xie Hongyi juga tidak berniat untuk berbasa-basi dengan mereka. Dia tidak mau berurusan dengan para bangsawan yang rata-rata adalah penjilat.
Hati seseorang memang tidak dapat diketahui, tapi perasaan bisa dimanipulasi.
Xie Hongyi menyapu pandangan ke semua orang yang ada di aula. Dia tidak melihat keluarga Jenderal satupun diantara orang-orang itu. Apa mungkin akan ada perjamuan khusus untuk mereka nanti? Ketika tatapan Xie Hongyi bertemu dengan gadis yang ditemuinya di pintu aula, dia menyeringai. Gadis itu sepertinya menyadari bahwa dia sedang di tatap oleh seseorang, dan setalah mengetahui siapa orang itu, dia berkeringat dingin. Gadis itu duduk di barisan keluarga Chen. Xie Hongyi sedikit puas saat melihat gadis itu takut. Padahal ucapan tadi hanyalah candaan, tapi sepertinya gadis mengganggap dia serius.
Pada saat ini, Huang Long datang dan membuat aula yang semula ramai menjadi sepi. Dibelakangnya ada Permaisuri Shi, Selir Hu dan Selir Chen mengikuti.
Setelah Kaisar Selatan itu duduk, Huang Long kemudian mengangkat cangkir gelas miliknya setelah arak dituangkan oleh Permaisuri Shi. Dia kemudian mengajak semua orang yang ada di aula untuk berulang. "Zhen berterima kasih untuk para pihak yang terlibat dalam kemenangan kali ini. Untuk itu, mari kita bersulang." Tangan Huang Long kemudian mengangkat cangkir gelas lalu meminum isinya. Gerakan Huang Long kemudian diikuti oleh semua orang, kecuali Xie Hongyi.
Xie Hongyi menggenggam lama gelas yang berisi arak. Dia sedikit berpikir, kemudian memiliki sebuah ide. Tangannya lalu mengarahkan cangkir gelas itu ke mulutnya, dan tanpa ada yang menyadari, Xie menumpahkan seluruh isi cangkir ke bajunya dengan memanfaatkan bagian lengan pakaiannya yang lebar untuk menutupi tindakannya.
Setelah semua orang meminum segelas arak, mereka melanjutkan perbincangan dan membuat suasana aula kembali ramai.
Sebagai hiburannya, Istana kemudian mendatangkan sekelompok penari. Para penari itu dengan luwes melakukan gerakan tariannya dan membuat semua orang menatap mereka.
"Selir Xie, mengapa bajumu terlihat basah?"Xie Hongyi tersentak saat mendengar suaranya. Dia menolehkan dan kemudian tahu bahwa Permaisuri Shi lah yang mengajukan pertanyaan itu padanya. Sembari tersenyum, dia menjawab pertanyaan Permaisuri. "Ah, mungkin tapi aku tidak sengaja menumpahkan air."
"Oh." Setelah berkata seperti itu, Permaisuri Shi tidak mengatakan apa-apa lagi dan kembali menatap sekelompok penari.
Permaisuri Shi terbuka adalah seorang yang teliti. Dia bahkan bisa tahu bahwa ada air yang tumpah di baju Xie Hongyi, padahal Xie Hongyi sekarang memakai pakaian gelap, dimana noda seperti air akan tidak terlalu terlihat.
Musik akhirnya berhenti. Para penari itu kini sedang melakukan penghormatan kepada semua orang. Penari yang berdiri paling depan mendadak maju lalu mencoba menyerang Huang Long dengan sebuah belati. Aula kemudian menjadi riuh dengan teriakan "Yang Mulia!"
Untung saja gerakan penari itu bisa digagalkan oleh salah satu bangsawan yang duduk dekat dengan Huang Long. Penari itu berhasil dilumpuhkan dan kini sedang berlutut didepan Huang Long. "Siapa yang menyuruhmu?" Huang Long bertanya dengan dingin. Sang penari menutup mulutnya rapat-rapat sambil menunduk.
Ketika Huang Long hendak bertanya lagi, tiba-tiba dia merasakan sakit diperutnya. Rasa sakit itu sangat sehingga dia tidak bisa bicara lagi. Tak lama dari itu, hampir semua orang yang ada di aula juga memegang perut mereka dengan wajah yang kesakitan. Mereka ternyata diracuni!
Saat keadaan menjadi sedikit kacau, penari yang sedang berlutut memainkan jarinya, seperti sedang memberi isyarat. Para penari lainnya yang melihat tanda itu kemudian mengambil pedang yang menjadi properti tarian. Tidak ada yang menyangka bahwa pedang itu adalah pedang asli saat para penari itu menggunakan nya tadi.
Aula menjadi kacau. Orang-orang tidak bisa melawan karena mereka sedang kesakitan. Pada saat ini, Dugu An muncul bersama dengan sekelompok penjaga rahasia. Kelompok penari itu pun bertarung melawan kelompok Dugu An.
Orang-orang yang kesakitan kemudian dievakuasi keluar dari aula. Semulanya, Xie Hongyi juga hendak dievakuasi, tapi pada saat ini sistem malah memberinya misi.
[Perhatian! Misi telah dipicu. Silahkan bantu kelompok Dugu An melawan para penari]
Xie Hongyi tidak punya pilihan lain selain menuruti sistem.