The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 80



Keesokan paginya, sebuah karavan melewati jalan ibukota, menarik perhatian setiap orang yang melihatnya.


Orang dari kediaman Pangeran Yu sangat jarang berpergian keluar dengan kereta, jadi saat kereta bertanda Pangeran Yu ini melintas, orang-orang menatapnya dengan rasa ingin tahu. Namun tidak ada yang berani bertanya karena penampilan penjaga kereta itu terlihat garang dan tidak ramah.


Setelah melirik dengan waktu yang tidak singkat, orang-orang lalu kembali ke aktivitasnya masing-masing.


Namun tiba-tiba, kereta kuda yang berada di paling depan barisan mendadak berhenti.


Seseorang tiba-tiba berteriak. "Pembunuh!"


Sebuah panah telah menembus jantung kusir kereta, membuat darahnya mengalir hingga ke tanah.


Sedetik kemudian, beberapa orang berpakaian hitam turun dari atas atap bangunan dan mulai menyerang orang-orang yang ada di karavan.


Mereka benar-benar berani melakukan pembunuhan di siang bolong!


Masyarakat berteriak dengan panik. Mereka lari tunggang langgang kesana-kemari. Suasana mendadak jadi kacau. Dalam sekejap, jalanan yang tadinya ramai kini hanya tersisa beberapa orang.


Para penjaga di karavan itu mengangkat senjata dan melawan para pembunuh, berusaha untuk melindungi orang yang ada di dalam kereta.


Salah satu pembunuh mendekati kereta saat para penjaga itu lengah.


Sebuah pedang menembus bagian samping kereta, dan hampir menusuk orang didalamnya.


Orang yang ada di dalam kereta menatap lurus pedang didepan matanya. Tidak lama kemudian pedang itu di tarik kembali.


Sadar bahwa situasinya tidak menguntungkan, orang yang ada di dalam kereta itu akhirnya keluar.


Yang keluar adalah seorang pria, berpakaian berwarna hitam dan mahkota giok di atas kepalanya, tampak seperti tokoh dalam komik. Namun, sepertinya, para pembunuh itu sama sekali tidak terkesan dengan kecantikan sang pria.


Disaat kaki pria itu mulai menginjak tanah, para pembunuh yang sedang melawan penjaga kemudian mengubah sasaran mereka.


Tidak bisa menghindari pertempuran, pria itu kemudian mengambil pedangnya lalu bertukar pukulan dengan para pembunuh.


Serangan para pembunuh itu sangat agresif dan ganas, meskipun ahli beladiri, pria itu masih kewalahan.


Di saat sebuah pedang hendak menebas sang pria, dari dalam kereta yang lainnya muncul seseorang. Seseorang itu kemudian memblokir serangan dari pembunuh itu.


Pria yang hampir ditebas itu mengangguk ke arah orang yang telah menyelamatkannya. Kemudian pihak lain bergabung dalam pertempuran.


Xie Hongyi melawan sejumlah pembunuh. Gerakannya halus dan cepat tampak mematikan. Dengan alat seadanya, dia memukul tubuh mereka. Xie Hongyi tidak mengerahkan seluruh tenaganya dalam pukulan itu, jadi dengan cepat pembunuh itu bangkit dan menyerang kembali.


Pedang panjang pembunuh itu hendak menusuk kepala Xie Hongyi, tapi dengan cepat wanita itu menghindarinya. Alhasil, bagian ujung pedang itu mengenai tali penutup wajah Xie Hongyi, sehingga dalam sesaat kemudian, kain itu terjatuh dan terinjak-injak oleh orang lain.


Xie Hongyi tidak mempunyai waktu untuk memperhatikannya karena pembunuh yang lain mencoba menyerangnya.


Xie Hongyi memakai penutup wajah dari kain satin karena jika ada orang yang melihat wajahnya, itu mungkin akan merepotkan. Juga, jika dia ingin memakai topeng kulit kembali, dia harus pergi ke Xie Hunping.


Alis Xie Hongyi berkerut kesal karena menyadari bahwa para pembunuh itu benar-benar ingin mereka mati.


Walaupun penjaga dari Pangeran Yu terlatih dengan baik, mereka bukanlah lawan dari para pembunuh ini. Jadi dalam waktu yang tidak lama, para penjaga itu dikalahkan.


Menyadari bahwa mereka memiliki peluang, para pembunuh itu bergegas menyerang Xie Hongyi dan Huang Long.


Tapi kemudian hal yang tidak diprediksi oleh siapapun terjadi. Sebuah anak panah melesat dan berhasil menembus dada salah satu pembunuh.


Semua orang sontak menengok kearah belakang, dimana beberapa orang berkuda datang. Sepertinya mereka berasal dari Kediaman Pangeran Yu.


"Serang!" Teriak pria yang berada di barisan paling depan.


Kemudian anak buahnya mematuhi perintah dan segera menyerang pembunuh.


Kelompok yang dikirim oleh Pangeran Yin kali ini mempunyai bela diri yang sangat tinggi, berbeda jauh dengan para penjaga yang tadi.


Dengan datangnya bala bantuan, akhirnya para pembunuh itu bisa dikalahkan.


Xie Hongyi menghela nafas lega. Dia kemudian menoleh pada pria yang sepertinya pemimpin dari kelompok itu. "Terima kasih. Jika tidak ada kalian mungkin kami akan terbunuh."


Pemimpin kelompok itu menoleh, dan seketika tertegun. Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.


Pria itu menjawab setelah terdiam sejenak. "Nona jangan terlalu sopan, kami hanya melaksanakan perintah." Setelah mengatakan itu, dia terus menatap Xie Hongyi. Tapi wanita itu tidak tahu karena dia lebih dulu menoleh melihat beberapa tubuh tergeletak di jalanan, tampak seperti ikan asin yang sedang dijemur.


Setelah seseorang melaporkan bahwa mereka diserang, Pangeran Yu langsung memerintahkan salah satu orang kepercayaannya yang kuat, Yin Hui untuk pergi melindungi mereka.


Pria itu kemudian memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa para pembunuh yang telah mati.


Gerakan anak buah Yin Hui itu terhenti saat mereka menemukan sebuah benda yang ada dalam pakaian salah satu pembunuh. Lalu dia menyerahkannya pada Yin Hui.


Yin Hui mengerutkan kening, dia sangat mengenali benda ditangannya. "Mereka mempunyai token kerajaan."


Hati Xie Hongyi menjadi dingin. Jadi Kaisar Utara itu mencoba membunuhnya?


Yin Hui juga membuat tebakan dalam harinya. Tidak sulit untuk menemukan alasan mengapa Kaisar Utara mencoba membunuh Huang Long.


Lalu kenapa mereka melakukannya di tempat yang ramai dengan banyak orang? Kemudian masyarakat tahu bahwa yang ada di karavan itu adalah orang dari Selatan, dan jika hal itu terjadi, mungkin mereka akan mendukung para pembunuh untuk menghabisi dua orang ini. Membunuh dua burung dengan satu batu, orang yang merencanakannya adalah orang yang sangat pintar memanfaatkan situasi.


"Yin Tianrui, kau benar-benar berani!" Xie Hongyi menggertakan gigi.


Huang Long diam, namun wajahnya lebih dingin daripada Xie Hongyi.


Mereka pun kemudian melanjutkan perjalanan. Yin Hui memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengikuti Huang Long.


Setelah kereta itu hilang dari pandangan, Yin Hui dan beberapa orang anak buahnya masih berdiri di tempat kejadian.


Salah satu anak buahnya tidak tahan untuk bertanya. "Kenapa wajahnya sangat mirip dengan Nyonya?"


Dia juga awalnya terkejut saat melihat wajah Xie Hongyi, namun karena dia harus melawan pembunuh, dia tidak memikirkannya. Kemudian setelah semuanya selesai, dia akhirnya bisa bertanya.


Yin Hui juga memikirkan hal yang sama. Wanita yang bersama Huang Long memilki wajah yang mirip dengan Nyonya mereka. Akan aneh jika menyebut dua orang ini tidak mempunyai hubungan apa-apa.


Yin Hui tidak menjawab pertanyaan anak buahnya dan malah berkata, "Cepat selesaikan mayat mereka. Aku harus segera melaporkan ini pada Tuan."


Masalah ini harus segera diberitahukan pada Pangeran Yu.


Di saat Yin Tianrui mendengar tentang kedatangan Huang Long melalui kasim di luar ruangan, hatinya bergetar.


Kebetulan pada saat itu pengadilan rutin telah selesai sehingga para pejabat telah bubar. Jadi sekarang hanya ada dirinya dalam ruangan itu.


Yin Tianrui masih tenang, bertindak seperti tidak tahu apa-apa.


Dia lalu berkata, "Biarkan mereka masuk."


Huang Long dan Xie Hongyi kemudian masuk. Wajah Xie Hongyi begitu garang seakan-akan ada orang yang berhutang delapan puluh juta padanya. Raut wajahnya tidak bisa disembunyikan walaupun ia memakai penutup wajah yang ia dapat entah darimana.


Sementara disisinya, Huang Long masih menampilkan raut muka datar. Tapi ketika ia melihat Yin Tianrui, matanya yang dingin menampilkan sedikit riak.


Huang Long bertanya dengan nada datar, langsung pada intinya. "Kaisar Utara, kami memerlukan penjelasan."


Mereka disini seharusnya membahas tentang perjanjian perdamaian itu, namun sekarang situasinya benar-benar berubah.


"Tidak ada penjelasan. Kalian seharusnya sudah tahu kenapa Zhen melakukan itu." Yin Tianrui berkata dengan tenang.


Mendengar kata-kata Yin Tianrui, Xie Hongyi mencibir. "Kau sangat takut jika ada yang mengusik takhtamu? Kaisar, kami bukanlah orang yang picik, dan kami juga bukan orang yang menggigit tangan orang yang memberi kami makan!"


Jika saja Yin Tianrui tidak bungkam soal keberadaan mereka di wilayah Utara, mungkin saja beberapa pihak yang memilki dendam dengan Selatan akan menyerang dan membuat semuanya menjadi repot. Mungkin hanya itu sisi baik yang Xie Hongyi pandang dari Yin Tianrui.


Ketenangan Yin Tianrui seketika runtuh saat Xie Hongyi bertindak kurang ajar padanya. "Beraninya kau berkata seperti itu pada Zhen? Dimana rasa hormat mu?!"


Yin Tianrui menyipitkan matanya sambil berkata dengan tajam. "Jangan lupa dimana kalian berada saat ini."


Xie Hongyi sangat gemas dan ingin berbicara lagi, tapi Huang Long memegang tangannya, memberi isyarat untuk berhenti.


Xie Hongyi menatap Huang Long dengan tatapan ketidakpuasan.


Huang Long menatap lurus Yin Tianrui. "Kaisar Utara, jangan lupa tanpa bantuan kami, masalah keluarga Xiao selamanya tidak akan selesai. Setidaknya berikan kami wajah."


"Saya tidak pernah tahu bahwa Anda adalah orang yang tidak tahu terima kasih. Bahkan seekor anjing pun tahu apa yang namanya balas budi."


Kini Xie Hongyi menatap Huang Long dengan kagum. Dia tidak pernah menyadari bahwa orang yang mengalami kelumpuhan wajah ini bisa berkata dengan tajam.


Dibawah tekanan dan serangan verbal dari Huang Long dan Xie Hongyi, Yin Tianrui tidak bisa berkata-kata apa-apa. Dia juga sangat marah saat menyadari Huang Long menyamakannya dengan anjing. Ketika dia akan melontarkan beberapa patah kata lagi, sesuatu membatalkannya.


Pada saat ini, kasim yang berada di luar berteriak lagi. "Pangeran Yu datang menemui Yang Mulia!"


Setelah mendengar apa yang dilaporkan Yin Hui pada mereka, Pangeran Yu dan istrinya bergegas pergi ke Istana. Mereka ingin memastikan sesuatu.


Mereka sangat tidak sabar dan ingin segera mengetahui kebenaran. Tapi, mereka datang diwaktu yang tidak tepat. Bila biasanya Yin Tianrui sangat menginginkan kedatangan adiknya ke Istana, kali ini dia tidak merasa demikian.


"Suruh mereka menunggu!" Yin Tianrui berteriak dengan keras.


Namun kemudian, pintu kayu di ruangan itu di dobrak paksa. Kemudian, sosok Pangeran Yu dan istrinya muncul.


Seorang kasim yang berada di belakang mereka memilki ekspresi cemas. Yang Mulia belum mengizinkan mereka untuk masuk, tapi kedua orang ini tidak memedulikannya sama sekali.