
Gerakan Shi XuanRan menjadi sangat agresif. Dia menyerang Xie Hongyi dengan membabi-buta seolah-olah ingin Xie Hongyi hancur.
Sementara itu di sisi lain, Huang Long sibuk melawan beberapa pasukan pemberontak yang menyerangnya. Sedangkan Huang Bingshan di sisi lainnya menatap mereka dengan tenang, tidak terganggu dengan kekacauan yang sedang terjadi dihadapannya.
Xie Hongyi berhasil menghindari serangan Shi XuanRan, tetapi dia tidak akan selalu berhasil mengelak dari pedang Shi XuanRan yang seperti di suntik darah ayam. Dia berusaha untuk melawan, namun terkadang dia juga lengah.
"Jika aku tidak berhasil membunuhmu, maka orang yang kau cintai harus mati." Kata-kata Shi XuanRan mengandung arti ancaman dan kebencian yang sangat jelas.
Sebenarnya dirinya juga tidak terlalu tahu mengapa dia sangat marah ketika Shi Mian mati dihadapannya. Tapi hal yang sangat jelas, dia ingin orang yang membunuhnya, Xie Hongyi mati dengan tangannya sendiri.
Dengan gerakan tak terduga, Shi XuanRan tiba-tiba melompat mendekati Xie Hongyi. Wanita itu terkesiap dan tidak sempat menghindari serangan mendadak Shi XuanRan. Kemudian tanpa aba-aba, Shi XuanRan menusuk perut Xie Hongyi. Wanita itu tidak sempat mengelak. Seketika darah mengalir dengan deras dari tempat Xie Hongyi ditusuk.
Xie Hongyi menatap kosong pada pedang yang tertancap di perutnya. Rasa sakit yang tajam akibat tusukan pedang membuatnya tidak bisa bergerak.
Xie Hongyi kemudian jatuh telentang dan tidak bergerak lagi. Shi XuanRan mendekati tubuh Xie Hongyi lalu menusuk Xie Hongyi yang terbaring secara berulang-ulang dengan pedangnya, melampiaskan segala kemarahannya.
Kebetulan, pemandangan itu disaksikan secara langsung oleh Huang Long, membuat pria itu panik.
"Tidak!" Huang Long ingin bergerak mendekati Xie Hongyi, namun tertahan karena salah satu dari pemberontak menyerangnya. Huang Long terpaksa menunda tujuannya untuk mendekat.
Dalam hati pria itu berteriak keras, dia dengan gelisah menangkis serangan dari lawan. Dengan serangan itu, Huang Long berhasil membuat lawannya mundur beberapa langkah.
Tetapi Huang Long masih gelisah. Dia ingin segera pergi mendekati Xie Hongyi yang sedang terbaring tak bergerak di depannya. Padahal, jarak dirinya dan Xie Hongyi hanya beberapa langkah, namun Huang Long merasa mereka dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh.
Dalam rasa sakitnya, Xie Hongyi dengan panik memanggil sistem.
"Sistem, cepat lakukan sesuatu! Perbaiki tubuh ku dengan cepat!" Xie Hongyi meraung.
Xie Hongyi tidak berharap bahwa saat ini sistem tidak dapat diandalkan. "Kegagalan sistem! Tubuh host tidak bisa diperbaiki!"
"Kegagalan sistem! Tubuh host tidak dapat diperbaiki!"
"Kegagalan sistem! Tubuh host tidak dapat diperbaiki!"
"Kegagalan sistem! Tubuh host tidak dapat diperbaiki!"
Kalimat itu terus menerus muncul di dalam benak Xie Hongyi, membuat kepala wanita itu pusing.
Xie Hongyi merasa bukan hanya perutnya yang terasa sakit. Kenapa pada saat kritis sistem tidak bisa membantunya? Seharusnya sedari awal dia tidak boleh mempercayainya.
Xie Hongyi merasakan pandangannya semakin gelap dan kesadarannya mulai menghilang. Rasanya Xie Hongyi ingin sekali menutup matanya dan tertidur walaupun rasa sakit masih terus dirasakannya. Samar-samar, Xie Hongyi juga mendengar suara milik seorang pria memanggil namanya. Xie Hongyi sangat familiar dengan suara ini. Dia berusaha untuk tetap mempertahankan kesadaran, namun Xie Hongyi tidak berhasil. Seketika kegelapan panjang menyambutnya.
"Ding!"
"Dikarenakan kegagalan sistem, untuk melindungi jiwa host, jiwa akan dipindahkan ke dunia asal."
"Kemajuan misi membantu protagonis menguasai dunia: 95%."
"Dikarenakan misi tidak selesai, maka misi dianggap gagal. Tidak ada hukuman karena tidak berhasil menyelesaikan misi ini."
Samar-samar terdengar sebuah suara sistematis. Suara itu awalnya begitu jelas, namun ketika pemilik suara itu menyelesaikan kata-katanya, suaranya perlahan mengecil dan hilang seperti angin.
Xie Hongyi membuka matanya perlahan. Hal yang pertama kali ia lihat adalah langit-langit berwarna putih dengan bola lampu menempel di atasnya.
Rumah sakit. Xie Hongyi menebak dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara 'bip' berulang-ulang tepat di samping telinga Xie Hongyi. Setelah suara itu berbunyi beberapa kali, terdengar suara pintu terbuka disertai langkah yang tergesa-gesa.
Seorang dokter laki-laki berkacamata lengkap dengan jasnya datang dari luar. Dokter itu berusia sekitar dua puluh tahunan dan wajahnya mencerminkan penampilan seorang terpelajar.
Dokter itu tercengang melihat pasien yang telah koma selama berbulan-bulan tiba-tiba bangun. Dengan bodohnya dia berdiri di sana seperti patung, melupakan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh dokter kepada pasien yang bangun dari koma.
Xie Hongyi mencoba untuk berbicara, namun tenggorokan kering sehingga menjadi sakit. Dia juga mencoba menggerakkan tangannya, tetapi bahkan ia tidak bisa menggerakkan jarinya sama sekali. Rasanya seperti ada ribuan semut yang menggigit sarafnya.
Untungnya dokter itu tidak tercengang untuk waktu yang lama. Dia dengan tergesa-gesa memberi Xie Hongyi segelas air.
Dengan dibantu dokter muda itu, Xie Hongyi meminum habis isi gelas. Akhirnya tenggorokan Xie Hongyi tidak kering lagi. Ia mencoba untuk berbicara, tapi tiba-tiba kepalanya terasa sakit. Xie Hongyi memejamkan matanya dan seketika bayangan muncul dibenaknya secara bergantian.
Dalam bayangan itu, muncul ingatan-ingatan yang melintas di kepalanya seperti klip film. Bayangan itu melintas dengan cepat, namun sangat berbekas di ingatan Xie Hongyi.
Dokter muda itu dengan cepat bereaksi ketika melihat Xie Hongyi yang kesakitan. "Biarkan aku memeriksa mu."
Dokter itu sudah siap maju untuk memeriksa Xie Hongyi, namun pada saat ia mendekat, Xie Hongyi mengangkat tangan untuk menyuruhnya berhenti.
"Sistem?" Xie Hongyi mencoba memanggil. Namun tidak ada sahutan yang terdengar.
Disisi lain, dokter muda itu menatap Xie Hongyi dengan heran. Dia tidak mengerti kenapa kata pertama yang diucapkan wanita ini setelah bangun dari koma adalah kata sistem. Sistem yang mana? Tanyanya dalam hati dengan bingung.
"Sistem?"
Masih tidak ada suara yang menjawab.
Xie Hongyi juga sama bingungnya dengan dokter muda itu. Ia ingat bahwa beberapa detik yang lalu ia sedang berada di dunia yanh berbeda, tapi kenapa sekarang dia kembali ke dunia asalnya tanpa ada penjelasan dari 'benda' yang membawanya masuk ke dunia itu?
Xie Hongyi jelas marah. Ia juga kesal. Sistem benar-benar sialan, beraninya mengirim kembali dirinya tanpa ada penjelasan apapun.
Xie Hongyi menutup matanya sambil menghela nafas mencoba meredakan amarah dalam dirinya. Dia kemudian menoleh ke arah dokter muda itu dan berkata, "Kau boleh memeriksaku."
Dokter muda itu terlihat tertegun sejenak, tertegun karena baru menyadari bahwa pasien yang sudah berbulan-bulan koma ini ternyata sangat cantik walaupun wajahnya masih pucat. Dia kemudian dengan cepat memeriksa Xie Hongyi. Beruntung tidak ada kelainan apapun sehingga Xie Hongyi dan dokter muda itu lega.
"Kamu bisa pulang setelah rehabilitasi." kata dokter muda itu ketika ia selesai memeriksa Xie Hongyi.
Xie Hongyi tersenyum kecil. "Terima kasih."
Tanpa sadar, tangannya yang sudah bisa digerakkan menyentuh lututnya yang Xie Hongyi yakin tidak ada bagian lain yang semestinya ada pada orang normal. Namun di detik selanjutnya, Xie Hongyi tertegun.