
Xie Hongyi tidak tahu berapa lama ia dikurung di dalam sebuah pagoda.
Pada saat dirinya sampai ke kuil Yinyang, para biksu itu langsung melakukan ritual untuk menyingkirkan roh jahat di tubuh Xie Hongyi, tapi mereka tidak mendapatkan hasil yang baik.
Xie Hongyi duduk di atas pu tuan. Dia dikelilingi oleh para biksu seperti monyet di kebun wisata. Para biksu itu mulutnya bergerak-gerak mengucapakan mantra, sementara tangan mereka sibuk memegang sebuah tasbih.
Tidak lama kemudian, Biksu Han menyuruh para biksu lain untuk berhenti. "Amitabha, ternyata roh jahat ini sudah melekat pada tubuhnya. Kita harus melakukan pembersihan setiap hari."
Kau pikir aku ini apa harus dibersihkan setiap hari? Xie Hongyi mencibir didalam hati.
Akhirnya setelah dipaksa duduk selama satu jam, Xie Hongyi diizinkan bangkit. Dirinya kemudian diantarkan ke sebuah ruangan yang sunyi. Ruangan itu terdapat didalam sebuah pagoda yang ada di sisi kuil.
Didalam ruangan itu, terdapat satu set tempat tidur dari bambu dan sebuah meja kayu.
Suara pintu tertutup sedikit menyentak Xie Hongyi.
Xie Hongyi yang tahu bahwa dirinya sedang dikurung, perlahan menaikkan bibirnya hingga tersenyum.
Memanfaatkan situasi, Xie Hongyi akan melakukan hal yang belum sempat ia lakukan di kehidupan yang sebelumnya. Untuk itu, dia akan memulainya dengan bermain sebuah game yang populer di dunianya.
"Sistem kau bisa menukarkan poin itu menjadi diamond? Aku ingin membeli skin hero ini." Xie Hongyi berucap sambil menunjukkan handphonenya yang menampilkan layar sebuah pembelian item game.
Sistem juga memegang sebuah handphone android ditangannya, menjawab. "Tidak boleh. Kau tahu berapa kali kita kalah karena host memainkan hero itu?"
"Tapi skin ini sangat cantik."
"Tidak boleh!"
Xie Hongyi terus menerus mendesak sistem, tapi sistem mengabaikannya.
Suara ketukan pintu terdengar ketika Xie Hongyi selesai dengan pertandingan gamenya. Dia kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.
Seorang biksu junior membawa sebuah nampan yang berisi makanan.
Xie Hongyi menatap nampan yang diatasnya ada sepiring sayuran dengan penuh dengan kuah. "Apakah aku bisa mendapatkan daging?" Lidahnya benar-benar akan mati rasa jika dalam beberapa hari lagi memakan itu.
"Kami tidak boleh memakan daging. Jadi, hanya ini yang bisa kami sajikan."
Xie Hongyi mendengus. Dia kemudian menerima makanan itu. Beginilah kehidupannya di sini, pada pagi hari ia akan dibangunkan untuk melakukan pembersihan sampai tengah hari, dan setelah itu dia akan di kurung sampai hari berikutnya.
***
Pada malam hari, Selir Zhou sedang bersantai di kamarnya. Dia membaca sebuah buku sastra dengan cemilan yang menemaninya.
Hari sudah mulai larut, dan Selir Zhou sedikit lelah jadi dia hendak beristirahat. Namun ketika dia melangkah ke tempat tidur, dia melihat sesosok bayangan yang melintas. Selir Zhou berbalik untuk melihat apa itu dan pingsan saat kepalanya dipukul.
Ketika ia sadar kembali, nafasnya terasa sesak. Dia ternyata sedang digantung dengan sebuah kain dan bangku pendek yang menopang kakinya. Jika bangku itu terjatuh, maka Selir Zhou tidak akan selamat. Dia berusaha untuk melepaskan ikatan erat yang melilit tangannya sampai pergelangan tangan memerah. Namun naas, karena gerakannya yang sembarangan, membuat bangku itu terjatuh dan dia berjuang mengambil nafas. Detik-detik ia berjuang terasa sangat menyakitkan, dia merasa sangat pusing dan tidak lama kemudian, dia tidak bergerak lagi.
Keesokan paginya, terlihat seorang pelayan yang membawa air hangat ke dalam ruangan majikannya. Setelah ia menyiapkan tempat mandi, pelayan itu hendak membangunkan sang majikan. "Nyonya, waktunya mandi." Dia membuka tirai untuk membangunkan Nyonyanya, tapi, "Aaaaaa!" Pelayan itu sangat terkejut melihat Nyonyanya yang tergantung di atas ranjang dengan sebuah tali yang melilit lehernya.
"Selir Jiang telah meninggal!"
Tidak lama dari itu, suara jeritan lainnya terdengar dari beberapa kediaman selir.
Pada pagi hari itu, semua orang dibuat terkejut dengan meninggalnya para selir dalam keadaan yang mengenaskan.
Mayat Selir Chen Zhou, Selir Jiang, Selir Wei dan Selir Nanxi, ditemukan dalam keadaan yang tidak wajar. Mereka mati tergantung dengan lidah menjulur dan mata melotot. Tubuh mereka kaku dan berwarna biru.
Beberapa orang tampak berkumpul di sebuah ruangan. Di depan mereka ada jenazah para selir yang terbaring di atas meja kayu panjang.
Selir Chen Xinjing sangat terkejut melihat semua mayat ini. Tubuhnya tiba-tiba bergetar dan rasa takut mulai muncul dalam hatinya.
Tangan Selir Chen mengepal dan ia berkeringat dingin. Ini adalah salah satu alasan lainnya mengapa ia tidak menyukai tinggal di Istana. Dia tidak suka dipaksa dan tidak suka mempertaruhkan hidupnya demi seorang lelaki yang bahkan tidak pernah melirik ke arahnya.
Penyelidikan pun dimulai, dan disimpulkan bahwa mereka bunuh diri. Tapi orang awam pun tahu bahwa kematian mereka tidak sesederhana itu.
"Sistem, jika aku tidak mendengar berita apapun tentang keadaan diluar sana, aku akan menjadi seorang yang no life!"
"Host mau melakukan apa?"
"Apa kau mempunyai benda yang membuatku bisa mendengar dari balik dinding?"
"Ada."
Setelah menukarkan poinnya, Xie Hongyi menempelkan sebua benda yang mirip dengan teropong panjang ke permukaan dinding. Dia mulai bisa mendengar suara langkah dan beberapa orang berbicara.
Xie Hongyi bergumam. "Aku tidak tahu bahwa para biksu itu juga suka bergosip."
"Kau sudah mendengar berita dari istana?"
"Belum. Memangnya apa yang terjadi?"
"Katanya pagi tadi para selir telah di temukan meninggal bunuh diri."
Xie Hongyi terkejut saat mendengar hal ini.
Sistem tiba-tiba berkata dengan lantang. "Perhatian! Misi telah dipicu. Selidiki sebenarnya apa yang terjadi pada para selir."
Xie Hongyi menjadi bingung. "Bagaimana aku bisa cepat pergi ke Istana? Para biksu itu mungkin tidak akan mengizinkanku pergi."
Tunggu, tidak mungkin Xie Hongyi menyamar menjadi salah satu biksu untuk kabur kan?
Sistem yang mengetahui pikiran Xie Hongyi berkata: "Ide bagus."
Ide bagus pantatmu! Xie Hongyi dengan kejam memukul sistem.
Xie Hongyi kemudian teringat sesuatu. "Sistem, bukankah kau bisa melakukan teleportasi?"
Sistem memegang kepalanya yang dipukul Xie Hongyi. "Ya. Host mau aku menggunakannya sekarang? 200 poinmu akan dikurangi."
Demi mendapatkan sesuatu yang lebih besar, dia harus rela berkorban. Xie Hongyi pun setuju dan mengangguk.
Sebuah portal berwarna kebiruan tiba-tiba muncul dihadapan mereka, seperti sebuah pintu ajaib. Xie Hongyi dan sistem lalu dengan cepat memasuki portal itu.
Setelah mereka melangkah, secara mengejutkan bahwa mereka berada di sebuah ruangan yang didalamnya ada beberapa peti mati dan bau dupa yang menyengat.
Xie Hongyi tentu tahu dimana tempat ini.
Sistem tiba-tiba merengek. "Ekorku hilang!"
Xie Hongyi melirik pada bagian bawah sistem, dan benar saja ekor berbulu yang sering Xie Hongyi telah hilang.
Perpindahan molekul yang tidak sempurna menjadikan sistem kehilangan ekornya pada saat teleportasi.
Rubah tanpa ekor benar-benar terlihat tidak imut.
Tapi sekarang yang paling penting bukan hal itu. Xie Hongyi membuka salah satu peti mati yang ia yakin adalah milik dari selir yang baru meninggal. Ketika peti itu berhasil dibuka, Xie Hongyi menemukan Selir Nalan didandani dengan sangat cantik terbaring didalamnya.
Xie Hongyi dengan seksama mengamati tubuh kakunya dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan apapun. Tapi pada saat ia memeriksa bagian leher, ada sebuah garis besar berwarna merah yang tercetak di kulitnya. Xie Hongyi meraba-raba bekas merah itu dan berkata dengan pasti. "Ternyata wanita cantik ini tidak mati karena bunuh diri."
Sistem yang sudah menerima keadaannya bertanya. "Kenapa?"
Xie Hongyi meraba lagi bekas merah di leher Selir Nalan. "Ini adalah post-mortal." Setelah berkata seperti itu, Xie Hongyi mulai memeriksa bagian kepala jenazah Selir Nalan, dan ia menemukan sebuah luka memar di bagian atas kepalanya.
Catatan Penulis:
Post-mortal: luka setelah kematian.