The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 73



Xie Hongyi berkata seolah dia menyesal. "Aku akan memberi kompensasi. Harap Tuan Muda ini tidak menolaknya."


Yin Si menggeleng. "Tidak perlu."


Xie Hongyi terlihat teraniaya. "Kenapa Tuan menolak ku? Hatiku jadi sakit. Jika aku tidak memberikan kompensasi, maka langit dan surga akan menghukumku!" Kemudian dia pura-pura menangis.


Yin Si dibuat panik dengan Xie Hongyi yang seolah-olah dirinya disakiti. Semua orang memperhatikannya, dan jika dia menolak wanita itu akan berakibat buruk pada nama baik Pangeran Yu. "Nona jangan menangis, aku tidak memperlakukan mu dengan buruk." Yin Si melambaikan tangannya, mungkin karena cemas kata-katanya jadi melantur.


Xie Hongyi masih berpura-pura. Dia sudah bertekad untuk memanfaatkan Tuan Muda ini jadi dia tidak mungkin menyerah.


Melihatnya masih bersedih, Yin Si tidak punya pilihan lain. "Baiklah, jadi apa yang ingin nona ini berikan sebagai kompensasi?"


Xie Hongyi mengangkat kepalanya. Dia kemudian cepat-cepat duduk di depan Yin Si. "Bagaimana jika aku mencuci bajumu? Aku janji setelah tiga hari aku akan mengembalikannya."


Yin Si terdiam melihat perilaku Xie Hongyi yang cepat berubah. Dia menatap wanita yang berada di hadapannya dengan seksama.


Yin Si bukan orang yang bodoh. Dia tahu trik apa yang sedang dimainkan Xie Hongyi. "Apa yang ingin aku lakukan untukmu?"


Xie Hongyi sempat terkejut saat mendengar pertanyaan Yin Si, tapi dia bertingkah seolah-olah tidak bersalah. "Apa maksud Tuan Muda?"


Sudut mulut Yin Si terangkat ketika bersuara. "Aku mendengar kau berbicara dengan pelayan itu." Walaupun tadi jarak dia dengan Xie Hongyi cukup jauh, namun indera pendengarannya sangat tajam, jadi dia tahu bahwa wanita ini sedang mencari informasi tentang dirinya. Dia juga tahu jika Xie Hongyi berpura-pura menjatuhkan teh untuk menarik perhatiannya.


Mengetahui bahwa dirinya ketahuan, Xie Hongyi hanya bisa tersenyum sungkan. "Tuan Muda sangat tajam." Dia kemudian melanjutkan setelah jeda.


"Permintaan nona ini tidak begitu besar. Aku hanya meminta bantuan mu untuk pergi menemui Kaisar. Ku dengar, kau adalah keponakannya."


Yin Si mengangkat cangkir teh lalu meminumnya. Dia tersenyum, namun senyum itu tidak mencapai mata. "Nona, ini adalah pertama kalinya kita bertemu, kau tidak takut aku akan menolak?"


Xie Hongyi juga tersenyum, tapi lebih ke arah menyerigai. "Kau tidak akan menolaknya." Dia mendekatkan diri ke arah Yin dan berbisik. "Karena aku bisa menyembuhkan penyakit mu."


Tubuh Yin Si sedikit tersentak.


Xie Hongyi tentu saja tahu bahwa sebenarnya Yin Si mempunyai penyakit dan tidak mau sembuh dari penyakitnya dari informasi sistem. Alasan dia tidak mau sembuh adalah karena Yin Si tidak mau menjadi seorang Kaisar. Dia tidak mau setiap hari harus terkurung dalam sangkar emas, terjebak dalam lingkungan penuh intrik, atau mengurus para wanita yang haus kasih sayang. Dia adalah pemuda dengan jiwa yang bebas, tidak mau terikat dengan hal-hal yang membuatnya terkekang.


Tubuh Yin Si memilki stamina yang lemah sedari kecil, sering demam, dia juga menderita batuk darah setiap malam. Orangtuanya telah mengundang beberapa tabib ternama untuk mengobati, dan mereka harus kecewa karena Yin Si tidak bisa disembuhkan.


Tapi, tidak dengan Xie Hongyi, dia bisa menyembuhkan Yin Si.


Ucapan Xie Hongyi seperti angin yang berhembus ke telinganya, membuat Yin Si sedikit bergidik. Jantungnya berdetak kencang saat Xie Hongyi mengetahui rahasianya. "Nona jangan bercanda."


Xie Hongyi menjauhkan diri dan duduk di tempatnya kembali. Jari telunjuknya mengetuk meja. "Bagaimana jika aku memberi tahu Kaisar? Aku akan menyebarkan kabar bahwa ada seseorang yang bisa menyembuhkan penyakit putra di kediaman Pangeran Yu."


Mata Yin Si menyipit. Seketika dia merasakan hawa mengancam dari wanita ini. "Siapa kau sebenarnya?"


Dia tidak tahu mengapa wanita yang tampak lemah lembut ini terasa berbahaya.


Xie Hongyi tersenyum. "Hanya seorang perantau dari negeri seberang. Aku dan rekanku harus menemui Kaisar Utara untuk mendiskusikan sesuatu."


Mendiskusikan sesuatu? Yin Si bertanya penuh minat. "Apa itu?"


"Kau belum boleh tahu."


"Jadi bagaimana? Apa Tuan Muda mau membantu kami untuk menemui Kaisar? Tenang saja, aku pasti akan membalas kebaikan Tuan Muda."


Xie Hongyi lantas berdiri setelah mendengar Yin Si bersuara. Wajahnya tampak begitu berbinar. "Aku janji pasti akan membalas kebaikanmu. Kalau begitu, besok aku akan menunggu Tuan Muda penginapan yang ada di depan restoran mabuk."


Xie Hongyi sudah melangkah jauh saat Yin Si bersuara dengan keras. "Siapa namamu?"


Xie Hongyi membalikan badannya yang sudah mencapai pintu keluar. "Xie Hongyi." Setelah itu dia pergi.


Yin Si melihat kepergian Xie Hongyi dengan tatapan rumit, setelah itu dia menghela nafas. Ya sudahlah, lagipula dia sudah berjanji dan sebagai seorang pria, pantang baginya untuk melanggar.


Yin Si melambaikan tangannya pada salah satu pelayan untuk meminta tagihan. Setelah itu dia meninggalkan restoran.


***


Pada pagi hari, Xie Hongyi, Huang Long dan Dugu An duduk bersama di tempat makan penginapan. Mereka sarapan dengan memesan hidangan hangat dan teh panas.


Xie Hongyi bertanya di sela-sela mereka menyuapkan makanan. "Bagaimana cara kita menemui Kaisar Utara?" Dia meniup asap yang mengepul dari mangkok sarapannya.


Dugu An menjawab. Jari tangannya memegang sumpit yang menjepit nasi. "Kita bisa langsung masuk dengan mengatakan kita dari Selatan. Kalau mereka tidak mengizinkan, kita bisa secara paksa masuk."


Mendengar cara yang akan dilakukan mereka untuk pergi ke Istana, Xie Hongyi tidak tahan untuk memutar matanya. "Aku tahu kalian mempunyai beladiri yang kuat dan beberapa pengawal Istana bukanlah apa-apa, tapi jika kita melakukan itu, bukankah Kerajaan Utara akan lebih memusuhi kita?"


Dia melanjutkan. "Kita juga tidak membawa pasukan." Maka dari itu tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka ketika dalam keadaan terdesak. Juga, memikirkan tentang kematian salah satu Jenderal besar Utara yang tewas ketika dijadikan tahanan, Xie Hongyi tidak yakin bahwa orang Utara akan bersikap baik pada mereka.


Huang Long tiba-tiba berkata. "Tidak juga."


Xie Hongyi seketika menatap Huang Long, tatapannya bertanya apa yang dimaksud pria itu. Namun sepertinya, Huang Long tidak mau melanjutkan kata-katanya, dia malah kembali asyik menyuapkan makanan ke dalam mulut.


"Yang Mulia yakin dengan cara itu? Sebaiknya tidak usah kita lakukan."


Seketika tatapan Huang Long tertuju pada Xie Hongyi. "Apa kau punya rencana?" Huang Long sepertinya tahu Xie Hongyi sudah melakukan suatu tindakan, kalau tidak dia mungkin tidak akan bertanya.


Kedua sudut mulut Xie Hongyi terangkat. Dia tersenyum seperti cahaya matahari di pagi hari musim dingin. "Tentu saja. Sebentar lagi ada seseorang yang akan mengantarkan kita ke Istana."


Tak lama kemudian, sebuah kereta berhenti di depan penginapan. Kereta itu terlihat sangat mewah dan cantik, tapi yang membuat orang-orang ribut adalah karena sang kusir yang memakai token kediaman Pangeran Yu.


"Orang dari kediaman Pangeran Yu? Kenapa mereka ada di sini?" Salah satu pengunjung penginapan itu bertanya pada rekannya.


Rekannya menggelengkan kepala, tanda dia tidak tahu. "Mungkin mereka akan menjemput seseorang di penginapan ini." Dia menebak.


Xie Hongyi bangkit berdiri. "Ayo, jemputan kita sudah datang." Setelah itu dia berjalan mendahului Huang Long dan Dugu An.


Kedua lelaki yang ditinggalkan Xie Hongyi di meja makan saling menatap. Mereka tidak punya pilihan lain selain mengikuti wanita itu bangkit.


Setelah tiba di luar, kusir itu bertanya pada Xie Hongyi yang berdiri di depan kereta. "Nona Xie Hongyi?"


"Ya itu aku."


Kusir itu berkata dengan hormat. "Tuan Muda sudah menunggumu di dalam kereta."


Xie Hongyi mengangguk mengerti. Dia mengajak Huang Long dan Dugu An untuk naik ke dalam kereta.


Sesuai perkataan kusir, Yin Si sudah duduk di dalam kereta sambil membaca sebuah buku. Wajahnya terlihat serius saat melihat deretan karakter yang tertulis di setiap lembar kertas. Xie Hongyi yang melihatnya memberi senyuman pada Yin Si. "Selamat pagi Tuan Muda."