The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 91



Xie Hongyi lah yang lebih dulu berbicara. "Yang Mulia, apa kita bisa berbicara?"


Huang Long menjawab. "Tentu."


Pria itu kemudian menarik pandangannya dari Xie Hongyi.


Huang Long dan Xie Hongyi duduk berhadapan di ruangan pria itu. Sekalian mereka juga sarapan bersama.


Setelah pelayan wanita yang mengantarkan makanan pergi dari ruangan, Xie Hongyi bicara seolah-olah makanan itu darinya. "Yang Mulia, silahkan."


Huang Long menatap Xie Hongyi sejenak, lalu ia menggerakkan tangannya untuk mengambil alat makan.


Di tengah suapannya, Huang Long tiba-tiba bertanya, "Apa kau benar-benar sudah pulih?"


Mendengar pria didepannya bertanya, Xie Hongyi menjawab dengan semangat. "Tentu saja! Aku yang lebih tahu kondisi tubuhku. dan tidak ada masalah jika kita melakukan perjalanan." Setelah menyelesaikan kata-katanya, Xie Hongyi teringat dengan tujuannya menemui Huang Long.


"Yang Mulia, sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan mu adalah apakah kita bisa meninggalkan Utara? Pangeran Yu sudah bersedia meminjamkan pasukannya, jadi aku rasa sudah saatnya kita pergi."


Huang Long menjawab dengan 'um' lembut. Dia tidak bersuara lagi sampai makanan yang ada di atas meja habis.


"Tiga hari lagi kita akan pergi dari sini."


Xie Hongyi tersenyum saat mendengar perkataan Huang Long. "Bagus. Aku sudah tidak sabar untuk kembali ke Selatan."


Wanita ini, kenapa dia sangat peduli dengan para pemberontak? Bukankah biasanya seorang gadis bangsawan manja hanya akan memikirkan dirinya sendiri saat negaranya mengalami konflik?


Yah, entah Xie Hongyi atau siapapun itu, tidak ada yang bisa merubah perasannya.


***


"Sistem, apa kau bisa menebak apa yang ingin aku lakukan?"


Sistem dengan malas berkata, "Meskipun aku terhubung dengan tubuhmu, tapi aku tidak bisa membaca pikiran host jika tidak diizinkan."


"Bagus, karena aku akan memberi kejutan pada beberapa orang." Xie Hongyi menyeringai.


Wanita itu hendak melakukan sesuatu untuk membalas pihak yang mengakibatkan dirinya kehilangan anak. Meskipun tampak tenang, tapi siapa tahu dalam dirinya Xie Hongyi tidak sabar untuk membalas perbuatan mereka.


Karena mereka berpikiran untuk membunuhnya, maka Xie Hongyi akan membalasnya dengan membuat jebakan. Dia akan memastikan mereka tidak akan pernah melupakannya. Jangan salahkan dia kejam, Xie Hongyi tidak akan bertindak jika pihak lain tidak merugikannya.


Untuk yang kesekian kalinya, Xie Hongyi pergi tanpa izin lagi. Kali ini tujuannya adalah istana selir, bukan istana raja seperti yang dulu.


Sistem keamanan di istana selir tidak seketat sistem yang ada di istana raja, karena itulah Xie Hongyi dengan mudah masuk ke salah satu bangunan yang dihuni oleh Selir Lan


Ketika ia sampai ke dalam kamar tidur Selir Lan, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak memberikan komentar. "Ck, sungguh cinta yang membuatku kagum. Selir ini masih bisa tidur dengan nyenyak."


Kata-kata itu bukan hanya ia tunjukkan pada Selir Lan, tetapi juga untuk Yin Tianrui yang belum menentukan hukuman bagi selir yang berbuat salah. Walaupun perjanjian perdamaian sudah dibuat, sepertinya Yin Tianrui tidak menganggap mereka serius. Wajar saja hal itu terjadi, karena Yin Tianrui membuat perjanjian dibawah paksaan Pangeran Yu. Xie Hongyi tidak akan heran jika nanti Yin Tianrui akan diam-diam mengutus pembunuh untuk mereka di jalan.


Karena pria itu tidak mau memberi hukuman, Xie Hongyi dengan senang hati akan menggantikannya.


Setelah itu, dia menyerigai. Menatap dengan tajam wanita yang sedang tidur nyenyak di atas tempat tidurnya.


"Mari kita mulai. Sistem lakukan seperti yang aku minta."


"Baik." Sistem kemudian mulai bekerja.


Tentunya Xie Hongyi menghabiskan poin untuk meminta bantuan dari sistem, tapi untungnya sistem memberi kemurahan hati dengan tidak mengambil poinnya terlalu banyak.


Jika seseorang yang berbuat jahat dibalas dengan hanya balasan fisik, Xie Hongyi tidak akan puas. Untuk itulah Xie Hongyi akan membalasnya dengan mengacaukan psikologis Selir Lan. Dia menyuruh sistem untuk masuk ke mimpi Selir Lan dan berubah wujud menjadi seorang anak kecil.


Didalam mimpi Selir Lan.


Dalam mimpinya, Selir Lan sedang berada di kegelapan yang sangat hampa. Dia tampak ketakutan, namun ia juga tampak berjuang keras untuk keluar.


Tiba-tiba, setitik cahaya putih muncul dari kejauhan. Selir Lan yang melihatnya menjadi semangat dan bergegas ke arah cahaya tersebut. Perlahan-lahan, cahaya itu tampak berwujud seperti anak kecil.


Anak kecil itu berbaju putih, memiliki rambut hitam pendek dan sedang berjongkok di atas kegelapan.


Selir Lan tidak bisa menahan untuk tidak bertanya, "Hei, apa kamu tahu jalan keluar?"


Anak kecil itu bergeming dan tetap menggambar lingkaran. Selir Lan skeptis, dia seharusnya tidak bertanya pada anak kecil yang sepertinya tidak tahu apa-apa. Tapi didalam kegelapan ini hanya ada dirinya dan anak kecil itu, jadi dia harus meminta bantuan pada siapa lagi?


Karena tidak ada jawaban, Selir Lan yang merasa frustasi karena terjebak dalam kegelapan sejak tadi, meninggikan suaranya . "Apa kamu mendengarkan?"


Anak kecil itu kemudian berbalik. Selir Lan tidak bisa menahan teriakan kaget.


Mata anak itu hitam tanpa pupil dengan darah yang mengucur dari kedua bola mata. Pakaian depannya pun berdarah, seperti tubuh yang ditusuk oleh benda tajam. Mata hitam anak itu menatap kosong pada Selir Lan yang kaget. Bibirnya yang merah karena darah perlahan terbuka lalu suara khas anak kecil terdengar.


"Mengapa kamu membunuhku?"


Jantung Selir Lan mencelos. Tubuhnya kaku tidak bisa digerakkan. Dia ingin menoleh, namun anak itu seakan magnet yang terus menariknya untuk melihat.


Suara bayi tertawa terdengar dari mulut anak itu. Kemudian, suara itu berubah menjadi lengkingan tangisan yang menyayat hati. Dia menatap Selir Lan dengan tatapan menuduh yang menyeramkan.


"Mengapa kau membunuh ku?"


"Mengapa kau membunuhku?"


Pertanyaan itu terus dikatakan berulang, membuat Selir Lan pusing. Dia merendahkan tubuhnya dan menutup kedua telinga.


"Diam!" Selir Lan berteriak dalam mimpinya.


Melihat keringat dingin yang mengucur dari Selir Lan dalam tidurnya, Xie Hongyi yang duduk di sampingnya tersenyum.


Kemudian dia bangkit dan keluar dari kamar tidur Selir Lan. Jangan menyangka bahwa pembalasan nya hanya hari ini saja, selama Xie Hongyi masih ada di Utara, dia akan terus meneror Selir Lan.


Sementara itu, di sebuah tempat yang tidak jauh dari Istana.


Dua orang berpakaian gelap melangkah di atas atap tanpa suara. Salah satu dari kedua orang itu tampak membawa sebuah benda yang besar yang dibawa dengan cara dipanggul seperti karung beras.


Ketika mereka tiba di sebuah bangunan yang cukup megah, keduanya lalu melompat turun. Salah satu dari kedua orang itu melepaskan pegangan pada benda yang ia bawa.


Orang yang tampak tidak membawa apa-apa kemudian merogoh bajunya dan mengeluarkan pipa bambu tipis. Pipa bambu itu kemudian ditusukkan pada jendela kertas. Dia lalu meniup pipa bambu itu sehingga mengeluarkan asap di dalam ruangan.


Keduanya kemudian menunggu beberapa saat. Setelah menunggu, keduanya membuka jendela dan masuk ke dalam ruangan.


Dengan sangat hati-hati, kedua orang itu kemudian meletakkan benda yang mereka ke tempat tidur. Di atas tempat tidur itu ada seseorang yang berbaring. Sepertinya dia tidur dengan nyenyak.


Salah satu pria berpakaian hitam lalu melucuti pakaian pria yang ada di atas tempat tidur. Orang yang ada di tempat tidur itu tidak terbangun walaupun ada orang yang membuka pakaiannya.


Kedua orang berpakaian hitam memposisikan apa yang mereka bawa. Benda yang mereka bawa ternyata adalah seorang wanita yang cukup cantik. Keadaan wanita itu hampir telanjang, namun kedua orang itu tidak bergeming saat melihat kulitnya yang halus. Hanya ada keseriusan dan kekosongan di mata mereka saat menempatkan wanita itu dengan pria di tempat tidur dengan posisi yang memalukan.


Tugas mereka akhirnya selesai. Dengan cepat, kedua orang berpakaian hitam itu pergi dari ruangan.


Mereka pergi dengan cara yang sama ketika mereka datang, yakni berjalan di atas atap.


Bisa dipastikan, besok Istana Kekaisaran pasti akan sibuk lagi. Huang Long dan Xie Hongyi terlalu rajin untuk membuat masalah di tempat orang lain.


Huang Long tentu tahu apa yang sedang dilakukan Xie Hongyi. Oleh karena itu ketika Xie Hongyi mengurus Selir Lan, maka ia mengurus pelaku lainnya.


"Lindungi dia. Jangan sampai siapapun menyakitinya, bahkan jika kamu harus membayarnya dengan nyawa." Huang Long memberi perintah pada Dugu An yang berlutut, setelah selesai melaporkan tindakan Xie Hongyi.


Para pembunuh dilatih untuk tidak memilki emosi dan patuh pada setiap perintah. Jadi, Dugu An tidak keberatan sama sekali jika nyawanya menghilang.


Dia dengan tegas menjawab. "Sesuai perintah mu, Yang Mulia."