
Ditengah tumpahan darah dan hiruk pikuk suasana perang, Huang Long bergegas memasuki bangunan Istana untuk mengejar Shi XuanRan.
Setelah mantan sahabat Huang Long itu menyalakan kembang api, dia memanfaatkan Huang Long yang lengah sedikit untuk segera pergi dari sana. Tentu saja Huang Long mengejarnya.
Huang Long terus mengejar sampai dia tahu kemana arah tujuan Shi XuanRan, yakni Istana. Huang Long sudah tahu bahwa pasti di sana akan menjadi kacau. Untung saja dia sudah membuat rencana sebelumnya. Ketika pasukan pemberontak menyerang, yang akan melawannya adalah pasukan bantuan dari Utara. Jika pasukan Istana tidak bisa menahan mereka, maka pasukan rahasia yang selama ini Huang Long sembunyikan akan dikerahkan.
Mendengar suara dari jauh, pertempuran masih berlangsung. Sepertinya malam ini tidak akan tenang sampai pagi.
Sementara itu, di Aula Awan, Shi Mian masih bertarung dengan Xie Hongyi.
Keduanya seimbang, tidak pasti siapa yang akan menang dan kalah. Keduanya begitu terampil dalam memainkan senjata ditangan mereka. Tapi, hanya Xie Hongyi sendirilah yang tahu, bahwa dia menjadi terampil karena sistem.
Suara langkah kaki yang berlari membuat keduanya berhenti sejenak. Keduanya menoleh ke arah sumber suara dan mendapati bahwa orang yang masuk adalah Shi XuanRan.
"Cepat selesaikan dia!" Shi XuanRan memerintahkan Shi Mian.
Shi Mian yang berhenti menatap ke arah Shi XuanRan, tampak sedikit linglung. Lalu sesaat kemudian dia tersadar karena rasa sakit yang menusuk tubuhnya.
Menyadari bahwa Shi Mian sedang lengah, tanpa ragu Xie Hongyi mendekat dan menusuknya dengan pedang. Dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu, jadi ketika Shi Mian sedang linglung, Xie Hongyi bergerak kearahnya tanpa suara lalu menusuk perut Shi Mian.
Xie Hongyi adalah seorang dokter, jadi dia tahu dimana titik fatal tubuh manusia dan dia menusuk Shi Mian dititik itu. Sehingga jika tidak segera ditangani, Shi Mian akan mati kehabisan darah.
Shi Mian tertegun melihat perutnya yang berlubang mengeluarkan darah. Dia hanya sedetik kehilangan fokus, dan akibatnya begitu fatal.
Shi XuanRan yang baru datang juga tertegun. Perlahan-lahan, matanya memerah menyaksikan apa yang terjadi di depannya. Dia kemudian bergegas menghampiri Shi Mian yang akan tumbang.
Huang Long juga datang bertepatan dengan adegan Xie Hongyi menusuk Shi Mian. Matanya menampilkan kilatan sedikit, kemudian dengan cepat menghilang.
Bagaimanapun, Shi Mian bisa dianggap sebagai orang yang dekat dengan Huang Long. Walaupun pria itu tahu bahwa semua disengaja, dia tidak bisa menahan perasaan aneh yang muncul.
Mungkin jika itu adalah orang lain yang menusuk Shi Mian, Huang Long akan terlarut cukup lama dengan emosi. Tetapi, mengetahui bahwa pelakunya Xie Hongyi, Huang Long tidak akan begitu memikirkannya.
Daripada Xie Hongyi yang mati, kan?
Disisi lain, Shi XuanRan yang memeluk tubuh kaku Shi Mian terpancing emosinya. Dia marah, lalu mengambil belati Shi Mian yang jatuh dan menyerang Xie Hongyi. Xie Hongyi yang kaget dengan gerakan Shi XuanRan yang tiba-tiba, tidak bisa mengelak sehingga dia terluka. Kemudian saat Shi XuanRan ingin menyerangnya lagi, sesosok bayangan menahannya.
Xie Hongyi mendongak ke depan dan melihat Huang Long yang bertarung dengan Shi XuanRan.
Pertarungan antara kedua lelaki itu lebih sengit. Shi XuanRan dengan belati Shi Mian ditangannya menyerang Huang Long yang juga melawan dengan pedang Honglian yang sedari awal dibawanya.
Memanfaatkan situasi yang teralihkan, Xie Hongyi berkata secara diam-diam pada sistem.
"Sistem cepat pulihkan tubuh ku."
Suara sistematis terdengar, "Memperbaiki tubuh host... Selesai."
Xie Hongyi menatap lukanya yang menutup dalam diam. Dia kemudian mengarahkan kepalanya ke depan, dan kemudian terkejut. Matanya melebar saat melihat tubuh besar Huang Long yang melayang dengan cepat ke arahnya.
Kedua telapak tangan Xie Hongyi diarahkan ke depan, guna menahan tubuh Huang Long agar tidak terjatuh.
Langkah keduanya bergeser beberapa inci ke belakang akibat gaya dorong yang cukup besar. Huang Long menolehkan kepalanya ke belakang untuk memeriksa Xie Hongyi.
Mata Huang Long hampir keluar dari rongga nya. Dia melototi Xie Hongyi. Apa-apaan wanita ini? Mengapa dia berpakaian dengan kain sedikit seperti itu?
Xie Hongyi pura-pura tidak tahu mengapa Huang Long menatapinya seakan-akan ingin melubanginya. Dia tentu tahu apa yang ada di pikiran Huang Long. Xie Hongyi hanya bisa memberikan senyum tak bersalah.
Sementara di sudut yang berlawanan, Shi XuanRan menyipitkan matanya, marah. Tanpa aba-aba, dia bergegas menuju Huang Long sembari mengacungkan belati.
Huang Long tengah lengah.
Shi XuanRan hendak menusuk dada Huang Long dengan belati tajam ditangannya.
Tiba-tiba, gerakan yang tidak pernah disangka-sangka terjadi. Seseorang bergerak cepat ke arah mereka berdua, berdiri di depan Huang Long seperti tameng.
Mengapa Ibu Suri bergegas ke depan mereka dan memblokir belati Shi XuanRan?
Dada Ibu Suri berlubang. Darah terus menerus mengalir dari tempat Ibu Suri yang terluka. Perlahan, tubuh Ibu Suri mulai kehilangan keseimbangannya dan tak lama kemudian terjatuh menimbulkan satu-satunya suara yang terdengar di tengah aula.
Huang Long menatap kosong pada Ibu Suri yang sudah tidak bernyawa.
Beberapa detik yang lalu, melihat Huang Long yang sedang bertarung dengan Shi XuanRan, Ibu Suri tiba-tiba teringat dengan dosa yang telah ia lakukan.
Dulu, ketika ia sedang bersedih karena kehilangan anak, dia sangat marah dengan suaminya. Suaminya, sang Kaisar hanya acuh tak acuh saat mendengar anaknya menghilang. Dia hanya memerintahkan orang untuk mencarinya, kemudian bermalam di kamar selir. Kemudian setelah beberapa hari putranya tidak ditemukan, dia melupakannya seperti baju yang telah ia pakai. Bahkan mungkin pada saat itu, dia juga lupa dengan Ibu Suri.
Dalam kemarahannya itu, tiba-tiba suatu hari Ibu Suri melihat Huang Long yang sedang sendirian di taman. Setelah ia tahu dari pelayan yang saat itu berada di sampingnya bahwa itu adalah putra selir Shen, tiba-tiba Ibu Suri memikirkan sebuah ide.
Jika Kaisar pada saat itu mengetahui bahwa putra yang selama ini dia acuhkan, tiba-tiba terbang tinggi, bukankah hal itu sangat menarik?
Dengan itulah kemudian dia mendekati Huang Long dan bersikap baik padanya. Lambat laun, muncul kasih sayang nyata yang Ibu Suri rasakan terhadap Huang Long. Namun, hal itu tidak membuat Ibu Suri lupa akan tujuan awalnya.
Jika dia tidak menempatkan Huang Long dalam takhta, semua ini tidak akan terjadi kan?
Huang Long masih terpaku melihat jasad Ibu Suri yang masih terbaring di lantai.
Dimatanya, Ibu Suri adalah pengganti ibunya yang sudah meninggal. Kini menyaksikan wanita yang memiliki hubungan erat dengannya tiada, Huang Long sekali lagi mengalami guncangan.
Udara tiba-tiba menjadi dingin.
Sistem tiba-tiba bersuara dengan nada yang sedikit panik.
"Level kemarahan protagonis mencapai 80%. Harap host segera menurunkan level kemarahan protagonis atau hal buruk akan terjadi!"
Diam-diam Xie Hongyi melirik Huang Long yang berdiri kaku disampingnya. Walaupun Huang Long terlihat hanya berdiri dan tidak melakukan apa-apa, Xie Hongyi tahu bahwa hati pria itu sedang bergejolak. Mungkin sama dengan lava yang keluar dari gunung meletus. Jika tidak segera ditenangkan, hal yang dikatakan sistem buruk pasti akan terjadi.
Tapi sebenarnya Xie Hongyi juga sedikit tidak mengerti. Mengapa sistem mengatakan hal itu? Xie Hongyi hanya berpikiran jika Huang Long marah, yang terburuk dari itu adalah dia membunuh Shi XuanRan.
Xie Hongyi tidak bisa bertanya apa maksud sistem karena situasinya yang sedang terdesak. Dia kemudian menggerakkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Huang Long.
Sementara itu, sistem yang tidak terlihat, tubuhnya gemetar. Dia menciut karena ketakutan sesuatu.
"Dunia ini bergantung pada mu host!"