
Xie Hongyi tidak peduli dengan perilaku Kaisar Utara yang terlihat sangat tidak menyukainya. Dia menyuarakan apa yang ada otaknya. "Kita akan membantumu untuk mengurus keluarga Xiao, dan sebagai gantinya, Anda harus mempertimbangkan perjanjian ini kembali."
Masalah keluarga Xiao adalah hal yang sangat penting bagi Kerajaan Utara sekarang. Keluarga yang dulunya adalah marga kekaisaran itu sedang gencar-gencarnya melakukan serangan ke berbagai wilayah Utara dan merebutnya. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 10 wilayah yang berhasil direbut keluarga Xiao. Bukan hanya melakukan penyerangan secara terang-terangan, beberapa anggota keluarga Xiao menjadi mata-mata dan berhasil membocorkan informasi. Tentu sebagai Kaisar, Yin Tianrui tidak akan terus membiarkan keluarga Xiao menunjukkan taringnya. Namun, kekuatan keluarga Xiao ternyata sangat besar, dan Yin Tianrui mengalami kesulitan membereskannya.
Huang Long yang mendengar ucapan Xie Hongyi, sekonyong-konyongnya berkata dengan nada keras. "Aku tidak setuju!"
Xie Hongyi tahu kenapa Huang Long tidak setuju. Situasi Kerajaan Utara yang sedang menghadapi pemberontak sama dengan apa yang terjadi di Selatan. Masalah kampung halamannya juga belum menemui titik terang, Huang Long tidak mungkin membantu kerajaan lain yang mengalami hal serupa.
Xie Hongyi mendekat untuk berbisik pada Huang Long. "Aku mengerti, tapi Yang Mulia, apa Anda tidak mau berdamai dengan Kerajaan Selatan? Kita bisa memanfaatkan situasi mereka yang sedang kesulitan."
Huang Long menatap Xie Hongyi dengan dingin. "Istana ku sedang menghadapi ancaman yang sangat berbahaya dan aku tidak bisa membiarkan itu lebih lama lagi."
Xie Hongyi mengeluh dalam hati kalau Huang Long dan Kaisar Utara itu sama-sama keras kepala.
Yin Tianrui dan Yin Si mengerutkan kening saat mendengar kata-kata Huang Long. Kaisar Utara bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya. "Istana mu? memangnya kau siapa?"
Xie Hongyi dengan baik hati memberi tahu. "Dia adalah Kaisar Selatan."
Suasana seketika menjadi hening.
Yin Si merasa sangat dikejutkan dengan fakta bahwa pria ini adalah seorang Kaisar! Apalagi dia adalah Kaisar Selatan yang terkenal kejam dan tidak tahu ampun!
Wajar jika Yin Si tidak menaruh curiga pada Huang Long karena penampilan Kaisar Selatan itu kini tampak seperti seorang sarjana yang tampak lembut dan sehari-hari berkutat dengan buku. Begitu tampak seperti sarjana remaja yang baru lulus ujian Kekaisaran.
Xie Hongyi berkata memecah keheningan yang terjadi di dalam ruangan. Dia menatap secara bergantian antara Huang Long dan Kaisar Utara. "Tidak apa-apa untuk menurunkan ego kalian sedikit demi hal yang lebih besar? Kalian adalah pemimpin, pasti tahu mana yang baik untuk kedua negara?"
"Mana yang lebih baik, berdamai atau terus-terusan berperang tanpa akhir?"
***
Huang Long dan Xie Hongyi keluar dari ruangan pada saat matahari hampir terbenam. Didalam sana terjadi perdebatan yang cukup panas, disertai dengan kalimat-kalimat bujukan Xie Hongyi. Xie Hongyi bersyukur bahwa pada masa sekolahnya dia sering mengikuti lomba debat, jadi akhirnya Kaisar Utara setuju dengan bujukannya, dan akan mempertimbangkan kembali perjanjian perdamaian dengan syarat, Huang Long harus mengatasi keluarga Xiao dalam waktu satu bulan. Jika tidak, Kaisar Utara tidak akan segan-segan untuk mengusir Huang Long.
Huang Long dan Xie Hongyi berjalan diikuti oleh Yin Si yang mengekor dari belakang. Raut wajah kedua pria itu menampilkan banyak makna, sedangkan berbeda dengan Xie Hongyi yang wajahnya memiliki raut tanpa beban.
Xie Hongyi bersorak dalam hati karena sistem memberinya poin yang banyak karena telah membantu protagonis! Xie Hongyi tersenyum sepanjang jalan, namun pada saat tiba di depan kereta yang akan mengantarkannya ke penginapan, langkah Xie Hongyi terhenti.
Tunggu, jika dia ingin membantu Huang Long mengatasi keluarga Xiao, maka dia butuh setidaknya sebuah pasukan! Memikirkan hal ini, wajahnya menjadi jelek.
Yin Si menyadari perubahan Xie Hongyi lantas bertanya. "Ada apa?"
Xie Hongyi menoleh dan menatap Yin Si. Tiba-tiba dia memilki sebuah ide. Xie Hongyi menyerigai. Yin Si bergidik saat melihat seringainya. Dia tahu sesuatu hal buruk akan terjadi. "Tuan Muda, masalah keluarga Xiao adalah hal yang paling penting kan?"
Yin Si was-was. "Ya. Bukankah kita sudah membahasnya di depan paman ku?"
"Benar. Tapi..." Xie Hongyi menurunkan pandangannya. "Aku dan Yang Mulia datang ke Utara secara mendadak, tidak ada persiapan apapun, jadi..." Xie Hongyi tersenyum lebar. Dia berkata secara blak-blakan. "Bagaimana jika aku meminjam pasukan keluarga mu untuk mengurus Keluarga Xiao?"
Yin Si kali ini menolak. "Tidak bisa. Lagipula, ayahku tidak akan mengizinkan pasukan keluarga dipinjam orang asing." Ayahnya adalah seorang adik Kaisar, jadi jika meminjamkan pasukannya secara sembarangan, akan ada pergolakan di Istana. Pihak-pihak yang kontra dengan Kaisar saat ini pasti akan memanfaatkannya.
Xie Hongyi berkata dengan tak tahu malu. "Orang asing? Bukankah kita adalah teman?"
Yin Si mencibir. "Nona, kita baru kenal sehari, tidak bisa dikatakan sebagai teman."
Xie Hongyi berpikir sejenak, alisnya bertaut. Ekspresi itu mengingatkan Yin Si pada seseorang dan sesaat ia tertegun. Tidak tahu apa yang dipikirkan Yin Si, Xie Hongyi mengusulkan. "Baiklah. Bagaimana jika partner? Tuan Muda jangan menolak."
Yin Si tentu saja ingin menolak, tapi melihat mata Xie Hongyi, seakan-akan ada sesuatu dalam hatinya yang mencegahnya berkata tidak.
Melihat Yin Si masih ragu, Xie Hongyi terus membujuk. "Hanya pinjam selama satu hari saja, ayahmu pasti tidak akan keberatan."
Mata Yin Si menyipit. "Bagiamana kau bisa tahu?"
Karena aku menyuruh sistem untuk mengubah karakter ayahmu, ucap Xie Hongyi dalam hati.
"Hanya menebak." Xie Hongyi berucap santai. "Jadi bagaimana?"
Yin Si tidak punya pilihan lain. Dia akhirnya setuju. "Aku akan memberitahu ayahku mengenai hal ini."
Xie Hongyi tersenyum senang. "Kalau begitu sampai jumpa besok, aku akan pergi ke Kediaman Pangeran Yu untuk membantu Tuan Muda membujuk ayahmu."
Ketika Yin Si berbicara, dia sama sekali tidak berani menatap Huang Long, apalagi pria itu sekarang terlihat seperti hewan buas yang siap menyerang. Kemungkinan dia marah dengan Xie Hongyi.
Huang Long menatap Xie Hongyi dengan tajam karena memutuskan pilihan seenaknya, tapi Xie Hongyi pura-pura tidak menyadarinya.
Mereka akhirnya berpisah. Setelah tiba di penginapan, Huang Long tidak bisa menahan untuk bicara pada Xie Hongyi. "Bagaimana kau bisa begitu saja memutuskan hal sebesar ini?"
Xie Hongyi tetap santai mengahadapi Huang Long yang murka. "Yang Mulia, cara ini harus kita lakukan, meskipun peluangnya sedikit. Lebih baik daripada tidak mencobanya." Ucapnya sembari menyeruput teh yang dibawakan pelayan penginapan.
Huang Long duduk di kursi sambil memijit dahinya. Dia terlihat sangat frustasi. Xie Hongyi kemudian menghampiri Huang Long dan menyodorkan teh. "Tenangkan pikiran dengan meminum teh ini. Yang Mulia pasti suka rasanya."
Huang Long mengambil cangkir teh lalu meminumnya. Benar apa yang dikatakan Xie Hongyi, rasa teh nya memang enak. Kemungkinan jenis teh yang dipakai adalah Mao Jian Xinyang atau teh Maojian.
Setelah memastikan air teh dalam gelas telah habis, Xie Hongyi berkata. "Dalam satu hari, kita bisa menaklukkan keluarga Xiao."
Huang Long mengangkat kepala. Xie Hongyi berkata. "Aku sudah mempunyai rencana."
Dengan adanya sistem, menyelesaikan masalah ini bukanlah hal besar. Yah, walaupun poinnya harus dikorbankan. Seperti gali lubang tutup lubang.
Mungkin mulai saat ini dia harus berhenti memukuli sistem. Seperangkat data itu telah banyak membantunya untuk melakukan cheat yang memudahkannya untuk melakukan misi.
Kalau ada orang yang paling curang di dunia ini, Xie Hongyi merasa bahwa itu adalah dirinya.