
Menurut cerita Huang Long, dia berhasil menemukan pelaku yang menyalahgunakan upeti. Para pejabat daerah itu di suap agar mereka memberikan pasukannya untuk mendukungnya untuk melakukan pemberontakan.
Ketika Huang Long ingin menanyakan konfirmasi pada orang itu, ternyata orang itu sudah terlebih dahulu pergi dan bersembunyi. Permaisuri Shi terlibat dengan hal ini karena pelaku yang menyuap para pejabat itu adalah kakaknya sendiri, penasihat kerajaan, Shi XuanRan.
Xie Hongyi menatap Huang Long dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Dia tahu bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang paling dipercaya. Xie Hongyi tidak akan mengatakan kata-kata penghiburan pada Huang Long karena dia tahu pria itu pasti sudah bisa menerima kenyataan. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana membuat rencana untuk kedepannya.
Xie Hongyi memberi saran. "Menurut ku, kita harus mencari tempat persembunyian keluarga Shi terlebih dahulu."
Xie Hongyi tahu bahwa hal ini pasti menimbulkan gejolak internal. Pasti akan ada beberapa pihak yang kontra dengan kerajaan memanfaatkan situasi yang sedang kacau. "Kita juga tidak boleh memberitahu tentang pengkhianatan keluarga Shi kepada para pejabat. Aku takut akan ada perbedaan pendapat dalam hal ini." Berita tentang keluarga Perdana Menteri yang melakukan kejahatan kenegaraan saat ini harus dirahasiakan terlebih dahulu.
Tapi, kertas tidak bisa membungkus api. Tanpa diberitahukan sekalipun, para pejabat itu pasti akan tahu.
Huang Long setuju dengan Xie Hongyi. "Kau benar. Aku juga memikirkan hal yang sama."
"Siapa saja yang tahu hal ini?"
"Aku, kau dan beberapa orang kepercayaan ku."
Xie Hongyi mengangguk mengerti. Dia tiba-tiba berkata: "Sebaiknya Yang Mulia juga berhati-hati dengan keluarga Chen."
Saat ini semua pihak yang tinggal di Istana tidak bisa dipastikan apakah mereka berada di pihak Kaisar atau tidak. Juga, sedari awal, Xie Hongyi memang sudah mulai curiga dengan Ibu Suri.
Huang Long menatap Xie Hongyi dengan dahi yang mengerut. Xie Hongyi hanya tersenyum saat melihat reaksi Huang Long. "Kalau begitu aku pamit pergi." Huang Long masih menatapnya. "Kali ini aku benar-benar pergi."
Sementara itu di sebuah ruangan di bawah tanah.
Setelah mendengar informasi dari salah satu orangnya, orang yang duduk disebuah kursi kayu terdiam sejenak. Pria disampingnya berkata: "Apa yang akan kau lakukan?" Dia adalah seorang pria tua dengan janggut putih panjang yang menutup dagunya. Matanya yang tua penuh garis kejahatan.
Pria yang lebih muda itu akhirnya bersuara. "Aku akan mengurus wanita itu."
Pria tua itu bertanya lagi. "Apa yang kau rencanakan?"
Pria itu tersenyum misterius. Mata persiknya berkilat penuh kejahatan. "Karena wanita itu telah berbaik hati memberi tahu Huang Long, aku akan memberikannya hadiah yang tidak akan pernah ia lupakan." Orang yang memberikan informasi itu tiba-tiba merasa merinding saat Tuannya bicara. Bisa dipastikan bahwa malam ini, wanita itu pasti akan dalam keadaan yang tidak baik.
Pria tua menepuk bahu pria yang sedang duduk di kursi. "Bagus. Aku menantikan apa yang akan kau perbuat padanya."
***
Tidak menyadari ada orang yang berniat jahat padanya, Xie Hongyi berjalan dengan sambil bersenandung pelan menuju ke kediaman Teratai. "Sistem, jika aku membantu Huang Long mengatasi pemberontakan ini aku pasti akan mendapatkan hadiah yang menarik, benar?"
"Tentu saja. Tapi sekarang kau harus memikirkan cara agar bisa membatu protagonis utama."
Xie Hongyi mengangguk. Tidak lama dari itu, dia akhirnya sampai ke kediamannya. Setelah ia masuk ke dalam kamar, mengambil sesuatu di dalam lengan bajunya yang tidak lain adalah buku yang berisi tentang penawar racun Huang Long. Setelah membaca pendahuluan tentang racun Lingtian, Xie Hongyi akhirnya sampai kebagian tentang penawarnya. "Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat penawarnya adalah 5 gr tanaman salju di gunung utara, 4 gr kulit kayu manis, 5 buah tanaman lingzhi seratus tahun, 1 buah persik seribu daun, 5 buah dewa, 6 lembar kelopak bunga senja, 5 gr akar kayu bulan, 6 gr tanaman kumis kucing, setengah cangkir air rebusan daun bunga bintang dan setetes darah dari garis keturunan yang sama dengan pasien yang terkena racun."
Setelah selesai membacanya, wajah Xie Hongyi menjadi jelek. Bahan-bahannya ternyata sangat sulit untuk didapat! Apalagi tanaman salju yang Xie Hongyi ketahui hanya tumbuh di gunung utara. Wilayah itu termasuk kedalam kuasa Kerajaan Utara, jadi jika dia memaksa masuk ke sana, dia hanya akan mengantarkan nyawanya sendiri.
Juga, setetes darah dari garis keturunan yang sama, dimana Xie Hongyi harus mencarinya? Dia tidak tahu apakah Ayah Huang Long yang merupakan Kaisar terdahulu masih hidup atau tidak.
Pria itu bukanlah ayah yang baik, jadi Xie Hongyi ragu apakah Huang Long akan mengampuninya.
Xie Hongyi menggertakan giginya dengan marah kemudian memukul sistem. "Aku tidak melakukan kesalahan apapun!" Sistem mengeluh sambil menatap Xie Hongyi dengan memelas.
Xie Hongyi yang menjadi ringan tangan, tidak memperdulikan rengekan sistem, dia terus memukulinya untuk melampiaskan emosi. Entah kenapa, belakangan ini perasaaan selalu campur aduk.
Sistem menggerutu dalam hati. "Aku adalah sistem yang malang!"
Setelah puas memukuli sistem, Xie Hongyi berencana pergi ke kantor medis Kekaisaran. Mungkin saja ada beberapa bahan yang tersedia di sana.
Setelah berjalan cukup lama, dia akhirnya sampai. Xie Hongyi begitu terkejut saat dia masuk ke dalam dan melihat kakaknya Xie Heiyang sedang bersama Selir Chen. Xie Hongyi bisa mendengar percakapan mereka.
"Kau sudah mengerti tentang bagian ini?"
Selir Chen terlihat menatap Xie Heiyang dengan lekat. "Ya."
Xie Hongyi yang melihatnya, memiringkan kepalanya dan tangannya memegang dagu. Dia tentu saja tahu arti tatapan Selir Chen pada kakaknya. Xie Hongyi memberi respek pada wanita itu karena dia bukan salah satu wanita yang tertarik dengan kharisma Huang Long.
Xie Hongyi menyapa mereka berdua. "Gege, Selir Chen."
Selir Chen menunjukkan wajah yang seakan terganggu, sementara itu Xie Heiyang malah sebaliknya, pria itu sangat antusias dengan kehadiran Xie Hongyi. "Hong'er? Kau datang diwaktu yang tepat! Aku sangat penasaran tentang metode pembelahan otak yang kau sebutkan hari itu, jadi kau harus memberitahukan bagaimana caranya!"
Mau tidak mau, Xie Hongyi akhirnya berbicara mengenai metode pengobatan itu. Xie Heiyang menyimak dengan seksama perkataan Xie Hongyi, sedangkan Selir Chen menunjukkan wajah melon bengkok dan jujube retak.
Xie Hongyi hampir tertawa dengan reaksi wanita itu. Tapi akhirnya dia bisa menahannya. Setelah selesai menjelaskan, dia menatap Selir Chen dan berkata: "Mengenai apa yang terjadi beberapa waktu lalu, aku turut berdukacita atas kematian adik Selir Chen."
Selir Chen menjawab dengan asal-asalan. "Ya, kejadiannya sudah lama berlalu."
Dia tidak punya perasaan persaudaraan dengan Chen Xinjing karena dia tidak terlalu dekat dengannya, juga dia adalah anak dari isteri sah, sementara adiknya itu lahir dari selir ayahnya. Ayahnya selalu menerapkan batas yang keras terhadap status anak-anaknya. Melihat kedua bersaudara yang berdampingan, Selir Chen merasa dirinya tidak seharusnya ada di sini. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi dengan hati yang berat. "Selir Xie, Tuan Xie aku pamit pergi." Xie Hongyi dan Xie Heiyang menjawab dengan anggukan.
Setelah Selir Chen pergi, Xie Hongyi langsung mengatakan tujuannya datang kemari. "Gege, apakah di sini ada buah dewa, kayu manis, tanaman lingzhi seratus tahun, dan buah persik seribu daun? Aku membutuhkan semua itu untuk membuat suatu obat." Dia tidak menyebutkan bahan yang lain karena tahu bahan itu tidak akan ada di sini.
Xie Heiyang mengerutkan keningnya. "Hong'er, kau tahu bahan-bahan yang kau sebutkan adalah bahan yang langka. Juga jika ada, bahan-bahan itu akan segera dipakai oleh tabib lain untuk pengobatan."
Xie Hongyi berkata dengan sedikit sedih. "Apakah benar-benar tidak ada?"
Xie Heiyang tidak mengecewakan Xie Hongyi. "Tentu saja tidak semuanya dipakai. Tunggu sebentar." Setelah berkata seperti itu, Xie Heiyang pergi dari hadapan Xie Hongyi.
Tidak lama kemudian, dia kembali sambil membawa sebuah kotak. "Ini adalah buah dewa yang kau butuhkan." Dia membuka kotak itu dan memberikannya pada Xie Hongyi.
Xie Hongyi menerima kotak itu dengan hati yang senang. Buah dewa ternyata berbentuk seperti apel tapi warnanya berwarna ungu dengan kedua ujungnya berwarna hitam. Buah itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dia mengangkat kepalanya untuk melihat Xie Heiyang. "Dimana aku bisa menemukan yang lainnya?"
Xie Heiyang menjelaskan. "Persediaan kulit kayu manis sudah habis, tapi kau bisa mengambilnya di kebun tanaman obat Istana atau di Keluarga kita. Untuk tanaman lingzhi seratus tahun, biasanya terdapat didalam gua di tengah hutan, dan untuk persik seribu daun, buah itu sangat sulit di dapat karena biasanya pohonnya akan tumbuh di tepi tebing."
Catatan Penulis:
melon bengkok dan jujube retak\= jelek