The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 21



Setelah mencapai kesepakatan, Huang Long akhirnya pergi. Xie Hongyi juga memutuskan kembali ke istana. Jadi hari itu ada dua kereta yang beriringan keluar dari kediaman Keluarga Xie.


Setelah kereta begerak, Xie Hongyi terdiam. Sepertinya melupakan sesuatu? Tapi apa itu? Xie Hongyi pun mencoba mengingatnya. Ketika ia berhasil mengetahui hal itu, matanya melebar. Bagaimana dengan misi kebenaran tentang dirinya yang memakai topeng kulit? Xie Hongyi juga lupa menanyakan hal itu pada Xie Hunping. Dia berkata dengan marah pada sistem. "Sistem kenapa kau tidak mengingatkan tujuanku pergi ke keluarga Xie?"


Sistem sepertinya tahu bahwa dirinya salah karena nada yang ia gunakan untuk menjawab Xie Hongyi terdengar sedikit pelan. [Mohon maaf ini adalah kesalahan dari pusat. Sebagai kompensasi, kamu tidak akan menerima hukuman karena gagal menyelesaikan misi]


Jadi sistem mengalami bug? "Kau terkena virus? Atau penyimpanan mu penuh?"


Sistem dengan konyol menjawab. [Tidak. Kami dilindungi dengan oleh firewall yang tidak bisa ditembus oleh jenis virus apapun. Kapasitas penyimpanan juga tidak penuh]


Sekali lagi Xie Hongyi bertanya. "Lalu apa yang menyebabkan kau mengalami bug?" Sistem dengan cepat menjawab. "Sekarang kami sedang menyelidikinya]


Xie Hongyi mengerucutkan bibirnya, kesal karena tidak memperoleh satupun poin dan gagal menjalankan misi. Dia juga bertanya-tanya, bagaimana dirinya bisa lupa? Yi'er yang berada disampingnya bergumam. "Nyonya berbicara dengan siapa? Aku juga tidak kata-kata yang diucapkannya." Yi'er hendak mengatakan, tapi ketika melihat raut wajah Xie Hongyi yang masam dan terlihat kesal, dia mengurungkan niatnya.


***


Mendengar bahwa akan ada seorang wanita yang ikut ke medan perang, sebagian pejabat berkata tidak setuju walaupun dia pergi sebagai tenaga medis. Hal itu bertentangan dengan peraturan dan etika yang berlaku. Apalagi setelah tahu bahwa yang akan pergi adalah Selir Xie, mereka semakin keras menentangnya. Anggota harem yang ikut serta dalam masalah politik dan sipil memang sudah biasa terjadi, tapi tidak dengan anggota yang ikut dalam perang.


Xie Hongyi tidak peduli dengan pendapat mereka, karena hal yang paling ia pedulikan adalah pendapat Huang Long. Setelah menyelesaikan para pejabat yang mempunyai pendapat kalau Xie Hongyi tidak boleh ikut, dua hari setelahnya Huang Long dan bala bantuan yang diminta pergi ke perbatasan.


Mereka sampai pada hari ketujuh. Jenderal Jiang, yang merupakan pemimpin dari pasukan ini sedikit terkejut dengan Huang Long yang datang ke perbatasan. Dia tidak mengira bahwa Kaisar Selatan itu akan datang sendiri membantu mereka. Dia kemudian benar-benar terkejut saat melihat Xie Hongyi yang turun dari kereta. Seorang wanita ikut ke medan perang? Huang Long pun menjelaskannya pada Jenderal Jiang.


Setelah mengetahui Xie Hongyi datang sebagai tenaga medis, Jenderal Jiang tidak keberatan. Keadaan pasukan di perbatasan sebenarnya lebih sulit daripada yang ia tulis dalam surat. Dia kemudian mengajak Huang Long dan tenaga medis untuk masuk ke dalam sebuah barak. Didalam barak tersebut, ada banyak prajurit yang berbaring di ranjang kecil. Mereka semua dalam keadaan terluka. "Yang Mulia, mereka mengalami serangan dadakan pada saat berpatroli. Dan setelah diselidiki, ternyata serangan itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian para prajurit lainnya, sehingga pada saat itu tidak ada yang menjaga barak medis. Pada akhirnya para tenaga medis itu semuanya meninggal, dan tidak ada yang bisa dengan tepat mengobati yang terluka."


Xie Hongyi melihat bahwa luka mereka dibalut dengan cara seadanya. Dia kemudian mendekati salah satu dari mereka dan memeriksa luka. Luka di lengan prajurit lebar dan membutuhkan jahitan karena darahnya masih mengalir keluar. "Sistem, tukarkan poinku dengan beberapa peralatan medis."


Lima puluh poinnya kemudian ditukarkan dengan satu set kotak medis yang berisi alkohol, betadine, kapas, jarum dan benang untuk menjahit luka dan beberapa pil antibiotik. Dengan telaten dia menutup luka prajurit itu dengan menjahitnya.


Setelah selesai membungkus lengan prajurit itu dengan kain kasa, Xie Hongyi menjawab. "Lukanya terlalu dalam dan lebar. Jika kita membiarkannya, akan terjadi infeksi. Jadi aku menjahitnya untuk menutup luka itu." Xie Hongyi pun menatap orang itu. "Cara ini bisa kalian tiru untuk mengobati prajurit yang memiliki luka seperti ini."


Pernyataan Xie Hongyi mendapat sanggahan dari Huang Long. Pria itu sedikit menyipitkan matanya untuk menatap Xie Hongyi. "Kau menjahit luka sepeti menjahit kain?"


Xie Hongyi pun menjelaskan bahwa benang yang ia pakai untuk menjahit luka, dalam beberapa hari akan menyatu dengan kulit. Jadi metode medis ini tidak berbahaya. Setelah mendengar penjelasannya, Huang Long memerintahkan para tenaga medis untuk mengobati para prajurit dengan metode yang dilakukan Xie Hongyi. Semua prajurit yang berbaring memang mengalami luka sobekan di tubuh mereka. Dengan senang hati, wanita itu membagikan jarum dan benang serta memberi mereka alkohol sebelum mereka mulai menjahit. Tenaga medis di keluarga Xie memang tidak boleh diragukan, setelah sekali melihat cara Xie Hongyi menjahit luka, mereka dengan cepat bisa mempraktekkannya pada prajurit yang terluka lainnya. Pekerjaan mereka berhasil diselesaikan dengan cepat dan wajah Huang Long juga puas. Jenderal Jiang juga puas, namun wajahnya berubah setelah beberapa saat. Dia meminta Huang Long dan yang lain untuk mengikutinya.


Dia membawa mereka untuk memasuki beberaoa barak. Barak-barak itu ternyata berisi beberapa prajurit yang juga berbaring di ranjang kecil. Wajah mereka pucat dan merintih kesakitan. "Sebagian besar dari mereka yang tinggal di sini adalah para prajurit senior yang telah berperang selama bertahun-tahun. Kekuatan mereka adalah yang terkuat. Tapi beberapa hari yang lalu mereka tiba-tiba pingsan karena keracunan. Orang yang bertanggung jawab membuat makanan untuk para prajurit sudah kami tangkap dan interogasi. Tapi dia tidak mau mengatakan apapun dan malah bunuh diri." Jenderal Jiang menjelaskan.


Ada sekitar 5 barak dihuni oleh prajurit yang keracunan. Xie Hongyi mendekati salah satu prajurit yang masih sadar dan bertanya padanya. Dia juga meminta sistem untuk menukar poinnya dengan alat tulis. "Apa gejalanya yang kau alami?"


Prajurit itu menjawab dengan lemah."Kami mengalami mual dan muntah. Setiap malam kami juga susah tidur. Tubuh kami juga lemas."


Gerakan tangan Xie Hongyi yang sedang mencatat, mendadak berhenti. Pikirannya melayang dan berfikir bahwa prajurit ini sedang hamil. Murid Xie Hunping yang tadi bertanya, tidak bisa menahan celetukannya. "Apa kau hamil?" Setelah mengatakan kata-kata itu, semua orang menatapnya dan membuat dirinya tersentak. Dia kemudian menutup mulut dan tidak berbicara lagi.


Huang Long juga mendengarnya, tapi perhatiannya telah dialihkan dengan penuh oleh benda yang dipegang Xie Hongyi.


Setelah Xie Hongyi selesai mengobservasi, dia menyimpulkan bahwa para prajurit mengalami keracunan makanan basi. "Sistem, berapa poinku yang tersisa?" Kemudian sistem menjawabnya. [Kamu sekarang memilki 300 poin.]


Poinnya masih banyak, pikir Xie Hongyi. Dia kemudian meminta sistem menukarkan seratus poinnya dengan obat yang dapat mengatasi keracunan. Xie Hongyi kemudian membagikan obat itu dan meminta mereka yang keracunan untuk meminumnya.


Masalah sudah terselesaikan, kini saatnya untuk mereka beristirahat. Xie Hongyi telah menutup matanya dan hendak tidur di tenda yang khusus dibuat untuknya, saat mendengar suara gemerisik dari luar. Suara itu berhenti beberapa saat, lalu kembali terdengar dan membuat Xie Hongyi tidak bisa tidur. Dia dengan kesal berjalan keluar untuk memeriksa siapa yang telah mengganggu dan akan memarahinya. Setelah keluar dan mengetahui hal apa yang membuat dirinya tidak bisa tidur, Xie Hongyi terpaku. Semua umpatan dan makian yang akan diucapkannya tenggelam kembali ke dalam tenggorokan. Orang didepannya juga berhenti melangkah mondar-mandir. Ternyata suara langkah kakinya lah yang membuat suasana berisik.


Mereka berdua saling menatap dan tenggelam oleh masing-masing mata lawannya.