The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 50



Sebenarnya, metode yang dilakukan Xie Hongyi untuk menyembuhkan Mo Heixue adalah hanya memberinya sebutir pil. Pil itu ia dapatkan dari sistem, memilki efek penyembuhan yang sangat ampuh. Dalam satu malam, Mo Heixue dapat kembali seperti semula.


Merasakan tubuhnya berangsur-angsur membaik, wajah Mo Heixue menunjukkan sedikit warna. Dewa tahu bagaimana senangnya dia! Bagi seorang pemain seperti dirinya, kehilangan kemampuan untuk membuat wanita melayang dibawahnya adalah suatu bencana! Namun, belum sempat ia menikmati kebahagiaan itu, Xie Hongyi berbicara dan membuat kesenangannya padam seketika. "Tuan Muda?"


Mo Heixue menoleh ke arah Xie Hongyi dan melihat wanita itu masih menyerigai sambil memegang sebuah jarum perak tipis. Dia bergidik. "Kau akan pulih dalam waktu satu malam, tapi kau harus berjanji untuk tidak akan mempermainkan wanita lagi?"


Mo Heixue dengan cepat mengangguk. "Bagus. Ingat, jika aku mendengar kau berulah, aku akan membuatmu tidak bisa berdiri lagi." Xie Hongyi menepuk-nepuk dipan ranjangnya. "Selamat beristirahat. Ling'er, ayo kita keluar." Ling'er mengangguk lalu berjalan di belakang Xie Hongyi.


Mo Heixue baru bisa mendapatkan nafasnya saat melihat wanita itu keluar. Sungguh, dia tidak akan mengusik Xie Hongyi lagi!


Mo Wuyue yang melihat Xie Hongyi keluar berkata: "Selir Xie, bagaimana keadaan adikku?"


Xie Hongyi melirik Mo Wuyue yang sedang duduk kemudian bangkit saat pria itu melihat dirinya. "Jenderal Mo tidak perlu khawatir. Dia akan sembuh."


Para Jenderal yang terlibat dalam perebutan wilayah gurun pasir diberi cuti untuk beberapa hari. Untuk itulah alasan kenapa Mo Wuyue masih berada di ibukota dan belum kembali ke perbatasan.


Senyum Mo Wuyue muncul. "Syukurlah. Sebagai rasa terimakasih ku, bagaimana jika Selir Xie mencicipi sedikit masakan dari kediaman Mo?" Ucapnya sambil menunjuk makanan yang berada di atas meja.


Xie Hongyi tersenyum sungkan. "Mohon maafkan aku Jenderal Mo. Baru saja aku makan siang di restoran Xinyuan dan masih kenyang."


Mo Wuyue tersenyum dengan bijak. "Kalau begitu aku tidak akan memaksamu."


Xie Hongyi balas tersenyum formal. Dia hendak pamit saat pandangannya melihat kesebuah lukisan yang digantung di ruangan itu. Melihat wajah yang terlihat akrab, Xie Hongyi jadi meragukan satu hal.


Lukisan itu bergambar seorang pria yang sedang menunggang kuda dengan tangan kirinya yang memegang bendera perang dan tangan yang satunya memegang pedang. Dibelakang pria itu, tampak beberapa objek, memakai atribut perang yang dilukis dengan ukuran yang lebih kecil. Pria itu memakai baju khas perang, dilukis dengan sapuan tinta halus yang menjadikan nya tampak gagah. Wajahnya dilukis dengan sangat teliti, sehingga Xie Hongyi dapat melihat kemiripannya dengan yang asli walaupun dia tidak pernah melihat pria itu.


Dia bertanya: "Jenderal Mo, siapa orang yang ada di lukisan itu?"


Mo Wuyue mengikuti arah pandangan Xie Hongyi. "Ah, itu adalah kakakku, Mo Jixuan, dia gugur di medan perang beberapa tahun yang lalu."


Mata Xie Hongyi menyipit. "Benarkah? Apa kakakmu mempunyai seorang istri?"


Mo Wuyue menggeleng dan menjawab. "Tidak."


Setelah berkata seperti itu, Xie Hongyi pamit dan kemudian pergi dari kediaman Mo, walaupun rasa penasaran masih ada dalam benaknya.


Setelah masuk ke kereta yang disewanya, Xie Hongyi bertanya pada Ling'er yang duduk disampingnya. "Ling'er, apa kau menyadari putra keluarga Mo yang telah meninggal itu wajahnya mirip dengan Pangeran Jue?"


Ling'er menjawab. "Mereka memang mirip. Tapi Nyonya sebaiknya kita tidak membicarakannya pada orang lain. Kita akan mendapat masalah jika bicara."


Xie Hongyi menghela nafas. "Kau benar."


***


Keesokkan harinya, pendongeng itu kembali ke restoran Xinyuan untuk bercerita. Para pendengar setianya sama sangat terkejut dengan topik cerita yang dibawakannya hari ini. "Putri Tertua Kediaman Jiang, Nona Jiang Baixi ternyata tidak dikutuk! Dia sebenarnya diberi anugerah oleh Dewa sehingga membuat penampilannya menjadi seperti itu. Dia adalah titisan Dewi Chang'e! Saudaraku, selama ini para pendeta itu ternyata melakukan kesalahan!" Selain pandai mendongeng, pria itu juga ahli menyebarkan gosip.


Kemudian, orang-orang yang ada di sana mulai berdiskusi mengenai apa yang disampaikan oleh pendongeng. Dan dalam beberapa waktu yang singkat, gosip itu telah menyebar ke seluruh penjuru kota.


Disebuah rumah bordil yang masih ramai dikunjungi laki-laki hidung belang walaupun di siang hari, para wanita-wanita cantik dengan baju terbuka sedang menghibur beberapa pelanggannya.


Jiang Zhi yang sedang menenggelamkan diri di dada kakak cantik, mendengar suara orang disebelahnya. Dia bisa saja mengabaikan hal itu jika mereka tidak membicarakan tentang kakaknya.


"Ternyata Nona Pertama Jiang tidak dikutuk sama sekali. Jangan percaya pada biksu botak itu."


"Haha, sayang, kenapa kau harus repot-repot mengurus hal ini? Lebih baik kau bersenang-senang denganku."


"Ah, Tuan apa yang kau sentuh?!" Selanjutnya adalah adegan yang seharusnya tidak ditayangkan terjadi.


Jiang Zhi mengabaikannya berhasil keluar. Sepanjang jalan, dia mendengar sebagian besar orang-orang membicarakan tentang kakaknya, Jiang Baixi.


Dia kemudian naik kuda, dan bergegas pergi dari kota. Tujuannya adalah pondok kayu tempat Jiang Baixi tinggal.


Setelah ia sampai di sana, Jiang Zhi langsung membuka pintu pondokan kayu. Jiang Baixi yang sedang menyulam sesuatu, kaget mendengar pintu terbuka, tapi pada saat dia melihat bahwa itu adalah Jiang Zhi, dia tersenyum.


"Zhi'er?"


***


Hari sudah sore ketika berita itu sampai ke telinga Xie Hongyi. Wanita tersenyum lebar. Sangat mudah untuk membalikkan opini publik dengan hanya memberi mereka uang! (Tidak pantas untuk ditiru)


Yi'er yang menyampaikan berita tentang Jiang Baixi, terheran-heran dengan Xie Hongyi yang berseri-seri. "Nyonya apakah kau sakit?"


Seketika senyuman Xie Hongyi turun. "Yi'er, bagaimana pelatihanmu?"


Yi'er menjawab dengan polos. "Tadi pagi aku sudah lari mengelilingi kediaman sebanyak 5 putaran."


"Sedikit sekali. Fisik mu tidak akan bertambah kuat jika hanya berlari sebentar! Sekarang, lari mengelilingi kediaman 10 putaran!"


Mulut Yi'er melongo. Dia sama sekali tidak menyadari kesalahan yang ia lakukan. "Tapi-"


Xie Hongyi menaikkan suaranya. "Lakukan sekarang!"


Melihat Yi'er yang sedang berlari, sudut mulut Xie Hongyi terangkat. Dia kemudian bangkit dari kursi goyangnya dan melangkah menuju dapur untuk membuat makan malam Huang Long.


Selir Chen melangkah dengan gelisah ke arah dapur. Pada saat ia tiba disana, Selir Chen bertanya pada seorang pelayan yang sedang menyiapkan makanan. "Yang mana makanan untuk Yang Mulia Kaisar?"


Pelayan itu menjawab. "Selir Chen belum tahu bahwa sekarang makanan Yang Mulia Kaisar diurus oleh Selir Xie?"


Selir Chen tertegun. Dia melihat ke satu arah, dimana terlihat Selir Xie sedang asyik merebus sesuatu. Kemudian tanpa berkata-kata, dia segera pergi dari sana.


Xie Hongyi menatap masakan yang selesai dibuatnya dengan puas. Dia meletakkan beberapa piring dan mangkok yang berisi makanan ke atas nampan kemudian keluar dari dapur.


Selir Chen yang melihat Xie Hongyi telah keluar, buru-buru menghampiri wanita itu. "Selir Xie tunggu!"


Xie Hongyi sempat heran dengan Selir Chen yang mengambil inisiatif untuk mengajaknya bicara. Pasalnya, hubungannya dengan Selir Chen tidak begitu akrab. "Selir Chen ada apa?"


Setelah tiba dihadapan Xie Hongyi, Selir Chen langsung bicara. "Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu. Apakah makanan ini dikirim untuk Yang Mulia?" Pada saat Selir Chen berbicara, dia diam-diam mengambil sebuah benda di dalam lengan bajunya. Selir Chen kemudian bertanya lagi pada Xie Hongyi agar wanita itu tidak menyadari apa yang dilakukannya.


"Iya."


"Kau membuat makanan ini sendiri?" Selir Chen menaburkan isi botol ke dalam makanan yang dibawa Xie Hongyi, sambil terus menatap mata wanita itu.


"Tentu."


"Hanya itu yang ingin aku bicarakan. Aku mohon pamit." Belum sempat Xie Hongyi menjawabnya, Selir Chen pergi dengan cepat. Dia dengan tenang menatap nampan yang berisi makanan. "Sistem, Selir Chen tidak mungkin ingin membunuh Huang Long?"


Sistem mengendus makanan yang dibawa Xie Hongyi. "Dia tidak akan karena bukan racun yang ia taburkan."


Tidak apa-apa kalau itu bukan racun, pikirnya. "Kalau begitu, aku lega." Xie Hongyi kemudian melanjutkan. "Selir Chen benar-benar naif berpikiran bahwa aku tidak melihat apa yang ia lakukan." Setelah itu dia melanjutkan perjalannya pergi ke tempat Huang Long. Setelah ia tiba, dia langsung masuk ke ruang kerja Huang Long dan mendapati pria itu sedang sibuk dengan beberapa lembar kertas kulit. "Yang Mulia, makan malam sudah siap." Mendengar suara Xie Hongyi, Huang Long meletakkan kertas itu kemudian menghampirinya.


Sementara itu, kasim yang diperintahkan Ibu Suri untuk membawa Huang Long ke Kediaman Selir Chen mondar-mandir dihalaman Istana Bunga. Dirinya tidak diperbolehkan masuk sebelum Selir Xie keluar. Kasim kecil itu mengigit kukunya, tampak begitu cemas. Kenapa Selir Xie lama sekali! Padahal dia hanya mengantar makanan, pikirnya.