The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 51 (15+)



Setelah menemui Xie Hongyi, Selir Chen tidak pergi ke tempatnya sesuai dengan perintah bibinya. Dia melangkah ke arah satu bangunan yang nampak sepi.


Selir Chen berdiri dibawah sebuah pohon dan menatap bangunan itu dengan lekat. Tidak lama dari itu, seorang laki-laki yang tampak begitu muda keluar dari sana. Laki-laki seperti sedang mencari udara segar, mungkin sedikit stress dengan pekerjaannya. Pada saat Selir Chen melihat laki-laki itu, dia tersenyum dengan lebar sampai laki-laki itu kembali ke dalam bangunan karena salah satu rekannya memanggil.


Puas melihatnya, Selir Chen kemudian pergi menjauh. Kebahagiaan melihat pujaan hatinya seketika sirna saat kenyataan yang harus ia lalui tak lama lagi. Dia mendesah lirih. "Andai aku bisa memilih..."


Seseorang tiba-tiba memanggilnya. "Selir Chen!" Selir Chen menoleh ke arah sumber suara dan melihat Selir Hu sedang berjalan ke arahnya.


Selir Hu dengan ceria memeluk salah satu lengan Selir Chen. "Ayo makan malam bersamaku!"


Selir Chen berkata dengan tidak berdaya. "Baiklah. Tapi, lepaskanlah tanganmu dulu."


Selir Hu menunjukkan cengiran lebar. Dia melepaskan tangannya dari Selir Chen dan sebagai gantinya wanita itu menariknya. "Kita harus cepat pergi atau makanannya akan dingin!"


Selir Chen pasrah saat ditarik Selir Hu, sampai melupakan rencananya.


Sementara itu di ruang kerja Huang Long.


Huang Long mengharuskan Xie Hongyi untuk makan bersamanya lagi. Setelah makanan itu habis, Huang Long tidak memperbolehkan Xie Hongyi pergi dan malah menyuruh wanita itu untuk menggiling tinta. "Kenapa aku harus melakukannya?" Xie Hongyi bertanya, ingin menolak.


"Tugas seorang selir." Itulah alasan yang diucapkan Huang Long saat Xie Hongyi menolaknya.


Sekali lagi, Xie Hongyi tidak bisa membantah perintah Huang Long. Dia kemudian duduk dengan patuh disamping Huang Long dan segera menggiling tinta.


Huang Long tersenyum sangat tipis saat wanita itu ada disampingnya. Tangannya lalu mengambil sebuah kertas lalu fokus membaca tulisan diatasnya.


Mereka berdua larut dengan kegiatannya masing-masing sampai malam mulai larut.


Xie Hongyi meletakkan keramik tinta karena tubuhnya terasa aneh. Uh, bukankah hari ini masih awal musim dingin kenapa suhunya panas? "Sistem, apakah tidak ada AC?"


Sistem tidak menjawab, dan sepertinya dia sedang offline.


Di sisi lain, Huang Long juga merasakan hal yang sama. Dia meletakkan kertasnya lalu memijit dahi.


Xie Hongyi bertanya sambil mengipasi dirinya. "Yang Mulia, apakah kau merasa disini sedikit panas?"


Wajah Huang Long memerah saat ia menjawab Xie Hongyi. "Ya."


Xie Hongyi hendak bangkit untuk mencari udara segar, tapi ia tidak sengaja menyenggol pemberat buku sehingga benda itu berdenting jatuh ketanah. Xie Hongyi membungkuk untuk mengambilnya, pada saat yang sama Huang Long juga melakukannya.


Sentuhan yang tidak sengaja itu menyalakan api di dalam diri mereka masing-masing. Kedua pasang bola mata saling menatap dengan tatapan yang terbakar. Xie Hongyi kemudian sadar dan akan berdiri, tapi dia tidak sengaja menginjak bagian bawah pakaiannya sendiri sehingga ia terjatuh ke arah Huang Long.


Posisi mereka sekarang sangat memalukan dengan Xie Hongyi yang berada diatas tubuh Huang Long, menciumnya.


Ciuman ringan dengan bibir saling menempel berangsur-angsur menjadi ******* panas. Xie Hongyi memegang erat baju depan Huang Long dengan mata tertutup.


Tidak bisa menahan keinginan batinnya, Huang Long bangkit dan berjalan ke arah tirai bambu sambil membawa Xie Hongyi didepannya, seperti membawa koala.


Huang Long meletakkan Xie Hongyi diatas ranjang dan mereka mulai melakukan hal yang tidak senonoh.


Malam itu, Xie Hongyi seperti sedang berada diatas sebuah sampan yang terombang-ambing di lautan lepas. Gelombang ombak yang digerakkan angin membuat tubuhnya bergoyang-goyang tak tentu arah.


Kemudian dia merasa sangat panas dan haus. Saat itulah, hujan deras turun membasahi tubuhnya, menghilangkan dahaga yang menerpa. Dia mengalami hal itu beberapa kali.


Kegilaan mereka mereda pada saat tengah malam.


Keesokan harinya, Xie Hongyi terbangun lebih dulu. Ketika matanya sepenuhnya terbuka, dia benar-benar ingin menangis! Siapa bilang Huang Long tidak mampu? Nyatanya ternyata pria itu malam tadi seperti binatang ganas!


Dia dan Huang Long tidak seperti yang diceritakan novel romantis, tidak ada pendekatan yang manis terlebih dahulu tapi langsung melakukan papapa!


Gerakan disebelahnya menyadarkan Xie Hongyi yang sedang mengeluh. Dia hanya menolehkan kepalanya, tidak berani begerak lebih jauh karena seluruh tubuhnya terasa sakit.


Huang Long yang terbangun, melihat ada orang disamping tempat tidurnya, seketika terperanjat kaget. Dia buru-buru menaikkan selimutnya yang melorot dengan panik. Dia menatap Xie Hongyi yang sedang terbaring, Huang Long seperti anak anjing. "Semalam..."


Xie Hongyi dengan cepat-cepat memotong. "Semalam kita melakukannya."


Tentu saja Huang Long bisa melihat bahwa wanita itu tidak berbohong. Guncangan ini terlalu besar. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang.


Telinga dan wajah Huang Long memerah. "Aku..." Dia terlihat seperti binatang yang kehilangan ekornya, tampak sangat menyedihkan.


Xie Hongyi memaksakan untuk bangkit, lalu melihat darah diatas sprei dan berkata dalam hati Jelas-jelas disini aku yang dirugikan, tapi kenapa Huang Long bertingkah seperti wanita yang kehilangan keperawanannya?


Huang Long kemudian turun dari tempat tidur lalu memakai pakaian dalam. Xie Hongyi melihat punggung telanjang Huang Long sedikit bergetar dan tidak bisa menahan celetukannya. "Yang Mulia tidak akan meminta aku bertanggungjawab kan?"


Gerakan Huang Long sempat terhenti, hal itu tidak berlangsung lama karena ia tiba-tiba mempercepat gerakannya kemudian pergi begitu saja.


Mendengar suara pintu tertutup, Xie Hongyi terkekeh. Huang Long yang bertingkah seperti ini, sedikit lucu. Tapi ia kemudian berpikir, bukankah Huang Long pernah melakukan hal ini sebelumnya dengan Selir Li? Kenapa Xie Hongyi merasa, ini adalah pertama kalinya bagi Huang Long. "Sistem?"


Kali ini sistem menjawab panggilannya. Dia duduk di samping Xie Hongyi. "Ya?"


"Kemana saja kau semalam?"


Sistem tentu tidak mau menggangu dua bebek mandarin yang sedang kasmaran. "Hehe, aku tidak mau menganggu kalian berdua, jadi aku pergi offline."


"Oh, begitu kah?"


Sistem mengangguk dengan imut, tidak menyadari kelainan nada suara Xie Hongyi. Wanita itu tersenyum, yang membuat sistem tiba-tiba ketakutan.


Huang Long pergi ke pengadilan dengan pikiran yang tidak fokus, bahkan ia sampai tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang-orang yang hadir di sana.


Salah satu menteri yang menyadari Huang Long tidak mendengarkan, mencoba untuk mendapat atensinya. "Yang Mulia? Apa kau mendengarkan hamba?"


Huang Long tersentak. Dia kemudian berkata dengan dingin. "Tolong ulangi lagi Menteri Shan."


Mengabaikan sikap pemimpinnya yang dingin, Menteri Perang, Shan Kaiyi mengulangi kata-katanya. "Baru-baru ini Kerajaan Utara telah menyerang beberapa markas kita diperbatasan. Mereka dengan brutal menghancurkan markas dan membunuh prajurit kita di sana."


Dahi Huang Long mengernyit. "Apa mereka menginginkan sesuatu?"


"Mereka tidak menunjukkan nya dengan jelas, tapi sepertinya mereka ingin kembali merebut wilayah yang telah kita kuasai."


"Kalau begitu cepat perintahkan Jenderal Mo dan Jenderal Jiang untuk kembali ke perbatasan."


"Baik Yang Mulia."


Setelah semua orang pergi, Huang Long menghela nafas dikursi naganya. Sepertinya tidak ada yang bisa mendamaikan kedua negara. Dendam lama akan selalu diingat.


Seorang kasim berjalan terpogoh-pogoh menghampiri Huang Long dari arah luar. Setelah memberi hormat dia melaporkan. "Yang Mulia, Selir Xie meminta anda untuk menemuinya."


Mendengar kata Selir Xie, wajah Huang Long menjadi tegang. Tanpa berpikir dia berkata: "Katakan bahwa Zhen sedang sibuk, tidak bisa bertemu dengan siapapun."


Kasim itu mengangguk patuh. "Baik."


Ruangan pengadilan kembali hening. "Dugu An." Huang Long tiba-tiba bersuara.


Sesosok bayangan muncul entah darimana. "Ya Yang Mulia."


"Selidiki siapa saja yang memilki kontak dengan Selir Xie kemarin."


Dia tahu bahwa makanan yang dibawa Xie Hongyi kemarin bermasalah. Dia yakin bahwa Xie Hongyi tidak akan menaburkan obat musim semi itu sendiri, melainkan ada pihak lain yang melakukannya.


Sementara itu Xie Hongyi yang menunggu Huang Long, berkata pada sistem. "Ternyata, Selir Chen memberikan afrodisiak?"


Sistem yang sedang asyik memakan daging menjawab. "Aku rasa begitu.


"Pasti dia melakukannya demi memperkuat posisi di harem. Tapi yang aku lihat, dia bukan tipe wanita yang picik."


Sistem meletakan tulang, kemudian mengambil daging yang lain. "Seseorang pasti menyuruhnya."


Kalau benar, yang menjadi tersangka utamanya adalah pasti Ibu Suri.


"Ck, wanita Istana sangat menyeramkan!"


Tidak lama dari itu, seseorang datang menghampirinya. Kasim itu berkata pada Xie Hongyi yang sedang duduk di kursi dekat halaman pengadilan.


Xie Hongyi sempat tertegun kala kasim itu berkata bahwa Huang Long tidak mau menemuinya.