
Karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan, Xie Hongyi menyembunyikan fakta bahwa dia telah sepenuhnya pulih selama beberapa hari. Dengan bantuan sistem, dia berhasil memanipulasi denyut nadinya sendiri, sehingga jika ada orang yang memeriksanya, Xie Hongyi bisa dengan mudah mengubah nadinya seperti orang sakit atau sebaliknya.
Tapi ternyata, Xie Hongyi tidak punya kesabaran lebih. Dia ingin segera kembali ke Selatan untuk menjalankan misinya. Maka dari itu, dia memutuskan untuk tidak berpura-pura lagi.
Pada hari ketiga, seperti biasanya Xu Xianping datang untuk memeriksa Xie Hongyi.
Xu Xianping sangat terkejut dengan hasil pemeriksaannya kali ini.
Bagaimana bisa orang yang patah tulang sembuh dalam tiga hari?! Sama sekali tidak masuk akal.
Berulang kali Xu Xianping melakukan pemeriksaan, tapi hasilnya tetap sama. Xie Hongyi sudah sembuh total.
Xu Xianping sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Untuk itulah dia bertanya mengapa kesehatan Xie Hongyi bisa cepat dengan pulih.
Jawaban Xie Hongyi adalah: "Mungkin Dewa sangat menyayangiku, jadi dia tidak tega melihat ku sakit."
Tentu saja Xu Xianping tidak percaya. Dia memandang Xie Hongyi seperti melihat anak kecil yang berusaha membohongi ibunya dengan mengatakan tidak makan permen walaupun ada bekas gula di mulutnya.
Tapi penjelasan apa lagi yang bisa di tempatkan dalam situasi ini?
"Apa kau benar-benar merasa baik-baik saja?"
"Ya. Aku mungkin sudah bisa berjalan." Dengan itu dia berdiri lalu melangkah pelan di hadapan Xu Xianping.
Sekali lagi, Xu Xianping merasa terkejut. Sementara itu Xie Hongyi yang melihat Xu Xianping tersentak, merutuk dirinya sendiri karena baru tersadar kalau dia telah melakukan hal bodoh. Fase pemulihan tulang yang patah biasanya bisa memakan waktu sekitar beberapa bulan. Xie Hongyi berdoa semoga Xu Xianping tidak memikirkannya lebih jauh.
Sedangkan di sisi lain, Xu Xianping tengah tenggelam dalam pikirannya. Apakah obat yang rutin ia berikan pada Xie Hongyi benar-benar sangat hebat karena bisa menyembuhkan tulang patah dengan cepat? Xu Xianping termenung, dan secara tidak sadar ia bergumam. "Obat yang ku racik mungkin benar-benar manjur."
Xie Hongyi yang mendengarnya bergumam langsung teringat dengan ruangan Xie Hunping. Apa ibunya mempunyai ruangan medis yang dipenuhi dengan tanaman obat seperti milik pamannya?
Xie Hongyi memutuskan untuk bertanya secara langsung pada Xu Xianping. "Apa Nyonya mempunyai gudang obat?"
Jika dia bisa meracik obat, Xu Xianping pasti memilki ruangan yang menyimpan tanaman untuk membuat obat itu.
Alis Xu Xianping sedikit berkerut. "Ya. Kenapa kau bertanya?"
Xie Hongyi menampilkan senyum. "Dari kecil aku sangat tertarik dengan medis. Jadi aku belajar tentang ketrampilan itu dengan ayah."
Xie Hongyi kemudian melanjutkan. "Apakah aku boleh melihat gudang obat milikmu?"
Xu Xianping tersenyum. "Tentu." Dia tidak akan pernah menolak permintaan Xie Hongyi. Xu Xianping ingin menebus waktu yang telah dilewatkannya dengan Xie Hongyi.
Kedua wanita itu kemudian keluar dari ruang. Xie Hongyi mengikuti Xu Xianping yang membawanya ke arah barat dari tempatnya tadi.
Setelah beberapa saat, langkah Xu Xianping terhenti. Dia berbalik dan berkata pada Xie Hongyi: "Disinilah aku menyimpan beberapa tanaman untuk diracik menjadi obat."
Xie Hongyi memandangi bangunan yang berdiri dihadapannya. Sekilas bangunan itu tampak seperti gudang barang, tapi Xie Hongyi samar-samar bisa mencium aroma obat.
Xu Xianping mengisyaratkan Xie Hongyi untuk masuk bersamanya.
Di saat tiba di bagian dalam gudang obat, Xie Hongyi disambut dengan aroma khas obat-obatan herbal yang menenangkan. Berbeda dengan obat-obatan yang ada di dunia modern yang aromanya membuat orang merasa tidak enak.
Xie Hongyi memutar matanya untuk melihat sekelilingnya. Aroma obat itu berasal dari beberapa kotak yang ditutup, kuat dugaan kalau didalamnya berisi tanaman obat. Tidak sulit untuk menemukan apa tanaman itu karena di setiap kotak, ada huruf mandarin yang menunjukkan namanya.
Kebanyakan tanaman obat itu tidak dikenal Xie Hongyi. Xie Hongyi hanya mempelajari sedikit dasar pengobatan tradisional Cina, jadi dia kurang tahu tentang nama-nama tanaman obat.
Ketika matanya sedang melihat satu-persatu kotak, pandangan nya mendadak berhenti pada sebuah kotak yang berukuran cukup besar. Dia dengan cepat mengambil kotak itu dan bertanya pada Xu Xianping. "Apa aku boleh membukanya?" Xie Hongyi mencoba menutupi rasa bahagia yang muncul di benaknya.
"Tentu."
Xie Hongyi membalikan tubuhnya lagi agar Xu Xianping tidak melihat senyumannya yang sangat lebar. "Sistem, apa ini benar seperti yang aku kira?"
Sistem memberikan jawaban yang membuat Xie Hongyi senang. "Ya."
Xie Hongyi tersenyum puas sambil menutup kembali kotak itu. Dia kemudian kembali melihat-lihat lagi. Jika bahan obat ini ada, maka tidak dipungkiri yang lainnya juga pasti disini.
Lalu, dia merasa senang sekali lagi. Kali ini tanpa bertanya, dia membuka kotak yang berada di barisan kedua, dalam hati dia bertanya lagi pada sistem. Hatinya kembali senang karena sistem memberikannya jawaban positif.
Kemudian dia membuka beberapa kotak lagi, dan tak lupa dia bertanya untuk memastikan dugaannya.
Semua bahan yang ia butuhkan untuk membuat penawar racun Huang Long ternyata sudah ditemukan! Rasanya ingin sekali Xie Hongyi tertawa terbahak-bahak lalu melompat kesana-kemari guna mengekpresikan rasa senangnya.
Tidak perlu susah-susah mencari, bahan bahan yang kurang itu ternyata datang menghampiri. Tidak pernah Xie Hongyi sangka kalau semua ini akan semudah itu.
Xie Hongyi lalu membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Xu Xianping yang sedari tadi menatapnya. "Bolehkah aku mengambilnya?" Dengan itu dia menunjuk beberapa kotak yang tadi ia buka.
Xu Xianping tidak merasa rugi memberikan bahan obat yang sangat langka pada putrinya. Jika harus dikatakan, bahan-bahan obat yang di minta Xie Hongyi sangat sulit ditemukan dan apabila dijual, harganya bisa menutup pajak selama seratus tahun.
Xu Xianping juga tidak terlalu memikirkannya karena jika dia ingin bahan-bahan obat yang serupa, dia tinggal meminta pada Pangeran Yu. Dengan kuasa dan kekayaannya, tidak sulit untuknya untuk mencari bahan-bahan obat itu.
Xie Hongyi tersenyum atas jawaban Xu Xianping.
Suara Xu Xianping kembali terdengar. "Apa yang akan kau lakukan dengan tanaman-tanaman itu?"
"Aku ingin membuat sebuah obat."
Xu Xianping bertanya dengan rasa ingin tahu. "Obat apa itu?"
Xie Hongyi menggelengkan kepalanya dan berkata penuh kebohongan. "Aku juga belum tahu. Aku hanya ingin mencoba apakah jika bahan-bahan ini dicampur dapat menghasilkan sebuah pil."
Xu Xianping mengerti. Dia juga adalah seorang dokter, dan tak jarang selain mengobati orang dia juga bereksperimen untuk membuat obat baru.
Melihat Xie Hongyi yang tidak berbicara lagi, Xu Xianping mengerti apa yang dia inginkan. "Aku akan meninggalkan mu di sini. Kau boleh menggunakan ruang ini untuk membuat obat."
Xie bersyukur karena Xu Xianping adalah orang yang peka dan sangat pengertian. Dia lalu mengangguk. "Ya. Terimakasih."
Setelah Xu Xianping hilang dari pandangan, Xie Hongyi dengan semangat berkata pada sistem. "Sistem, buka ruang dimensi dan keluarkan buah delima dewa serta bunga senja. Aku akan membuat penawar racun Huang Long sekarang juga."
Sedetik kemudian, barang-barang yang disebutkan Xie Hongyi muncul di depannya.
Xie Hongyi berkacak pinggang memandangi semua bahan yang akan diraciknya. "Baiklah, kita mulai."
Xie Hongyi mengambil buah dewa lalu mengambil langkah pertama.
Ketika semua bahan telah dicampurkan, tangan Xie Hongyi mendadak berhenti. Dia terpaku ketika sedang mengingat sesuatu.
Bahan terakhir untuk membuat penawar racun Lingtian adalah setetes darah yang sama dengan si penderita racun. Dulu Xie Hongyi begitu pusing sampai merasa kepalanya hampir botak memikirkan dimana dia harus menemukan darah jenis itu, dan sekarang dia telah menemukannya.
Xie Hongyi bertanya dengan kaku pada sistem. "Sistem, apa kau menyimpan darah calon bayiku?"
Sistem bisa memperbaiki tubuhnya, dan Xie Hongyi beranggapan bahwa sistem pasti menyimpan hal semacam itu.
Sebuah benda kecil jatuh tanpa suara ke tangan Xie Hongyi.
Suara sistem terdengar. "Aku tahu pasti kau membutuhkannya. Jadi sebelum janinmu sepenuhnya dikeluarkan, aku mengambil beberapa tetes darahnya." Akhirnya, sistem berguna juga.
Xie Hongyi menggenggam erat pipet tetes yang berisi cairan merah. Dia menarik nafas panjang sambil memejamkan mata, mencoba untuk menenangkan diri. Kemudian dia melanjutkan kegiatan yang ia lakukan.
Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, diatasnya ada semburat garis berwarna jingga yang seakan menjadi garis pemisah antara siang dan malam. Ketika saat itulah, Xie Hongyi berhasil membuat penawar racun Lingtian.
Xie Hongyi menjepit sebutir pil berwarna hitam pekat diantara ibu jari dan telunjuknya. Dia menunjukkan senyum puas. Tinggal langkah terakhir, yakni memberikan pil ini pada Huang Long dan membiarkan pria itu menelannya.
Baru saja kakinya melangkah keluar dari gudang obat, pandangannya menangkap sebuah sosok yang berjalan dengan terburu-buru.
Benak Xie Hongyi bertanya-tanya. Bukankah itu Huang Long? Kenapa dia berjalan tergesa-gesa dengan wajah yang lebih dingin dari biasanya?
Mengenai Huang Long, selama beberapa hari terakhir Xie Hongyi belum bertemu dengannya lagi. Pria itu tidak muncul untuk sekedar melihat Xie Hongyi.
Ketika melihat batang hidungnya lagi, wajah Xie Hongyi berkerut. Dia penasaran kenapa Huang Long pergi dengan terburu-buru seperti itu.
Dia lalu memutuskan untuk mengikuti kemana Huang Long pergi.
Matahari sudah sepenuhnya tenggelam saat akhirnya Xie Hongyi berhenti. Dia menatap lekat Huang Long yang masuk ke sebuah gubuk bobrok di tengah hutan.
Xie Hongyi melangkahkan kakinya dengan hati-hati mendekati gubuk yang hampir rubuh itu.
Dia baru saja menempel pada dinding kayu gubuk ketika sebuah suara yang akrab terdengar.
"Yang Mulia, kami telah menangkap satu orang terakhir."
Dugu An? Alis Xie Hongyi terangkat sebelah. Xie Hongyi baru sadar kalau dia tidak melihat penjaga rahasia itu beberapa hari ini. Dia semakin penasaran dengan apa yang sedang dilakukan kedua orang itu di dalam gubuk.
Xie Hongyi mencoba mengintip ke dalam gudang dengan memanfaatkan celah di dinding kayu. Dia menutup matanya sebelah karena celah itu hanya bisa dilihat dengan satu mata.
Sesaat kemudian, kedua matanya terbuka dengan lebar.
Xie Hongyi sangat terkejut dengan pemandangan yang tersaji dihadapannya. Dia menutup mulutnya untuk menahan teriakan yang akan keluar.