The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 48



Melihat Xie Hongyi, Xiao Zhang dengan santai berkata. "Sepertinya kau sudah tahu siapa aku."


Xie Hongyi langsung berkata. "Kalian sesama orang Utara, tapi kenapa kau membunuh Jenderal Wu?"


Xiao Zhang tidak menjawab dan malah bertanya pada Xie Hongyi. "Bagaimana kau tahu identitas ku?"


Xie Hongyi menunjuk benda ditangan Xiao Zhang. "Token itu adalah milik Jenderal Wu, tapi kenapa ada di tanganmu? Ini sudah menjadi bukti yang cukup untuk menunjukkan kau adalah orang Utara."


"Apa aku benar?"


Xiao Zhang tidak menjawab dan malah menyerang Xie Hongyi. Dia berpikir, wanita ini tahu identitas sebenarnya siapa dia untuk itulah dia harus menutup mulutnya dengan membunuhnya.


Xie Hongyi sudah siap dengan Xiao Zhang yang akan menyerang.


Tidak lama mereka bertarung, suara langkah kaki di luar pintu terdengar. Suara langkah itu bukan hanya satu orang, tapi ada beberapa orang yang melangkah menuju mereka.


Ketika mereka mendengar suara pintu terbuka, entah apa yang ada dipikiran Xie Hongyi, dia menarik Xiao Zhang untuk bersembunyi di bawah ranjang.


Mereka berdua menyembunyikan nafasnya diatas lantai yang dingin.


Xie Hongyi mendengar suara Huang Long memerintah. "Cari dia!" Kemudian suara orang-orang yang memindahkan benda terdengar.


Alas kaki terlihat yang terlihat mewah ada di pandangan mereka.


Xie Hongyi menutup mulut Xiao Zhang yang hampir berteriak.


Tangan Xiao Zhang diinjak Huang Long.


Huang Long mendengar suara terkesiap dari bawah ranjang. Dia kemudian merendahkan tubuhnya untuk melihat apa yang ada di bawah ranjang.


Jantung kedua orang yang ada dibawah ranjang berdegup dengan kencang. Keringat dingin mulai membasahi kening mereka. Mereka dengan gugup menyaksikan tubuh Huang Long yang perlahan-lahan sejajar dengan lantai.


Kau tahu bagaimana rasanya berada di ujung tebing dan sejengkal lagi berada di ujung kematian? Kira-kira begitulah situasi yang dialami kedua orang yang sedang bersembunyi.


Selain gugup, Xie Hongyi juga memikirkan satu hal. Keadaan seperti ini, Huang Long seperti akan memergoki istrinya yang selingkuh.


Bukankah aku terlalu banyak berpikir? Xie Hongyi bertanya dalam hati.


Tiba-tiba suara benda terjatuh terdengar. Xie Hongyi dan Xiao Zhang seakan mendapat nafasnya saat tubuh Huang Long yang sedikit lagi akan mereka berdua, menghilang. Keduanya kemudian mendengar Huang Long bersuara. "Ada apa?"


"Yang Mulia, kucing ini menjatuhkan sesuatu." Kemudian terdengar suara langkah yang menjauh dari ranjang.


Miao! Kau adalah malaikat penyelamat ku! Xie Hongyi diam-diam menghela nafas lega.


Rupanya pada saat mereka bertarung tadi, Xiao Zhang tidak sengaja melemparkan token itu.


"Dia benar-benar orang yang membunuh Wu Zhantian. Mungkin dia tahu akan ketahuan oleh sebab itu dia melarikan diri. Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan?"


Suara Huang Long terdengar dingin. "Cari dia di dalam istana. Orang itu pasti tidak akan pergi jauh."


Beberapa orang menjawab serentak. "Baik!"


Setelah memastikan tidak ada lagi orang di ruangan itu, Xie Hongyi dan Xiao Zhang keluar dari bawah ranjang.


Xie Hongyi dengan santai duduk di kursi dan menatap Xiao Zhang yang waspada. "Aku tidak akan membocorkan rahasia mengenai identitasmu."


Meninggalkan Xiao Zhang yang terkejut, tangan Xie Hongyi meraih sesuatu dibalik lengan bajunya yang lebar. Dia melemparkan benda itu ke atas ranjang. "Pakailah itu dan menyamarlah menjadi kasim sampai kau pergi." Benda yang Xie Hongyi lempar adalah topeng kulit.


Xie Hongyi hendak bangkit saat Xiao Zhang bertanya padanya. "Mengapa?"


Xie Hongyi menjawab. "Melihat beladiri mu yang tinggi dan berani membunuh orang berpengaruh di Kerajaan Utara, kau pasti bukan orang biasa. Membunuhmu adalah sesuatu yang merugikan. Aku ingin membuatmu berhutang budi padaku."


Xiao Zhang tercengang. Saking tercengangnya, dia sampai bergeming menyaksikan Xie Hongyi pergi.


Keesokan paginya, hari masih dingin. Butiran-butiran salju turun perlahan, menumpuk di atap bangunan. Walaupun hari masih pagi dan dingin, hal itu tidak menyurutkan semangat Xie Hongyi untuk pergi keluar Istana.


Tapi sebelum itu, Xie Hongyi harus pergi menemui Huang Long terlebih dulu untuk mengantarkan makanan. Dirinya kini bertanggung jawab untuk mengurus konsumsi Huang Long. Dia tentu saja tidak bisa menolak perintah Kaisar.


Xie Hongyi mengetuk pintu kerja Huang Long. Setelah mendengar suara dari dalam, Xie Hongyi masuk sambil membawa nampan yang berisi makanan buatannya.


Setelah menyapa Huang Long, Xie Hongyi meletakkan nampan itu di atas meja dengan suara keras, lalu hendak pergi. Tapi, suara Huang Long membuatnya terpaksa berhenti. "Tunggu." Huang Long meletakkan kertas yang ia baca diatas meja, lalu menatap Xie Hongyi. "Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan padamu."


Xie Hongyi diam-diam menghela nafas kemudian duduk didepan meja. Tidak lama setelah Xie Hongyi duduk, Huang Long juga menyusul duduk disampingnya. Pria itu mengambil satu mangkok yang berisi sup, meletakkannya dihadapan Xie Hongyi. Dia juga menambahkan beberapa kepalan nasi dengan sumpit ke dalam sup. "Makanlah."


Xie Hongyi menurut. Sementara itu, Huang Long mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Hanya ada suara denting keramik yang terdengar dari ruang kerja Huang Long, tidak seperti biasanya yang selalu sepi.


Setelah mereka selesai, Huang Long bertanya. "Kau tahu siapa sebenarnya orang yang kau tolong dari pasar gelap?"


Tangan Xie Hongyi yang hendak merapikan peralatan makan mendadak terhenti. Dia hanya diam karena tahu ia tidak bisa berbohong pada Huang Long. "Mengapa kau melindunginya?" Huang Long bertanya dengan muram. Dia tahu kemarin malam Xie Hongyi telah mengunjungi Xiao Zhang dan menyembunyikannya.


Xie Hongyi menatap langsung mata Huang Long. Mereka berdua saling menatap. Xie Hongyi berkata dengan penuh keyakinan. "Yang Mulia, aku melakukan ini untuk Kerajaan Selatan. Aku tidak bisa memberitahumu alasan spesifiknya. Tapi percayalah, dia tidak akan menjadi ancaman untuk negara ini."


"Apa jaminanmu?"


"Nyawaku."


Huang Long terkesiap. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia tidak berbicara untuk beberapa waktu.


Melihat Huang Long tidak menjawab, Xie Hongyi berkata: "Hari ini aku juga ingin meminta izin keluar untuk mengurus sesuatu."


Barulah Huang Long kembali menatap Xie Hongyi, kali ini dengan tatapan lembut sampai membuat Xie Hongyi sedikit bergidik. "Pergilah."


Setelah Xie Hongyi berhasil keluar dari ruang kerja Huang Long, dia bertanya pad sistem. "Apa maksud tatapan protagonis? Sistem, dia tidak mungkin tertarik padaku?"


Sistem belum sempat menjawab saat mereka mendengar suara orang-orang yang ribut. Mereka sontak menatap ke sumber suara. Di sana, ada beberapa wanita cantik yang sedang adu mulut.


"Aku yang lebih dulu sampai disini, jadi aku yang berhak menemui Yang Mulia Kaisar terlebih dulu."


"Tidak! Gelarmu lebih rendah dariku jadi seharusnya aku yang menemui Yang Mulia Kaisar."


"Nyonya ku baru tiba pagi ini, seharusnya dia yang lebih dulu menemui Yang Mulia!"


Adik Selir Chen, Selir Zhuo dan seorang gadis dengan dua kucir di kepalanya terlihat sedang adu mulut dengan sengit.


Xie Hongyi melirik Huang Long dibalik pintu. Dia pasti menyadari apa yang terjadi, tapi tidak ada tanda-tanda dia akan keluar.


Xie Hongyi tidak mengerti jalan pikiran para selir ini. Mereka tahu Huang Long tidak peduli, tapi masih mencari cara untuk mendapat perhatiannya.


Salah satu wanita yang terlihat paling cantik berkata dengan lembut. "Ah Yi, sudahlah, biarkan Jie-jie ini yang menemui Yang Mulia."


Setelah wanita itu berbicara, sistem tiba-tiba berkata: "Informasi karakter: Nama: Nalan Tanyi, putri dari Kerajaan Barat."


Dia adalah protagonis wanita dalam sinopsis! Ternyata Nalan Tanyi masuk ke Istana dengan cara ini. Xie Hongyi mengakui bahwa Nalan Tanyi memang sangat cantik. Benar-benar pantas untuk menjadi pemeran utama!


Seorang gadis yang sepertinya adalah pelayan Nalan Tanyi, berkata dengan suara keras. "Tidak bisa! Nyonya, kamu baru tiba pagi ini, seharusnya kami yang berhak menemui Yang Mulia!"


Xie Hongyi tidak berniat terlibat, untuk itulah dia dengan cepat menyelinap pergi.


***


Ibu Suri gelisah. Sudah beberapa hari berlalu, tapi tidak ada perkembangan sama sekali mengenai rencananya membuat cucu. Huang Long benar-benar tidak tertarik dengan para selir yang baru dikirimkan, bahkan tidak sedikit pun melirik kecantikan dari kerajaan Barat yang baru sampai.


Ibu Suri menghela nafas sambil memegangi pelipisnya. Tidak ada pilihan lain, dia harus menggunakan cara ini.


"Panggil Selir Chen Xiang kemari." Titah Ibu Suri pada pelayan disampingnya.


"Baik." Kemudian pelayan itu keluar dari ruangan Ibu Suri.


Tidak lama kemudian, pelayan itu kembali sambil membawa Selir Chen.


Selir Chen masih terlihat cantik, memakai pakaian musim dingin yang terbuat dari sutra, dan wajahnya dilapisi pemerah pipi dari mutiara. "Selir Chen memberi hormat pada Ibu Suri."


"Hmm, duduklah. Kau tahu kenapa kau dipanggil ke sini?"


Selir Chen menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu mengapa bibinya memanggil. "Menjawab, aku tidak tahu."


Ibu Suri bangkit dari duduknya. Dia menghampiri Selir Chen dan menyelipkan sesuatu ke tangannya. Ibu Suri berbisik. "Besok malam, aku akan mengatur supaya Yang Mulia Kaisar tidur denganmu."


Selir Chen menatap botol giok halus digenggamannya. Dia tahu isi dari botol itu. "Bibi, kenapa tidak saja Chen Xinjing yang melakukannya?


"Adikmu baru memasuki istana dan sepertinya Yang Mulia Kaisar tidak tertarik padanya. Kau sudah cukup lama menjadi Selir dan lebih baik kau yang mengandung anak Kaisar."


"Tapi besok malam adalah hari kelima belas, Yang Mulia Kaisar seharusnya pergi ke Permaisuri."


Ibu Suri mendengus. "Humph, anak itu tidak akan pergi ke tempatnya. Jadi, besok malam aku akan mengatur Kaisar untuk pergi ke tempatmu. Tapi, sebelum itu kau harus menaruh bubuk ini di makan malamnya."


Selir Chen dengan erat mengepalkan tangannya. Dalam hati ia tidak mau, tapi ia tidak bisa menolak perintah dari bibinya.