
Mendengar Huang Long bertanya, Xie Hongyi dengan cepat berpikir. Dia berkata dengan suara yang terdengar sedikit panik. "Ah ya, aku tidak tahu darimana rubah ini berasal. Dia tiba-tiba menghampiriku dan diam di sana."
Huang Long memuji dengan nada suara dan raut wajah yang datar. "Rubah yang cantik."
Sistem merasa Huang Long tidak memujinya dengan tulus, alias punya maksud tersembunyi. Lihat saja matanya yang menatapnya lekat, seperti melihat seekor hewan yang siap disembelih.
Huang Long memikirkan bagaimana jika bulu putih rubah yang lebat itu dijadikan pakaian. Pasti akan hangat ketika dipakai. Pakaian itu akan ia berikan pada Xie Hongyi. Mungkin sebagai hadiah atau rasa terimakasih karena telah membantunya.
Xie Hongyi sepertinya juga tahu apa yang dipikirkan Huang Long saat dia menatap sistem. Diam-diam Xie Hongyi ingin tertawa.Tetapi, dia mungkin tidak menyangka kalau itu semua adalah untuknya.
Xie Hongyi menyamarkan tawanya dengan batuk kecil. "Aku menyukai rubah ini dan akan menjadikannya peliharaan."
Huang Long mengangguk. "Baiklah."
Suasana menjadi hening, namun tidak canggung. Tapi entah kenapa Xie Hongyi merasa nyaman dengan suasana yang seperti ini.
Pada saat ini, butiran salju mulai turun.
Melihat salju turun, Xie Hongyi bergumam. "Turun salju? Bukannya sebentar lagi musim semi?"
Huang Long mendengar Xie Hongyi bergumam. Dia menatap sosok wanita itu dengan latar belakang salju.
"Salju terakhir."
Xie Hongyi menganggukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian, Huang Long pamit pergi. Sepertinya dia masih ada urusan.
Setelah pria itu hilang dari pandangan, Xie Hongyi merubah wajahnya dengan cepat. Dia bertanya pada sistem. "Sistem, kenapa Huang Long bisa melihatmu?"
Sistem merasa tertekan. "Aku benar-benar tidak tahu. Aku tidak pernah mengaktifkan mode yang bisa dilihat oleh para tokoh."
Xie Hongyi heran. "Aneh. Apa kamu mengalami bug lagi?"
"Tidak, sistem operasi ku sudah di upgrade ke versi terbaru. Tidak ada masalah sama sekali."
Sistem diam sejenak sebelum dia berkata pelan, "Kecuali satu hal."
Xie Hongyi dengan cepat-cepat bertanya. "Apa?"
Namun saat ini, sistem malah ingin bermain misteri dengannya. "Aku tidak diberi wewenang untuk memberitahukan rahasia pusat."
Wajah Xie Hongyi langsung datar. Sistem yang melihat ekspresi tidak wajar dari Xie Hongyi langsung buru-buru membela diri. "Sistem pusat benar-benar melarang untuk memberitahu apapun. Jika aku melanggar, aku akan dikenai hukuman."
Xie Hongyi akhirnya tidak lagi memaksa sistem. Namun raut wajahnya masih penasaran.
"Host tenang saja, hal ini bukan masalah besar." Mungkin. Sistem mengucapkan kata terakhir dalam hatinya. Dia tentu tidak berani mengungkapkan kebenaran pada Xie Hongyi.
Terdengar helaan nafas dari Xie Hongyi. "Syukurlah. Apa setelah ini Huang Long masih bisa melihatmu?"
Sistem berpikir sejenak. "Sepertinya iya."
Wanita itu menyeringai. "Bagus."
Sistem tiba-tiba merasa tidak enak.
***
Selir Lan tidak pernah dirugikan begitu besar dalam sepanjang hidupnya. Terakhir kali ia menderita adalah pada saat orangtuanya meninggal.
Saat Yin Tianrui membawanya ke istana, dia sangat disukai pria itu dan langsung mendapatkan gelar tinggi. Walaupun dia tidak punya kekuatan dibelakangnya, tetapi dengan kasih sayang Yin Tianrui dia selalu mendapat sanjungan dari orang lain setiap hari. Segala yang ia inginkan selalu terwujud. Bahkan jika dia melakukan kesalahan, Yin Tianrui hanya menegurnya dengan lembut dan tidak berbuat apa-apa lagi untuk menghukumnya.
Kesempatan itu akhirnya datang. Selir Lan mulai tidak disukai. Kini dia tidak bisa mengangkat kepalanya tinggi-tinggi lagi. Para selir lainnya langsung menumpahkan air kotor dan berusaha menjatuhkan nya.
Setiap hari, ketika selir lain melihat Selir Lan, mereka selalu mengejek dan menyindirnya.
Selir Lan awalnya tahan dengan semua ejekan dan cibiran yang dilayangkan padanya. Namun, ketika malam dan ia hendak terlelap, dirinya selalu memimpikan seorang anak berlumuran darah dan mengucapkan kata-kata serupa.
"Mengapa kau membunuhku?"
"Apa salahku?"
Selir Lan benar-benar merasa muak. Dia terkadang akan berteriak pada malam hari sehingga membangunkan seisi kediaman.
Pada malam ini, Selir Lan merasa takut untuk tidur. Wajahnya pucat, rambutnya acak-acakan dan penampilannya tampak tak terurus.
Sejak Selir Lan mulai gila, tidak ada pelayan yang berani lagi untuk menghampirinya. Mereka takut menghadapi Selir Lan yang mengamuk. Jika bukan karena kewajiban, tidak ada pelayan yang mengirimkan makanan sambil takut-takut pada pagi dan sore hari.
Di dalam kamar Selir Lan benar-benar kacau. Banyak benda yang tergeletak dan beberapa pecahan keramik yang berasal dari vas mahal. Vas-vas itu Selir Lan pecahkan saat ia tertekan.
Saat ini, Selir Lan duduk di atas ranjang dengan termenung. Dihadapannya ada beberapa helai pakaian yang tergeletak sembarangan.
Tatapan matanya kosong. Namun pikirannya berkelana. Apa semua laki-laki memang akan bosan pada wanita yang tidak menurut? Padahal selama ini Selir Lan berusaha untuk patuh namun sepertinya Yin Tianrui tidak melihatnya.
Tubuhnya kemudian bergerak kaku seperti robot pada saat ia meraih kain itu dan menjalin nya satu persatu.
Keesokan harinya, sekali lagi kekaisaran Utara gempar.
Selir Lan ditemukan menggantung dirinya sendiri. Dia depresi karena kakaknya dipermalukan dan sekarang dipenjara. Dia meninggalkan catatan yang bertuliskan keluhan nya pada Yin Tianrui yang tidak memperdulikannya lagi. Dalam tulisannya ia juga menyatakan kekecewaannya terhadap Yin Tianrui yang menghukum kakaknya.
Kakak Selir Lan, Lan Xu telah terbukti dengan tuduhan perzinahan dengan salah satu istri menteri. Dia dijatuhi hukuman berupa pencopotan jabatan dan hukuman mati. Tindakannya dinilai telah mencoreng citra Istana dan juga mempermalukan semua pejabat.
Hukuman itu diputuskan oleh Yin Tianrui setelah ia pulang dari kuil. Dalam sebuah mimpi, dia mendapat pencerahan bahwa dia harus memutuskan secara langsung terhadap pelaku yang melakukan perilaku tak bermoral, atau Istana yang ia bangun selama ini akan hancur.
Tentu saja, mimpi itu tidak datang secara tiba-tiba.
"Host aku sudah melakukan apa yang kamu perintahkan."
"Aku tahu. Kerja bagus."
Telinga sistem bergerak-gerak. Dia dengan penasaran bertanya. "Sekarang, apa yang ingin kamu lakukan?"
Xie Hongyi menyuruh sistem membuat mimpi untuk Yin Tianrui yang ia juga lakukan pada Selir Lan. Namun, isi dari mimpi kedua orang itu berbeda.
Melihat keluar, dimana tanda-tanda musim semi akan mulai, Xie Hongyi berkata, "Karena kita akan pergi besok, bukankah sayang jika tidak memanfaatkan waktu?"
Kemudian dia melangkahkan tubuhnya keluar dari kamarnya.
Ketika kemarin masih ada salju yang turun, sekarang salju itu mulai mencair disinari matahari musim semi. Aroma dari salju yang meleleh itu terasa menenangkan hati siapapun yang menghirupnya.
Ketika Xie Hongyi sampai ke tempat tujuannya, dia mengetuk pintu sang pemilik tempat. Dan saat pintu itu dibuka, muncul sosok Huang Long yang berdiri menjulang.
Xie Hongyi akui bahwa badan Huang Long sangat tinggi. Mungkin sekitar 190 cm. Dihadapan pria itu, dia tampak sangat mungil. Xie Hongyi bahkan terkadang harus mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Huang Long secara langsung.
"Yang Mulia, ayo kita jalan-jalan."
Tanda tanya muncul di wajah Huang Long yang serius.
Jika dihadapannya bukan tokoh utama dalam novel, Xie Hongyi mungkin sudah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi seseorang yang selalu memiliki wajah datar tercengang.