
"Suamiku, anak kita sedang beristirahat. Kita tidak boleh mengganggunya." Suara lembut seorang wanita terdengar setelah suara pria itu hilang.
"Tapi aku sangat mengkhawatirkan Hong'er. Bagaimana jika dia tidak baik-baik saja?"
Suara si wanita menjadi kesal. "Apakah kamu tidak percaya kemampuan medisku? Jika aku bilang dia baik-baik saja, maka dia baik-baik saja."
Suara seorang pria kembali terdengar. Kali ini nada suaranya seperti memelas. "Aku percaya padamu, jadi jangan marah."
Kedua pemilik suara itu adalah Pangeran Yu dan istrinya Xu Xianping. Mereka berdua memang selalu melakukan PDA yang membuat orang melihatnya merasa campur aduk. Entah harus iri dengan kemesraan mereka, atau benci karena merasa terganggu.
Suara Pangeran Yu kembali bergema. "Tetapi, kamu mengucapkan kata-kata itu kemarin, dan sekarang kita belum memeriksanya lagi jadi mungkin dia sekarang sudah sadar."
Terdengar suara pelan helaan nafas.
"Baiklah, ayo kita temui dia."
Dari nada suaranya yang pasrah, orang pasti tahu Xianping sudah tidak bisa membujuk suaminya yang keras kepala.
Pintu kayu itu dibuka lebar, lalu di susul suara langkah kaki.
Benar apa kata Pangeran Yu, Xie Hongyi sudah sadar. Dia tengah menatap mereka yang menjenguknya.
Xu Xianping bertanya dengan lembut sambil menghampirinya. "Apa kau merasa baik?"
Xie Hongyi menjawab sembari tersenyum lemah. "Yah, aku pikir begitu."
Giliran Pangeran Yu yang bertanya. "Masih ada yang terasa sakit? Katakan saja jika ada bagian tubuhmu yang sakit."
"Tenanglah Tuan, aku merasa baik-baik saja."
Mendengar perkataan Xie Hongyi, Xu Xianping memberitahunya. "Tulang pinggulmu patah. Tapi untungnya, tidak ada yang serius. Selama beberapa hari kau akan tidak bisa berjalan."
Xu Xianping terdiam sejenak sebelum bertanya lagi. "Kenapa kau tidak memberitahu kami kalau kau sedang mengandung?"
Xie Hongyi sempat kaget saat Xu Xianping melontarkan pertanyaannya, dia mencoba mencari alasan, tapi dia tidak bisa mendapatkan alasan yang pas untuk membohongi mereka.
Di saat itulah Xie Hongyi sadar bahwa bukan hanya Xu Xianping dan Pangeran Yu saja yang datang, tapi juga ada sosok tinggi Huang Long menjulang di belakang mereka. Di wajahnya yang dingin, terbesit rasa penasaran yang tidak bisa dia sembunyikan. Huang Long mungkin penasaran tentang Xie Hongyi yang merahasiakan kandungannya.
Melihat bahwa Xie Hongyi sepertinya tidak ingin memberikan jawaban, Xu Xianping memberi pengertian. "Tidak apa-apa jika kamu tidak mau mengatakannya."
Xie Hongyi menjadi linglung dengan kelembutan yang diberikan Xu Xianping. Dia berbisik dengan pelan. "Terima kasih."
Untuk apa? Xie Hongyi tidak tahu. Bahkan dia pun tidak menyadari bahwa dia mengatakan ucapan seperti itu.
Di kehidupan pertamanya, dia adalah seorang yatim piatu. Jika bukan karena keberuntungan dia di adopsi oleh seorang dokter militer, seluruh hidupnya akan dia habiskan dengan tidak punya tujuan.
Orang tua angkatnya sangat keras menyuruhnya menjadi seperti mereka. Masa remaja Xie Hongyi dihabiskan dengan belajar mati-matian agar dapat nilai sempurna. Usahanya tidak sia-sia, pada ujian masuk universitas, dia meraih nilai tertinggi dari orang lain.
Kemudian setelah lulus, dia langsung ditempatkan di negara konflik untuk membantu para prajurit dari negaranya yang terluka.
Orang lain berpendapat bahwa hidupnya sempurna, punya karir bagus, prestise yang tinggi, dan banyak lelaki yang mengejarnya. Tapi dibalik semua itu, Xie Hongyi kesepian dan terkadang dia merasa kosong.
Ketika dia kehilangan kakinya karena bom ranjau, Xie Hongyi lebih banyak bersyukur daripada mengeluh. Dia bersyukur karena dia bisa menjadi dokter relawan, tanpa harus memegang senjata dibanding saat dia menjadi dokter militer. Tugasnya hanya mengobati warga sipil yang terluka akibat perang yang tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.
Jika dua pihak saling berselisih, maka perang tidak akan terhindarkan. Perjanjian perdamaian? Untuk apa membuat perjanjian perdamaian jika masih berperang. Dan karena perang itulah banyak korban tak bersalah berjatuhan.
Pemikiran seperti itu perlahan-lahan hilang seiring berjalannya waktu.
Dan sekarang, dia punya keyakinan mengenai perjanjian perdamaian yang dilakukan oleh Utara dan Selatan. Dia yakin kedua negara ini akan berdamai.
"Karena kau sudah sadar, aku akan memeriksamu." Lamunan Xie Hongyi seketika buyar saat suara Xu Xianping terdengar ditelinganya.
Xu Xianping kemudian mendekati Xie Hongyi dan mulai memeriksanya.
Setelah selesai, Xu Xianping berkata: "Keadaannya sama seperti kemarin. Lebih baik kita tinggalkan dia untuk beristirahat."
Xu Xianping kemudian menarik Pangeran Yu yang enggan pergi. Ketika melangkah, dia menyempatkan diri untuk melirik Huang Long.
Sebagai seorang wanita, dia lebih peka terhadap situasi. Huang Long dan Xie Hongyi perlu bicara. Walaupun tidak ada yang memberi tahunya, dia yakin bahwa anak dalam kandungan Xie Hongyi adalah anak Huang Long. Xu Xianping tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang anak, jadi dia mengerti perasaan mereka berdua.
Hanya ada Huang Long dan Xie Hongyi yang tersisa di ruangan itu.
Huang Long tetap diam ditempatnya. Matanya yang kelam menatap lurus Xie Hongyi.
Hanya dirinya yang tahu seberapa cemasnya dia ketika melihat Xie Hongyi terjatuh dari lantai dua. Hati Huang terasa di remas dengan kuat, terasa sangat menyakitkan.
Pada saat itu, tanpa memperdulikan orang-orang, Huang Long dengan paksa menerobos kerumunan dan menghampiri Xie Hongyi yang tergeletak tak sadarkan diri. Huang Long bertambah panik saat melihat darah yang mengalir di pakaian wanita itu.
Kediaman Pangeran Yu dengan cepat menerima informasi apa yang terjadi di toko dan langsung memerintahkan beberapa orang untuk mengurusnya. Ketika Xie Hongyi dibawa ke Kediaman Pangeran Yu, Huang tidak pernah melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Xie Hongyi.
Kemudian saat Xu Xianping memberi tahu bahwa Xie Hongyi keguguran, Huang Long seperti di sambar petir di siang bolong. Huang Long tahu bahwa itu adalah anaknya.
Kenapa wanita itu tidak memberitahu nya apa-apa? Kenapa dia harus merahasiakan hal sebesar itu? Hatinya berulang kali bertanya, tapi tidak ada satupun orang yang bisa menjawabnya kecuali Xie Hongyi.
"Aku tidak sempat memikirkannya. Yang Mulia, maafkan aku."
Huang Long menarik nafas panjang, kemudian menghembuskan perlahan.
Huang Long berkata dengan datar. Sulit menemukan emosi di balik kata-katanya. "Kita akan pergi setelah kau pulih."
Setelah itu, sosoknya perlahan-lahan hilang dari pandangan Xie Hongyi.
Setelah memastikan sosok Huang Long tidak ada lagi de dekatnya, Xie Hongyi bertanya pada sistem yang masih bergelayut di sampingnya. "Apa situasi protagonis buruk akhir-akhir ini?"
Suara Xie Hongyi pelan ketika dia berbicara. "Punggungnya sedikit bungkuk."
Dia juga marah. Batin Xie Hongyi menambahkan.
Xie Hongyi ingin menggerakkan tubuhnya, tapi urung karena bergerak sedikit saja akan terasa sakit. Dia lalu menatap sistem. Teringat bahwa sistem dapat memulihkan tubuhnya dengan cepat.
"Sistem, kenapa kau tidak memperbaiki tubuhku?"
Huang Long mengatakan akan pergi setelah dia sembuh, jadi tidak baik untuk menyia-nyiakan waktu. Dia harus cepat pulih.
Sistem langsung terlonjak dan berteriak. "Aku lupa!"
Xie Hongyi menatap sistem dengan tajam. Dalam hati ia hanya bisa mengeluh. Kenapa dia mendapatkan sistem dengan rating yang buruk?
Baiklah, lupakan. Bukan sekali ini sistem melakukan kesalahan. Xie Hongyi mulai lelah untuk sekedar memarahinya lagi.
"Aku tidak punya banyak waktu. Aku dan Huang Long sudah meninggalkan Kerajaan Selatan terlalu lama. Para pemberontak itu pasti akan membuat gerakan yang besar. Kau tahu aku tidak bisa membiarkan hal itu kan?"
"Aku tahu." Dia kemudian menghilang dari pandangan Xie Hongyi. Sebenarnya dia bukan menghilang, tapi dia pindah tempat ke dalam pikiran Xie Hongyi.
Xie Hongyi tidak bisa merasakan tubuhnya. Dia berada dalam keadaan sadar dan tidak sadar.
Suara mekanis sistem terdengar. "Mulai perbaikan tubuh...proses 50%....70%...100%."
"Proses perbaikan tubuh objek telah selesai dilakukan."
Xie Hongyi membuka matanya yang tertutup sejak sistem pergi ke dalam pikirannya. Dia lalu mulai menggerakkan anggota tubuhnya. Xie Hongyi mendesah puas saat tidak ada rasa sakit yang terasa saat dia bergerak kali ini.
***
"Apa kau tahu siapa orang yang telah kau singgung?"
Seorang wanita terlihat berlutut di hadapan seorang pria. Kepalanya tertunduk begitu rendah, seolah-olah sedang bersujud.
Wanita itu tidak menjawab pertanyaan yang diucapkan pria itu dengan nada penuh kemarahan.
Selir Lan mengira utusan yang datang ke Selatan sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Utusan yang biasanya dikirim adalah pejabat rendahan. Jadi jika pihak lain membunuhnya, maka tidak ada kerugian apapun. Beda halnya jika yang dikirim adalah orang penting, seperti pejabat tinggi, Pangeran atau jenderal.
Nasib buruk telah menghampirinya, bukannya menyinggung jenderal atau pejabat tingkat tinggi musuh, dia malah menyinggung seorang Kaisar, orang yang berada di atas mereka semua.
Selir Lan melakukan kesalahan yang besar dengan menganggu kedua orang itu. Walaupun dia adalah selir kesayangan, Yin Tianrui tidak bisa mentolerir tindakannya yang sembrono.
"Zhen sangat tahu kebencianmu terhadap orang Selatan karena mereka telah membunuh orang tuamu, tapi bukan berarti kau bisa bertindak seenaknya terhadap mereka!"
"Zhen tidak bisa menolongmmu, bahkan jika Zhen mau." Dia tidak bisa melakukan apapun karena ada Pangeran Yu dibelakang mereka berdua. Apalagi, setelah tahu Xie Hongyi adalah keponakannya, rasa ketidaksukaan pada wanita itu perlahan menghilang.
Seluruh otot wajah Selir Lan menjadi kaku. Dia tahu bahwa jika dia memohon maaf, Yin Tianrui tidak bisa melakukan apapun.
Bibirnya terkatup rapat. Di dahinya banyak mengalir keringat dingin. Hancur, semuanya telah hancur. Tidak ada gunanya meminta ampun.
"Hukuman mu akan diputuskan nanti. Mulai sekarang kau tidak diizinkan keluar dari istana mu selangkah pun! Zhen juga akan melarang kerabatmu melihatmu."
Yin Tianrui kemudian pergi dengan langkah marah di susul dengan seorang kasim yang sedari tadi diam berdiri dibelakangnya.
Selir Lan kemudian dikurung di istana nya. Yin Tianrui hanya mengizinkan satu orang gadis istana untuk melayani Selir Lan.
Pada malam hari, ada orang yang memiliki nyali besar untuk menemui Selir Lan. Dia menyusup dengan cara menyuap para penjaga dan pelayan. Orang itu tiada lain adalah saudara Selir Lan yang menjabat sebagai asisten menteri.
Saat melihat kakaknya datang, Selir Lan langsung berteriak. "Ge, ini semua salahmu!"
Jika dia tidak menyinggung kedua orang itu, jika saja dia tidak menuruti kata-kata kakaknya, maka semua hal buruk ini tidak akan pernah terjadi.
Lan Xu langsung menyangkal. "Kau menyalahkan ku? Aku hanya memintamu untuk memberikan kata-kata buruk untuk kedua orang itu, bukannya mencelakai! Sekarang, Yang mulia Kaisar sudah marah! Kau tahu bukan sangat sulit membujuknya ketika dia marah?"
Selir Lan hampir menangis. "Ge lakukan sesuatu."
"Aku tidak bisa melakukan apapun. Aku tidak diperbolehkan menghadiri pengadilan besok, dan kau tahu apa artinya itu?"
Artinya, tidak boleh ada yang minta pengampunan untuk Selir Lan. Jika ada yang melanggar, jangan salahkan Yin Tianrui yang akan bertindak kejam.
Setelah mendengar penjelasan Lan Xu, Selir Lan meledak dalam tangis. "Bagaimana dengan nasibku? Aku tidak tidak mau masuk ke Istana dingin!"
Dia belum punya anak dari Yin Tianrui, dan hal itu berarti dia belum memiliki kekuatan yang pasti. Jadi dia hanya bisa mengandalkan satu orang, yakni kakaknya.
Lan Xu terlihat frustasi melihat adiknya yang menangis. "Aku pasti akan memikirkan cara agar Yang Mulia Kaisar tidak akan menghukummu."
"Ya Ge, kau harus melakukan itu! Aku tidak mau menjadi wanita yang terbuang!"
Lan Xu membawa Selir Lan ke dalam pelukannya. "Tenanglah. Kau adalah satu-satunya saudara ku yang paling aku sayangi. Aku tidak akan membiarkan mu celaka."
Kedua orang tua mereka di bunuh oleh orang Selatan, tepat di hadapan mereka berdua. Pada masa itu, perang berkecamuk dengan hebat. Di saat pihak musuh berhasil menguasai perbatasan, mereka kemudian menyerbu kota-kota yang ada di Utara dan dengan pedang mereka yang tidak memiliki mata, banyak korban yang meninggal adalah warga sipil, termasuk orang tua mereka.
Sejak saat itulah kebencian pada hal-hal yang berkaitan dengan Selatan mulai berakar di hati mereka berdua. Dalam hati, mereka berharap Utara bisa mengalahkan Selatan sehingga orang-orang itu bisa mati dengan keji. Namun, hal itu tidak terjadi karena pasukan Utara tidak menyerang pasukan Selatan ketika pihak musuh mundur.
Kebetulan pada saat itu, Yin Tianrui yang masih menjadi Pangeran melihat mereka berdua. Mereka bertemu ketika para anggota kerajaan datang ke tempat pengungsian untuk menghibur dan memberikan semangat kepada para pengungsi. Yin Tianrui langsung menyukai Lan Mei saat pertama kali melihatnya, jadi dia memutuskan untuk membawanya sebagai selir.
Di saat Yin Tianrui menjadi Kaisar, dia mengangkat Lan Mei menjadi Selir Kekaisaran dan Lan Xu dijadikan asisten menteri.
Kedua bersaudara itu masih berpelukan. Lan Xu menepuk punggung adiknya yang bergetar. Dalam pikirannya, dia sudah mulai menyusun rencana untuk mengatasi masalah ini.
Lan Xu tidak ingin kehilangan Selir Lan. Dia akan melakukan segala cara untuk melindunginya, bahkan jika itu mengorbankan nyawa orang lain.