
Karakter Shi XuanRan dalam novel "The Immortal Emperor" bisa disebut dengan second-male-lead. Dia diceritakan sebagai teman masa kecil dari protagonis.
Masa lalu Shi XuanRan bukanlah hal yang baik. Ayahnya adalah orang Utara yang jatuh cinta dengan ibunya yang orang Selatan. Kemudian pada usia 4 tahun, Shi XuanRan kehilangan ayahnya karena orang-orang akhirnya tahu bahwa dia berasal dari Utara. Kejadian itu membuat ibu Shi XuanRan depresi lalu bunuh diri, meninggalkan Shi XuanRan sendiri.
Setelah menjadi yatim piatu, kehidupan Shi XuanRan menjadi buruk. Dia menjadi seorang tunawisma sampai usianya 8 tahun. Dia bersaing dengan tunawisma lain untuk mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sehingga tak jarang dia sering berkelahi dengan tunawisma lain.
Pada usia 9 tahun, kebetulan Perdana Menteri Shi bertemu dengannya dan kemudian mengadopsi Shi XuanRan dan menjadikannya sebagai putra tertua dari keluarga Shi.
Huang Long dan Shi XuanRan bertemu pada saat keduanya berada di Akademi Kerajaan. Di akademi, Shi XuanRan adalah satu-satunya teman Huang Long. Mereka berteman dengan akrab sampai Huang Long dikirim ke militer.
Sekarang, Penasihat Kerajaan, Shi XuanRan berdiri dihadapan Xie Hongyi.
"Salam Penasihat Kerajaan, apakah kamu juga datang untuk menikmati pemandangan?"
Shi XuanRan memberikan senyuman, namun tidak sampai ke matanya. Dia dengan ringan menjawab. "Salam Selir Xie. Aku hanya kebetulan lewat."
Xie Hongyi juga tersenyum. Yang dia tahu, Shi XuanRan bukanlah orang yang banyak bicara, dan dia juga tidak berniat untuk lanjut berbicara dengannya. "Kalau begitu, aku pamit untuk pergi. Udara semakin dingin dan aku berniat untuk tinggal di kamarku."
Shi XuanRan tidak tersinggung dengan Xie Hongyi yang ingin pergi setelah ia datang. Dengan masih menyunggingkan sebuah senyuman, Shi XuanRan memperbolehkannya pergi. "Baiklah."
Kemudian Xie Hongyi berbalik dan melangkah pergi dari sana. Shi XuanRan menatap punggung Xie Hongyi yang terlihat belum jauh lalu berkata dengan suara keras. "Selir Xie, tunggu. Aku punya satu pertanyaan untukmu."
Xie Hongyi kembali berbalik menghadap Shi XuanRan yang berjalan ke arahnya. "Apa yang ingin ditanyakan Penasihat?"
Shi XuanRan tiba dihadapan Xie Hongyi dan berdiri dengan jarak beberapa langkah dari wanita itu. "Pada saat perjamuan, semua orang di aula mengalami keracunan. Aku heran karena hanya kamu yang tidak kena. Jadi, mengapa hal itu bisa terjadi?" Shi XuanRan bertanya menyelidik.
Xie Hongyi menjadi waspada terhadap Shi XuanRan. Dia tidak tahu maksud dari pertanyaan Shi XuanRan dan apa tujuan dia menanyakan hal itu. "Ah, itu karena aku memiliki toleransi alkohol yang rendah, jadi aku tidak meminum arak itu. Apakah ini bisa menjawab pertanyaan Penasihat?"
Mata Shi XuanRan menyipit sedikit dan ekspresinya menunjukkan tidak percaya, tapi kemudian dengan cepat ia tersenyum dan menghilangkan raut itu. "Oh, ternyata seperti itu. Kalau begitu, aku tidak akan menganggu mu lagi." Setelah berbicara, Shi XuanRan akhirnya pergi.
Tentu saja Xie Hongyi dengan jelas melihat raut tak percaya dari wajah Shi XuanRan. Ada sesuatu yang aneh pada saat Xie Hongyi berhadapan dengannya, seakan-akan dia akan tenggelam dengan perkataan Shi XuanRan. Tapi, Xie Hongyi sudah mengalami dua kehidupan, jadi dia dengan cepat tahu apa yang salah. "Orang aneh." Gumamnya dalam hati.
Ketika Xie Hongyi berjalan menuju ke kediamannya, dia bertanya pada Ling'er yang berjalan disampingnya. "Ling'er, menurut mu orang seperti apa Penasihat Kerajaan itu?"
Merasa heran dengan pertanyaan Xie Hongyi, "Aku tidak tahu karena ini pertama kalinya kita bertemu. Namun aku mendengar bahwa Penasihat Kerajaan adalah orang yang paling dipercaya oleh Yang Mulia Kaisar. Pada saat Yang Mulia naik takhta, dia langsung menunjuk seseorang dari keluarga Shi sebagai Penasihat Kerajaan. Dia kemudian membantu Yang Mulia dalam pemerintahan nya. Penasihat Kerajaan adalah orang yang tidak banyak bicara, dia juga jarang pergi keluar Istana. Hanya itu yang aku tahu. Nyonya, untuk apa kau menanyakan hal ini? Bukankah kau sudah tinggal di istana selama satu tahun dan pasti tahu tentang dia?"
Mendengar pertanyaan ini, Xie Hongyi terdiam. Pelayannya yang satu ini selain mempunyai sifat pendiam, dia juga ternyata suka menyelidik. "Kau tahu, aku jarang bergaul dengan orang-orang yang ada di istana. Jadi aku hanya mempunyai sedikit informasi." Xie Hongyi benar-benar memperlakukan Ling'er sebagai temannya, dia tidak marah saat Ling'er bertanya hal seperti itu padanya. Mungkin jika itu orang lain yang menjadi majikan Ling'er, pelayan itu mungkin akan dihukum cambuk.
Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan. Pada saat hendaknya berbelok ke arah kediaman, Xie Hongyi sepertinya teringat sesuatu karena dia tiba-tiba berhenti berjalan. Ling'er bukanlah orang yang ceroboh, jadi dia tidak terlalu terkejut dengan Xie Hongyi yang berhenti mendadak. "Nyonya, kenapa kamu berhenti?" Ling'er bertanya.
"Aku hanya ingat sesuatu hal. Kamu pergilah dulu dan siapkan air hangat untuk aku mandi. Aku akan segera kembali." Setelah dia selesai berbicara, dia pergi ke arah yang berlawanan.
"Nyonya, apa kau tidak mau ditemani?"
Ling'er kemudian pergi untuk menyiapkan air hangat untuk Xie Hongyi.
Langkah kaki Xie Hongyi bergerak menuju sebuah bangunan yang terlihat sepi. Dia kemudian membuka pintu bangunan itu. Di dalam bangunan, ada sebuah tempat tidur yang ditempati oleh seseorang, sebuah meja kecil, dan tempat duduk.
Xie Hongyi teringat bahwa ada seorang pria yang ia selamatkan dari pasar gelap. Sistem menyuruhnya untuk tidak meninggalkan pria itu. Jadi kemungkinan dia adalah salah satu tokoh penting di dalam cerita. Tapi, kenapa tidak ada plot seorang pria yang diculik ke pasar gelap? Oh, Xie Hongyi sadar bahwa dia tidak membaca keseluruhan cerita itu.
Orang yang ada di tempat tidur itu menyadari kehadiran Xie Hongyi dan membuka matanya. Melihat dia sadar, Xie Hongyi lalu duduk dihadapan tempat tidur. "Bagaimana keadaan mu?"
Orang yang terbaring di tempat tidur itu menjawab. "Aku baik-baik saja. Sekali lagi, terima kasih telah menolongku."
Tangan Xie Hongyi mengibas-ngibaskan tangannya, mengartikan bahwa dia tidak terlalu peduli. "Sudah kewajiban setiap orang untuk saling menolong. Ngomong-ngomong, siapa namamu?"
Pria itu sedikit terdiam dan tidak menjawab pertanyaannya. Xie Hongyi berpikir kalau dia mempunyai nama yang memalukan, jadi dia tidak ingin menyebutkannya. "Tidak apa-apa jika kau tidak mau menjawab."
Tiba-tiba pria itu bersuara. "Namaku adalah Xiao Zhang." Dengan hati-hati Xiao Zhang mengamati reaksi Xie Hongyi. Dia berpikir setelah wanita itu mengetahui namanya, dia akan terkejut. Tapi yang dia hal itu tidak terjadi. Xie Hongyi masih bersikap santai seolah tidak mengetahui apa yang salah. Wanita itu kemudian berbicara. "Baiklah Xiao Zhang, apa kau bersedia memberitahuku apa yang terjadi padamu? Mengapa kau diculik?"
Tentu saja Xiao Zhang tidak akan mengatakan hal sebenarnya. Disini adalah wilayah musuh. Dia tidak akan sembarangan memberikan informasi. Dia juga berpikir Xie Hongyi tidak tahu mengenai klan Xiao. "Aku hanyalah seorang anak desa. Pada saat itu aku sedang memetik tanaman obat di hutan. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang datang dan mereka menculik ku ke pasar gelap." Xiao Zhang menjelaskan.
"Benarkah? Mengapa aku sedikit tidak percaya?"
Jantung Xiao Zhang berdetak kencang. Dia tidak mengatakan apapun untuk menjawab Xie Hongyi. Melihat hal ini, Xie Hongyi tidak bisa menahan tawa. "Haha, jangan kaget seperti itu. Tenang saja aku percaya dengan apa yang kau katakan."
Xiao Zhang sedikit kesal, namun dia tidak bisa melampiaskan emosinya kepada orang yang telah menolongnya. Di hanya bisa berkata. "Jadi tadi kau hanya bercanda?"
Xie Hongyi akhirnya berhenti tertawa. Lalu dia menjawab pertanyaan Xiao Zhang dengan santai. "Tentu saja."
Xiao Zhang tidak mengerti dengan Xie Hongyi. Ini pertama kalinya dia menemui seorang wanita dengan sifat seperti itu, tidak seperti wanita bangsawan lainnya yang manja dan suka menggertak orang.
***
Setelah berbicara sebentar dengan Xiao Zhang, Xie Hongyi akhirnya pergi dari bangunan itu. Di tengah perjalanan, dia tiba-tiba dihentikan oleh seorang kasim. Sepertinya kasim itu berasal dari Istana Bunga. "Selir Xie, Yang Mulia Kaisar memerintahkan mu untuk datang ke Istana Bunga."
Untuk apa Huang Long memanggilnya? Dahi Xie Hongyi sedikit mengernyit. "Apakah aku bisa menolak?"
Wajah kasim itu berubah menjadi datar. "Tidak."
Xie Hongyi sedikit cemberut. "Baiklah. Silahkan tunjukkan jalan."
Xie Hongyi kemudian mengikuti langkah kasim menuju Istana Bunga. Di sepanjang jalan, dia bertanya pada kasim tujuan Huang Long memerintahkan nya menemuinya, tapi kasim itu tidak mau mengatakan apapun. Lama-lama Xie Hongyi kesal dan tidak lagi bertanya padanya.
"Sungguh budak yang setia!"