
Permaisuri Shi memutar gelasnya dengan ibu jarinya. Dia sedang duduk di kediamannya, tampak sedang menunggu seseorang.
Seorang pria masuk tanpa mengetuk pintu. Pria itu memakai sebuah jubah dari kulit rubah yang tebal, dan memilki paras yang tampan namun matanya terlihat sangat dingin.
Pria itu kemudian duduk di depan Permaisuri.
Permaisuri Shi menatap pria yang sedang mengambil teh dengan seksama. Gerakan pria itu terlihat sangat anggun.
"Kenapa kau memanggilku ke sini?"
Permaisuri Shi berhenti memainkan cangkirnya. "Kau dan ayah yakin akan melakukan hal ini?"
Pria itu tahu apa maksudnya. "Tentu saja. Tidak mungkin rencana selama beberapa tahun dibatalkan begitu saja. Kenapa? Kau mau memberitahu Kaisar?" Pria itu tidak khawatir sama jika Permaisuri Shi benar-benar melakukannya. Selama bertahun-tahun, kekuatan yang ia kumpulkan untuk melakukan kudeta sudah cukup untuk menjatuhkan Huang Long. Sebagian besar pejabat di Istana juga mendukungnya.
Semua itu dia lakukan dengan cermat dan hati-hati. Ia yakin, jika dia ketahuan sekarang itu bukanlah masalah. Dia juga bosan berpura-pura selama beberapa tahun terakhir.
Selama ini semua memang sudah direncanakan. Merekalah yang mengatur agar Huang Long menjadi Kaisar. Namun ternyata mereka tidak bisa menjadikan Huang Long sebagai Kaisar boneka. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk menyingkirkan Huang Long dan menggantikannya dengan orang yang bisa mereka kendalikan.
"Tapi, sekarang Kaisar tahu ada orang yang menyalahgunakan upeti. Jika dia berhasil mengetahui siapa itu, bukankah kau akan berada dalam kesulitan?"
Pria itu menunjukkan sebuah senyuman yang tidak sampai ke matanya.
"Dia tidak tahu para pemimpin daerah sudah mengirimkan kekuatannya pada kita. Jadi jika mereka ketahuan, biarkan saja. Mereka sudah tidak berguna untukku."
Permaisuri Shi bertanya sekali lagi. "Kau tidak ingin mempertimbangkannya kembali?"
Kata-kata selanjutnya diucapkan pria dengan dingin. "Kau sudah tahu jawabannya."
"Ketika Kerajaan ini berhasil aku dapatkan, kau akan tetap menjadi Permaisuri." Permaisuri Shi tidak senang mendengarnya. Karena ketika hal itu terjadi, mereka akan membuatnya menikah dengan pria yang tidak ia cintai, lagi.
Pria itu bangkit dan tiba-tiba melepas jubahnya. Permaisuri Shi menatap pria itu dengan penuh pertanyaan. Namun pada saat dia akhirnya tahu, wajah Permaisuri Shi memerah dan dia terlihat salah tingkah.
"Ini musim dingin dan kau masih menggunakan baju yang tipis." Pria itu memakaikan jubahnya pada Permaisuri. Setelah dia selesai, tanpa pamit pria itu pergi dari sana.
Setelah pria itu pergi, Permaisuri Shi memutuskan untuk pergi ke kamarnya sambil merapatkan jubah yang membungkus tubuhnya.
Xie Hongyi dan Huang Long sekarang berada di bawah ranjang Permaisuri Shi.
Ruangan itu diisi dengan perabotan yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk menjadi benda yang cantik. Kebanyakan pola yang terlukis dari benda-benda itu adalah burung phoenix. Gaya dekorasinya juga begitu rapi dan tampak sangat mewah serta indah.
Huang Long sudah sering ke sini untuk beberapa urusan, tentu saja akrab dan tahu siapa pemilik ruangan. "Ruangannya lebih besar dan mewah dari milikku." Xie Hongyi bergumam yang tentu saja terdengar di telinga Huang Long.
Sudut mata pria itu berkedut. Saat dia mendengar ucapan Xie Hongyi, dia merasa bahwa dia adalah seorang suami yang gagal mensejahterakan istrinya.
Mereka berdua mencoba bangkit untuk keluar dari bawah kasur. Namun pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dan sontak membuat Huang Long dan Xie Hongyi kalang kabut.
Kepala Xie Hongyi sempat terantuk kayu ranjang saat dia mencoba untuk bersembunyi dibawahnya lagi. Huang Long lalu mengelus kepala Xie Hongyi tanpa suara.
Ternyata orang yang datang itu adalah pemilik ruangan, Permaisuri Shi. Xie Hongyi dan Huang Long menyaksikan setiap langkah kaki Permaisuri Shi dari bawah. Mereka mendengar suara Permaisuri Shi. "Ah Yi kemarilah dan bantu aku untuk membuka baju." Tidak lama dari itu, suara seorang gadis muda terdengar. "Baik Permaisuri."
Ketika kain pakaian Permaisuri Shi terjatuh, Xie Hongyi menutup mata Huang Long dengan telapak tangannya. Dia bisa merasakan bulu mata Huang Long bergerak-gerak.
Xie Hongyi bernafas lega saat tangannya berhasil bebas. Dia kemudian mengangkat tangannya yang memerah terinjak oleh Permaisuri. Melihat tangannya sedikit terluka, Huang Long mengambil tangan Xie Hongyi dan mengusapnya. Xie Hongyi menatap Huang Long dengan sedih.
Sebab akibat karma berlaku. Kini Xie Hongyi mengalami hal yang sama dengan apa yang terjadi pada Xiao Zhang.
Setelah menunggu Permaisuri Shi tertidur, Huang Long dan Xie Hongyi perlahan mencoba bangkit tanpa suara.
Tubuh sistem bergetar saat melihat sebuah jubah yang tergeletak di sisi ranjang Permaisuri. Xie Hongyi yang menyadari kelainan sistem, menyerigai padanya seakan berkat: Lihatlah, jika kau berani macam-macam padaku, aku akan membuatmu jadi seperti itu.
Sistem bergetar lebih hebat.
Mereka berdua akhirnya bisa keluar dari kediaman Permaisuri dengan mengendap-endap. Pada saat mereka di luar, Xie Hongyi bertanya. "Yang Mulia, apakah Permaisuri Shi tahu bahwa dibawah ranjangnya adalah pintu keluar dari ruang rahasia."
"Sepertinya dia tidak tahu."
"Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?"
Huang Long menjawab secara tidak sadar. "Tidurlah dengan Zhen."
Xie Hongyi terpaku. Dia dengan tampang bodoh berkata. "Hah? Apa?"
Sistem berkata dengan riang. "Perhatian! Misi telah dipicu. Tidak boleh menolak perintah protagonis."
Wanita itu tidak punya pilihan lain.
Xie Hongyi dan Huang Long tidur dengan posisi saling membelakangi satu sama lain. Tubuh mereka berdua ditutupi dengan selimut sutra yang sangat halus dan lembut ketika disentuh.
Sebenarnya, yang merasa tidak nyaman hanya Huang Long saja. Walaupun ini bukan pertama kali mereka tidur bersama, tapi pada saat yang pertamakali, mereka melakukannya dengan tidak sadar. Dia pun tidak begitu mengetahui kenapa dirinya meminta Xie Hongyi untuk tidur dengannya.
Xie Hongyi memikirkan beberapa hal yang terjadi hari ini. "Yang Mulia, tentang racunmu, aku akan berusaha untuk mencari penawarnya." Dia kemudian melanjutkan. "Kau hanya harus memikirkan bagaimana caranya untuk mengetahui siapa orang yang menyalahgunakan uang itu."
Huang Long tidak menjawab. Mengetahui hal itu, Xie Hongyi berbalik dan seketika pandangannya menatap punggung Huang Long.
Dia menggeser tubuhnya agara lebih dekat dengan Huang Long dan mencoba untuk melihat wajahnya. Ternyata, pria itu sudah menutup matanya. Xie Hongyi memutuskan untuk tidur dan tidak mengganggunya lagi.
Huang Long membuka matanya saat Xie Hongyi. Dia diam-diam menaikkan sudut mulutnya.
Ketika hari sudah pagi, langit terlihat sangat mendung dan butiran salju yang tidak terhitung jumlahnya turun.
Xie Hongyi membuka matanya pada saat mendengar suara orang-orang diluar ruangan. Dia sedikit terkejut karena ketika ia bangun, karena hal yang pertamakali ia lihat adalah wajah Huang Long yang tampak lebih tampan ketika tertidur.
Dia dengan pelan-pelan menyingkirkan tangan Huang Long yang melilit tubuhnya. Kemudian dia pergi dari sana sebelum ada orang datang dan melihatnya.
Xie Hongyi dengan masam memikirkan dimana seharusnya dia sekarang. Dia tidak mau melakukan setsubun lagi. Tapi tentu saja dia harus pergi. Belum lagi kasus kematian para selir belum terungkap. Dia mungkin mendapat hukuman karena gagal menjalankan misi. "Tenang saja, misi ini tidak berbatas waktu. Jadi kau bisa menyelidikinya setelah keluar nanti." Sistem berkata saat mengetahui pikiran Xie Hongyi.
Xie Hongyi lega. "Kalau begitu cepat buka portalnya lagi. Kita kembali ke kuil Yinyang."
Catatan Penulis:
Setsubun: ritual pengusiran setan dari Jepang.