The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 37



Anak panah itu masih terus ditembakkan. Xie Hongyi berenang untuk menjauh darinya. Tapi anak panah itu dilesatkan dari berbagai arah dan Xie Hongyi kesulitan untuk kabur.


Malangnya, tabung oksigen yang ia pakai sudah kehabisan udara. Karena ingin mengurangi beban saat berenang, Xie Hongyi melepas tabung oksigen itu dan melemparnya ke permukaan untuk mengalihkan perhatian.


Siasatnya berhasil. Anak panah itu akhirnya berhenti di tembakkan. Xie Hongyi kemudian berenang secara diam-diam ke sisi danau yang gelap.


Saat dirinya tiba di permukaan, Xie Hongyi bernafas dengan cepat untuk memburu oksigen. Jika saja dirinya ada di dalam danau satu detik lagi, maka Xie akan mati karena kehabisan nafas! Xie tidak bisa membayangkan kematiannya untuk yang ketiga kali.


Danau itu menjadi terang dan ramai karena puluhan prajurit sedang bejalan di tepinya sambil membawa sebuah lentera. Beberapa diantaranya membawa senjata seperti pedang dan busur serta panah.


Salah satu prajurit melihat gerakan Xie Hongyi yang sedang naik ke tepi danau. Prajurit itu lantas berteriak. "Penyusup nya ada di sana!" Dan kemudian Xie Hongyi melesat seperti meriam yang ditembakkan, berlari sekencang mungkin.


Sial. Sial. Sial!


Xie Hongyi tidak tahan untuk mengumpat sepanjang ia berlari tanpa arah. Jumlah prajurit itu semakin banyak, dan ia hampir kehabisan nafas lagi.


Tanpa berpikir panjang, dia naik ke atap sebuah bangunan, dan sebisa mungkin berusaha untuk menyembunyikan dirinya di sana. Tapi nasib malang menghampiri dirinya lagi, atap itu roboh dan membuat Xie Hongyi terjatuh.


Para prajurit yang mendengar suara itu kemudian bergegas menghampiri sumber bunyi. Ternyata suara itu berasa dari dapur. Ada sebuah lubang besar di atas ruangan itu, dan dibawah nya ada beberapa benda tergeletak seperti pecahan genting dan peralatan memasak. Tapi, tidak ada orang yang mereka cari ada di sana. "Cepat cari disekitar sini! Penyusup itu pasti bersembunyi." Salah satu orang prajurit yang merupakan pemimpin dari mereka memberikan perintah.


Beberapa anak buahnya kemudian memeriksa seluruh bagian dapur. Tapi tidak ada hasil yang mereka inginkan. Anak buah prajurit itu lalu berkata pada pemimpinnya. "Sepertinya penyusup itu berhasil kabur."


Pemimpin itu berdecak. Ia lantas memerintahkan para prajurit untuk mencari penyusup itu di tempat lain.


Setelah semua orang pergi, Xie Hongyi yang bersembunyi di langit-langit dapur menghela nafas lega. Dia memegang kayu penyangga langit-langit untuk menahan berat tubuhnya. Kakinya juga di kaitkan ke salah satu kayu itu.


Tidak ada yang melihat dirinya ada di langit-langit karena seluruh bagian tubuhnya berwarna hitam, senada dengan warna langit-langit dapur. Pada saat dirinya jatuh, tubuhnya menghantam tungku api dan membuat arang dari tungku itu memenuhi seluruh tubuhnya sehingga tubuhnya berwarna hitam. Hantaman itu juga membuat beberapa benda terlempar. Untung saja tungku api itu sudah dalam keadaan dingin. Kecepatan berpikirnya sangat cepat, dengan memanfaatkan warna tubuhnya, Xie Hongyi melompat lalu menggantung dirinya diatas langit. Saat para prajurit itu datang, dia dengan cepat menutup mata dan mendengarkan setiap gerakan prajurit, dan ketika mereka pergi, Xie Hongyi diam-diam menghela nafas lega.


Xie Hongyi lalu melompat turun dan segera pergi dari sana. Pada saat ia tiba di kediaman Teratai, dengan pelan ia membuka gerbangnya. Ketika gerbang itu terbuka, Ling'er yang membawa lentera terkejut dan hampir berteriak jika saja Xie Hongyi tidak menutup mulutnya. "Ini aku."


Ling'er perlahan-lahan menjadi tenang mendengar suara yang akrab ditelinganya. Ia kemudian bertanya dengan ragu. "Nyonya?"


"Ya, ini aku."


"Tapi kenapa kau..." Ling'er tidak meneruskan kata-katanya. Melihat tubuh Xie Hongyi yang seluruhnya berwarna hitam dan hanya menyisakan sepasang mata yang terbuka, siapapun pasti akan takut saat melihatnya. Saat mendengar Ling'er berbicara, dibalik wajahnya yang hitam, ada rona merah di pipi Xie Hongyi. Untung saja wajahnya tertutup arang, jadi Ling'er tidak bisa melihatnya. "Umm, yah ini sulit untuk dijelaskan."


Ling'er kemudian menawarkan diri membuat air untuk Xie Hongyi mandi. "Kalau begitu aku akan memanaskan air."


Xie Hongyi merasa ia membutuhkan mandi untuk membersihkan tubuhnya yang penuh dengan arang. Dengan itu ia tidak menolak tawaran Ling'er. "Pergilah. Jangan beritahu siapapun tentang hal ini."


"Aku mengerti." Setelah itu Ling'er akhirnya pergi.


Xie Hongyi duduk di bak mandi air hangat. Dibelakangnya, Ling'er menggosok tubuh Xie Hongyi. "Nyonya, apa kau baik-baik saja? Lukamu sepertinya cukup dalam."


Xie Hongyi melirik goresan luka di tangannya. Luka itu memang sedikit perih. Mungkin juga nanti akan menimbulkan bekas. "Kau tidak perlu khawatir. Aku akan mengobatinya nanti."


"Lebih baik aku yang mengobatinya."


Tidak bisa menolak niat baik seseorang, Xie Hongyi setuju. "Terserah kau saja."


Setelah Xie Hongyi selesai diobati oleh Ling'er, dia pergi ke ruang dimensi. Di dalam ruang dimensi, ia duduk disebuah bangku sambil meletakkan sebuah tulang manusia bagian lengan. Di meja itu terdapat beberapa peralatan kedokteran modern yang digunakan untuk mengetahui identitas tulang itu, semacam untuk tes DNA. Semua peralatan itu termasuk satu set diving, Xie Hongyi bayar menggunakan poin yang ia pinjam dari bank poin.


Melihat sistem yang mengawasi dari samping, Xie Hongyi jadi teringat dengan hutangnya. Sembari cemberut, dia berkata pada sistem. "Rubah kecil, setelah misi ini selesai, kau harus memberiku poin yang banyak. Kau tahu kan aku ini sangat miskin?"


Xie Hongyi akhirnya mulai mengidentifikasi tulang tersebut.


***


Kejadian semalam dengan cepat menyebar ke seluruh Istana. Pagi ini, orang-orang sudah mulai bergosip tentang kejadian semalam. "Penyusup itu masuk ke dalam danau. Dia berpakaian hitam. Pada saat penyusup itu akhirnya keluar dari danau, para prajurit itu kemudian mengejar, tapi dia tidak berhasil ditangkap."


Salah satu pelayan menyahut dengan pertanyaan. "Siapa kira-kira penyusup itu?"


Pelayan yang tadi berbicara kemudian membalas. "Mana aku tahu!" Diskusi itu terus berlanjut.


Xie Hongyi yang menjadi pelaku kehebohan atas aksinya tadi malam, berpura-pura tidak mengetahui apa pun. Dia dengan santai pergi ke kediaman Phoenix.


Hari ini merupakan pertemuan rutin para selir yang di pimpin oleh Permaisuri. Biasanya setiap ada pertemuan seperti ini, Selir Xie selalu absen. Tapi itu adalah Xie Hongyi yang dulu.


Tidak lama kemudian, Xie Hongyi akhirnya sampai ke kediaman Phoenix. Ternyata di sana juga sudah hadir Selir Huang Long yang lain. Tampak keterkejutan melintas di wajah para selir saat melihat Xie Hongyi datang. Tapi mereka dengan cepat mengubah wajahnya. Xie Hongyi tidak terlalu peduli. Setelah dirinya memberi hormat pada Permaisuri Shi, dia duduk di samping Selir Hu.


Huang Long memiliki satu Permaisuri dan empat selir, jika dihitung dengan Selir Li. Permaisuri di pilih melalui seleksi para pejabat. Sementara Selir yang lain diberikan secara sukarela oleh keluarganya, kecuali Selir Chen yang dipilih oleh Ibu Suri.


Pangkat tertinggi tentu saja dipegang oleh Permaisuri Shi Mian. Selir Chen memiliki pangkat Selir Tertinggi, Selir Hu dengan pangkat Selir Agung, Selir Li Wei pangkatnya Selir Tingkat Dua, dan dulu Selir Xie tidak memiliki pangkat yang tinggi.


Untung saja Xie Hongyi kini sudah diberi gelar, kalau tidak ia mungkin selamanya akan dicap sebagai gundik.


Diusia Kaisar yang menginjak 22 tahun, seharusnya Huang Long memiliki istri yang jumlahnya lebih banyak dari saat ini. Mungkin beberapa waktu kemudian, jumlahnya akan bertambah.


"Dipertemuan kali ini, aku mendapatkan pesan dari Kaisar. Beberapa hari yang lalu, Kaisar memberi ku perintah untuk menaikkan gaji bulanan kalian."


"Setelah berunding dengan Kaisar, kami memutuskan untuk memberikan gaji bulanan sebesar 50 tael per orang."


Xie Hongyi tidak tahu berapa gaji bulanan Selir sebelumnya, pada saat ia melihat dua orang lainnya membuka mulut karena terkejut, Xie Hongyi tahu bahwa jumlah uang itu sangat besar.


Kemudian para istri Huang Long itu mengobrol dengan topik yang beragam. Xie Hongyi dengan pasif mendengarkan pembicaraan mereka. Saat pembicaraan bergulir tentang kejadian semalam, Xie Hongyi berpura-pura tenang sambil menyesap tehnya. Dia kemudian mendengar Selir Hu disampingnya berbicara. "Aku mengkhawatirkan banyak hal. Semoga saja penyusup itu segera ditangkap."


Aku memohon pada Dewa, semoga dia tidak mengabulkan doamu! Xie Hongyi berkata dia dalam hatinya.


"Kita serahkan saja pada yang bertugas. Aku juga berharap penyusup itu ditangkap agar keadaan menjadi aman." Kali ini, Selir Chen yang berbicara.


Menjelang siang, pertemuan itu akhirnya berakhir. Ketika dua orang lainnya pergi, Xie tetap berada ditempatnya. Permaisuri Shi yang menyadari Xie Hongyi tidak bergerak, dia kemudian bertanya. "Selir Xie, apa kau tidak kembali?"


Xie Hongyi kemudian menatap Permaisuri Shi dengan serius. "Aku ingin menanyakan sesuatu pada Permaisuri."


"Katakan."


"Permaisuri, kau tahu bahwa aku masuk ke Istana belum lama. Jadi aku tidak mengetahui hal-hal yang sebelumnya terjadi. Untuk itu aku ingin bertanya, apakah dulu di Istana ada orang yang hilang?"


Alis indah Permaisuri Shi menyatu. Dia kemudian berpikir. "Aku pikir tidak ada."


"Coba pikirkan lagi."


Permaisuri kemudian diam untuk berpikir lagi. "Tidak ada." Dia mengatakannya dengan nada berat. "Kalau boleh ku tahu, kenapa Selir Xie menanyakan hal ini?"