
Di aula yang dulunya tempat pejabat berkumpul kini sudah berantakan dengan noda darah dan mayat di mana-mana. Kebanyakan para mayat itu adalah anggota dari pasukan pemberontak yang kalah melawan pelayan Xie Hongyi dan penjaga rahasia Huang Long.
Xie Hongyi berbisik, "Yang Mulia."
Xie Hongyi dan Huang Long saling bertatapan.
Bibir Xie Hongyi naik, memberikan senyuman hangat pada Huang Long. "Yang Mulia Ibu Suri mempunyai pilihannya sendiri. Dia pasti sangat menyayangi Yang Mulia sehingga dia bisa melakukan hal itu. Sekarang, Yang Mulia harus bisa berpikir jernih. Lihat lah siapa yang yang ada di depan kita."
Huang Long menatap musuhnya dengan tatapannya yang tajam, hingga membuat mereka sedikitpun gemetar. Siapa yang tidak akan gemetar jika ditatap tajam oleh seekor binatang buas yang akan memangsa? Tatapan Huang Long barusan sama dengan binatang buas itu. Walaupun mereka gemetar, tapi mereka tidak gentar. Mereka telah dilatih untuk melawan rasa takut sejak dilahirkan, tidak berbeda jauh dengan anggota kekaisaran yang setia.
"Aku tahu Yang Mulia sedih. Aku juga merasakan hal yang sama." Xie Hongyi kembali bersuara.
"Tapi sekarang kita tidak punya waktu untuk bersedih. Kita harus mengalahkan mereka supaya tidak ada korban jiwa lagi."
"Benar." Huang Long akhirnya bersuara. Setelah dia berucap, tubuhnya melayang dengan cepat ke depan dan dia mulai menggerakkan pedangnya lagi.
Sementara itu, tidak ada yang menyadari bahwa dibelakang Xie Hongyi sedang linglung. Wanita itu sedang bingung, tidak mempercayai apa yang terjadi barusan.
Apa yang terjadi beberapa detik yang lalu itu dia? Mengapa dia bisa melakukan hal yang melankolis seperti itu? Matanya melotot horor, tidak mau percaya dengan sisi lain dirinya yang barusan muncul.
Sebagai seorang dokter,jika kebetulan pasiennya adalah anak kecil, ia akan membujuknya dan Xie Hongyi pandai akan hal itu. Tetapi, ia tidak pandai membujuk orang dewasa karena biasanya mereka tidak perlu di bujuk. Mungkin karena dorongan hatinya ia bisa membujuk Huang Long dengan sukses.
Xie Hongyi menyaksikan Huang Long yang bertarung dengan Shi XuanRan. Gerakan mereka begitu terampil dan kuat, hingga menyebabkan angin yang berasal dari keduanya berhembus kencang. Tidak ada satupun pihak sekutu atau musuh yang berani mendekati duel mereka.
Tampaknya tidak ada yang perlu mereka bicarakan lagi. Kini, mereka hanya bergerak saling menyerang untuk menentukan siapa yang menang.
Di satu kesempatan, Xie Hongyi melihat celah yang ditimbulkan Shi XuanRan. Wanita itu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, jadi tanpa berpikir lagi dia melemparkan pedangnya ke arah mantan penasihat kerajaan itu.
Pedang yang dilemparkan Xie Hongyi berhasil dihindari oleh Shi XuanRan. Namun di saat itulah Huang Long tanpa ragu-ragu menerjang ke depan, membalikan pedangnya dengan cepat dan memukulkannya ke bahu Shi XuanRan hingga pria itu terjatuh.
Shi XuanRan yang tumbang berusaha untuk bangkit. Namun dia kemudian menyadari bahwa Huang Long memukul nadinya, sehingga ototnya tidak dapat ia digerakkan.
Setelah menyelesaikan urusan dengan Shi XuanRan, Huang Long kemudian menyerang orang-orang dari kelompok Shi XuanRan. Di sisi lain, Xie Hongyi juga membantu menangani anggota kelompok lainnya.
Pembalikan situasi yang terjadi dengan cepat. Huang Long dan Xie Hongyi akhirnya berhasil melumpuhkan pasukan pemberontak yang masuk ke dalan istana.
Shi XuanRan dan beberapa pemberontak lainnya diikat dibawah kursi naga. Situasi mereka jelas-jelas sedang terpojok, namun wajah mereka tidak menunjukkan sedikit pun raut frustasi.
Xie Hongyi dan Huang Long memiliki perasaan yang tidak enak. Mereka jelas-jelas telah melumpuhkan kelompok Shi XuanRan, akan tetapi kenapa Shi XuanRan masih terlihat sangat tenang?
Shi XuanRan memiliki penampilan acak-acakan. Rambutnya yang hitam tergerai sembarangan dan bajunya banyak yang robek. Di sela robekan itu kita dapat melihat darah yang mengalir keluar. Namun, sepertinya Shi XuanRan tidak merasakan rasa sakit sama sekali.
"Yang Mulia, aku rasa ada yang sedikit salah." Xie Hongyi berbisik pada Huang Long.
Huang Long mengangguk, mengiyakan pernyataan Xie Hongyi.
Dan benar saja, tak lama kemudian, ada suara gemuruh kaki yang terdengar menuju aula disusul dengan teriakan yang bersahut-sahutan bergema di telinga semua orang.
Huang Long dan Xie Hongyi serentak menegang. Mereka dengan erat menggenggam senjata ditangan mereka sambil melihat sekeliling dengan waspada.
Gelombang bantuan ketiga pemberontak telah datang. Kali ini, kelompok bantuan itu datang ke dalam istana dalam jumlah yang lebih besar.
Mereka datang secara sembunyi-sembunyi melewati sekutunya dan pasukan penjaga yang sedang bertempur. Pasukan pemberontak itu kemudian maju dan melawan pihak Istana, mencoba membebaskan Shi XuanRan.
Huang Long dan Xie Hongyi mengangkat senjata mereka, bergerak melawan kembali.
"Sistem, aku sangat lelah. Kapan ini akan berakhir?" Xie Hongyi meraung dalam hati.
"Bersabar lah host!" Sistem malah mengeluarkan kata-kata yang menurut Xie Hongyi menyebalkan.
Setelah mendengar kata-kata menyebalkan dari sistem, Xie Hongyi seakan disuntik darah ayam. Dia menerjang dengan semangat dan menebas satu persatu musuhnya. Staminanya seakan tidak pernah habis.
Di sisi lain Huang Long kembali dikejutkan dengan Xie Hongyi yang kini seperti banteng mengamuk. Sambil mengayunkan pedang, dia bertanya-tanya apa yang menyebabkan istrinya menjadi bersemangat.
Namun bagaimanapun, pihak Xie Hongyi kalah jumlah. Dalam beberapa menit, semua prajurit istana berhasil ditumbangkan. Sekarang, hanya Xie Hongyi dan Huang Long yang tersisa. Mereka kini berdiri di tengah-tengah tumpukan mayat dengan posisi saling membelakangi.
Pihak musuh tiba-tiba berhenti bergerak. Mereka lalu mengelilingi kedua orang itu sambil menatap nyalang keduanya.
Seseorang tiba-tiba muncul. Dia adalah seorang pria tua mengenakan jubah putih bersih yang terlihat sangat murni. Namun di wajahnya yang penuh keriput, ada garis kejam yang tergambar. Matanya yang sipit juga menyiratkan semacam kejahatan. Siapapun yang melihat pria tua ini memiliki pendapat bahwa dia adalah tipikal orang yang terlihat bijak namun ternyata biadab.
Dada Xie Hongyi naik turun. Wanita itu mencoba mengatur nafasnya. Barulah setelah berhenti, Xie Hongyi merasakan lelah. Namun, dia memaksakan dirinya untuk tetap waspada. Dia yakin pria tua ini ada hubungannya dengan pihak musuh yang tiba-tiba berhenti. Xie Hongyi tidak perlu menebak lebih jauh bahwa dia bukanlah sekutu.
"Yang Mulia,apa Anda mengenali siapa dia?" Xie Hongyi bertanya pada Huang Long disampingnya.
Huang Long tidak menjawab. Dia malah menatap pria tua yang baru datang itu dengan tatapan intens.
Huang Long mengucapkan kata-kata dengan pelan, "Tidak mungkin."
Tidak mungkin pria yang didepannya ini adalah ayahnya,karena kaisar tak berguna itu sudah dia selesaikan di depan matanya sendiri. Tidak mungkin juga dia adalah kakek Huang Long, karena pria itu sudah meninggal. Kini, satu-satunya keluarga kerajaan yang masih hidup adalah pamannya, Huang Ruifeng.
Walaupun banyak kerutan yang terdapat di wajah pria itu, Huang Long masih bisa melihat garis wajah yang sama seperti dirinya. Mereka sangat mirip, seakan-akan wajah pria tua didepannya akan menjadi wajah Huang Long ketika ia tua nanti.
Tidak mendengar jawaban dari Huang Long, Xie Hongyi menoleh kearahnya. Kemudian dia menatap wajah Huang Long sebentar, lalu matanya melebar. Xie Hongyi menolehkan kepalanya secara bergantian ke arah Huang Long dan pria itu. Xie Hongyi kemudian menarik sebuah kesimpulan.
"Kau..." Huang Long tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, karena dia tidak tahu apa yang harus ia ucapkan selanjutnya.
"Sistem, siapa dia ? Mengapa wajahnya mirip dengan Huang Long?" Xie Hongyi berkata dalam hati.
"Host harus mencari tahu sendiri." Sistem dengan kejam meludahkan kata-katanya.
Xie Hongyi tidak bisa menahan diri untuk tidak memutar matanya. Dia marah pada sistem, namun saat ini ia tidak bisa memaksa seperti yang ia lakukan biasanya.
Xie Hongyi mulai berpikir dengan keras.Apakah ada plot lain yang tersembunyi? Mengapa begitu banyak lubang plot yang terdapat dalam novel ini? Dia lalu menyesali lagi dengan perbuatannya yang tidak membaca novel itu sampai selesai. Jika saat berada di dunianya dulu dia membaca sampai habis novel ini, mungkinkah alur ceritanya sama dengan apa yang terjadi saat ini?