The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 36



"Jadi, sebenarnya ada misi tersembunyi? Dan misi tersembunyi itu adalah mengalami kematian lagi?" Xie Hongyi berbicara sambil meminta penegasan pada rubah putih kecil itu yang ternyata adalah wujud asli dari sistem yang memandu nya selama ini.


"Benar. Kau akan mendapat exp yang tinggi, tapi poin mu di reset. "


"Apa kau bercanda? Aku ini miskin poin dan dengan teganya kau mengambil semua poin ku?" Xie Hongyi tidak bisa menahan suaranya.


Sistem itu dengan takut-takut menatap Xie Hongyi. "Jangan salahkan aku. Itu adalah kebijakan dari pusat. Aku hanya menjalankan apa yang diperintahkan." Rubah kecil itu kemudian menjelaskan. "Sebenarnya kau memang sudah mati ketika tenggelam. Tapi dikarenakan itu adalah misi tersembunyi, maka jiwa mu akan kembali. Dan saat kau menyelesaikan misi itu, maka level mu akan langsung naik ke tingkat Senior. Sistem juga akan di update dan ruang penukaran juga. Ruang ini sebenarnya adalah ruang dimensi waktu, hanya host yang telah mencapai level Senior bisa memilikinya."


"Tapi, imbasnya poin mu akan di reset menjadi nol. Kau harus menjalankan misi lagi jika ingin poin mu kembali."


Xie Hongyi hendak bersuara lagi saat dia mendengar tangisan entah darimana. "Siapa yang sedang menangis?"


Rubah kecil itu melihat sekelilingnya. "Mungkin suara itu berasal dari luar."


Xie Hongyi menyadari bahwa dirinya harus segera keluar dari sana. "Bagaimana caranya aku keluar dari sini?"


Rubah kecil itu menunjuk suatu arah dengan cakarnya. "Kau bisa keluar dari pintu itu."


Xie Hongyi melihat arah yang ditunjuk rubah kecil dan mendapati sebuah pintu yang diatasnya ada sebuah tulisan 'EXIT' bercahaya merah dan kelap-kelip dari LED. "Itu jalan keluarnya?" Mengapa tidak sekalian ada ruang tunggu?


Rubah kecil yang melihat Xie Hongyi berkata seperti itu, kemudian berbicara sambil merenggut. "Kau mau keluar atau tidak?"


"Baiklah." Lalu Xie Hongyi berjalan menuju pintu keluar.


Saat berjalan melewati pintu itu, cahaya putih memenuhi pandangan Xie Hongyi. Dan setelah cahaya itu memudar, Xie Hongyi telah kembali ke tubuhnya.


"Lalu, sekarang apa ada misi yang harus ku kerjakan?" Xie Hongyi berkata pada sistem yang kini sudah ia lepaskan. Hewan kecil itu sedang duduk di tepi ranjangnya.


"Kau harus mencari pemicunya. Pemicu bisa berasal dari orang lain atau dirimu sendiri."


Orang lain? Xie Hongyi merasa sedikit tidak mengerti. Namun jika dia mengingat hal-hal yang terjadi sebelumnya, dia akhirnya paham. Pada saat misi pertama, dua orang datang ke kediamannya dan mengatakan bahwa dirinya harus ikut ke pengadilan untuk di mintai keterangan. Lalu misi kedua, saat dirinya melihat Pangeran Jue, sistem memberinya misi untuk menghiburnya. Kemudian misi-misi selanjutnya juga sama, pemicunya berasal dari orang lain. Memikirkan hal ini, dia kemudian teringat sesuatu. "Sistem, bagaimana dengan kerangka yang aku lihat di dasar danau?"


Ya, benda putih yang ia lihat di dasar kolam atau danau adalah setumpuk tulang manusia.


"Pemicu telah diaktifkan! Itu adalah misimu untuk mencari kebenarannya." Saat mengatakan hal ini, telinga panjang rubah kecil itu bergoyang.


"Kalau begitu aku akan menyelidikinya!" Demi poin dia akan melakukan apapun!


***


Xie Hongyi berdiri di tepi danau sambil memegang dagunya, terlihat seperti sedang berpikir. Matanya menatap ke arah pantulan dirinya di atas air. Sebelumnya, Xie Hongyi sudah pernah masuk ke dalam kolam dan tenggelam karena tekanan osmotik.


Kolam itu mempunyai kedalaman sekitar 10 meter. Suhu airnya dingin karena sebentar lagi musim salju akan datang. Setelah melihat-lihat di sekitaran danau, Xie Hongyi memutuskan untuk pergi.


Karena bajunya yang menjuntai sampai ke telapak kaki, ketika dia melangkah, kaki Xie Hongyi malah tersandung dan hampir jatuh ke dalam kolam lagi. Tapi sebuah tangan besar dan kuat memegang perutnya, menahan dirinya agar tidak terjatuh. "Apa kau ingin mati?" Suara menggelegar dengan nada marah bergema diatas kepala Xie Hongyi.


Melalui pantulan dirinya di atas air, ternyata orang yang menyelamatkannya adalah Huang Long. Xie Hongyi memutar kepalanya, dan melihat Huang Long yang berwajah hitam. "Yang Mulia, aku tidak ingin mati." Xie Hongyi tidak menyadari bahwa nada suaranya seperti seorang anak yang memelas.


"Lalu kenapa kau ada di sini?"


"Aku sedang berjalan-jalan. Tidak lebih."


Xie Hongyi membantah. "Tapi aku masih ingin berjalan-jalan."


Mata Huang Long menyipit berbahaya. Tidak ada yang tahu perasaan khawatir dan cemas dirinya saat kemarin ia mendengar kabar kalau Xie Hongyi tenggelam. Dia juga sudah menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Para pelayan yang menyebabkan Xie Hongyi tenggelam akan di hukum mati. Pada sat ia melihat Xie Hongyi yang berdiri di tepi kolam hampir terjatuh, perasaan cemas dan khawatir itu kembali datang. Dia dengan cepat berlari menuju Xie Hongyi sebelum terlambat. "Kau berani membantah Zhen?"


Xie Hongyi selalu heran. Dirinya dulu adalah seorang wanita yang tegas dan berpikiran independen. Dia selalu memberi perintah pada orang lain. Tapi mengapa ketika dirinya mengahadapi Huang Long dirinya selalu sedikit takut? Seperti saat ini, saat Huang Long selesai berbicara, tubuhnya sedikit bergetar dan seakan-akan dirinya akan selalu mematuhi Huang Long.


Menggigit giginya sendiri, Xie Hongyi berkata dengan berat. "Baiklah."


Setelah itu, Huang Long melepas tangannya dari perut Xie Hongyi. Xie Hongyi menyadari bahwa sedari tadi tubuhnya masih dipegang Huang Long. Wajahnya seakan terbakar, dan ia menoleh ke arah lain. "Bagus. Kembalilah." Huang Long akhirnya pergi.


Xie Hongyi berpikiran kalau sikap Huang Long padanya itu seperti hantu, yang datang dan pergi secara tiba-tiba.


Sudut mata Xie Hongyi melirik Huang Long. Pria itu tengah berjalan diikuti oleh beberapa orang yang sepertinya adalah pejabat dan beberapa kasim. Tunggu, jika mereka tadi ada disini, itu berarti mereka melihat dirinya yang dipeluk Huang Long?!


Xie Hongyi lantas berjongkok sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Ahhhh!" Xie Hongyi menjerit kecil.


Di samping telinganya, dia mendengar suara kekehan yang mengejek. Ternyata sistem sedang menertawai nya! Dengan keras Xie Hongyi memegang telinga sistem. Rasa malu dan tersipu telah meluap ke udara bebas saat dirinya diejek sistem. "Kau harus diberi pelajaran." Setelah berkata seperti itu, dengan tanpa perasaan Xie Hongyi menenggelamkan sistem ke dalam danau.


"Hmmphh..." Sistem memberontak.


Pada saat sistem diangkat kembali, rubah kecil itu basah kuyup. Dia menatap sedih pada Xie Hongyi. Xie Hongyi merasa bahwa tindakannya sedikit kejam. Tapi ia juga marah pada sistem. "Lain kali aku akan memberikan hukuman lain jika kau mengejekku lagi." Dia berkata manis pada sistem.


Rubah kecil itu merengek. Kenapa dia mendapat host yang sangat kejam!


***


Malam hari.


Seorang wanita berpakaian hitam tampak mengendap-endap di sekitar halaman belakang. Wanita itu kemudian berhenti di sebuah danau yang airnya nampak tenang, memantulkan bentuk bulan yang menggantung di langit malam.


Sosok wanita itu kemudian membuka bajunya. Ternyata dibawah pakaian gelap itu dia memakai baju yang lebih gelap dan ketat. Dia kemudian membuka tas yang dibawanya dan memasangkan beberapa benda dari dalam tas ke tubuhnya. Setelah semuanya siap, dia kemudian melompat ke dalam danau. Dinginnya suhu danau membuat tubuhnya menggigil. Tapi ia dengan keras kepala tetap menyelam ke dalam danau.


Di dalam air, ia menyelam sambil mencari sesuatu. Hanya mengandalkan cahaya yang bersinar di kepalanya, dia meraba-raba dasar danau. Tak lama kemudian dia akhirnya menemukan benda yang dicari.


Tapi pada saat ia mengambil benda itu, tiba-tiba sebuah panjang yang ujungnya runcing melesat dari permukaan. Malangnya, benda itu tertancap di sekitar kakinya. "Sial!" Xie Hongyi merutuk dalam hati.


Wanita itu ternyata adalah Xie Hongyi. Dengan set lengkap untuk diving, dia menyelam ke dalam danau untuk mencari kerangka itu. Ia hendak mengidentifikasi tulang itu untuk mengetahui identitasnya.


Samar-samar ia mendengar seseorang meneriakkan sesuatu. "Penyusup!"


Rupanya saat dia melompat ke dalam danau dan menimbulkan suara, ada seorang prajurit yang sedang berpatroli mendengarnya. Prajurit itu kemudian pergi untuk memeriksa dan menemukan satu set pakaian yang tergeletak di tepi danau. Prajurit itu yakin bahwa pakaian itu adalah milik orang yang ada di dalam danau karena ada percikan air di tepi danau.


Prajurit itu kemudian memanggil rekannya yang lain. Mereka lalu menyimpulkan bahwa itu adalah seorang penyusup dan mencoba menyerang penyusup tersebut.


Setelah satu anak panah ditembakkan, panah-panah lain kemudian menyusul. Di dalam air, Xie Hongyi kesusahan untuk melepas anak panah yang tertancap pada kaki ikannya.


Saat puluhan anak panah itu sampai di tepi danau, Xie Hongyi sebisa mungkin mencoba menghindarinya, tapi karena dirinya tidak bisa bebas bergerak, salah satu anak panah itu berhasil menggores lengan atas kanannya. Terkejut karena rasa sakit, Xie Hongyi dengan sekuat tenaga menarik kakinya. Akhirnya kaki ikannya terlepas dari anak panah dan Xie Hongyi bisa bergerak untuk kabur.