The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 52



Seorang kasim tampak membersihkan salju dihalaman. Kasim itu tampak lebih sedikit tinggi dan kekar dari kasim biasanya. Dari gerakannya canggungnya, dia bisa dibilang adalah kasim baru.


"Kasim Xiao terima kasih karena sudah bekerja keras!" Kasim itu menoleh dan melihat seorang wanita berbaju biru berdiri tak jauh darinya.


Tiga hari ini Xie Hongyi menyadari bahwa Huang Long menghindarinya seperti seekor sigung. Dia tidak tahu apa yang salah dengan Huang Long. Pada saat dia mengantarkan makanan seperti biasa, pria itu langsung menyuruhnya pergi.


Sistem juga tidak memberinya misi baru-baru ini. Jadi dia sedikit menganggur.


Xiao Zhang melanjutkan kegiatannya tanpa melihat Xie Hongyi. "Untuk apa Selir Xie kemari?"


Xie Hongyi berkata dengan nada sedikit mengeluh. "Aku sudah menolongmu, tapi kenapa kau masih bersikap kasar?"


Gerakan Xiao Zhang menyapu salju sempat terhenti, lalu seolah terjadi apa-apa dia kembali melanjutkan menyapu.


Melihat Xiao Zhang tidak berniat biacara padabya, Xie Hongyi cemberut. "Ah! Kau benar-benar orang yang tidak asik!"


Xie Hongyi kemudian berkata dengan jenaka. "Aku ragu apakah yang ada dibawah ************ mu adalah sebuah benda!"


Xiao Zhang hampir saja melemparkan penyapu salju pada Xie Hongyi, namun wanita itu berhasil mengelak dan kabur secepat mungkin.


Setelah berhasil membuat kesal Xiao Zhang, Xie Hongyi merasa bosan dan memutuskan untuk keluar dari Istana. Tapi sekarang, Huang Long masih tidak mau menemuinya. Oleh karena itu, dia akan pergi keluar tanpa minta izin dari pria itu.


Xie Hongyi berjalan menyusuri jalan setapak sambil menyeret sistem. "Sistem cepatlah, kenapa kau berjalan sangat lambat?"


Dibelakangnya, ada seekor hewan berbulu berwarna coklat yang mempunyai tubuh besar. Moncongnya bergerak-gerak. "Host tidak perlu menarikku begitu kencang!"


Xie Hongyi berbalik untuk melihat sistem yang sedang berada dalam wujud anjing berjenis golden retriever. Ditangannya, ada sebuah sabuk kulit yang terhubung dengan leher sistem.


"Cepatlah, kita harus menemui wanita cantik!"


Mendengar frasa wanita cantik, sistem tiba-tiba bersemangat dan mengakhiri pura-pura lemasnya. Dia mengibas-ngibaskan ekornya dan dengan cepat berlari mendahului Xie Hongyi.


Xie Hongyi yang kini gantian diseret, hanya bisa mengikuti sistem sambil mengucapkan sumpah serapah. Dia menghukum sistem dengan menyuruhnya berganti wujud menjadi seekor anjing, dengan tujuan dia akan lebih mudah menindasnya. Tapi yang terjadi, malah diluar harapan.


Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah pondok kayu ditengah hutan. Sistem yang terlalu bersemangat, mengabaikan sopan santun langsung menabrak pintu kayu.


Dia tidak ingat sama sekali dengan ketakutannya dengan boneka kertas. Setelah mengendus-endus sebentar, dia kemudian berlari ke satu objek dan langsung duduk di pangkuannya.


Xie Hongyi "...Maafkan perilaku peliharaan ku."


Jiang Baixi yang sedang memangku sistem sambil mengelus kepalanya, menjawab dengan lembut. "Tidak apa-apa."


Melihat Jiang Baixi yang tidak keberatan, Xie Hongyi menghela nafas lega. "Hari ini aku akan mengajakmu keluar. Tenang saja, kau tidak akan membawa sial pada orang-orang."


Jiang Baixi menatap Xie Hongyi dengan tatapan penuh terimakasih. "Aku tahu. Adikku memberitahu kemarin." Dia kemudian berbisik. "Terimakasih."


"Jangan berterimakasih padaku. Sudah seharusnya orang-orang itu tahu bahwa sebenarnya kau tidak dikutuk."


"Bagaimanapun, terimakasih."


"Baiklah. Sekarang ayo kita pergi."


Jiang Baixi mengangguk. Dia kemudian berdiri dan seketika sistem terjatuh di pangkuannya. Sistem itu mengeluarkan suara keluhan, tapi dengan kejam Xie Hongyi menarik tali kekang untuk menariknya berdiri.


Setelah mereka keluar dari hutan dan tiba dipinggir kota, Xie Hongyi tiba-tiba berbicara. "Karena ini pertama kalinya kau keluar, maka kau yang akan memutuskan kemana kita akan pergi."


Jiang Baixi langsung menjawab. "Aku akan mengunjungi adikku."


"Kau tahu dimana dia?"


"Emm, dia sering menceritakan dimana dia sering berada pada siang hari seperti ini."


Xie Hongyi kira, Jiang Baixi akan membawanya ke kediaman Keluarga Jiang, tapi ternyata wanita itu malah membawanya ke rumah bordil disiang hari!


Jiang Baixi sedikit malu. "Biasanya waktu adikku akan pergi kemari. Tempat yang selalu ramai, didepan toko minuman keras, dinding berwarna merah, bangunan dua lantai, itu yang dikatakan adikku."


Dia juga tidak menyangka bahwa adiknya sering pergi ke tempat ini. Tapi karena mereka sudah telanjur datang, maka mereka harus menemuinya.


Xie Hongyi memandang ke atas langit. Jika selera Mo Heixue adalah wanita bangsawan yang anggun dan berpendidikan, maka Jiang Zhi menyukai dada besar kakak penghibur!


Xie Hongyi kemudian mengikatkan tali kekang sistem pada sebuah tiang. "Nah patuhlah. Jangan berkelahi dengan hewan lain."


Sistem yang ditinggalkan di luar, sangat kecewa melihat dua wanita itu masuk. Harapan untuk melihat wanita-wanita cantik di gedung hijau, langsung dipatahkan oleh Tuan Rumahnya!


Xie Hongyi dan Jiang Baixi telah masuk ke dalam bagian gedung dan langsung disambut oleh aroma bedak dan parfum yang sangat menyengat. Di sana juga banyak wanita-wanita cantik yang berlalu-lalang berbicara sambil menggoda.


Ketika para wanita itu melihat Xie Hongyi dan Jiang Baixi, mereka pikir kedua wanita itu akan melamar kerja disini, melihat kedua parasnya yang cantik. Jadi mereka tidak terlalu menghiraukan dua wanita itu.


Xie Hongyi pun bertanya. "Kau tahu siapa yang sering dikunjungi Jiang Zhi?"


"Adikku berkata bahwa dia sangat suka dengan wanita yang bernama Hua Li."


Xie Hongyi bertanya pada seorang wanita yang melewatinya. "Permisi, apakah kau tahu wanita bernama Hua Li?"


Wanita itu menjawab dengan suara centil. "Hua Li? Oh, si kecantikan bulan itu? Jika kau mencarinya dia ada di lantai dua."


Setelah mengucapkan terimakasih, Xie Hongyi dan Jiang Baixi naik ke lantai dua. Tapi, saat mereka melangkah tangga pertama, terdengar suara keributan dibelakang mereka.


Seorang wanita berbicara dengan keras. "Kenapa Tuan tidak membayar dengan jumlah yang telah Tuan janjikan?"


Suara pria menyahutnya dengan bentakan. "Pelacur! Kau berani protes dengan uang yang kuberikan? Kau harusnya bersyukur aku membayar mu."


Wanita itu keras kepala. "Tuan, jika kau tidak membayar jumlah yang kurang, aku akan terus menagihnya."


"Kau berani mengancam ku?" Pria itu hendak memukul pipi si wanita, tapi dengan cepat Xie Hongyi memblokirnya.


Gerakan yang dilakukan Xie Hongyi ini adalah semata-mata hanya spontan. Dia tidak bisa membiarkan seorang pria memukul wanita dihadapan.


Urat-urat biru di dahi pria itu menonjol saat menyadari gerakannya telah dihentikan. "Lepaskan aku!"


Xie Hongyi memegang tangan pria itu dengan erat. "Tuan, aku akan melepaskan mu jika kau akan menuruti permintaan dia."


Pria itu melontarkan kata-kata yang membuat semua wanita yang mendengarnya tersinggung. "Kenapa aku harus melakukannya? Sial, dasar pelacur lepaskan aku!"


Wajah Xie Hingyi menjadi datar, lalu tanpa aba-aba, dia menendang pria kurang ajar itu keluar sampai keluar jendela.


Kejadian itu disaksikan oleh orang-orang yang berada disana. Sesaat suasana hening menyelimuti seluruh ruangan. Kemudian, suara tepuk tangan terdengar saling bersahutan.


Salah satu wanita di sana berseru. "Oh, jadi begitulah caranya menghadapai pelanggan yang membayar dengan jumlah kurang untuk jasa kita!"


Sedangkan wanita yang ditolong Xie Hongyi, mengucapkan terima padanya. Kemudian dia mengambil sesuatu dari balik dadanya. "Ini adalah sebagai rasa terimakasih ku."


Wanita itu memberi Xie Hongyi sebuah kipas bambu dan sebuah buku. Setelah dilihat, sampul buku itu bertuliskan kaligrafi China yang berarti 'Kamasutra'.


Xie Hongyi: ".... Terimakasih kembali, tapi aku hanya akan mengambil kipasnya saja."


Wanita itu memaksanya. "Tidak usah sungkan. Ambilah. Lagipula aku tidak bisa membaca."


Xie Hongyi tidak punya pilihan lain selain menerimanya. Setelah semua orang tidak lagi memperhatikan Xie Hongyi, dia dan Jiang Baixi melanjutkan perjalanannya naik ke lantai dua. Setelah bertanya pada seseorang disana, Jiang Baixi membuka tirai salah satu ruangan tempat adiknya, dan mendapati Jiang Zhi sedang minum sambil menyaksikan seorang wanita memainkan sebuah lagu dengan guqin.


Jiang Zhi menoleh ketika mendengar suara tirai dibuka dan menatap kearahnya dan melihat kakaknya dan seorang wanita tak dikenal berdiri disana.


Melihat Jiang Zhi yang seperti baru pertama kali berjumpa dengannya, Xie Hongyi berkata: "Kita pernah bertemu sebelumnya, apakah Tuan Muda Jiang melupakan ku?"


Ah, wanita bercadar itu!