The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 26



Tidak lama kemudian, Xie Hongyi akhirnya sadar. Dia membuka matanya dan pandangannya gelap. Sepertinya ada yang sesuatu yang menutupi matanya.


Ah, Xie Hongyi ingat bahwa dirinya telah diculik oleh kelompok bandit-bandit itu. Dia kemudian berpikir, apakah Huang Long akan mencarinya?


Tangannya diikat dengan simpul mati. Xie Hongyi tidak bisa bergerak dengan bebas, dengan begitu dia perlahan-lahan merayap dan menabrak sesuatu yang keras. Dari suhunya yang dingin, Xie Hongyi yakin bahwa itu adalah besi. Xie Hongyi bertanya pada sistem dan dia mengetahui bahwa dirinya berada di dalam sebuah kurungan. "Sistem cepat lepaskan aku."


Sistem menuruti Xie Hongyi. Sesuatu yang menutup matanya akhirnya dilepas dan ikatan yang membelit tangannya dibuka.


Xie Hongyi melihat bahwa itu masih gelap. Ternyata kurungan itu ditutupi juga oleh sebuah kain hitam.


Ada suara langkah yang terdengar. Kemudian kain hitam itu diangkat. Xie Hongyi mendapati seorang pria berwajah garang dan berbadan kekar adalah orang yang mengangkat kain itu.


"Bagaimana kau bisa lepas?" Pria itu bertanya dengan heran.


"Mungkin ikatan kalian kurang kuat." Xie Hongyi menjawab dengan asal.


"Itu bukanlah masalah. Lagipula kau tidak bisa lepas dari kurungan ini." Pria itu berkata acuh tak acuh kemudian dia membuka kain hitam yang menutupi kurungan besi lainnya.


Xie Hongyi menyadari bahwa ada beberapa kurungan besi yang sama terdapat di ruangan itu.


Kain hitam yang ia angkat berisi seorang pria babak belur. Pemuda itu berusia sekitar 17 tahun. Keadaannya sangat memperihatinkan. Terdapat banyak luka di sekujur tubuhnya dan ia dalam keadaan tak sadarkan diri.


Kurungan yang lainnya juga berisi orang-orang yang terluka dan sebagian pingsan. Bahkan ada seorang anak perempuan yang memiliki luka ditangannya. Xie Hongyi bersyukur bahwa dia tidak terluka sama sekali.


"Emm, paman bolehkan aku bertanya ini dimana?" Xie Hongyi membuka suara.


Pria itu telah selesai membuka semua kain. Kemudian ia menjawab Xie Hongyi.


"Tempat ini? Ini adalah pasar gelap. Kalian akan dilelang sebentar lagi. Jadi jangan harap kalian bisa melarikan diri." Setelah mengatakan hal itu, ada seorang pria lagi yang masuk ke dalam ruangan.


"Cepat pilih siapa dulu yang akan dilelang. Pelanggan sudah datang." Dia berkata dengan terburu-buru.


Kemudian beberapa orang pria masuk. Mereka kemudian memilih seorang wanita muda yang tidak sadarkan diri lalu membawanya keluar.


Xie Hongyi mendengar sesuatu di sebelahnya. Dia menoleh dan melihat pemuda perlahan mulai sadar.


Pemuda itu tampak bingung sekejap. Kemudian matanya melotot. "Aku harus keluar dari sini!" Tiba-tiba pemuda itu berteriak. Gerakan yang dilakukan pemuda itu mungkin menimbulkan rasa sakit pada lukanya membuat dia meringis.


[Perhatian! Misi telah dipicu. Silahkan melarikan diri dari tempat ini dan selamatkan pemuda di samping kamu]


Saat ini tiba-tiba sistem bersuara.


[Ting! Waktu anda adalah 30 menit dari sekarang]


Ternyata ini adalah misi yang berpacu dengan waktu. Dengan begitu, Xie Hongyi harus cepat. "Sistem tukarkan poinku dengan kunci yang bisa membuka sel ini."


[20 poin telah ditukarkan dengan item kunci. Poin anda saat ini tersisa 330]


Xie Hongyi dengan cepat menyambar kunci yang muncul dihadapannya lalu dengan segera ia membuka kurungan.


Pemuda itu masih bergumam dengan pelan, lalu perhatiannya teralihkan oleh suara dentingan besi. Dia menoleh lalu melihat seorang wanita keluar dari sel. Wanita itu berpenampilan seperti Nona muda dari keluarga terhormat.


Pemuda itu kemudian melihat wanita itu menuju ke arahnya dan membuka sel yang mengurung dirinya.


"Ayo kita keluar." Xie Hongyi mengulurkan tangan kearahnya.


Pemuda itu diam sejenak lalu meraih tangan wanita itu.


Mereka berjalan ke arah pintu keluar dengan Xie Hongyi yang mendukung langkah pemuda itu. Namun baru saja mereka berjalan beberapa langkah, tiba-tiba seseorang berteriak.


"Nona! Tolong selamatkan aku. Aku janji akan menjadi pelayan mu seumur hidup."


"Selamatkan aku juga!"


"Aku juga!"


Xie Hongyi membuat pilihan. Lalu dia membebaskan semua orang.


Dia berjalan paling depan dan memimpin semua orang keluar. Semua orang terluka dan mereka berjalan dengan lambat.


Lorong di luar ruangan itu tampak sepi dan gelap.


Setelah beberapa saat berjalan, mereka bertemu dengan beberapa pria yang membawa wanita tadi.


Pria-pria itu terkejut saat melihat kelompok Xie Hongyi. Bagaimana mereka bisa terlepas?


Kemudian mereka dengan cepat menghampiri kelompok itu dan berniat menangkap mereka kembali. Tapi mereka tidak menyangka wanita yang berdiri paling depan akan melawan.


Xie Hongyi melawan beberapa orang sekaligus. Dia dengan mudah mengalahkan mereka karena tadi dia sempat menukarkan poinnya dengan sebuah pistol jenis softgun. Dan dia harus rela kehilangan sebagian besar poinnya karena harga item itu mahal.


Setelah semua pria itu tumbang, kelompok mereka kemudian melanjutkan pelarian.


Xie Hongyi tidak tahu kemana lorong ini akan mengarah. Setelah berjalan beberapa saat, lorong itu berakhir dengan sebuah pintu kayu. Xie Hongyi membukanya dan orang-orang yang ada di tempat itu menatapnya dengan beberapa pandangan.


"Sial." Xie Hongyi mengumpat pelan.


Ternyata pintu itu bukan mengarah ke luar, tetapi itu mengarah ke tempat pelelangan. Para penonton yang tadi ribut memperebutkan harga hal yang dijual di pelelangan, terdiam.


Xie Hongyi berpikir cepat menembak salah satu penyangga kayu yang berada di langit-langit.Kemudian sebuah kayu jatuh ke arah para penonton. Seketika penonton kelabakan dan sibuk melarikan diri.


"Kalian semua keluar!" Xie Hongyi berteriak.


Tidak ada yang menyangka jika pelelangan berakhir kacau. Pemilik pelelangan yang duduk di dekat panggung wajahnya memerah karena marah. Wanita itu berani sekali merusak acaranya!


"Tangkap wanita itu dan orang-orang yang ada dibelakangnya! Aku ingin dia hidup atau mati!" Segera setelah perintah itu diucapkan, beberapa pria bersenjata berlari menghampiri Xie Hongyi.


Xie Hongyi mengangkat tangannya lalu menembak satu persatu mereka.


Pemilik pelelangan lebih marah. Benda aneh yang dipegang wanita itu telah merobohkan sebagian besar para pegawainya.


Ketika dia hendak memberi perintah lagi, sebuah benda dingin menyentuh pelipisnya.


"Jika kau berbicara lagi, maka benda ini akan membuatmu bernasib sama dengan mereka." Entah sejak kapan Xie Hongyi berada didekatnya, dia tidak menyadari gerakan yang dilakukan wanita itu.


"Berhenti!" Pemilik pelelangan itu berteriak ke arah beberapa orang pegawainya yang hendak menyerang.


Pemilik pelelangan takut mati. Dia menyadari bahwa wanita ini bisa kapan saja mencabut nyawanya.


"Sekarang biarkan kami pergi, dan aku akan membiarkanmu hidup." Xie Hongyi berucap. Sekarang Xie Hongyi merasa bahwa dirinya adalah seorang perampok yang sedang menjarah sebuah bank.


"Apa! Lalu bagaimana dengan kekacauan ini? Aku mengalami kerugian yang sangat banyak!"


Xie Hongyi juga berpikir seperti itu. Dia sadar kalau dia telah telah mengacaukan bisnis orang lain. Tapi Xie Hongyi tidak peduli. "Humph! Bisnis seperti ini bisa kau lakukan lagi dia masa depan jika kau masih hidup. Sekarang kau akan mengizinkan kami keluar atau tidak?"


Pemilik pelelangan berpikir dia tidak punya pilihan lagi. Dengan berat dia mengizinkan mereka pergi. "Pergilah! Dan jangan pernah mengacau disini lagi."


Wajah Xie Hongyi puas akan keputusan bos lelang. "Bagus. Kalian pergilah dulu. Tunggu aku diluar." Setelah berkata seperti itu, para calon budak itu berlari keluar.


Setelah dia memastikan mereka semua keluar, Xie Hongyi pun bergerak. Dia berjalan mundur ke pintu keluar sembari tetap mengacungkan pistolnya.


Ketika ia sampai diluar, Xie Hongyi melihat bahwa orang-orang yang ia selamatkan tidak ada.


Xie Hongyi tahu bahwa mereka telah melarikan diri. Xie Hongyi tidak berkata apapun, tapi ada sesuatu yang mencubit hatinya. Hanya ada seorang pemuda yang ia selamatkan pertama kali berdiri di sana seolah menunggunya.


"Mereka semua pergi." Pria itu berkata ketika Xie Hongyi mendekat.


"Aku tahu. Kenapa kau tidak ikut dengan mereka?"


"Aku adalah orang yang tahu balas budi." Setelah pemuda itu berbicara, tubuhnya limbung dan hampir menyentuh tanah jika saja Xie Hongyi tidak menahannya.