
Setelah mendapat salah satu bahan untuk membuat penawar, Xie Hongyi berencana untuk segera mencari bahan-bahan yang lainnya.
Pada sore hari, tanpa diketahui siapapun, Xie Hongyi pergi dari Istana. Dia merasa tidak memerlukan pengawalan dari siapapun karena dia memiliki sistem di disisinya.
Xie Hongyi memakai pakaian musim dingin yang tebal dengan jubah kulit rusa yang membuat tubuhnya hangat, berjalan ke sebuah hutan yang ada di sebelah barat dari Istana.
Xie Hongyi sudah cukup lama menyusuri hutan, tapi dia belum menemukan apa yang ia cari.
Melihat matahari yang hampir tenggelam, Xie Hongyi menyuarakan kecerobohannya sendiri. "Seharusnya besok saja aku ke sini."
Sistem tidak mengatakan apapun, karena dia tahu jika dia bersuara, Xie Hongyi akan memarahinya. Sistem tidak tahu kenapa manusia bisa memiliki suasana hati yang berubah-ubah. Akhir-akhir ini host nya yang sembrono begitu sensitif.
Dan apa yang Xie Hongyi perkirakan terjadi, hari sudah gelap sementara ia belum menemukan bahan yang ia cari satupun!
Merasa sedikit lelah, Xie Hongyi memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon. Dia mengeratkan bajunya ketika angin malam berhembus.
Dia sedang bersantai sambil menutup matanya ketika sebuah suara benda melesat terdengar sangat dekat. Xie Hongyi memiringkan kepalanya untuk menghindari benda yang terbang ke arahnya. Ternyata itu adalah sebuah panah! Xie Hongyi tidak sempat mengerjap tatkala beberapa panah seperti hujan melesat ke arahnya.
Xie Hongyi mengutuk keberuntungan nya yang buruk. Setelah berhasil menghindari semua panah, beberapa orang berpakaian hitam muncul dihadapannya. Dengan aba-aba dari satu orang, para pria berbaju hitam itu segera bergegas ke arah Xie Hongyi dan mulai menyerang.
Xie Hongyi yang terpojok mencoba untuk melawan mereka. Tapi, para pria ini ternyata tidak sama dengan pembunuh yang sebelumnya. Mereka seakan-akan tahu semua trik yang Xie Hongyi lakukan.
Xie Hongyi mengumpat dalam hatinya. Dia tidak punya pilihan lain selain pergi menjauh alias kabur!
Huang Long masih berbaring sambil menutup matanya di atas ranjang. Walaupun begitu, dia sangat waspada mendengarkan suara di sekitar. Dia tidak lengah sedikit pun.
Huang Long membuka matanya saat dia mendengar suara pintu yang terbuka. Di depan pintu, muncul sosok Huang Ruifeng.
Melihat pamannya datang, Huang Long bangkit untuk duduk. Dia menyapa. "Paman."
Huang Ruifeng berjalan perlahan menghampiri Huang Long, lalu duduk di kursi yang paling dekat dengan ranjang. Dia menuangkan segelas teh di atas meja untuk dirinya sendiri. "Apa rencana mu mengenai Keluarga Shi?"
Huang Long menjawab sesuai dengan apa yang disarankan Xie Hongyi. "Aku akan memerintahkan beberapa orang untuk mencari tempat persembunyian mereka."
Huang Ruifeng mengangguk dan menyesap tehnya dengan pelan. Dia tiba-tiba berkata: "Ah, ternyata bukan Permaisuri Shi?"
Huang Long menatap pamannya dengan bertanya-tanya apa maksud dari perkataannya.
Huang Ruifeng terkekeh melihat wajah tajam keponakannya yang bingung. "Kau sama sekali kelihatan tidak kecewa saat mengetahui bahwa Permaisuri Shi terlibat dengan hal ini."
Huang Long menjawab dengan nada yang datar, sama sekali berlawanan dengan kata-kata yang ia ucapkan. "Ya, aku hanya tidak menyangka bahwa seseorang yang sudah kuanggap sebagai adik malah berencana untuk menurunkan takhtaku."
Karena dulunya, dia, Shi XuanRan dan Shi Mian adalah teman masa kecil. Mereka adalah orang yang Huang Long percayai. Huang Long merasa kemampuannya untuk mendeteksi seseorang yang berbohong atau tidak, sama sekali tidak berguna pada mereka.
Huang Long tidak bodoh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Keluarga Shi dulu membantunya naik takhta, tapi sekarang mereka berusaha untuk menurunkannya. Bukankah sedari awal mereka membantunya karena suatu tujuan? Lalu karena Huang Long gagal mencapai apa yang mereka harapkan, mereka membuangnya.
Huang Ruifeng kembali bertanya dengan absurd, membuat Huang Long kembali ke kenyataan. "Yang Mulia, apa kau pernah memegang tangan seorang wanita?"
Huang Long menjawab dengan jujur. "Pernah."
Huang Ruifeng menjadi penasaran. Dia terlihat seperti anak kecil yang berharap di beri uang jajan. "Siapa?"
Kata Huang Long berikutnya berhasil mematahkan harapan Huang Ruifeng. "Ibuku." Dan juga Xie Hongyi, Huang Long melanjutkan kalimat itu dalam hati. Yah, walaupun malam itu dia dalam keadaan yang tidak sadar.
Seketika Huang Ruifeng kecewa, dan dia merasa percuma berbicara dengan keponakannya yang memiliki sikap dingin ini. Dia cemberut. Dia dengan kesal kembali menuangkan teh.
Huang Long tiba-tiba merasakan sesuatu. Firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi, tapi dia tidak tahu apa itu. Dia menatap pamannya dengan seksama dan mengatakan apa yang ada dalam benaknya. "Paman, aku rasa sesuatu yang buruk akan terjadi."
Xie Hongyi masih di kejar oleh sekelompok orang, harus menghentikan langkahnya saat dia menabrak sesuatu. Dia mendongak dan terkejut dengan apa yang dia lihat. Walaupun malam hari sangat gelap, tapi dia bisa melihat apa itu dengan sedikit cahaya dari bulan.
Xie Hongyi berseru. "Xiao Zhang? Sedang apa kau di sini?"
Xiao Zhang yang berpakaian seperti seorang kasim berkata dengan suara sedikit panik. "Jangan banyak tanya. Cepat kita lari sebelum mereka datang!"
Xie Hongyi menoleh kebelakang dan melihat sekelompok orang hampir mencapai mereka berdua. Dia akhirnya mengikuti pria itu berlari lagi.
Xiao Zhang sebenarnya melihat Xie Hongyi pergi dari Istana, dia merasa penasaran dan memutuskan untuk mengikutinya.
Tapi ternyata rasa penasaran itu telah membuatnya dalam keadaan berbahaya.
Sambil berlari, Xie Hongyi bertanya pada Xiao Zhang. "Siapa mereka? Kenapa mereka ingin membunuhku?"
Xiao Zhang balik bertanya. "Aku tidak tahu. Apa kau pernah menyinggung seseorang?"
Xie Hongyi juga tidak merasa melakukan kesalahan. "Aku rasa tidak."
Xie Hongyi ingat bahwa ia mempunyai sebuah senjata. Dia kemudian mengambil senjata api jenis AK47 yang ia gunakan pada saat di rumah lelang dulu.
Xie Hongyi mengarahkan benda itu ke belakang sambil menekan pelatuknya. Beberapa orang pengejar tampak tumbang ketika peluru berhasil melubangi bagian tubuh mereka. Xiao Zhang tertegun saat melihat benda yang pernah ia lihat ketika ia pertama kali bertemu dengan Xie Hongyi. Menurutnya, benda itu sangat hebat karena bisa langsung membunuh dalam satu serangan, tidak seperti panah yang kadang tidak akurat saat mengenai target.
Xie Hongyi kehabisan peluru, dan jumlah para pengejar itu malah bertambah dan semakin cepat mengejar mereka. Dia meminta bantuan sistem, tapi sistem itu berkata: "Ini adalah salah satu misi mu untuk melarikan diri dari situasi. Aku tidak diperbolehkan oleh pusat untuk memberikan bantuan apapun."
Jika Xie Hongyi dalam keadaan yang memungkinkan, dia sudah dari tadi memukul sistem. Untuk apa gunanya dia ada disini?
Sekali lagi, keberuntungan Xie Hongyi benar-benar buruk.
Mereka harus menghentikan langkahnya karena di depan adalah sebuah tebing dengan sungai beku di bawahnya.