The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 96



Di dalam kereta Xie Hongyi terus teringat akan perkataan kakek tua tadi. Entah kenapa, kali ini dia memikirkannya tidak seperti dulu yang terjadi sewaktu ia dikurung di kuil. Kata-kata pria itu membekas di hatinya, membuat Xie Hongyi merasa tak nyaman.


Huang Long yang memerhatikan Xie Hongyi menyadari ada yang aneh dengan wanita itu. Sejak dia masuk ke dalam kereta, Xie Hongyi terus melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Ada apa?" Huang Long bertanya karena takut sesuatu terjadi padanya walaupun Xie Hongyi terlihat baik-baik saja.


Xie Hongyi langsung tersadar. Dia dengan cepat menjawab pertanyaan Huang Long. "Tidak ada. Hanya bertemu dengan orang menyebalkan."


Huang Long mengerutkan keningnya. "Orang menyebalkan?"


"Ya. Dia berbicara ngawur seperti tahu segalanya. Seperti peramal saja," ucap Xie Hongyi seperti keluhan.


Peramal? Mulut Huang Long berkedut. Mana mungkin seorang peramal bisa berkeliaran sembarangan? Biasanya mereka berada di kuil atau menetap di tempat khusus. Status peramal sangat tinggi karena mereka dianggap sebagai utusan dewa, sehingga tidak mungkin Xie Hongyi bertemu dengan salah satu dari mereka di sini, apalagi dengan keadaan yang telah terjadi.


Kecuali, orang itu bukan peramal, tetapi orang yang memiliki kekuatan khusus. Dan orang itu hanya berasal dari satu tempat yang berada jauh dari sini.


"Tidak."


Xie Hongyi langsung menatap Huang Long. Dia penasaran kenapa Huang Long berbicara seperti itu.


Huang Long pun menjelaskan. "Kemungkinan dia berasal dari Xinjiang Selatan."


Mata Xie Hongyi terbuka lebar. "Xinjiang Selatan? Bukankah orang-orang di sana pandai menggunakan racun?"


Racun Lingtian yang di derita Huang Long berasal dari sana.


Huang Long menjelaskan. "Salah satunya. Tidak hanya pandai menggunakan racun, tapi mereka juga ada yang bisa meramal masa depan, mempunyai kekuatan batin dan ahli pengobatan."


Xie Hongyi berujar dengan kagum. "Pasti wilayah itu sangat terkenal."


"Ya," Huang Long membenarkan ucapan Xie Hongyi.


Kemudian Huang Long berkata lagi. "Tidak ada yang berani memasuki negeri itu."


Mata Xie Hongyi menyipit. Dia bertanya dengan semangat. "Kenapa?"


"Karena setiap ada orang yang mencoba pergi ke sana, mereka tidak pernah kembali."


Xie Hongyi terkejut. Reaksinya seperti anak kecil yang diberitahu ada mainan baru.


Huang Long diam-diam berpikir ekspresi Xie Hongyi lucu. Namun dengan cepat pikiran itu menghilang.


"Mereka tidak ingin ada orang asing yang memasuki wilayah mereka."


"Lalu jika ada yang berhasil memasuki nya?"


"Orang itu akan digunakan untuk mencoba teknik baru orang-orang Xinjiang Selatan."


"Seperti tikus percobaan?"


Huang Long tidak mengerti apa yang diucapkan Xie Hongyi. Tapi dia tahu maksudnya sama dengan yang ia katakan. "Kurang lebih seperti itu."


Xinjiang Selatan sangat tidak ramah dengan pendatang. Mereka tidak menyukai ada orang lain yang masuk ke negeri mereka. Dan jika ada yang berhasil masuk, mereka akan langsung menangkap dan mengurungnya di penjara bawah tanah. Situasi itu sudah berlangsung selama beratus-ratus tahun.


Alasannya, hanya orang Xinjiang Selatan saja yang tahu.


"Yang Mulia terlihat berpengetahuan luas tentang Xinjiang Selatan, apa Yang Mulia pernah mencoba untuk pergi ke sana?"


Xie Hongyi melontarkan pertanyaan itu secara sembarangan. Seperti baju yang dilempar asal-asalan, tapi ia tidak menyangka Huang Long memiliki reaksi yang aneh.


Pria itu berusaha menghindari mata Xie Hongyi. "Itu hanya informasi dasar."


Benarkah? Tapi kenapa Xie Hongyi tidak merasa demikian?


"Sistem, apa menurutmu protagonis berbohong?" Xie Hongyi melakukan telepati dengan sistem.


"Mungkin."


"Bukan mungkin, tapi pasti." Xie Hongyi berkata dengan yakin.


Apakah ada sesuatu di Xinjiang Selatan yang berhubungan dengan Huang Long?


Huang Long sebenarnya sama sekali tidak mau membahas tentang Xinjiang Selatan. Mendengar kata-kata itu saja, dia akan memalingkan muka dan tidak peduli. Bukan karena dia membenci Xinjiang Selatan, tapi ada sesuatu dalam wilayah itu yang mengingatkannya dengan sesuatu yang buruk.


Tapi dengan Xie Hongyi, Huang Long ingin menceritakan segalanya. Tapi, dia masih ragu. Dia percaya dengan Xie Hongyi, tapi wanita itu tidak harus tahu semuanya. Mungkin lain kali Huang Long akan berbicara.


Tapi, Huang Long tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu lagi. Instingnya yang selalu tajam, mendadak seakan dihalangi sesuatu sehingga dia tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi dengan Xie Hongyi. Dan Huang Long sama sekali tidak menyadarinya.


***


Xie Hongyi dan Huang Long menyamar menjadi orang biasa. Mereka berbaur dengan masyarakat Selatan lainnya.


Mereka juga mendapatkan informasi mengenai situasi yang terjadi.


Situasi yang sedang terjadi di Selatan adalah kecemasan dan kepanikan yang dialami oleh warga sipil. Mereka takut dengan gejolak pemberontakan yang telah mereka dengar. Huang Long kemudian mengirimkan surat pada Huang Ruifeng, meminta agar pamannya bisa mengatasi kepanikan rakyat. Dia juga memberitahu bahwa malam ini Huang Long akan sampai di Istana.


Pada saat ini, Huang Long dan Xie Hongyi sedang beristirahat di salah satu kedai makanan yang masih berani buka di situasi yang menegangkan. Tentu saja di dalam kedai itu sangat sepi, hanya ada Huang Long dan Xie Hongyi serta dua orang penjaga rahasia yang menyamar. Mereka sengaja datang ke sini karena kedai makanan ini terlihat mencurigakan.


Sekilas tempat ini seperti kedai makanan biasa, namun ketika masuk, orang yang tidak waspada pasti tidak menyadari ada yang salah. Pelayan dan juru masak kedai ini tidak bersikap aneh, namun ada yang ganjal dengan penampilan mereka. Para koki dan juru masak ini memilki badan yang kekar dan tangan besar, seperti milik orang yang selalu memegang senjata. Dan juga, di dinding kayu kedai ini banyak pedang yang menggantung seperti hiasan dinding. Hal itu menjadi aneh karena mereka tidak pernah melihat konsep restoran yang serupa.


Saat Xie Hongyi makan, dia mencuri pandang pada dua yang berdiri tak jauh darinya. Mereka berdiri seperti patung, dengan muka datar yang menyebalkan.


Xie Hongyi berpikir, apa penjaga Huang Long semuanya seperti ini? Bertindak seperti robot yang hanya melakukan apa yang diperintahkan.


Suara langkah kaki yang tiba-tiba terdengar menyadarkan Xie Hongyi dari pikirannya. Ketika dia menoleh untuk melihat siapa yang datang, alisnya berkerut. Xie Honyi kemudian memandang Huang Long yang juga menyadari keberadaan mereka berdua.


Huang Long dan Xie Hongyi terdiam, tidak berani mengeluarkan suara apapun. Mereka dengan cermat memerhatikan gerakan kedua orang itu. Jika mereka berdua adalah orang biasa, maka Xie Hongyi dan Huang Long tidak terlalu peduli, tapi yang datang ke sini adalah Shi XuanRan dan seorang laki-laki tua.


Siapa yang ada di sisi Shi XuanRan? Pertanyaan itu serentak terlintas di benak Xie Hongyi dan Huang Long.


“Yang Mulia,” Xie Hongyi berbisik.


“Aku tahu,” Huang Long menjawab dengan pelan.


Mereka berdua mencoba untuk mendengarkan percakapan Shi XuanRan dan laki-laki tua itu. Tapi karena sesuatu hal, mereka tidak bisa mendengar apapun. Huang Long mengernyit, pendengarannya sangat tajam, dalam jarak ini dia pasti bisa mendengar apa yang dibicarakan kedua orang itu. Tapi, dia tidak bisa melakukannya. Kemungkinan disekitar kedua orang itu ditutupi oleh energi internal untuk mencegah orang lain menguping. Sesuatu hal seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang pandai beladiri.


Huang Long juga terganggu dengan satu hal. Wajah laki-laki tua itu terlihat familiar.