
"Selir Xie telah meninggal." Seorang tabib yang memeriksa denyut nadi Xie Hongyi berkata sambil menghela nafas.
Xie Hongyi dibaringkan di atas ranjang nya sendiri. Wajahnya tidak berwarna dan suhu tubuhnya sedikit dingin. Setelah dikeluarkan dari kolam, Xie Hongyi segera dibawa ke kediamannya untuk diperiksa. Yi'er yang mengganti baju basah Xie Hongyi dan dua pelayan lainnya berharap kalau Nyonyanya baik-baik saja. Tapi ternyata, harapan mereka tidak sesuai dengan apa yang terjadi.
Yi'er yang berdiri tak jauh dari tempat Xie Hongyi berbaring, berteriak histeris. "Tidak mungkin! Tabib, kau tidak berbohong kan?"
Secara umum, masalah ini pasti sampai ke telinga Kaisar. Huang Long yang mendengar bahwa Selir Xie tenggelam dari kasim pengurus harem, dia bergegas datang ke halaman belakang. Sebelum itu, dia juga menyuruh beberapa orang untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.
Selangkah lagi Huang Long akan masuk ke kamar Xie Hongyi saat mendengar tabib berbicara. Dia berhenti melangkah, wajahnya menampilkan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.
"Untuk apa aku berbohong? Kau bisa memeriksa nya sendiri. Nadi Selir Xie sudah tidak ada lagi." Tabib itu berkata dengan tidak sabar.
Yi'er yang mendapat penegasan dari kata-kata tabib, kembali menangis. Kemudian dia menghampiri ranjang Xie Hongyi dan meratapinya. Ling'er dan Wan'er juga mengikuti tindakan Yi'er sambil meneteskan air mata.
Tabib itu hendak berbalik untuk kembali, dan dia melihat Huang Long yang berdiri di ambang pintu dengan terpaku. Tabib itu kemudian memberi hormat padanya. "Yang Mulia Kaisar."
Huang Long kemudian kembali ke Tuhan dan menjawab tabib itu. "Emm." Dia tidak melangkah lebih jauh, hanya berdiri di sana sambil menatap tabib.
Mendapat tatapan yang dingin dari Huang Long, seluruh tubuh tabib itu gemetar. "Kau yakin tidak merasakan nadinya?" Huang Long bertanya dengan nada yang dalam.
Pada saat ini, dua orang muncul. Mereka adalah kasim yang selalu ikut dengan Huang Long kemanapun dan satunya lagi adalah kasim pengurus harem. Nafas mereka terengah-engah seperti habis lari maraton. Rupanya mereka memang berlari mengejar langkah Huang Long yang terburu-buru. Ketika mereka merasakan aura suram yang dipancarkan Huang Long, mereka tidak berani berkata-kata.
Tabib itu menjawab pertanyaan Huang Long dengan takut-takut. "Hamba sangat yakin Yang Mulia. Denyut nadi Selir Xie sudah tidak ada lagi. Hamba bersedia dihukum mati jika yang hamba katakan tidak benar."
Terdengar helaan nafas dari Huang Long. Dia tahu tabib ini sudah bertahun-tahun menjadi tabib kekaisaran. Tidak mungkin dia berbohong dengan masalah sebesar ini. Dia hendak berkata lagi saat terdengar suara wanita yang serak. "Kenapa kalian berkumpul di sini?"
"Nyonya!" Ketiga pelayan Xie Hongyi berteriak saat mendengar suara itu dan mereka menoleh untuk melihat siapa yang bersuara.
Semua orang di sana yang mendengar suara ini, kaget. Mereka kemudian melihat sosok yang sebelumnya berbaring kemudian kini duduk menghadap mereka. Wajah wanita itu masih pucat, namun matanya bersinar, menunjukkan bukti bahwa dia masih hidup.
Tabib yang melihat Xie Hongyi sadar, berkata dengan nada tinggi. "Bagaimana mungkin?" Dia tadi dengan jelas memeriksa Xie Hongyi dan menemukan bahwa ditubuh nya tidak ada kehidupan lagi. Dia kembali berkata dengan cemas. "Yang Mulia, hamba yakin bahwa pemeriksaan tadi tidak salah."
Huang Long menanggapi perkataan sang tabib. "Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Tabib Huo, bagaimana kamu akan menjelaskan ini?"
Tabib Huo tiba-tiba berlutut diatas lantai. Dia kemudian menyembah Huang Long beberapa kali. "Ampuni hamba Yang Mulia!"
Pada saat Xie Hongyi melihat pemandangan di depannya, matanya menyipit. Kemudian dia berkata. "Yang Mulia, jangan salahkan tabib Huo. Kematian total terjadi jika seseorang sudah kehilangan fungsi otak, bukan karena tidak adanya denyut nadi atau jantung. Wajar jika Tabib Huo mengatakan bahwa aku sudah meninggal."
Walaupun tidak mengerti apa yang dikatakan Xie Hongyi, namun Huang Long tahu maksudnya. Xie Hongyi ingin Tabib Huo dilepaskan dan dibebaskan dari hukuman walaupun membuat diagnosis yang salah. "Zhen tidak akan memenggalnya. Tapi sebagai gantinya, Tabib Huo akan dicambuk 10 kali. Pengawal, cepat bawa dia." Dua orang pengawal bertubuh tegap datang lalu membawa Tabib Huo keluar.
"Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia!" Tabib Huo berkata pada saat dirinya diseret.
Setelah Tabib Huo dibawa keluar, Huang Long kemudian berbicara lagi. "Karena Selir Xie baik-baik saja, zhen akan pergi." Lalu dia benar-benar pergi. Dua kasim yang sedari tadi diam, kemudian mengikuti Huang Long dengan tergesa-gesa.
Xie Hongyi melihat kepergian Huang Long dengan lekat, lalu sedikit termenung. Hati Xie Hongyi masih merasa tidak enak, walaupun dia tahu Tabib Huo tidak akan mati. Dia kemudian menghela nafas.
"Nyonya kau tahu, pada saat kau terjatuh ke dalam kolam, aku benar-benar panik. Aku tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi padamu. Maafkan aku juga karena tidak bisa menjagamu dengan baik." Yi'er berkata sambil menangis.
Mendengar Yi'er berbicara, Xie Hongyi sedikit mengusap kepalanya. Dia kemudian menenangkan Yi'er. "Tenang saja, aku tidak akan mati semudah itu."
Hati Xie Hongyi menjadi hangat. Sungguh nasib yang beruntung memilki seseorang yang mengkhawatirkamu di dunia ini. "Baiklah aku tidak akan bicara seperti itu lagi. Oh, bagaimana keadaan Pangeran Jue?"
Ling'er menjawab dengan tenang. "Pangeran Jue baik-baik saja. Dia sekarang berada di kediamannya."
Xie Hongyi menghela nafas lega. Mungkin setelah ini dia harus mengunjungi Ah-Jue nya. Kejadian hari ini pasti menimbulkan bayangan psikologi pada anak itu. "Kalian pergilah buatkan sesuatu untuk dimakan."
"Baik Nyonya." Wan'er dan Ling'er menjawab serentak, namun Yi'er memberikan jawaban yang berbeda. "Tidak! Nyonya aku akan tetap disini untuk menjagamu."
"Kamu pergilah dengan mereka. Aku ingin beristirahat sebentar."
"Tapi..." Yi'er hendak membantah, tapi dia mendapat tatapan tajam Xie Hongyi dan tidak punya pilihan lain selain ikut keluar dengan Wan'er dan Yi'er.
Setelah semua orang pergi, Xie Hongyi masih duduk dan tidak beristirahat seperti apa yang dia katakan. Namun pada saat ini, dia berkata entah pada siapa. "Keluar!"
Tiba-tiba di udara kosong, muncul sesosok hewan berbulu putih. Hewan itu kemudian jatuh dipangkuan Xie Hongyi. Dengan tanpa perasaan, Xie Hongyi memegang bagian telinga hewan itu lalu mengangkatnya dihadapan wajah.
"Rakun kecil, kau tadi berkata bahwa poinku di reset?"
Hewan di tangan Xie Hongyi memberontak untuk melepaskan diri. Lalu moncongnya yang berwarna hitam bergerak dan dia bersuara. "Sudah ku katakan bahwa aku ini rubah, bukan rakun!" Rubah kecil itu berkata dengan marah.
Xie Hongyi mencibir. "Sama saja bagiku."
Tiba-tiba, cakar kecil rubah itu memegang wajahnya sendiri, lalu mengusapnya seperti orang yang sedang menangis. "Huhu, kau adalah host yang menyebalkan. Aku dianiaya, huhu."
Mendengar rengekan dari rubah kecil itu, Xie Hongyi memutar matanya. "Hei, apa kau tidak menyadari? Dengan wujudmu yang seperti ini, aku dengan mudah membunuhmu lalu menyajikanmu dalam sup."
Xie Hongyi tadinya tidak menyangka bahwa wujud sebenarnya sistem adalah seekor rubah. Dia pikir, sistem adalah sekumpulan string data komputer yang tidak berwujud.
Beberapa saat yang lalu.
[Pemulihan akun dimulai.... proses 56%]
Xie Hongyi membuka matanya saat mendengar suara sistematis yang akrab.
Pemandangan didepan matanya berwarna putih, seperti sebuah ruangan. Kemudian sebuah sinar biru muncul dihadapan Xie Hongyi. Sinar biru itu perlahan-lahan menjadi sebuah bidang datar seperti sebuah papan tulis. Papan itu bertuliskan:
[Dikarenakan pemulihan akun, maka poin kamu di reset menjadi 0. Exp dan achievement tidak berubah]
Xie Hongyi menjadi marah saat membaca tulisan itu. Kemudian dia menyentuh papan itu, seketika papan itu berubah menjadi seekor hewan kecil berbulu putih. "Rakun?" Xie Hongyi menebak.
"Hei! Aku bukan rakun!"
Tiba-tiba hewan berbulu itu bersuara, dan karena kaget Xie Hongyi tak sadar membuangnya.
Mata hewan kecil itu memerah, menatap Xie Hongyi lalu menunjuknya dengan cakar, menuduh Xie Hongyi. "Kamu!"