
Setelah Xie Hongyi dan Jiang Baixi pergi, wanita yang ditolong oleh Xie Hongyi kedatangan tamu dan mereka berdua pergi ke suatu ruangan di lantai satu.
Namun sepertinya pria itu tidak berniat untuk memakai jasanya. Dia berkata dengan cemas pada wanita itu. "Dimana buku yang aku berikan?"
"Aku sudah memberikannya pada seseorang."
Pria itu menjadi marah. "Bodoh! Kau tahu apa yang telah kau lakukan?"
Tentu saja wanita itu tidak tahu apa-apa. "Aku tidak tahu!"
"Sial! Tuan pasti membunuhku." Pria itu kemudian menatap si wanita dengan ganas. Dia berpikir, kalau bukan karena wanita ini, dia pasti tidak akan mendapat masalah!
Tangan pria itu tiba-tiba mencekik sang wanita. Si wanita itu berusaha melepaskan tangannya dari lehernya. Tapi, perbedaan kekuatan mereka terlalu besar, dan perjuangan wanita itu sia-sia. Dia kemudian mati kehabisan nafas.
Tubuh tak bernyawa wanita itu jatuh ke atas lantai. Dengan santai pria itu lewat dan menginjaknya, kemudian keluar dari sana.
Sementara itu dilantai dua Jiang Zhi menghampiri mereka dengan langkah tidak stabil. Dia tiba-tiba tertawa. "Hahaa, ternyata inilah wajah aslimu?"
Wanita yang memainkan lagu dengan guqin cukup tahu diri tidak menggangu mereka bertiga, jadi dia pergi menjauh.
Xie Hongyi tersenyum miring. "Ya, begitulah."
Melihat keduanya berbicara, Jiang Baixi bertanya. "Apakah kalian pernah bertemu sebelumnya?"
Xie Hongyi masih mempertahankan senyumannya. "Aku bertemu dengan adikmu pada saat ia sedang memarahi pelayannya. Kemudian aku melerai, dan Jiang Zhi malah menggodaku."
Jiang Baixi langsung menjewer telinga Jiang Zhi saat dia mendengar penjelasan Xie Hongyi. "Kau berani menggodanya?"
Jiang Zhi langsung berubah menjadi anak anjing yang patuh. "Jie-jie maafkan aku! Waktu itu aku hanya tertarik padanya sesaat."
Xie Hongyi penasaran dengan kata-kata Jiang Zhi, dia kemudian berkata. "Lalu kenapa sekarang kau tidak tertarik padaku?"
Jiang Zhi menjawab dengan satu kata. "Tidak." Kemudian dia melanjutkan. "Karena aku menyadari bahwa ternyata dadamu tidak besar."
Wajah Xie Hongyi menjadi datar. Bisakah kau tidak mengungkit tentang fisikku? Tubuh ini memang kecil karena masih berusia tujuh belas tahun! Xie Hongyi sangat marah dengan Jiang Zhi, dia kemudian memukul kepalanya dengan sekuat tenaga.
Jiang Zhi pingsan. Xie Hongyi berkata tanpa rasa bersalah. " Ah maafkan aku. Tanganku licin."
Jiang Baixi yang menyaksikan adiknya pingsan. "..." Kau kira aku tidak melihat yang sebenarnya?
***
"Orangtuaku mungkin sudah mendengar apa yang dibicarakan orang-orang mengenai ku. Jadi, aku akan pergi ke kediaman Jiang." Jiang Baixi berkata pada Xie Hongyi yang berada dihadapannya. Mereka telah keluar dari gedung hijau tidak lama kemudian setelah Jiang Zhi tak sadarkan diri.
Xie Hongyi tidak keberatan. "Kalau begitu sampai jumpa."
Xie Hongyi dan Jiang Baixi kemudian berpisah. Xie Hongyi menyaksikan kereta kuda yang membawa kedua bersaudara sampai kereta itu menghilang dari pandangannya.
Xie Hongyi menarik sistem untuk kembali ke Istana. Sistem dengan ekor terkulai, pasrah mengikuti Xie Hongyi.
Kediaman Teratai.
Aku ingin sistem yang konsisten, tanpa gangguan, tidak sering mengalami bug dan pastinya aman dari virus! Xie Hongyi tidak tahu apakah karena wujud perangkat keras mempengaruhi A.I sistem?
Dia melihat ke arah sistem dengan tatapan datar. Kini sistem sudah berubah wujud menjadi seekor hamster menggemaskan dan sedang mengunyah kuaci. "Ah sudahlah." Xie Hongyi bergumam.
Dia berencana untuk pergi ke ruang dimensi dan meminta sistem untuk memberitahu jika ada yang datang. "Sudah lama aku tidak melakukan tugasku sebagai seorang dokter." Katanya dalam hati.
Ruang dimensi itu diupgrade. Ruangan monokrom yang semula kosong, kini terisi dengan barang-barang dari zaman nya seperti rak buku, perangkat komputer, televisi LCD, dan yang lainnya. Tapi yang paling membuatnya bahagia adalah laboratorium kedokteran yang berisi peralatan lengkap!
Ia berkutat dengan penelitian di ruang dimensi selam beberapa jam. Kemudian dia keluar dari ruang dimensi itu.
Xie Hongyi kemudian bangkit dari atas ranjang menuju sebuah meja. Dia mengambil teh hangat diatasnya, lalu meminumnya. Pada saat ia minum, ia melihat sebuah buku yang tergeletak di samping teko teh. Dia iseng membuka itu, sekedar ingin tahu bagaimana orang di zaman ini menggambarkan hal yang sangat pribadi ini.
Baru saja halaman pertama dibuka, Xie Hongyi langsung menjatuhkan gelas teh karena terkejut dengan isi buku.
Tunggu, kenapa buku kamasutra berisi catatan tentang keuangan? Ini tidak benar, dia harus menemui Huang Long.
Sistem yang duduk dibahu Xie Hongyi berseru. "Perhatian! Misi telah dipicu silahkan pergi ke ruang kerja protagonis utama dan berikan buku ini padanya!"
Sungguh sebuah kebetulan. Lalu tanpa pikir panjang, Xie Hongyi pergi untuk menemui Huang Long.
Pada saat Xie Hongyi datang ke istana Bunga, dia sudah menduga bahwa Huang Long lagi-lagi tidak ingin bertemu. "Jangan menghalangiku!" Ucapnya pada seorang kasim yang bertugas menjaga pintu masuk ruang kerja Huang Long.
"Tapi Selir Xie, anda tidak diperbolehkan untuk masuk!"
Ketika pintu itu terbuka, dia melihat Huang Long sedang duduk di kursi kerjanya seperti biasa.
Huang Long mengangkat kepalanya saat dia mendengar suara keributan dan langsung bertatapan dengan Xie Hongyi.
Kasim yang tidak berhasil mencegah Xie Hongyi masuk, berkata dengan pelan. "Yang Mulia..."
Huang Long tahu bahwa tidak selamanya ia bisa menghindar dari Xie Hongyi. Dia tidak tahu mengapa dirinya bertingkah aneh seperti ini. Jawaban ini pasti ia temukan jika berada dekat dengan Xie Hongyi. "Pergilah."
Kasim itu lega. Ia kemudian pergi dan menutup pintu. Xie Hongyi langsung menghampiri Huang Long dan melemparkan buku itu ke atas meja.
"Yang Mulia, periksalah buku ini."
Huang Long kemudian mengambil buku itu, dan setelah ia membaca sampulnya, ia tertegun. Telinganya sedikit merah. Untuk apa Xie Hongyi memberikannya buku seperti ini? Apa tekniknya begitu buruk sehingga Xie Hongyi harus memberinya petunjuk?
Setelah lama ia terdiam, Huang Long akhirnya bersuara. "Kenapa kau memberiku ini?"
Xie Hongyi juga sedikit malu. "Jangan salah paham, lihatlah isi dari buku ini."
Kerutan di dahi Huang Long semakin dalam. Tapi melihat bahwa wanita itu serius, dia akhirnya membuka halaman pertama buku. Bukan gambar-gambar dan tulisan senonoh yang ia kira tertulis dalam buku, tapi malah angka-angka uang dan nama penerimanya. Melihat Huang Long yang terdiam, Xie Hongyi pun berkata: "Yang Mulia, catatan ini dibuat dari rentang waktu satu bulan. Jumlah semua uang yang tercatat adalah sekitar seratus ribu tael, diberikan pada nama-nama yang tertulis. Yang Mulia, apakah kamu tahu siapa mereka?"
Huang Long menjawab dengan serius. "Mereka adalah para gubernur daerah, penjabat dan beberapa menteri."
"Berarti kau harus menyelidiki sumber dana ini dan siapa yang memberikannya pada mereka."
Xie Hongyi memberi saran. "Lebih baik jangan katakan tentang hal ini di pengadilan. Kita tidak bisa membuat orang itu menjadi waspada."
Huang Long mengangguk, kemudian dia membuka halaman selanjutnya. Secara mengejutkan, dihalaman bagian tengah berisi tentang catatan senjata yang meliputi kelebihan dan kekurangannya, kemudian di bagian akhir, tertulis beberapa teknik strategi perang. Huang Long menyimpulkan. "Mereka ingin memberontak."
Xie Hongyi setuju. "Benar. Orang dibalik ini pasti memberi para pejabat uang untuk membantunya memberontak."
Semua bukti disatukan dalam buku yang sama. Jika pemiliknya tahu bukunya telah hilang, dia pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya kembali.
Huang Long memijat pelipisnya. Xie Hongyi akhirnya menyadari bahwa pria itu sepertinya kurang sehat. Ada lingkaran hitam dibawah matanya dan ia terlihat sangat lelah.
Xie Hongyi merasa simpati. Dia kemudian mengeluarkan sebuah botol dan memberikannya pada Huang Long. "Ini adalah suplemen kesehatan. Minumlah satu pil setiap hari."
Huang Long menerima botol itu. "Baik." Setelahnya dia bertanya. "Darimana kau mendapat buku ini?"
"Aku memperolehnya dari seseorang di rumah bordil."
"Untuk apa kau pergi ke sana?"
"Tentu saja untuk bersenang-senang." Melihat Huang Long yang menatapnya, Xie Hongyi menghembuskan nafas. "Baiklah, aku ke sana karena teman baruku ingin mengunjungi adiknya."
Huang Long akhirnya tidak menatapnya lagi.
Sejak Xie Hongyi masuk ke dalam ruang kerjan Huang Long, dia ternyata dudah diawasi dari sudut lain di Istana Bunga.
Seseorang yang berdiri di kegelapan, berkata sambil menggeram. "Yang Mulia ternyata sangat dekat dengan Selir Xie. Pantas saja dia tidak pernah mengunjungiku."
Selir Chen Xinjing menggertakkan giginya. Dia berucap dengan penuh kebencian. "Selir Zhou, kita harus bekerjasama untuk menjauhkan Yang Mulia Kaisar dan Selir Xie." Dia memilki dendam dengan Xie Hongyi dan ingin menyingkirkannya.
Selir Zhou bertanya dengan antusias. "Bagaimana caranya?"
"Kita harus membuat Yang Mulia tidak bisa menyelamatkan Selir Xie. Selir Jiang, bagaimana menurut mu?"
Seseorang yang berada diantara mereka berdua tidak menjawab.
Selir Jiang tahu dirinya berstatus rendah karena lahir dari selir. Sebuah keberuntungan bahwasanya dirinyalah yang terpilih diantara saudari nya yang lain. Untuk itulah dia hanya akan berusaha untuk mendapatkan perhatian dari kaisar dan tidak akan melakukan hal yang lain. "Aku tidak akan ikut dengan kalian."
Selir Zhou mendengus. "Hmmphh, jangan menyesal jika nanti Yang Mulia akan perhatian pada kami!"
Selir Jiang sedikit tidak bahagia. "Terserah kalian. Aku tidak akan ikut campur." Kemudian dia pergi.
Selir Zhou mengibaskan tangannya. "Ya, pergilah. Selir Chen, apakah kau mempunyai ide?"
Selir Chen Xinjing berpikir sebentar. "Aku tahu apa yang harus kita lakukan." Dia kemudian berbisik ditelinga Selir Zhou.
Selir Zhou terlihat sangat senang dan puas dengan ide Selir Chen. "Benar-benar ide yang sangat hebat. Aku yakin Yang Mulia tidak bisa melakukan apapun untuk menolongnya."
Keduanya tersenyum jahat.