The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 27



"Yang Mulia, jejak bandit-bandit itu telah ditemukan. Mereka pergi ke pasar gelap di Distrik Merah."


Huang Long yang mendengar informasi dari Jenderal Jiang, tidak mengatakan satu kata pun. Dia langsung melecut kudanya dan pergi ke arah pasar gelap. Jendral Jiang dan Jenderal Mo saling bertatapan sebentar, kemudian menyusul Huang Long.


Pasar gelap terletak di Distrik Merah. Distrik Merah adalah satu-satunya wilayah di kerajaan Selatan yang tidak tersentuh oleh hukum sejak dulu. Meskipun menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Selatan, tapi pemerintah tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan Distrik Merah.


Ketika Huang Long sampai di Distrik merah, dia langsung melihat sosok yang dicarinya. Wanita itu terlalu mencolok dengan memakai pakaian warna merah dan hiasan rambut yang berbentuk bunga diantara orang-orang yang memakai pakaian biasa dan lusuh. Mata phoenix Huang Long sedikit menyipit saat menyadari bahwa Xie Hongyi memegang seseorang ditangannya, dan orang itu adalah seorang laki-laki! Wajah Huang Long menjadi gelap.


Xie Hongyi yang mendengar suara langkah kuda berbalik, dan menemukan wajah Huang Long yang tidak baik.


Huang Long bertanya dengan suara rendah. "Bagaimana kau bisa lolos dari bandit-bandit itu? Dan siapa pria ini?"


Xie Hongyi sedikit meringis saat melihat wajah Huang Long yang seperti dia memilki hutang pada lelaki itu. Memangnya apa kesalahan yang ia lakukan? Xie Hongyi benar-benar tidak tahu. "Yang Mulia, sebelum aku menjawab pertanyaan itu, bisakah kamu membantuku untuk mengangkat pria ini?"


Kemudian dua orang prajurit di belakang Huang Long menghampiri Xie Hongyi lalu mengangkat pria yang tak sadarkan diri itu. Saat pria itu diangkat, Xie Hongyi merasa lega karena dia tidak lagi menopang pria itu yang memiliki bobot berat. Dia pun berterima kasih pada Huang Long. "Terima kasih Yang Mulia."


Huang Long tidak menjawab. Tatapan pria itu terpaku pada benda yang dipegang Xie Hongyi. Benda itu berwarna hitam dan memiliki moncong di ujungnya. Dia tidak pernah melihat benda itu, jadi dia penasaran dan tidak bisa menahan diri untuk bertanya pada Xie Hongyi. "Apa yang kau pegang di tanganmu?


Mendengar apa yang ditanyakan Huang Long, Xie Hongyi pun menyadari bahwa dia masih memegang pistol yang tadi dipakai untuk mempermudah keluar dari pelelangan. Sambil memasukkan pistol itu ke dalam lengan bajunya, dia menjawab. "Ah, ini adalah sesuatu untuk menggaruk punggung."


Huang Long menatap tak percaya padanya? Bisakah benda itu benar-benar bisa menggaruk punggung? Melihat tatapan tak percaya dari pria itu, Xie Hongyi pun mencari topik pembicaraan agar Huang Long tidak lagi memperhatikan pistolnya. Tuan protagonis yang dapat mendeteksi kebohongan seperti seorang psikologis, tolong percayalah! Sambil menunjuk pria yang ia selamatkan tadi, Xie Hongyi bertanya. "Yang Mulia, bolehkah aku mengobati nya?"


Huang Long adalah orang waspada. Sejak kecil di dalam Istana, dia telah melihat jenis orang-orang yang menjadi penjilat, bermuka dua, serakah, tidak tahu malu, dan kejam. Contohnya adalah ayahnya sendiri. Dipermukaan dia bertingkah seperti Kaisar bermartabat, adil dan jujur. Namun saat itu Huang Long tahu bahwa pria tua itu berbuat semena-mena, licik, kejam dan mempunyai banyak noda kotor.


Awalnya dulu ia menganggap bahwa ibunya meninggal karena kecelakaan biasa. Namun saat mendengar percakapan para pelayan ibunya, ternyata penyebab kematian wanita yang disayanginya tidak sesederhana yang terlihat. Tidak lama kemudian dia akhirnya tahu bahwa ibunya sengaja di celakai, dan ayahnya tahu hal itu. Dia mengira bahwa sikap acuh tak acuh yang ditunjukkan oleh ayahnya adalah karena dia dan ibunya tak disukai. Tapi ternyata, pria tua itu sedari dulu telah mengatur skema untuk membunuh ibunya. Dia akhirnya juga tahu kenapa pria itu tidak melakukan apapun saat saudara-saudaranya menindas dirinya.


Pada saat Huang Long mempunyai kekuatan untuk membalas dendam, hal yang pertamakali ia lakukan adalah menghancurkan orang yang telah membunuh ibunya. Dia membunuh Zhao Yun dengan mengunakan metode eksekusi lingchi. Huang Long kemudian mengirimkan jasadnya pada sang ayah sebagai tanda peringatan bahwa dirinya akan membalas dendam. Jangan salahkan dirinya bersikap kejam, merekalah yang mendorong Huang Long untuk menjadi orang seperti itu.


Bisa ditebak bagaimanapun reaksi pria tua itu. Pria itu sangat panik lalu memerintahkan para pengawal untuk menangkap Huang Long. Tapi, hal itu tidak sempat terjadi karena Huang Long telah menyerang istana.


Hal itulah yang menjadikan kepribadiannya menjadi waspada terhadap siapapun. Dia kemudian dengan tegas menolak permintaan Xie Hongyi. "Tidak boleh."


Xie Hongyi mengernyit saat mendapat penolakan. Dia kemudian bertanya pada Huang Long. "Kenapa aku tidak boleh mengobatinya?"


"Dia adalah orang asing, tidak jelas asal-usulnya dari mana. Jika dia adalah seorang yang dapat membahayakan kerajaan selatan, kau mau bertanggungjawab jawab mengenai hal itu?"


Xie Hongyi sebenarnya sependapat dengan Huang Long, tapi masalahnya adalah, sistem tidak memperbolehkan dirinya untuk meninggalkan pria itu! "Kalau begitu bagaimana jika saat tiba di istana nanti Yang Mulia tidak perlu memberiku imbalan, tapi sebagai gantinya Yang Mulia mengizinkanku untuk mengobatinya."


Dalam hati Xie Hongyi benar-benar tidak rela jika dia harus kehilangan uang! Dia berkata dalam hati kepada sistem. "Sistem, kau benar-benar menyebalkan. Kalau bukan karena kau, aku tidak akan kehilangan uang!"


Huang Long melihat dengan jelas ekspresi pahit di wajah Xie Hongyi saat wanita itu berkata tentang imbalan. Ia kemudian berpikir, apakah Xie Hongyi benar-benar membutuhkan uang? Apakah gajinya sebagai selir kurang banyak?


Melihat pria itu tenggelam dalam pikirannya, Xie Hongyi mencoba untuk membujuknya kembali. "Yang Mulia, dia terluka dan sangat memprihatikan. Sepertinya dia adalah seorang budak yang dijual keluarganya. Dia pasti mengalami hidup yang sulit. Yang Mulia, tidak bisakah kamu berbelas kasih untuk membiarkan ku menolongnya? Surga pasti membalas segala perbuatan baikmu!".


Melihat Xie Hongyi yang keras kepala, Huang Long tidak bisa bicara apa-apa lagi. Entah kenapa, setiap kali ia berdebat dengan wanita ini, dia pasti tidak bisa melawan. Menyadari sikap keras kepala Xie Hongyi, Huang Long memutuskan untuk membiarkannya merawat pria itu. "Terserah."


Akhirnya Huang Long berhasil dibujuk. Xie Hongyi sedikit senang, tapi raut wajahnya masih masam, masih memikirkan tentang uangnya. "Terima kasih, panjang umur Yang Mulia!"