The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 72



Xiao Zhang ternyata pergi ke sebuah tempat di kaki gunung. Tempat itu berupa kediaman yang mirip seperti tempat tinggal para bandit. Tapi, sebenarnya tempat itu adalah markas besar keluarga Xiao.


Saat hendak melewati gerbang, Xiao Zhang dihentikan langkahnya oleh dua orang yang bertugas untuk menjaga gerbang. Xiao Zhang bertanya. "Kenapa kalian menghalangi jalanku?"


Para penjaga itu saling tatap. Mereka bersikap baik pada Xiao Zhang karena mengira dia adalah wanita. Jika pria, maka mereka langsung membawanya untuk di interogasi. "Maaf jika kami menganggu, tapi untuk urusan apa Nona datang kemari?" Alis Xiao Zhang berkerut saat mendengar penjaga itu memanggilnya Nona.


"Siapa yang kau panggil nona? Tidak kah kau melihat aku adalah seorang pria?!" Xiao Zhang berseru dengan marah.


Kali ini giliran alis para penjaga yang berkedut. Jelas-jelas orang didepannya berpenampilan seperti seorang wanita, tapi kenapa orang ini mengatakan bahwa dirinya adalah pria? Para penjaga itu lantas menyimpulkan, sepertinya orang ini memiliki kebiasaan yang unik.


Seseorang yang kebetulan lewat, mendengar keributan, lantas bergegas menuju gerbang.


Para penjaga itu mengenali siapa orang yang baru datang. Mereka berkata serempak. "Tuan." Orang yang mereka sebut Tuan adalah pemimpin keluarga Xiao saat ini, ayah Xiao Zhang, Xiao Feng.


Ayahnya tertegun melihat penampilan Xiao Zhang. Dia langsung mengenali anaknya walalupun penampilannya berubah. Namun bukannya bertanya seperti ayah yang beberapa hari tidak bertemu dengan anaknya dia malah berkata. "Kenapa kau berpakaian wanita?" Dia pikir putranya menjalani kehidupan yang buruk saat dia pergi sehingga harus berkerja seperti seorang wanita.


Wajah Xiao Zhang terlihat sangat kesal. "Aku tidak mau mengatakannya." Dia kemudian berjalan begitu saja melewati gerbang. Kedua penjaga itu hendak mencegahnya, tapi ayah Xiao Zhang mengisyaratkan bahwa untuk membiarkannya.


Xiao Feng menyusul anaknya yang sudah pergi jauh.


Tidak lama kemudian, Xiao Zhang sampai di sebuah bangunan yang paling besar, seperti induk dari bangunan-bangunan kecil di sekitarnya. Para penghuni bangunan itu rata-rata adalah laki-laki, sementara jumlah perempuan bisa dihitung dengan jari.


Xiao Zhang melepaskan semua aksesoris yang melekat pada tubuhnya lalu melemparkannya seperti sampah.


Xiao Feng yang akhirnya bisa menyusul Xiao Zhang, menatap anaknya di di depan pintu. Dia bertanya. "Dimana Xiao Ling dan Xiao Shi? Bukankah mereka mencarimu?


Xiao Zhang menjawab pertanyaan ayahnya dengan dingin. "Mereka sudah mati."


"Bagaimana bisa?"


Xiao Zhang lalu menceritakan apa yang terjadi secara singkat. Setelah mendengarnya, Xiao Feng mendengus. "Huh, hanya karena kita orang Utara jadi mereka bisa begitu saja membunuh?"


Xiao Zhang tidak menjawab. Setelah dia berhasil melepaskan seluruh bajunya lalu memakai pakaian yang digantung di dinding, dia duduk di sebuah kursi di tengah ruangan. "Bagaimana dengan rencana kita? Apa Kaisar melakukan pergerakan?"


Sementara itu di sebuah restoran di ibukota.


Xie Hongyi berkata secara gamblang. "Jadi, apa Kerajaan Utara sedang mengalami krisis?"


Pelayan itu mengerutkan keningnya. Tampaknya sedang berpikir. "Aku kira tidak ada."


Xie Hongyi menyimpan beberapa tael lagi di atas meja. "Benarkah?"


Pelayan itu dengan hati-hati mengambil uang itu lagi. "Ya, kalau nona mau tahu, sekarang Kerajaan sedang berusaha mengurus para pemberontakan yang terjadi."


Xie Hongyi langsung bertanya. "Siapa yang memberontak? Dan alasan apa mereka melakukannya?"


Pelayan itu memaklumi Xie Hongyi yang tidak tahu apa-apa. "Nona, aku kira kau bukan orang sini, jadi kau tidak tahu bahwa dulunya keluarga Istana adalah bukan yang sekarang."


Menarik. Xie Hongyi semakin berminat untuk mengetahui apa yang terjadi di sini.


Pelayan itu bicara dengan lancar. "Dulu, ada empat klan besar yaitu Yin, Si, Nangong dan Xiao. Klan Yin adalah klan kerajaan sekarang, Si keluarga politik, Nangong adalah keluarga bisnis dan Xiao dulunya adalah keluarga yang terkuat. Tapi posisi mereka harus dilengserkan oleh keluarga Yin dengan bantuan keluarga besar lainnya. Mereka bersatu untuk sama-sama mengalahkan keluarga Xiao."


"Oh? Lalu kemana keluarga Xiao sekarang?" Dari sini Xie Hongyi akhirnya tahu identitas Xiao Zhang.


Pelayan itu bicara seolah-olah mendongeng. "Setelah dikalahkan oleh keluarga Yin, pemimpin keluarga pada saat itu mengampuni keluarga Xiao dan memberikan kesempatan mereka untuk tetap bisa menjadi klan besar, tapi keluarga Xiao tidak mau pengampunan dari kelompok orang yang sudah menurunkan posisi mereka. Dengan kekuatan yang tersisa, anggota keluarga Xiao yang masih hidup melarikan diri. Keberadaan mereka tidak diketahui, sampai beberapa tahun lalu ada kekacauan di ibukota. Setelah di selidiki, ternyata orang yang menyebabkan itu adalah keluarga Xiao dan alasan mereka melakukannya adalah untuk merebut kembali takhta istana. Pada saat itulah keluarga Xiao melakukan tindakan pemberontakan yang pertama."


Keluarga yang baru saja hancur tidak semudah itu mendapatkan kekuatan. Xie Hongyi ingin bertanya siapa yang membantu keluarga Xiao, tapi sepertinya pelayan ini tidak tahu mengenai hal itu.


"Apa alasan keluarga Yin merebut Kerajaan?"


Pelayan itu menggelengkan kepalanya. Dia berkata seolah menyesal. "Kalau itu pelayan ini tidak tahu."


Seseorang pria berpenampilan seperti sarjana muda dan bersahaja, masuk kedalam restoran dan membuat seketika pandangan semua orang tertuju padanya.


Hal itu terjadi karena dia berpakaian seperti Tuan Muda kaya raya, dan aura yang dikeluarkannya menunjukkan bahwa dia adalah bangsawan.


Xie Hongyi menunjuk pria itu dengan jarinya. "Kau tahu siapa Tuan Muda itu?"


Pelayan menolehkan kepalanya ke arah yang ditunjuk Xie Hongyi. Setelah melihatnya, dia berucap dengan nada bersemangat. "Ah, siapa orang Utara yang tidak mengenalnya? Di adalah pemenang ujian Kekaisaran tahun lalu, dan juga calon kandidat Kaisar selanjutnya, Putra dari kediaman Pangeran Yu."


"Kenapa bisa disebut seperti itu?"


Pelayan itu tidak menjawab Xie Hongyi, dia malah memalingkan wajahnya. "Sepertinya aku terlalu banyak bicara. Maaf Nona, aku harus kembali melayani pelanggan lainnya."


Xie Hongyi mengerti maksud tersirat dari perkataan pelayan itu. Dia kemudian mengambil uang lagi.


Tangan pelayan itu kembali mengambil uang di meja. "Nona, alasan kenapa Tuan Muda kediaman Yu ini adalah topik yang tabu. Aku takut jika bicara terlalu keras, orang lain dapat mendengar." Pelayan itu merapat ke arah Xie Hongyi. "Kaisar saat ini belum mempunyai putra. Jika dalam waktu yang lama dia tidak bisa melahirkan Pangeran, maka takhtanya akan diserahkan pada keponakannya."


Xie Hongyi berucap dengan kaget. "Jadi dia adalah keponakan Kaisar? Siapa namanya?"


"Namanya adalah Tuan Muda Yin Si."


Melihat Yin Si, Xie Hongyi seperti melihat seekor babi gemuk yang mudah diperas. Dia kemudian bicara pada pelayan disampingnya. "Kau boleh pergi."


Pelayan itu membungkuk dengan hormat. "Baik, jika ada sesuatu yang diperlukan, Nona panggil saja aku."


Xie Hongyi mengangguk dan pelayan itu pergi. Xie Hongyi memutar-mutar cangkir keramik bermotif pohon persik di genggaman, dia kemudian menuangkan teh ke dalam gelas, tapi tidak meminumnya. Xie Hongyi lalu berjalan perlahan menuju meja Yin Si.


Dia sengaja tersandung dan menumpahkan teh ke atas meja dan pakaian pria itu.


Yin Si seketika bangkit dan mencoba menyingkirkan air teh yang tumpah ke bajunya.


Xie Hongyi berpura-pura panik. "Maafkan kecerobohan ku. Apa Tuan tidak apa-apa?"


Yin Si terlihat seperti berusia lima belas tahun dan ketika Xie Hongyi mengamatinya dengan seksama, dan dia memiliki wajah yang sangat rupawan. Alisnya melengkung seperti pedang, matanya menyipit dengan indah, hidungnya tinggi, bibirnya berlekuk berwarna merah darah dan kulitnya terlihat putih dan lembut. Mungkin dewa sedang dalam suasana hati yang baik saat menciptakannya, sehingga dia memberi anugerah penampilan yang membuat orang iri.


maaf ya baru bisa update sekarang๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜