The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 46



"Tuan, kau akan membiarkan Nona itu pergi?" Bawahan Mo Heixue yang baru muncul di sampingnya bertanya dengan heran. Tidak biasanya Tuan Muda membiarkan seorang wanita yang disukainya pergi sebelum dia mencicipinya.


Mo Heixue yang menyaksikan Xie Hongyi pergi, berkata dengan santai. "Tidak usah terburu-buru, wanita seperti dia harus didekati dengan pelan-pelan."


Mo Heixue adalah bajingan wanita. Jadi dia tahu bagaimana mendekati tipe wanita seperti Xie Hongyi.


Gelas ditangannya tiba-tiba jatuh. Dia membungkuk sambil memegangi perutnya. "Tuan?" Bawahannya bertanya dengan cemas.


Mo Heixue merasa perutnya sangat sakit, terutama di bagian pribadinya. Rasanya seperti ditusuk ratusan jarum, dia tidak kuat menahannya sehingga ia pingsan.


***


Xie Hongyi telah kembali ke Istana satu hari yang lalu. Kepergiannya diiringi oleh kesunyian Xie Junping dan Xie Heiyang. Mereka tidak mengatakan apapun, hanya menatap Xie Hongyi dengan dalam.


Ketika dia sampai di Istana, dia mendapat informasi tentang bertambahnya penghuni halaman belakang. Pada saat dia mendengarnya, Xie Hongyi tidak bisa menahan seruan kaget. Suami ku istrinya bertambah lagi.


Xie Hongyi bahkan berpikir apakah Huang Long akan sanggup memberi nafkah batin para haremnya? Memikirkan hal ini, dia tertawa terbahak-bahak. Tapi kemudian dia memikirkan sesuatu. Sudah 6 tahun Huang Long menjabat sebagai kaisar, tapi anaknya hanya ada Pangeran Jue saja. Bukankah ini aneh? Atau, Huang Long tidak mampu bertahan lama?


"Ah mungkin itu benar!" Xie Hongyi memukul dengan keras meja sehingga membuat para pelayannya kaget sekaligus heran. Mereka merasa aneh dengan Xie Hongyi yang awalnya termenung, lalu tertawan dan kemudian mendadak memukul meja.


Pikiran Xie Hongyi selanjutnya adalah, jika Huang Long benar-benar memilki masalah ED, dia akan murah hati untuk menyembuhkannya! Lalu mendapat bayaran yang setimpal, itu adalah ide yang bagus!


^^^(ED: disfungsi ereksi ^^^


^^^LOL)^^^


Jika Huang Long tahu isi pikiran Xie Hongyi, mungkin dia akan muntah darah.


Para selir telah sampai ke Istana pada sore hari. Mereka langsung di tempatkan di halaman belakang setelah menemui Ibu Suri dan diberi gelar.


Bersandar pada batang pohon, Xie Hongyi menatap sekumpulan wanita yang sedang asyik bercengkrama satu sama lain. Tangannya memeluk dada dan sudut mulutnya ada ilalang kering.


Wanita yang berjalan paling depan dalam kelompok itu adalah Permaisuri Shi, bertindak sebagai pemimpinnya. Ini adalah hari kedua mereka tinggal di istana.


"Pada musim semi nanti, bunga teratai itu pasti akan mekar dengan indah, seperti kecantikan Yang Mulia Permaisuri." Salah satu selir yang memakai gaun berwarna hijau berbicara sambil menyanjung.


Permaisuri Shi menunjukkan senyumnya yang sangat indah seperti bunga mekar di musim semi. "Terima kasih. Selir Li juga cantik, sehingga mungkin tidak ada pria yang bisa berpaling ketika melihatmu."


"Yang Mulia terlalu memuji." Selir Li terkekeh dengan anggun.


Selir Li? "Informasi karakter: dia adalah Li Lan, sepupu dari karakter Li Wei." Suara sistem memberitahu Xie Hongyi.


Sepertinya keluarga Li ingin tetap terus mendapat dukungan dari Istana.


Memperhatikan kumpulan wanita yang seperti ikut ajang kecantikan, Xie Hongyi menemukan sosok yang akrab. Ya ,dia adalah wanita yang mengaku sebagai adik dari Selir Chen. Sangat mengejutkan bahwa dia kini menjadi Selir Huang Long.


Selir Chen adalah keponakan Ibu Suri dan sekarang, adik dari keponakannya juga menjadi menantunya.


Mereka berjalan dengan anggun, tutur kata mereka halus, wajah mereka juga cantik dengan ciri khasnya masing-masing. Tapi dimata Xie Hongyi, mereka seperti boneka hidup yang dikendalikan.


Seorang selir lainnya bertanya pada Permaisuri Shi dengan malu-malu. Dia adalah Selir dari keluarga Zhuo. "Permaisuri Shi, apa kita boleh menemui Yang Mulia sekarang?"


Permaisuri Shi mengerutkan alisnya yang tajam dan berkata. "Di waktu ini, biasanya Yang Mulia Kaisar sudah selesai dengan urusan Pengadilan. Kita cari dia di kediamannya."


Para selir mengangguk dengan senang. Tujuan mereka datang ke istana ini adalah untuk mendapat perhatian dari Yang Mulia Kaisar!


"Perhatian! Misi telah dipicu. Temukan Huang Long dalam waktu 15 menit."


Xie Hongyi meludahkan ilalang yang ada dimulutnya, lalu menoleh untuk melihat sistem, tapi kepalanya ringan artinya sistem tidak duduk diatasnya seperti biasa. Xie Hongyi mencari-cari sistem, dan menemukan ternyata sistem berada dibawahnya berdiri dengan dua kaki, sedang memegang ujung pakaian Xie Hongyi seperti anak kecil yang takut tersesat. Tapi yang Xie Hongyi perhatikan adalah, tatapan makhluk kecil ini seperti seorang pria dewasa yang sedang menatap wanita pujaannya! Dan tatapan itu ia arahkan pada kelompok selir yang baru saja pergi.


Selain penakut, ternyata sistem genit, ah!


Huang Long sedang bermain catur dengan Shi XuanRan di sebuah gazebo di tepi kolam. Kolam itu hampir sepenuhnya tertutup salju, menjadikannya seperti lautan es.


Shi XuanRan berkata dengan menggoda sambil menjalankan bidak caturnya. "Haha, Yang Mulia istrimu bertambah lagi. Malam ini ranjang siapa yang akan kau datangi?"


Huang Long menjawab dengan nada datar. "Jangan bicara lagi."


Penasihat Kerajaan itu masih terus menggoda Huang Long. "Tapi, aku setuju dengan Ibu Suri. Penerus kerajaan memang harus bertambah."


"Kau mau main catur atau terus berbicara?"


Shi XuanRan menghentikan godaannya. Lalu saat dia hendak menggerakkan bidak catur, dia sadar bahwa bidak itu tidak bisa bergerak lagi.


Huang Long dengan baik hati memberitahu. "Kau kalah."


"Baiklah kali ini kau menang." Shi XuanRan berkata dengan nada yang aneh. Kemudian dia bangkit. "Yang Mulia, aku ada urusan. Aku mohon pamit." Huang Long mengangguk, tidak menatap Shi XuanRan dan malah asyik menyusun bidak catur.


Tidak lama setelah Shi XuanRan pergi, tempat duduk didepannya ditempati oleh seseorang. Huang Long mengangkat kepalanya dan mendapati Xie Hongyi sedang tersenyum. "Yang Mulia."


Huang Long mengangguk lalu mengalihkan perhatiannya pada papan catur lagi. Dia bertanya pada Xie Hongyi. "Kau pernah bertemu dengan Mo Heixue?" Faktanya, setelah Dugu An dihukum, dia menyuruh seseorang untuk mematai-matai Xie Hongyi. Mata-mata Huang Long itu melaporkan setelah Xie Hongyi keluar dari kediaman Xie, dia pergi ke sebuah restoran dan bertemu dengan Mo Heixue. Mata-mata itu adalah seorang amatir, jadi dia tidak memerhatikan hal yang lainnya selain Xie Hongyi.


Huang Long tentu tahu bagaimana reputasi Mo Heixue. Xie Hongyi membenci pria bajingan, jadi dia pasti melakukan sesuatu padanya.


Xie Hongyi menjawab dengan jujur. "Ya."


"Apa yang kau lakukan padanya?"


Xie Hongyi memiringkan kepalanya. Bertanya dengan ingin tahu. "Kalau benar aku berbuat sesuatu, apakah Yang Mulia akan menghukumku?"


Mo Heixue tidak bisa bangun dari tempat tidur karena terlalu shock dengan kenyataan yang harus ia hadapi. Kemarin, berita tentang Mo Heixue yang 'tidak bisa berdiri' menyebar ke seluruh kekaisaran. Kabar berita tentang calon Putra Mahkota belum padam dan sekarang ada berita seperti ini. Masyarakat seakan mendapat barang baru, mereka terus membicarakannya sepanjang hari.


Melihat Huang Long yang tidak berniat menjawab, Xie Hongyi berucap lagi. "Anggap saja aku telah membalas dendam para wanita korban kejahatan Mo Heixue."


Melihat kehidupan wanita yang pernah menjadi korban kejahatan Mo Heixue hancur sampai ada yang sampai kehilangan kewarasan, paling parah ada yang bunuh diri. Pada saat Mo Heixue di laporkan, dia dengan licin bermain kata-kata sampai pengadilan tidak bisa menjatuhkan hukuman padanya. Dia berkata bahwa itu bukanlah salahnya, tapi salah wanita itu kenapa ia mau saja di ajak berbuat bejat. Xie Hongyi terus mengutuk perilakunya yang amoral. Penulis cerita juga tidak luput dari sasaran kejengkelan Xie Hongyi, menyalahkannya karena membuat karakter Mo Heixue. Dia juga seorang wanita, jadi tahu rasanya bagaimana dicampakkan.


Huang Long tiba-tiba berbicara. "Sembuhkan dia."


Xie Hongyi berkata dengan heran. "Kenapa aku harus melakukannya?"


Huang Long tidak menjawab. Dia menatap Xie Hongyi dengan dalam.


Xie Hongyi menjadi salah tingkah ditatap sebegitu intensnya, tapi dia berhasil mengendalikan diri. "Mengapa Yang Mulia begitu memerhatikan masalah ini?"


Huang Long tidak mengemukakan alasannya. Dia malah berkata: "Aku akan memberimu 1000 tael jika kau bersedia mengobatinya."


Mata Xie Hongyi berbinar. "Aku akan menyembuhkan Mo Heixue!"


Sudut mulut Huang Long bergerak-gerak, tapi anehnya dia tidak merasa benci dengan sifat Xie Hongyi yang suka uang. Malahan, dia seakan ingin Xie Hongyi meminta apapun padanya. Ingin wanita itu bergantung pada dirinya.


Huang Long sudah selesai mengatur bidak catur dan hendak mengambil makanan yang ada diatas piring. Diwaktu bersamaan Xie Hongyi juga hendak mengambil makanan itu.


Tangan keduanya bersentuhan, dengan tangan Huang Long diatas tangan milik Xie Hongyi, menimbulkan semacam aliran listrik yang membuat Huang Long dengan cepat menarik tangannya secepat kilat.


Xie Hongyi hanya sedikit terpengaruh, jadi dia menyerigai senang lalu jarinya meraih kudapan dan hendak memasukkannya ke dalam mulut. Tapi pada saat kudapan itu berjarak satu senti dari bibirnya, tangan Xie Hongyi mendadak berhenti. Wanita yang dirambutnya ada jepit teratai itu mengerutkan kening.