
Lampu-lampu minyak dimatikan. Orang-orang bergegas bangun untuk menjalankan rutinitasnya di pagi musim gugur yang sangat dingin. Beberapa orang pelayan wanita pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan, sementara itu beberapa orang kasim terlihat membersihkan lingkungan Istana dengan menyapu halaman dan mengepel lantai.
Pada saat matahari mulai bergerak, Xie Hongyi terbangun karena mendengar suara orang menyapu tanah. Dengan masih memakai pakaian dalam, dia melangkah keluar dan mendapati Yi'er sedang menyapu daun-daun kering. Yi'er menoleh saat mendengar suara pintu di buka. "Nyonya, selamat pagi." Dia berkata dengan riang.
Xie Hongyi menguap terlebih dahulu sebelum menjawab Yi'er. Penampilannya yang baru bangun tidur itu dapat membuat semua orang panas. "Hmm pagi. Dimana Ling'er dan Wan'er?
"Mereka sedang menyiapkan sarapan."
"Baiklah. Jangan lupa setelah ini kalian harus latihan."
Selama ini, Xie Hongyi jarang meminta pelayannya untuk menemaninya pergi karena mereka harus latihan setiap hari. Setelah selesai membersihkan halaman dan menyiapkan makanan, mereka biasanya berlatih sesuai dengan instruksi Xie Hongyi. Untuk minggu ini, Xie Hongyi melatih mereka untuk meningkatkan kekuatan fisik dan setelah tubuh mereka cukup kuat, Xie Hongyi berencana untuk mengajarkan beberapa teknik beladiri. Latihan berpedang minggu lalu tidak membuat hasil yang memuaskan.
Setelah menerima persetujuan dari Yi'er, Xie Hongyi kembali ke kamarnya. Dia membuka satu persatu bajunya, menampilkan sosok yang halus dan juga cantik. Kulitnya seputih salju, kakinya jenjang seperti bambu, rambut hitamnya terurai seperti air terjun, membuat sosoknya lebih memesona dari wanita lain, tapi sayangnya Huang Long belum tertarik. Eh, apa sebenarnya yang dia pikirkan? Xie Hongyi menepuk-nepuk pipinya sendiri. Dia pasti belum sadar dari bangun tidurnya.
Dibalik pembatas dinding kamarnya, ada sebuah bak mandi berbentuk bundar berisi air hangat yang telah disiapkan Wan'er. Xie Hongyi memasukan tubuhnya ke dalam bak dan mendesah puas.
Tidak buruk menjalani kehidupan sebagai seorang Nyonya.
Sistem yang juga sudah bangun, meringkuk di atas kepala Xie Hongyi. Dia tidak terlalu suka air. Jadi dia hati-hati memegang ekornya supaya tidak terkena percikan air.
Xie Hongyi tiba-tiba bersuara. "Sistem, siapa sebenarnya penjahat dalam cerita ini?" Dia sangat penasaran dengan orang yang menjadi penjahat terbesar dalam novel. Di bagian yang ia baca hanya menceritakan tentang perjuangan Huang Long untuk bangkit dan membalas dendam.
Sistem di atas kepalanya menjawab dengan malas. "Apakah kamu mau tahu? Informasi ini membutuhkan 100 poin untuk ditukar."
Wajah Xie Hongyi berubah menjadi hitam. "Tidak. Tunggu aku menyelesaikan misi ini."
Percuma saja bertanya pada sistem. 100 poin? Dia tidak punya. Poin yang dia miliki sekarang adalah -150.
Setelah dia memakai baju, sesuai dengan ucapannya kemarin, Xie Hongyi pergi untuk menemui Ibu Suri. Kediaman Ibu Suri berada cukup jauh dari tempatnya.
Xie Hongyi berdiri dihadapan Ibu Suri yang masih berpenampilan mewah. "Selir Xie memberi hormat pada Ibu Suri."
"Duduklah. Katakan, apa yang membuatmu datang kemari?"
Xie Hongyi langsung mengatakan tujuannya kemari tanpa banyak basa-basi lagi. "Sebelumnya, aku meminta maaf jika yang aku katakan akan melukai hati Ibu Suri. Apakah dulu Ibu Suri mempunyai seorang anak yang hilang dan sampai sekarang belum ditemukan?"
Wajah Ibu Suri berubah. Raut kesedihan tampak jelas di wajahnya. "Itu benar."
"Beberapa hari yang lalu, aku sempat tenggelam di dalam danau. Sebelum aku pingsan, aku melihat ada tulang manusia yang sepertinya berusia sekitar lima tahun."
Xie Hongyi tidak mungkin menunjukkan kertas hasil tes identifikasi. Jadi, dia hanya bisa mengandalkan kemampuan verbalnya untuk meyakinkan Ibu Suri.
Usia Chen'er saat dia hilang adalah lima tahun. Jantung Ibu Suri berdetak dengan kencang saat mendengar informasi ini. "Apakah yang kau katakan itu benar? Jika kau berbohong, kau tahu apa akibatnya?"
Suara Xie Hongyi penuh dengan kepastian. "Aku berani mati jika hal yang aku katakan ini tidak benar."
Melihat Xie Hongyi yang berkata penuh keyakinan, entah kenapa Ibu Suri bahwa dia percaya padanya. Tanpa mengatakan pernyataan yang meragukan Xie Hongyi, Ibu Suri bersuara dengan keras. "Kalau begitu, cepat perintahkan beberapa orang untuk mengangkat kerangka itu!" Ibu suri memberi perintah pada pelayan disampingnya.
Pelayan itu kemudian berlari keluar dengan sangat cepat. Dia juga sangat gugup saat mendengar Xie Hongyi berkata seperti itu. Dia tahu bagaimana kesedihan yang dialami Ibu Suri ketika kehilangan anaknya. Kasus hilangnya calon putra mahkota itu tidak diselidiki lebih lanjut atas perintah Kaisar, suaminya sendiri. Hal itulah yang menjadikan Ibu Suri kehilangan kepercayaan terhadap suaminya.
Kalau benar kerangka itu adalah milik anaknya, Chen'er, Ibu Suri pasti bahagia karena telah menemukan anaknya yang hilang, dan sedih karena bertemu setelah anaknya mati. Lebih baik meninggalkan satu jejak daripada tidak sama sekali.
Setelah danau itu diselami, mereka menemukan kerangka manusia yang berserakan. Mereka juga menemukan potongan kain, dan sebuah giok. Ketika diangkat ke permukaan, Ibu Suri menangis. Dia yakin kerangka itu adalah milik Chen'er, karena giok yang ditemukan bersama kerangka itu adalah miliknya yang diberikan pada Chen'er waktu itu. "Anakku!" Ibu Suri histeris dan kemudian pingsan. Tubuh Ibu Suri segera ditopang oleh beberapa orang pelayannya.
Ibu Suri duduk diatas ranjangnya, wajahnya masih pucat dan membuatnya tampak lemah.
"Aku sangat berterimakasih pada Selir Xie. Kalau bukan karena dirimu, mungkin selamanya aku tidak akan menemukan Chen'er."
Xie Hongyi menjawab dengan nada seorang bawahan yang mendengar pujian dari majikannya. "Ibu Suri tidak perlu sungkan. Kalau begitu, aku pamit terlebih dahulu. Jaga kesehatanmu, Ibu Suri harus beristirahat."
"Pergilah." Xie Hongyi pergi meninggalkan kediaman Ibu Suri.
Xie Hongyi sangat bersyukur bahwa orang-orang disini mudah percaya, tanpa ada yang meragukannya.
"Selamat karena telah menyelesaikan misi. Poin 300 telah ditambahkan ke akun mu, dikurangi 150. Total poin saat ini: 150 poin. Selamat karena telah mencapai level Senior 4. Sistem dan beberapa komponen akan di upgrade." Sebelum Xie Hongyi bersorak karena senang mendapat poin, kepalanya tempat sistem duduk mendadak berat. Setelah di upgrade, ternyata sistem berubah wujud menjadi seekor babi!
Xie Hongyi menatap hewan kecil berwarna merah muda ditanganya. Dia kemudian berkomentar. "Terlalu jelek. Ubah wujudmu sebelum kau membuat mataku sakit."
Sistem berkata dengan sedih. "Aku saat ini hanya bisa berubah menjadi dua wujud saja."
"Saat ini? Memangnya kau bisa berubah menjadi wujud lain?"
"Saat level max, aku bisa berubah menjadi wujud apa saja."
"Kalau begitu, berubah lah menjadi rubah lagi." Sistem dengan berat menuruti Xie Hongyi. "Begini lebih baik." Xie Hongyi berkata dengan senang saat ia memeluk sistem.
Berita tentang ditemukannya jenazah milik putra mahkota terdahulu, meluas seperti jamur yang menyebarkan sporanya. Dalam satu hari, berita itu mencapai ke seluruh Kekaisaran Selatan dan menimbulkan beberapa opini publik yang tidak terkonfirmasi. Ada yang menyebut bahwa ini adalah konspirasi, ada juga yang menyebut bahwa itu adalah kecelakaan biasa. Tidak adanya pihak Istana yang menyebutkan tentang kebenaran membuat banyak orang terus berspekulasi.
***
Pangeran Jue berjalan sambil ditopang oleh kruk yang Xie Hongyi berikan padanya kemarin. Dia berjalan-jalan di sekitar halaman Istana, dengan Nanxi yang mengikutinya dari belakang.
Dulu, Pangeran Jue adalah anak yang pendiam dan jarang keluar dari kediamannya. Tapi entah kenapa sejak Xie Hongyi menemaninya, insting anak-anaknya perlahan muncul. Seperti anak kecil pada umumnya, kini dia senang bermain dan berkeliaran.
Kebetulan pada waktu itu, Pangeran Jue berjumpa dengan tabib yang mengobatinya kemarin. Tabib yang melihat Pangeran Jue berjalan sambil memegang benda yang aneh, tidak bisa menahan diri untuk bertanya. "Pangeran, apa yang kau pegang di tanganmu?"
Xie Hongyi memang memberikan kruk yang dirancang secara modern, terbuat dari besi dan bantalan yang mengganjal bagian ketiaknya, jadi benda itu terlihat aneh di mata orang yang pertama kali melihatnya.
Pangeran Jue juga awalnya merasa aneh saat pertama kali melihat kruk. Namun karena itu adalah barang yang diberikan Xie Hongyi, Pangeran Jue dengan senang hati menerimanya. Dia benar-benar menganggap Xie Hongyi sebagai orang yang penting baginya. Benda itu juga sangat membantunya untuk berjalan. "Ibu menyebutnya benda yang membantu ku berjalan." Pangeran Jue mengucapkan kalimat yang dia dengar dari Xie Hongyi.
Tabib itu jelas heran dengan 'Ibu' yang disebutkan Pangeran Jue. Melihat dahi tabib itu mengernyit, Nanxi segera memberi tahu. "Itu Selir Xie."
Setelah rasa penasarannya terjawab, tabib itu kembali heran melihat kaki patah Pangeran Jue yang dibungkus dengan dua buah kayu. Dia bertanya dengan rasa ingin tahu. "Lalu kakimu?"
Kali ini, Nanxi lah yang menjawab pertanyaan tabib itu. "Selir Xie yang melakukan itu. Dia berkata bahwa itu bisa meluruskan tulangnya."
Meluruskan kembali tulang yang patah? Tabib itu adalah salah satu orang yang sangat gila akan medis. Dia sangat gemar sekali menemukan metode-metode baru dalam pengobatannya. Tabib itu kemudian berkata dengan hati-hati. "Bagaimana jika Pangeran Jue ikut dengan ku? Aku akan memberikan tanghulu dan permen jika Pangeran bersedia."
Kalau teman-teman tabibnya yang lain melihat metode pengobatan yang baru ini, mereka pasti akan terkejut!
Sebelum Nanxi mengajukan keberatan karena khawatir dengan kondisi Pangeran Jue, ana kecil itu dengan cepat menyahut.
"Aku mau!" Siapa anak kecil yang tidak suka dengan makanan manis?
Kemudian dia menambahkan. "Kata ibu, kita tidak boleh menolak niat baik seseorang."