
Urusan Xie Hongyi dan Huang Long di Utara hampir selesai. Mereka tinggal menunggu perjanjian perdamaian sampai di Selatan.
Sebelum mereka kembali, Xie Hongyi memutuskan untuk pergi berjalan-jalan dan mengajak Huang Long. Awalnya pria itu tidak mau, tapi Xie Hongyi bersikeras memaksanya. Alhasil, dengan wajah yang lebih dingin daripada biasanya, Huang Long bersedia.
Xie Hongyi dan Huang Long berjalan-jalan di sekitar ibukota, menyusuri pemandangan yang ada di dalamnya.
Jalan ibukota di penuhi dengan berbagai macam toko yang menjual aneka barang, kebanyakan barang yang dijual adalah perhiasan.
Melirik Huang Long yang berjalan di sampingnya, Xie Hongyi tiba-tiba merasakan sesuatu.
Mungkin saja Hongyi yang terlalu banyak berpikir sehingga menganggapnya semua ini adalah kencan. Tapi, ketika dua orang berlainan jenis berjalan bersama, apalagi namanya kalau bukan kencan? Xie Hongyi buru-buru menghapus semua pikirannya.
Sebuah toko yang tampak lebih besar dari toko lainnya menarik perhatian Xie Hongyi. "Yang Mulia, ayo kita pergi ke sana."
Huang Long menatap ke arah yang di tunjuk Xie Hongyi. "Kau mau perhiasan?"
"Aku hanya ingin melihat-lihat."
Huang Long diam. Xie Hongyi menganggapnya sebagai persetujuan. Jadi, tanpa berpikir lagi, dia menarik tangan Huang Long pergi ke toko.
Huang Long melihat ke arah kedua tangan mereka yang bertautan. Tidak ada yang tahu apa yang ada dipikirannya.
Tiba di toko, Xie Hongyi disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan. Dia menyipitkan matanya karena silau dengan apa yang ada di dalam toko.
Berbagai macam perhiasan yang sangat indah dan berkilau terpajang di hampir seluruh bagian dalam toko. Perhiasan itu berupa kalung, anting-anting, tusuk rambut, gelang dan aksesoris lainnya. Ada juga perhiasan yang dibuat untuk laki-laki. Menurut percakapan yang Xie Hongyi dengar dari orang-orang, toko ini adalah salah satu toko perhiasan terbesar di ibukota.
Seorang pelayan melihat keduanya yang berpakaian mewah, jelas mereka bukan orang biasa, jadi pelayan itu dengan cepat menghampiri mereka. Lalu, pelayan itu berkata sambil menggosok kedua telapak tangannya dan menunjukkan tampilan menjilat. "Pelanggan yang terhormat, perhiasan macam apa yang Anda cari?"
Xie Hongyi melihat-lihat ke sekitar. "Apa aku bisa melihat yang lainnya?" Walaupun perhiasan di sini cantik, tidak ada yang menarik minatnya.
"Tentu, silahkan ikuti saya." Pelayan toko itu lalu membawa keduanya ke lantai dua.
Lantai dua diperuntukkan khusus untuk orang-orang yang memiliki kekayaan yang berlebih. Tidak salah menyebutnya seperti itu karena apa yang dijual di sini sangat berbeda dengan apa yang ada di lantai dasar.
Hanya ada perhiasan dari emas yang ada di lantai dasar, sementara di lantai dua, ada banyak perhiasan yang terbuat dari logam mulia yang nilainya lebih besar dari emas. Bentuknya pun lebih indah dan cantik.
Xie Hongyi mengambil sebuah perhiasan yang ada di dekatnya. "Hiasan rambut ini sangat cantik!"
Pelayan itu buru-buru berkata. "Tentu saja. Hiasan itu terbuat dari permata murni yang sulit dicari. Hanya ada satu yang tersisa. Nyonya tidak akan menyesal memilki hiasan ini."
"Berapa harganya?"
"Hiasan dibuat oleh pengrajin yang terkenal, menurut pengrajin itu hiasan ini sangat sulit dibuat. Jadi, harganya sedikit lebih tinggi dari hiasan lainnya."
"Sebutkan saja."
"Nyonya beruntung, harga khusus hari ini 10 tael perak."
Niat awalnya memang hanya ingin melihat-lihat saja. Tapi ketika dia menemukan sesuatu yang menarik, Xie Hongyi jadi ingin membeli. Semua wanita mencintai keindahan, jadi jangan salahkan Xie Hongyi karena niatnya berubah.
Xie Hongyi ingat bahwa sepertinya ia membawa uang yang diberikan Pangeran Yu. Pangeran Yu memberinya uang yang sangat banyak. Sepuluh tael perak bukanlah masalah.
Belum menyelesaikan transaksi, tiba-tiba mereka diinterupsi.
"Aiyo, lihatlah siapa yang datang. Bukankah kedua orang ini berasal dari Selatan? Bagaimana bisa mereka sampai di sini?"
Mendengar suara seorang wanita yang melengking dengan nada yang tidak menyenangkan, semua orang menolehkan kepalanya kearah suara itu berasal. Suara wanita itu begitu keras, seakan-akan ingin semua orang mendengarnya.
Xie Hongyi sepertinya akrab dengan suara wanita ini. Tapi dimana dia pernah mendengarnya? Seketika, mata Xie Hongyi membulat. Bukankah wanita ini adalah selir di ruang kerja hari itu? Xie Hongyi menoleh untuk memerhatikan bagaimana reaksi Huang Long. Dia harus berusaha menahan diri agar tidak tertawa. Sangat jarang melihat wajah Huang Long memerah. Ibarat panda, wajah memerah Huang Long adalah sesuatu hal yang langka.
"Sistem, siapa wanita ini?"
Sistem yang tidak terlihat menjawab. "Menurut data, dia adalah salah satu selir Kaisar Utara yang bernama Lan Mei."
Setelah mengetahui siapa tokoh ini, Xie Hongyi mencibir dalam hati.
"Dia adalah salah satu tokoh yang tidak penting kan? Aku tidak akan merepotkan diri untuk berurusan dengannya."
Kemudian dia melanjutkan. "Tapi, aku penasaran kenapa dia memulai masalah denganku."
Jelas-jelas Lan Mei ini sepertinya punya niat buruk. Apa dia tahu malam itu Xie Hongyi dan Huang Long mengintipnya dengan Yin Tianrui sehingga dia datang untuk mencari perhitungan? Tapi, sepertinya itu mustahil, karena jika dia tahu, maka Yin Tianrui akan tahu lebih dulu.
"Kau siapa?" Xie Hongyi bertanya sambil menatap wanita itu sambil berpura-pura tidak mengenalnya.
Tatapannya mengatakan "Kau adalah tokoh yang tidak penting. Tidak ada gunanya meladeni mu. Jadi enyahlah." Jika Selir Lan mengerti apa maksud tatapan Xie Hongyi, mungkin dia akan mengamuk.
Lan Mei memang tidak mengerti, namun dia tahu tatapan yang dilayangkan Xie Hongyi padanya bermaksud tidak baik, dan dia meledak. "Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa kau tahu siapa aku?"
Xie Hongyi menjawab dengan acuh tak acuh. "Maaf, sepertinya tidak."
Selir Lan tampak kesal melihat Xie Hongyi yang acuh tak acuh. "Lihatlah kalian semua. Mereka berasal dari Selatan. Apa kita akan membiarkan mereka bebas berkeliaran di wilayah kita? Mereka sama sekali tak pantas!"
"Apa? Mereka berasal dari Selatan?"
"Bagaimana bisa mereka sampai di sini?"
"Mereka pasti menyusup! Seharusnya mereka tidak ada di sini!"
"Itu benar. Pergilah, kalian tidak diterima di Utara!"
Perkataan orang pertama itu seperti pemantik api, tidak lama kemudian orang-orang yang ada dalam toko itu berbicara untuk mengusir Huang Long dan Xie Hongyi.
"Pergi!"
Wajah Xie Hongyi dan Huang Long menjadi jelek. Mereka tidak bodoh untuk meladeni orang-orang yang tidak punya otak ini.
Xie Hongyi pun berkata pada Huang Long. "Aku kehilangan minat untuk melihat perhiasan. Yang Mulia, kita pergi?"
Huang Long juga menyadari bahwa situasinya menjadi buruk, dia setuju dengan Xie Hongyi. "Ya."
Mereka berdua pun melangkah pergi. Orang-orang yang melihat tindakan mereka berhenti menyoraki, namun masih menatap keduanya dengan tajam. Untung saja di sini adalah toko perhiasan. Jika itu di pasar, Xie Hongyi dan Huang Long mungkin akan dilempari sayuran dan telur.
Sementara itu, pelayan toko meringis karena gagal mendapat tangkapan ikan besar. Tetapi, setelah ada yang memberi tahu bahwa mereka berdua berasal dari Selatan, dia tidak terlalu menyesal.
Namun, ketika mereka hendak pergi, itu tidak semudah saat mereka masuk. Saat ini ada beberapa orang yang menghalangi jalan mereka. Orang-orang yang tadinya diam, mendadak berteriak-teriak seperti kampanye karena di provokasi seseorang. Siapa lagi kalau bukan Selir Lan yang melakukannya. "Tidak seharusnya musuh besar Utara ada di sini! Mereka harus cepat pergi!"
Xie Hongyi pun menjadi kesal, dia kemudian menerobos orang-orang yang menghalanginya.
Dengan tubuhnya sebagai seorang wanita, Xie Hongyi bukanlah lawan dari banyak orang. Segera ia terjepit diantara orang-orang itu.
Huang Long yang melihat situasi Xie Hongyi, ingin maju untuk membebaskan wanita itu. Tapi, beberapa pria kekar tiba-tiba muncul dan mencegahnya bergerak. Huang Long tidak mungkin menyerang mereka dan membuat lebih banyak keributan. Semuanya jelas telah direncanakan. Perkiraan tidak pernah salah, jadi Huang Long tahu semua ini ada hubungannya dengan wanita yang mengekspos identitasnya.
Tubuh Xie Hongyi terjepit diantara kerumunan orang sehingga dia melangkah tak tentu arah. Kemudian saat dirinya berhasil keluar dari kerumunan, entah disengaja atau tidak seseorang mendorong tubuhnya dengan keras. Tubuh Xie Hongyi melewati pagar pembatas dan seketika terjatuh.
Mata Xie Hongyi membesar, mulutnya terbuka walau tidak mengeluarkan suara saat ia melayang.
Xie Hongyi terjatuh dari lantai dua toko, tubuhnya menimpa meja bundar yang dipakai untuk memajang perhiasan. Untung saja, kebanyakan perhiasan yang diletakkan di atas meja tidak ada yang berbentuk menonjol, sehingga punggungnya hanya menderita beberapa memar.
Tapi tetap saja yang namanya terjatuh, masihlah terasa sakit. Xie Hongyi merasa seluruh tubuhnya remuk. Xie Hongyi dapat mendengar suara tulangnya yang patah.
Segera kegelapan memenuhi pandangannya.
Tidak seperti saat dia jatuh ke sungai membeku, ketika tubuhnya tidak sadarkan diri, jiwanya pun mengikuti.
Setelah dia bangun, Xie Hongyi merasa tubuhnya telah di hantam oleh benda berat. Seluruh ototnya terasa sakit, terutama di bagian bawah tubuhnya. Dia ingin menggerakkan jarinya, tapi entah kenapa jarinya tidak mau bergerak.
Xie Hongyi berbaring di sebuah ranjang mewah. Melihat furnitur yang ada di dalam kamar, Xie Hongyi tahu bahwa dirinya sekarang berada di Kediaman Pangeran Yu.
Dengan wajah muram, Xie Hongyi memanggil sistem.
Setelah sistem muncul, Xie Hongyi memberinya pandangan buruk. "Sistem, jelaskan atau tidak?"
Sistem menjawab dengan raut wajah yang nampak bersalah. "Ini di luar perkiraan. Aku juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi."
Bug lagi? Sistem memang perlu diperbarui ulang dan diperiksa apakah di CPU nya ada virus.
"Apa plot ini memang seharusnya ada?"
"Tidak, sepertinya dipicu sesuatu."
Bahkan NPC pun bisa bertindak tidak sesuai dengan perannya? Xie Hongyi mulai meragukan dunia ini. Apa ini benar-benar hanya bug? Tapi kenapa ia merasa semua itu tidak sesederhana yang terlihat. Satu lagi hal yang aneh, sistem tidak pernah memberitahunya alur cerita yang lengkap.
"Satu lagi, aku harus mengatakan bahwa bayimu sudah tidak ada."
Ada keheningan singkat setelah sistem selesai berkata. "Aku jatuh dari ketinggian, jadi wajar jika itu terjadi."
Mata Xie Hongyi tampak kosong saat dia berbicara. Dia menatap lurus langit-langit kamar yang ditempatinya.
Melihatnya yang terdiam, sistem memberinya pandangan simpatik. "Kau sedih?"
Xie Hongyi tidak menoleh, dia hanya menggerakkan bola matanya untuk melihat sistem. "Menurutmu?"
Sistem berkata dengan nada yang serius. "Yang aku tahu, ketika manusia kehilangan seseorang yang dekat dengannya, dia akan sedih."
Xie Hongyi kembali menatap langit-langit. "Sekarang kau tahu."
Sistem tidak tahu bagaimana menghibur jadi dia diam saja. Tubuhnya yang dipenuhi kemudian mendekati Xie Hongyi, menggelayut di lengannya.
Xie Hongyi menatap sistem yang sedang bertingkah dengan sedikit senyum. Senyum itu kemudian memudar ketika terdengar suara gaduh di luar ruangan.
"Jangan menghalangi aku bertemu putriku!"