The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 88



Dibawah cahaya lilin, sosok Huang Long tampak begitu bersinar dengan pakaian sutranya yang menjuntai kebawah.


"Yang Mulia, kami sudah mendapatkan informasi tentang siapa yang mengirim mereka." Suara serius Dugu An terdengar. Kemudian suara-suara lainnya mulai terdengar, membuat dahi Xie Hongyi berkerut.


Di dalam ruangan yang temaram, Xie Hongyi bisa mendengar orang-orang itu merintih. Xie Hongyi melihat dengan seksama dan menemukan beberapa orang yang terikat dengan tali berlutut dihadapan Huang Long, Dugu An dan dua orang lainnya yang tidak Xie Hongyi kenal.


Suara-suara dengan nada memohon terdengar bergantian.


"Tolong, ampuni aku."


"Jangan bunuh kami."


"Kami hanya disuruh."


Xie Hongyi yang menyaksikan diluar, merasa semua bulu kuduknya berdiri. Dia tidak menyangka bahwa Huang Long bisa sekeji ini. Xie Hongyi bingung kenapa ia memiliki pemikiran seperti ini. Dari awal, dalam novel dijelaskan bahwa sifat protagonis utama memanglah kejam. Dengan pemikiran seperti itu, dia merasa dirinya tidak benar-benar tidak mengenal Huang Long.


"Sistem, aku merinding." Xie Hongyi diam-diam berbisik.


Orang-orang itu dalam keadaan yang mengenaskan. Mereka berlutut di atas tanah yang dingin dengan mata dan mulut yang ditutup dengan kain kotor. Di tubuh mereka juga banyak tanda-tanda penyiksaan yang membuat pakaian yang dikenakan penuh dengan darah.


Terdengar suara Huang Long yang sedingin es. "Selesaikan mereka. Aku ingin melihat orang yang telah menyakitinya sengsara. Jangan buat kematian mereka menjadi mudah."


Tiga orang lainnya menjawab serempak. "Baik Yang Mulia."


Xie Hongyi melihat Dugu An dan orang lainnya tengah mengiris kulit sehingga mereka kembali merintih seperti babi di sembelih. Tidak sampai di situ, jari mereka di potong satu-persatu dan potongan jari itu kemudian diletakkan tepat di depan mata mereka.


Ternyata benar kata pepatah, membuat marah Kaisar akan membuat air sungai berdarah!


Meskipun begitu, Xie Hongyi tidak memiliki belas kasihan pada mereka yang terlibat dalam kehilangan anaknya.


Sedangkan di dalam ruangan, Huang Long menatap orang-orang yang sedang diiris kulitnya dengan dingin. Huang Long merasa janggal dengan peristiwa yang terjadi, sehingga dia menyuruh Dugu An untuk menyelidikinya. Hasilnya, Dugu An menemukan bahwa beberapa orang yang ada di toko pada saat itu ternyata dibayar oleh seseorang.


Mata Huang Long tetap dingin saat menyaksikan satu persatu orang dihadapannya mati.


Mata Xie Hongyi tetap terbuka saat satu-persatu dari mereka itu dipenggal dengan pedang tajam milik Dugu An.


Darah dari leher yang telah tiada kepalanya, mengalir dengan deras sehingga membentuk genangannya di atas tanah. Sedangkan untuk kepala mereka, bagian tubuh manusia itu tergeletak begitu saja dengan raut wajah yang mengerikan.


Setelah orang-orang itu terbunuh, Huang Long memberi perintah. "Kirimkan kepala-kepala itu pada pelaku yang menyuruh mereka."


"Baik Yang Mulia."


Dugu An dan dua orang lainnya memasukkan kepala-kepala itu ke dalam sebuah peti. Lalu, mereka membawa mayat-mayat itu keluar. Wajah mereka datar tanpa ekspresi, seolah yang mereka bawa adalah karung beras, bukan bukti sebuah kejahatan.


Huang Long duduk di kursi kayu tanpa bergerak. Dia seperti sebuah patung yang sedang dipahat. Begitu indah namun sangat misterius.


Tidak lama kemudian, ketiga orang itu kembali. Mereka kemudian berbicara. Xie Hongyi mendekatkan telinganya ke dinding kayu untuk dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka perbincangkan.


"Saat ini para pemberontak itu belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Namun, beberapa dari mereka telah mengacau dengan menganggu warga sipil. Banyak laporan yang datang ke istana. Rakyat meminta agar pihak Istana mengatasi para pemberontak."


"Kabulkan permintaan mereka, perintahkan beberapa prajurit Istana dalam untuk mengatasinya. Kita tidak bisa membiarkan rakyat tidak bersalah menjadi korban. Tetap berhati-hati karena itu adalah umpan, jangan sampai prajurit kerajaan tertangkap."


Dari percakapan mereka, Xie Hongyi dapat menyimpulkan sesuatu. Dia tidak menyangka jika selama di Utara, Huang Long masih bisa mengawasi kerajaannya yang ada di Selatan! Bahkan dia tahu apa yang sedang terjadi di wilayah yang berlainan dengan Utara!


"Apa keberadaan Ibu Suri dan Selir Chen sudah diketahui?"


"Mereka telah ditemukan. Saat ini mereka ada di Kediaman Chen. Saya tidak bisa masuk ke dalam kediaman karena wilayah itu dijaga dengan sangat ketat."


Ternyata alasan Xie Hongyi tidak melihat Dugu An lagi selama beberapa hari adalah karena Huang Long menyuruhnya kembali ke Selatan untuk mendapatkan informasi.


Xie Hongyi mendengarkan seluruh percakapan itu sampai akhir.


Baiklah, karena Huang Long sudah bekerja keras, maka biarkan Xie Hongyi yang membereskan sisanya. Dia berjanji akan memberi pelajaran pada pihak yang telah menyebabkan dirinya keguguran.


Tanpa disadari, Xie Hongyi menyerigai. Serigaian itu telah membuat sistem merasa takut. Dengan tubuh bergetar, sistem mengeratkan pelukannya ke leher Xie Hongyi sambil mengeluh dalam hati bahwa Xie Hongyi sangat menakutkan.


Setelah hening sejenak, Xie Hongyi mendengar Huang Long bersuara lagi. "Aku akan meninggalkan Utara setelah Selir Xie sembuh." Ada kesedihan yang terpancar di mata kelamnya, kemudian matanya menjadi dingin seakan tatapan sedih itu tidak pernah ada.


Dugu An menunduk, tidak berani bersuara. Kedua orang lainnya juga melakukan hal yang sama. Ketiganya telah diberitahu apa yang terjadi sebelumnya. Mereka mengutuk orang yang telah melenyapkan keturunan Kaisar. Jika hal ini terjadi di Selatan, maka pelaku dapat dikenai hukuman mati. Tetapi, kejadian ini terjadi di wilayah musuh. Jadi ketika mereka ingin membalas dendam, mereka harus punya rencana yang 'bagus'.


Bagaimana jika Huang Long tahu Xie Hongyi yang katanya sakit sekarang sudah bisa melompat kesana-kemari? Tanpa sadar dia terkikik.


Dan suaranya telah menjadi petunjuk bahwa ada orang lain yang mendengarkan percakapan rahasia pemerintah Selatan.


Seketika, tiga orang yang ada di dalam gubuk itu bergerak dan Xie Hongyi langsung melompat.


Dalam hati Xie Hongyi mengerang. Sial, kenapa setiap kali dia mengintip selalu ketahuan?


Xie Hongyi langsung berlari saat menyadari bahwa dirinya ketahuan. Dia masuk ke hutan yang gelap. Dengan hanya mengandalkan cahaya bulan, Xie Hongyi berlari menghindari Dugu An dan dua orang lainnya yang Xie Hongyi tebak bahwa mereka juga penjaga rahasia.


Bulan tepat di atas kepala, dan cahayanya tidak suram walaupun awan gelap mencoba menutupinya.


Di sebuah hutan pinggiran, daun-daun yang tertutup salju bergoyang karena angin yang disebabkan oleh hempasan orang yang sedang berlari. Salju diatas daun-daun itu terjatuh seperti rintik hujan.


Rasanya Xie Hongyi ingin berteriak meraung-raung ke atas langit. Matanya sesekali melihat kebelakang, dan orang-orang itu masih mengejarnya.


Apakah mereka tidak lelah? Ini sudah setengah jam mereka bermain kejar-kejaran!


Dengan kesal, dia berteriak pada sistem. "Sistem lakukan sesuatu! Aku tidak ingin tertangkap!"


Sistem dengan polos berkata: "Aku harus apa?"


Xie Hongyi berdecak melihat sistem yang bertingkah. Sejak awal seharusnya sistem membantunya! Bukannya malas-malasan saat dibawa lari Xie Hongyi. Dia tampak begitu menikmati. Apa sistem sialan itu menyamakannya dengan angkutan umum?


Xie Hongyi tiba-tiba berhenti lalu berbalik ke arah para pengejar yang semakin dekat. Dia mengangkat tangannya dan menembakkan sesuatu ke arah mereka. Sesuai dengan dugaan Xie Hongyi, orang-orang itu dengan gesit menghindari tembakannya. Secara acak Xie Hongyi melontarkan beberapa peluru ke arah mereka.


Tujuan Xie Hongyi adalah memisahkan mereka dan jika mereka berpisah, Xie Hongyi akan membereskan mereka satu-persatu. Jika mereka tetap bersama, akan sulit untuk menghadapi ketiga orang itu.


Xie Hongyi mendekati salah satu penjaga rahasia yang telah terpisah dengan rekan-rekan nya.


Pendengaran pria itu sangat tajam, dia segera waspada di saat merasakan ada seseorang yang menghampirinya. Xie Hongyi melemparkan batu ke arah berlawanan di tempat ia berada. Penjaga rahasia itu langsung menoleh ke arah sumber suara dan di saat itulah Xie Hongyi menembakan senjatanya ke punggung si penjaga.


Penjaga rahasia itu langsung ambruk.


Setelah menyelesaikan yang pertama, Xie Hongyi beralih ke orang kedua dan melakukan trik yang sama. Trik itu berhasil menumbangkannya.


Sekarang, tinggal yang terakhir. Untuk yang satu ini Xie Hongyi menghadapi kesulitan karena yang ia coba bereskan adalah Dugu An. Dia melakukan trik yang sama untuk ketiga kalinya, tapi Dugu An ternyata sangat pintar. Dia tahu bahwa suara yang ia dengar adalah untuk mengalihkan perhatiannya.


Dugu An kemudian mengawasi arah yang berlawanan. Dengan cepat dia melangkah ke arah itu. Segera, Xie Hongyi ditemukan.


Keduanya kemudian terlibat perkelahian. Perkelahian itu berlangsung lama, tidak ada satupun dari kedua pihak yang ingin menyerah.


Saat Dugu An berhasil memukul Xie Hongyi hingga terjatuh, Xie Hongyi membiarkan pria itu mendekatinya. Kemudian saat jarak keduanya tinggal beberapa inci, Xie Hongyi mengangkat tangannya lalu menaburkan serbuk berwarna merah ke wajah Dugu An.


Dugu An langsung menjauh. Dia menahan nafasnya agar aroma serbuk itu tidak masuk ke paru-paru. Tapi hal itu ternyata sia-sia karena serbuk itu akan bereaksi jika menempel dengan kulit. Ketika bubuk itu bereaksi, gerakan Dugu An melambat sebelum benar-benar berhenti. Dia ambruk seperti kedua orang lainnya.


Xie Hongyi bangkit sambil memegang batang pohon. Dia menghirup nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Setelah berhasil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, matanya melirik sosok-sosok orang yang berhasil dilumpuhkannya dengan susah payah.


Apa Xie Hongyi membunuh mereka? Tentu saja tidak! Dia hanya memberikan mereka yang berisi obat bius untuk gajah. Sebelumnya, dia memang menggunakan senjata api untuk memisahkan mereka, kemudian dia memakai obat bius untuk melumpuhkan mereka bertiga.


Xie Hongyi merasa bersalah. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Dalam hati dia meminta maaf pada ketiganya.


Setelah membungkukkan badan sebagai permintaan maaf pada orang-orang yang tergeletak di tanah, Xie Hongyi berkata: "Aku harus kembali ke Kediaman."


Xie Hongyi melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan tiga orang yang berbaring di atas salju.


***


"Yang Mulia, kami meminta maaf karena tidak bisa menjalankan perintah." Dugu An yang sudah tersadar berkata pada Huang Long yang berdiri menjulang didepannya.


Ketika ketiga orang itu sadar, mereka langsung mencari jejak si penyusup. Namun setelah lama mencari, tidak ada satupun petunjuk ditemukan. Dengan menguatkan hati, ketiga orang itu kembali ke gubuk.


Huang Long yang melihat ketiganya gagal membawa si penyusup langsung berdiri membelakangi mereka.


Diam. Itulah yang dilakukan Huang Long sekarang.


Keterdiaman itulah yang paling menakutkan. Kita tidak tahu apa pikiran orang yang sedang diam. Dugu An dan kedua orang lainnya lebih memilih Huang Long langsung menghukum mereka, karena mereka tahu, Huang Long yang diam lebih menakutkan harimau liar yang lepas.


Dugu An juga berpikir bahwa kemampuannya diragukan. Bagaimana bisa dia gagal mengejar seorang penyusup sedangkan sudah bertahun-tahun ia menjadi penjaga rahasia!


Tubuh Dugu An masih terasa kebas akibat efek obat bius, dan dia dipaksa untuk berlutut sepanjang malam. Kedua rekannya juga tidak berada dalam keadaan yang lebih baik.


Setelah keheningan yang mencekam, Huang Long akhirnya bersuara. "Seperti apa penyusup itu terlihat?"


Dugu An langsung menjelaskan. "Dia memakai pakaian panjang berwarna merah, kami tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tapi yang pasti, dia adalah seorang wanita."


Huang Long bergumam. "Seorang wanita..."


***


Sementara itu, penyusup yang dicari Huang Long sudah sampai di Kediaman Pangeran Yu.


"Apa-apaan ini?" Xie Hongyi melotot melihat apa yang terjadi setelah dia pergi.


Dia hanya pergi sebentar, dan kenapa bisa Kediaman Pangeran Yu hampir hangus terbakar dilalap api?


Hari ini bukanlah ulang tahunnya, tapi mengapa dia mengalami banyak kejutan dalam satu waktu?