The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 34



Pada saat Xie Hongyi dan kasim itu tiba di Istana Bunga, penjaga di sana mengumumkan kedatangan Xie Hongyi lalu membuka pintu ruang kerja Huang Long.


Xie Hongyi masuk ke dalam ruang kerja dan menatap isinya. Seperti ruang kerja pada umumnya, di dalam ruangan itu terdapat rak-rak buku, meja kerja beserta kursinya, dan beberapa hiasan seperti vas bunga dan lukisan pemandangan.


Xie Hongyi kemudian melihat sosok yang duduk di kursi, berlutut dan memberi hormat. "Salam Yang Mulia. Selir Xie memberi hormat."


"Bangunlah." Huang Long berkata dengan datar.


Ruangan menjadi hening sejenak. Melihat bahwa Huang Long tidak berniat berbicara lagi, akhirnya Xie Hongyi bertanya. "Mengapa Yang Mulia memanggil ku ke sini?"


Nada suara Huang Long terdengar aneh saat menjawab pertanyaan Xie Hongyi. "Zhen sakit, kenapa kau mengunjungi orang lain?"


Apa? Otak Xie Hongyi menjadi tidak berfungsi sejenak. Huang Long memanggilnya ke sini hanya untuk bertanya hal itu? Sudut mulut Xie Hongyi berkedut sedikit saat dia berbicara. "Yang Mulia, sebenarnya tadi setelah mengunjungi Xiao Zhang, aku akan mengunjungi Yang Mulia. Tapi pada saat aku akan pergi, tiba-tiba kasim dari Istana Bunga menghampiri ku."


Dahi Huang Long sedikit mengernyit saat dia mendengar perkataan Xie Hongyi. Bukan karena alasan yang diutarakan Xie Hongyi, tapi nama pria yang disebutkan nya. "Xiao Zhang?"


Tidak memperhatikan apa yang salah, Xie Hongyi membernarkan ucapan Huang Long. "Ya. Pria itu adalah seorang warga desa yang kebetulan diculik dan dijual ke pasar gelap."


Huang Long pikir dia tidak sesederhana itu. Pertama kali dia melihat Xiao Zhang, pria itu sepertinya adalah seorang ahli beladiri, terasa dari nafasnya yang memiliki kekuatan internal yang kuat. Selain itu, Huang Long memperhatikan bahwa luka pria itu disebabkan oleh goresan benda tajam yang dilakukan oleh seni beladiri juga. Jadi ketika Xie Hongyi mengatakan bahwa dia adalah orang desa, Huang Long tidak mempercayainya. Setelah ini dia harus menyuruh beberapa orang untuk menyelidikinya. "Lupakan. Zhen menyuruhmu ke sini untuk bertanya sesuatu padamu." Kemudian dia menatap Xie Hongyi. "Kau tahu ada beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini? Apa pendapatmu tentang hal itu?"


Walaupun sedikit tidak mengerti kenapa Huang Long memberinya pertanyaan seperti itu, Xie Hongyi tetap menjawab dengan analisis sederhana nya. "Aku rasa kejadian-kejadian itu saling berhubungan."


"Kenapa kau berpikir seperti itu?"


"Peristiwa-peristiwa yang terjadi bukanlah suatu kebetulan. Aku rasa, pelaku yang menyuruh mereka adalah orang yang sama." Huang Long mendengarkan perkataan Xie Hongyi dengan seksama. Sebenarnya, dia juga mempunyai pikiran yang sama dengan Xie Hongyi. Dia sengaja menanyakan pendapat Xie Hongyi mengenai hal itu agar dapat mengetahui sesuatu darinya. Dan ternyata hasilnya wanita itu tahu memiliki pikiran yang sama dengannya. Jika itu adalah seorang wanita yang dibesarkan di keluarga bangsawan, dia tidak akan mengatakan hal yang serupa dengan apa yang disampaikan Xie Hongyi. Untuk alasan itu, dia makin penasaran dengan wanita ini.


"Kau boleh keluar sekarang." Huang Long berkata tanpa dosa.


Itu saja? Alas, Huang Long ternyata adalah orang yang menyebalkan! "Yang Mulia..." Xie Hongyi berkata sambil menggertakkan giginya. Dan reaksi Huang Long yang langsung menunduk untuk mengurus dokumen di mejanya, membuat Xie Hongyi lebih marah. Wanita itu kemudian diam-diam mengangkat jari tengahnya sebelum keluar dari ruangan itu.


Mendengar suara pintu yang tertutup, Huang Long mengangkat kepalanya dan memandang pintu kayu itu dengan waktu yang lama sebelum dia berbisik. "Dugu An."


Sebuah bayangan kemudian jatuh dihadapan Huang Long. Dugu An yang sedang berlutut kemudian berkata dengan hormat. "Ya Yang Mulia."


"Kau benar. Selir Xie memang aneh."


Dugu An tidak membantah perkataan Huang Long, tapi dia kemudian berkata dengan hati-hati. "Yang Mulia, apakah tidak buruk menyuruh Selir Xie pergi begitu saja?" Dugu An melihat dengan jelas bahwa Xie Hongyi yang marah setelah dia diusir keluar.


"Untuk apa kau peduli? Biarkan saja. Mungkin dia sekarang sedang menggerutu sepanjang jalan." Huang Long mengucap kan kata-kata itu dengan tersenyum dan sorot mata yang geli.


Tebakan Huang Long memang benar. Setelah Xie Hongyi keluar dari ruang kerja Huang Long, dia pergi dengan langkah kaki yang menghentak keras. Mulutnya juga komat-kamit mengumumkan kata-kata seperti Huang Long bodoh, pria tidak berperasaan, protagonis menyebalkan dan kata-kata keluhan lainnya.


Karena menggerutu sepanjang jalan, Xie Hongyi tidak menyadari bahwa dirinya telah sampai Kediaman Teratai. Dia kemudian akhirnya sadar setelah ada seseorang yang menyiramkan air padanya.


"Nyonya! Aku tidak tahu bahwa kau ada di sana. Maafkan aku!" Yi'er berteriak dengan panik lalu bersujud dihadapan Xie Hongyi.


Tadi setelah Ling'er kembali, dia menyiapkan air hangat untuk Xie Hongyi mandi dan Yi'er membantunya. Tapi setelah sekian lama, Xie Hongyi tidak juga kembali dan kemudian suhu air hangat itu pun turun. Dia akhirnya membuang air itu sedangkan Ling'er menyiapkan air hangat yang baru. Tapi hal yang tidak disangka terjadi, dia malah menyiram Xie Hongyi yang baru datang dari luar.


***


Setelah mandi dengan air yang disiapkan Ling'er, Xie Hongyi berkeliling di sekitar halaman belakang dengan Yi'er yang menemaninya. Sedari tadi, mungkin karena rasa bersalah, Yi'er tidak mengatakan apa-apa dan dengan diam berjalan mengekor dibelakang Xie Hongyi.


Xie Hongyi tidak melakukan tindakan apapun untuk menghukumnya walaupun Yi'er tadi sempat memaksa untuk memberikan hukuman. Walaupun Yi'er bersyukur dengan hal itu, Yi'er masih merasa bersalah.


Pada saat mereka tiba disebuah jembatan yang dibawahnya dialiri sungai kecil dengan arus sedang, mereka melihat sekumpulan pelayan yang berdiri di tepi kolam teratai. Mereka kemudian berjalan melewati gerombolan pelayan itu, dan ketika Xie Hongyi melihat apa yang sebenarnya terjadi, dia menjadi marah.


Xie Hongyi melihat pangeran Jue yang sedang ditindas oleh beberapa pelayan. Bahkan dia mendengar mereka mengatakan hal-hal yang menyakitkan yang tidak pantas di ucapkan kepada seorang anak kecil.


"Siapa yang berani menggertak Ah Jue ku?" Xie Hongyi berkata dengan marah.


Para pelayan itu kemudian berhenti berbicara, lalu menoleh guna melihat siapa yang menyela mereka.


Pangeran Jue berdiri di tepi kolam dengan wajah yang menyedihkan dan matanya memerah menahan tangis sambil menunduk. Ketika dia mendengar suara Xie Hongyi, dia mengadah dan memberikan tatapan seperti anak anjing pada Xie Hongyi yang membuat hati wanita itu menjadi lunak.


Bukannya menyadari apa yang mereka lakukan, para pelayan itu tidak menunjukkan raut bersalah saat mereka menatap Xie Hongyi. Salah satu dari pelayan itu kemudian berkata dengan arogan. "Oh ternyata Selir Xie. Kami disini bukan untuk menggertak Pangeran, tapi kami hanya memberikannya beberapa nasihat."


Saat mendengar pelayan itu berbicara, Pangeran Jue segera berteriak membantah. "Tidak! Ibu yang mereka katakan semua itu bohong! Mereka berkata bahwa mereka tidak akan memberikan ku makanan lagi."


Para pelayan ini adalah pelayan yang mengurus bagian dapur dan mengantarkan makanan ke semua penghuni di halaman belakang.


"Diam! Inilah yang terjadi jika kau tidak menghormati yang lebih tua. Sepertinya aku harus memberikan mu nasihat lagi." Pada saat pelayan itu hendak melakukan sesuatu, Xie Hongyi berteriak. "Cukup!"


"Apa ini sikap kalian terhadap keluarga kerajaan? Kalian tidak takut akan dihukum jika ada seseorang yang memberi tahu sikap kalian ke Kaisar?"


Mendengar apa yang dikatakan Xie Hongyi, para pelayan itu terkikik. Semua orang di Istana tahu bahwa Pangeran Jue adalah Pangeran yang tidak disukai oleh Kaisar. Itu terbukti dengan sang Kaisar yang tidak pernah peduli dengan Pangeran Jue. Selama ini, mereka bisa bebas untuk menggertak anak itu dan tidak ada yang pernah ada yang melaporkan perbuatan mereka.


Reaksi Xie Hongyi saat melihat para pelayan itu malah tertawa adalah melangkah maju lalu menjambak salah satu rambut pelayan. Beraninya mereka menindas pangsit kecilku! Oh, mereka adalah orang-orang dewasa yang tidak tahu aturan dan harus diberi pelajaran!


Entah kenapa, akhir-akhir ini dia merasa mudah marah dengan hal apapun. Mungkin tamu bulanannya akan segera datang.


Para pelayan lainnya yang melihat teman mereka dijambak, mencoba untuk melepaskan tangan Xie Hongyi dari rambut pelayan itu. Tapi mereka juga malah dijambak oleh Yi'er. Melihat Nyonyanya dikeroyok, tentu sebagai pelayan yang baik Yi'er pasti membantu Xie Hongyi. Kemudian terjadilah pertengkaran khas wanita di tepi kolam itu.


Pangeran Jue menonton kejadian itu dengan mulutnya yang terbuka lebar. Itu adalah ibunya? Kenapa ibunya terlihat seperti kucing beranak yang ganas?


Pertengkaran itu terjadi selama beberapa waktu. Ketika salah satu pelayan itu menyenggol Pangeran Jue yang berdiri di tepi kolam, Xie Hongyi yang menyadarinya kemudian dengan cepat menarik Pangeran Jue dan dirinya malah tercebur ke dalam kolam akibat punggungnya yang di dorong ke depan.


Kolam teratai itu ternyata mempunyai kedalam sekitar 10 meter. Xie Hongyi dengan keras berjuang untuk kembali ke permukaan, tapi karena pakaiannya yang panjang dan berat, usahanya tidak membuahkan hasil yang baik. Tubuh ini juga memiliki stamina yang lemah sehingga di hampir kehabisan nafas. Juga ada tanaman air di dasar danau yang melilit kaki Xie Hongyi, sehingga dirinya tidak bisa bergerak dengan bebas.


Di tepi kolam, Pangeran Jue yang melihat ibunya jatuh ke dalam kolam, menangis dengan keras dan terus memanggil nama Xie Hongyi. Yi'er juga berteriak dengan panik sambil menangis memanggil Nyonyanya.


Di dalam air, Xie Hongyi masih berjuang. Tapi tubuhnya ternyata sudah mencapai batasnya. Hal terakhir yang dia lihat sebelum semuanya menjadi gelap adalah tumpukan benda putih yang ada di dasar kolam. Dia ingin mengatakan "Apa itu?" Tetapi mulutnya mengeluarkan gelembung-gelembung air dan kemudian Xie Hongyi tak sadarkan diri.