The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 57



Ketika Xie Hongyi memeriksa jenazahnya lainnya, mereka juga memiliki beberapa ciri yang mirip, yaitu bekas merah di kulit leher dan luka pukulan oleh benda tumpul di kepala.


Ketika ada seorang istri yang terbunuh, maka pelaku utamanya adalah suaminya. Tapi, Huang Long tidak mungkin membunuh istrinya kan? Apalagi istrinya bukan hanya seorang. Juga, alasan apa dia melakukannya?


Ketika hendak menutup peti terakhir, Xie Hongyi tiba-tiba mendengar suara langkah kaki. Dia seketika panik dan tanpa pikir panjang dia masuk ke dalam peti dan ikut berbaring. "Maafkan aku Selir Jiang. Aku akan membakar zhiqian untukmu nanti." Bisiknya saat ia berhadapan dengan wajah Selir Jiang yang cantik namun kaku.


Saat suara langkah kaki itu berhenti, Xie Hongyi mencoba mengintip dengan membuka sedikit celah tutup peti.


Yang dia lihat adalah punggung seorang laki-laki yang memakai jubah berwarna hitam dengan pola naga di atasnya, rambut panjang sepunggung berwarna hitam dengan ikatan giok dikepalanya. "Protagonis utama kita."


Gumam Xie Hongyi dalam hati.


Beberapa hari tidak bertemu, punggung Huang Long terlihat sedikit bungkuk.


Huang Long berdiri dengan teguh di depan sebuah pagoda kecil, tidak menyadari ada gerakan dibelakangnya. Pikirannya sedang kalut. Sekarang banyak sekali masalah bermunculan satu-persatu, Kerajaan Barat meminta penjelasan tentang kematian salah satu anggota keluarga mereka, dan beberapa penjabat mendesak untuk mencari solusi mengahadapi Kerajaan Utara yang sedang gencar-gencarnya melakukan invasi, belum lagi masalah tentang dana upeti yang disalahgunakan oleh seseorang. Rasanya kepala Huang Long akan meledak.


Untung saja Paman Kekaisarannya mau membantu menyelesaikan masalah dengan Kerajaan Utara.


"Sepertinya aku mengenal pola ini." Huang Long sangat terkejut dengan suara seorang wanita yang tiba-tiba terdengar. Apakah dirinya betul-betul tidak waspada sampai tidak menyadari kedatangan seseorang?


Huang Long lebih terkejut saat mengetahui siapa sosok yang bersuara sampai-sampai dia mundur beberapa langkah. "Kamu-" Huang Long berkata dengan tidak percaya.


Xie Hongyi memperlihatkan deretan giginya yang putih. Dia berkata dengan nada tidak bersalah. "Yang Mulia."


Huang Long kemudian bertanya setelah berhasil mengendalikan dirinya. "Bagaimana kau bisa ada disini?"


"Itu tidak penting." Xie Hongyi menatap pagoda kecil itu dan mengeluarkan sebuah benda bulat yang memilki ornamen rumit dikedua sisinya.


Xie Hongyi kemudian mengambil sesuatu dari balik lengan baju.


Mata Huang Long melebar. Benda yang ada ditangan Xie Hongyi adalah kunci untuk membuka ruang rahasia! Bagaimana bisa wanita itu memilikinya?


Baru kali ini selama hidupnya dia dikejutkan beberapa kali.


Xie Hongyi memutar benda bulat itu ditangannya. "Yang Mulia, apakah kau tahu benda apa ini? Aku ingin tahu karena benda ini mirip dengan pola yang ada di pagoda itu."


Huang Long menjawab dengan pelan. "Itu adalah sebuah kunci."


"Kunci? Kunci apa?"


Huang Long malah terdiam dan tidak menjawab Xie Hongyi. "Yang Mulia, kau tidak mau memberitahu ku?"


Akhirnya Huang Long menjawab. "Di bawah kuil ini ada ruang rahasia."


Xie Hongyi sedikit membuka mulutnya. "Kalau begitu ayo kita buka!" Sebelum Huang Long sempat bereaksi, Xie Hongyi telah lebih dulu menempelkan benda itu dan memutarnya di pagoda kecil.


Ada sebuah suara terbuka, lalu lantai yang mereka pijaki berbalik dan mereka seketika terjatuh.


Mereka terjatuh di atas tanah yang keras dan dingin, tapi kerasnya tanah itu hanya dirasakan Huang Long karena Xie Hongyi mendarat tepat di atasnya.


Tidak merasakan sakit yang ia kira, Xie Hongyi perlahan membuka matanya. Walaupun gelap, dia bisa merasakan bahwa melihat wajah tampan Huang Long yang sedikit keruh. Kemudian dia sadar bahwa mereka terjatuh dalam posisi yang ambigu. Tapi, Xie Hongyi bukannya bangkit dia malah berkata: "Yang Mulia, apa punggungmu tidak sakit?"


Huang Long sedikit menatap tak berdaya pada Xie Hongyi. Sistem juga dibuat tidak berdaya dengan perilaku Xie Hongyi. "Host, kalau kau tidak segera berdiri, aku takut punggung protagonis akan patah."


Xie Hongyi memutar matanya, kemudian dia enggan bangkit dan Huang Long juga ikut berdiri. Lelaki itu meraba-raba dinding yang terasa dingin untuk mencari lentera. Huang Long menghentikan gerakannya saat sebuah cahaya berwarna putih tiba-tiba muncul. Dia menoleh kebelakang dan terlihat sosok Xie Hongyi yang sedang memegang sesuatu ditanganya. Huang Long bergantian menatap Xie Hongyi dan benda ditangannya, terlihat sangat penasaran.


Xie Hongyi sedikit menyerigai saat tahu apa arti tatapan Huang Long. Dia tidak berniat menjelaskan dan lalu berkata acuh tak acuh. "Yang Mulia kita harus mencari cara untuk keluar dari sini."


"Selamat karena telah menemukan ruang item rahasia, 500 poin telah ditambahkan ke akun mu." Xie Hongyi sangat senang ketika sistem memberitahunya.


Huang Long juga terkejut. Dia kemudian melangkah dengan cepat ke arah tumpukan itu untuk mencari sesuatu. Xie Hongyi membantunya dengan memberikan cahaya senter.


Gerakan Huang Long terhenti saat ia melihat selembar kertas yang tampak sangat usang. Dia mengambilnya. Xie Hongyi juga penasaran, sehingga dia secara tidak sadar merapatkan tubuhnya ke samping Huang Long. "Perjanjian Perdamaian antara Kerajaan Selatan dan Kerajaan Utara." Xie Hongyi membaca kalimat pertama yang ia lihat dari kertas. Keduanya kemudian bertatapan sejenak, lalu kembali melihat kertas itu.


Kertas itu ternyata berisi tentang perjanjian perdamaian diantara Kerajaan Selatan dan Kerajaan Utara yang dibuat dua puluh tahun lalu. "Kakek buyut mu yang membuat ini?" Xie Hongyi bertanya. Huang Long mengangguk, dan dia merasa sedikit senang.


Sungguh mengejutkan bahwa kedua kerajaan ini pernah membuat sebuah perjanjian.


Meninggalkan Huang Long yang yang masih terpaku dengan kertas usang itu, Xie Hongyi mengambil sebuah kertas usang lainnya dan membaca tulisan yang tertera dalam kertas.


Kertas itu berisi tentang Keluarga Xu dimusnahkan karena dianggap telah berkhianat kepada negara dengan bekerjasama dengan Kerajaan Utara untuk menjatuhkan Kerajaan Selatan. Tapi, hal yang aneh adalah kejadian saat keluarga Xu dimusnahkan setelah perjanjian perdamaian dibuat.


"Yang Mulia, kau tahu tentang sesuatu Keluarga Xu?" Nama aslinya adalah Xu Hongyu dan dia merasa ada hubungan dengan keluarga Xu.


Huang Long akhirnya menatap Xie Hongyi dan menjawab. "Mereka adalah keluarga yang dianggap telah mengkhianati negara."


"Kau percaya itu?"


Huang Long sedikit terdiam begitu lama hingga akhirnya menjawab. "Aku sedikit meragukannya."


Xie Hongyi juga sependapat dengan Huang Long. Untuk apa keluarga medis berkolusi menjatuhkan negara dengan musuh? Xie Hongyi juga sedikit meragukan IQ orang-orang yang percaya bahwa Keluarga Xu telah berkhianat.


Dia menunjuk kertas yang dipegang oleh Huang Long dan juga kertas ditangannya. "Kau tahu apa yang kupikirkan?"


Huang Long mengangguk.


Tumpukan harta dan dokumen penting yang sengaja disembunyikan, jelas mereka bisa menebak apa tujuan sebenarnya orang yang melakukannya.


Ada suara langkah yang tiba-tiba terdengar di belakang mereka.


Xie Hongyi menatap Huang Long. "Kita harus pergi dari sini."


"Benar."


Mereka berdua dengan tanpa suara melangkah pergi dari sana.


Beberapa orang tampak memegang sebuah lentera berjalan menuju tempat tumpukan harta. Mereka sepertinya tidak tertarik dengan harta yang sangat menyilaukan itu.


Mereka mulai mencari-cari sesuatu, namun benda yang mereka cari sudah tidak ada.


Salah satu orang yang memegang lentera paling besar berkata: "Kita terlambat."


Sementara itu, Huang Long dan Xie Hongyi yang berjalan mengikuti sebuah lorong. Setelah berjalan cukup jauh, mereka menemukan sebuah tangga dan memutuskan untuk menaikinya. "Bisa jadi ini adalah jalan keluar." Xie Hongyi menebak.


Mereka berdua pun bergantian menaiki tangga itu. Setelah mencapai sekitar 50 anak tangga, Xie Hongyi dan Huang Long akhirnya menemukan jalan keluar.


"Kamar Permaisuri?"


Catatan Penulis:


zhiqian: uang kertas.