The System Make Me Near With The Emperor

The System Make Me Near With The Emperor
Bab 44



Jenderal Utara, Wu Zhantian dikurung dipenjara bawah tanah dan dijaga dengan ketat. Tapi penjagaan itu masih bisa ditembus oleh seseorang yang diam-diam menyelinap masuk.


Suara dentingan besi menyadarkan Wu Zhantian dari lamunannya. Dia pikir akan melihat seorang yang ingin menginterogasinya lagi, tapi ia tidak pernah menyangka bahwa yang datang adalah orang itu.


"Jenderal Wu, kau terlihat menyedihkan."


"Kau-" sebelum Wu Zhantian sempat berbicara, pria yang berdiri didepannya mengeluarkan belati dan memotong lidahnya.


"Aku tidak mengizinkanmu bicara."


Tatapan Wu Zhantian seakan berkata 'Mengapa kau bisa ada disini?'


Orang itu mengerti arti tatapannya. "Aku ada disini karena keberuntungan."


"Kalian orang-orang Istana benar-benar tidak berguna sampai bisa tertangkap oleh Kerajaan Selatan."


Mata Wu Zhantian melotot, membuat vitreous humornya menjadi merah. Dia membuka bibirnya untuk bicara, tapi yang keluar dari mulutnya adalah percikan darah.


Orang itu dengan anggun mengelap noda darah di bajunya. Dia berkata sambil menghela nafas. "Sudahlah. Aku di sini untuk membunuhmu." Belati yang dipegangnya kemudian ia hunuskan ke perut bagian kiri Wu Zhantian. Suara rantai yang menahan kaki dan tangan Wu Zhantian bergema di dalam sel saat dia menggelepar seperti ikan kekurangan air.


Wu Zhantian berhenti bergerak. Orang itu kemudian mencabut berlari dan dengan santainya ia melemparkannya ke lantai.


Dia berjalan keluar dari penjara melewati para penjaga yang ia bius. Kemudian setelah keluar dari sana, dia masuk ke sebuah ruangan dan mengambil sebuah benda.


***


Tidak jauh setelah Xie Hongyi pergi, akhirnya sistem menunjukkan ekornya. "Kita berhasil keluar?"


Xie Hongyi tidak tahan untuk memutar matanya. "Kenapa kau baru keluar sekarang?"


Sistem menjawab dengan malu-malu. "Aku takut melihat boneka itu."


Bibir Xie Hongyi menunjukkan garis tipis. Dia baru tahu bahwa ternyata sistem adalah seorang penakut.


Xie Hongyi berjalan keluar dari hutan sambil membawa seorang pembunuh yang tidak sadarkan diri dengan menyeretnya.


Dia kemudian melihat kelompok Dugu An di luar hutan.


Hari mulai gelap ketika Xie Hongyi naik kereta untuk melanjutkan perjalanan. Kereta ini dibeli oleh Dugu An dan sebagai gantinya Xie Hongyi memberikan pembunuh yang tidak sadarkan diri pada mereka.


Tidak lama kemudian, mereka akhirnya sampai. Ketika mereka masuk, ada suara keributan di Aula keluarga Xie. Beberapa tampak berada dalam perdebatan yang sengit.


"Seharusnya aku tidak setuju saat kau mengangkatnya sebagai anak. Lihat, apa yang dia perbuat pada keluarga kita. Anak tidak tahu berterima kasih!"


"Itu benar. Aku minta ganti rugi untuk jariku. Jika tidak, aku akan membawa masalah ini ke pengadilan."


"Tetua, tolong tenangkan dirimu."


Xie Hongyi berdiri di depan pintu, mengangkat alisnya. Dia tertarik dengan kata-kata yang pertama kali terdengar. Siapa yang anak angkat?


"Nyonya, kau tidak masuk?" Xie Hongyi mengisyaratkan Yi'er untuk diam.


"Bagaimanapun Xu Hongyu adalah adikku. Dengan itu aku memohon maaf atas namanya." Xie Hongyi mendengar suara Xie Heiyang.


Suara lainnya datang dan segera melontarkan kata-kata pedas. "Huh hanya anak angkat yang diambil dari jalanan, pantas untuk dikatakan sebagai adikmu?"


"Apa maksud perkataan Tetua?" Xie Hongyi tiba-tiba berbicara dengan suara yang sedikit keras.


Aula menjadi hening.


Seorang tetua berkata sambil memegang jenggotnya. "Bukankah kau tahu sejak awal bahwa kau hanyalah anak pungut?"


"Paman!" Sosok pria paruh baya di sisi lain berteriak.


"Itu adalah kebenaran yang tidak dapat disangkal. Junping, kau seharusnya tidak boleh protes."


Xie Junping kemudian tidak membantahnya. Dia melihat Xie Hongyi dengan tatapan yang sulit diartikan. "Hong'er, apa yang sebenarnya terjadi di Paviliun Tujuh tadi siang?" Walau dia sudah mendengar cerita dari petugas yang dipotong jarinya, dia juga ingin mendengar cerita versi Xie Hongyi.


Wajah sang petugas menjadi pucat. Setelah dia tahu bahwa wanita itu adalah putri dari keluarga Xie, dia langsung pergi ke kediaman Xie dan menuntut agar Keluarga Xie memberikan keadilan padanya. Dia membuat Keluarga Xie percaya bahwa Xie Hongyi telah melakukan tindakan yang semena-mena dengan hanya menceritakan bagian jari-jarinya yang dipotong. Dia tidak menyangka bahwa Xie Hongyi datang ke keluarga Xie dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Paman, menurut cerita tadi, Hong'er tidak bersalah. Dia juga telah menyelamatkan nyawa seseorang."


Wajah tetua memerah. Keluarga Xie adalah keluarga medis, jadi ketika salah satu dari mereka gagal menyelamatkan seseorang, prestise mereka pasti akan turun di masyarakat. Mereka adalah tipe orang yang menjunjung tinggi harga diri, jadi lebih baik menyingkirkan orang yang membuat mereka kehilangan wajah sebelum berita ini tersebar.


Tetua itu berteriak. "Kamu! Aku menyesal percaya padamu. Sekarang pergi! Aku tidak mau melihat wajahmu lagi."


Kemudian petugas tadi diseret keluar oleh beberapa orang penjaga. Setelah masalah akhirnya selesai, para tetua meninggalkan aula tanpa kata-kata.


Disaat aula sepi dan hanya menyisakan tiga orang didalamnya, Xie Hongyi memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya. "Gege, apakah benar aku adalah anak angkat?"


Xie Heiyang dan Xie Hunping mengerutkan keningnya, sehingga terlihat bisa membunuh lalat.


***


Dengan langkah gontai, Xie Hongyi terlihat linglung saat dia keluar dari aula. Dia terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan pelayannya.


"Biarkan dia sendiri." Xie Heiyang berkata pada Yi'er yang terus memanggil nama Xie Hongyi. Dia menatap punggung Xie Hongyi dalam diam.


Xie Hongyi benar-benar tercengang dengan kebenaran yang baru saja di ketahuinya.


"Selamat karena telah menemukan plot tersembunyi. 500 poin telah ditambahkan ke akun kamu. Selamat! Kamu telah membuka achievement host senior, bonus: 100 poin." Suara sistem menyadarkan Xie Hongyi dari lamunan.


"Selamat karena telah menyelesaikan misi mencari kebenaran tentang topeng kulit. 100 poin telah ditambahkan. Selamat karena telah menyelesaikan misi sampingan, bonus poin 50."


Xie Hongyi tidak terlalu memperhatikan sistem. Dia melompat ke atas tembok pembatas, kemudian pergi dari kediaman keluarga Xie.


Xie Hongyi masuk ke dalam sebuah restoran, memesan teh dan beberapa makanan.


Dia duduk termenung di meja makan, sama sekali tidak menyangka plot yang sebenarnya terjadi.


Dia sebenarnya bukanlah 'Xie Hongyi' yang asli. Pemilik tubuh ini bernama Xu Hongyu, anak angkat keluarga Xie. Dia diadopsi ketika usianya 4 tahun. Pada saat keluarga Xie hendak menyerahkan Xie Hongyi yang asli untuk menjadi selir, Xie Hongyi meninggal karena penyakit yang dideritanya sejak lahir.


Para tetua keluarga Xie memaksa Xu Hongyu untuk menggantikannya. Xu Hongyu tidak mempunyai pilihan lain karena tetua itu mengungkit jasa merawat Xu Hongyu. Xu Hongyu merasa bersalah pada Xie Hongyi, jadi dia membuat batu tablet peringatan untuknya sebanyak 4 buah dan menyuruh seseorang untuk meletakkannya di tempat yang berbeda. Kini dia tahu kenapa ada batu tablet bertuliskan nama Xie Hongyi di hutan pada saat Perburuan Musim Gugur.


Dan alasan mengapa ia memakai topeng kulit adalah untuk menyembunyikan rupa aslinya. Dulu, dia pernah hampir diperkosa karena kecantikan wajahnya. Xie Junping khawatir kejadian itu akan terulang, untuk itulah dia menyuruh adiknya untuk membuat topeng kulit untuk Xu Hongyu.


Tiba-tiba kepalanya terasa sakit. Dia mengerang sambil memegang kepalanya dengan dua tangan. Beberapa adegan muncul seperti roll film diputar dalam pikirannya.


Mulai dari masa kecilnya. Dia terlihat bermain dengan seorang gadis kecil yang cantik dan memanggilnya Jie-jie. Di beberapa ingatan, muncul sosok Xie Heiyang, Xie Junping dan Xie Hunping. Ketika dia berusia 16 tahun, Jie-jie nya meninggal dan dia berduka beberapa hari.


Di salah satu ingatannya, dia melihat dirinya sendiri berdiri di aula keluarga Xie. Didepannya ada beberapa orang tetua yang menatapnya dengan melotot.


"Tidak, aku tidak mau menjadi selir." Dia mendengar suaranya yang serak seperti sedang menangis.


"Kau harus mematuhi perintah kami. Ini bisa dianggap balas budi karena kami mengizinkanmu tinggal di keluarga Xie."


"Paman aku mohon, Xie Hongyi adalah kakakku. Aku tidak mungkin merebut suaminya."


"Apa yang kau keluhkan? Xie Hongyi sudah mati!"


Xie Hongyi melihat dirinya menangis lebih keras.


Para tetua itu membuat keputusan dengan memanfaatkan Xie Junping yang tidak berada di kediaman. Mereka ingin salah satu anggota keluarga Xie menjadi keluarga Kekaisaran dengan tujuan untuk mendapat dukungan dari Istana. Mereka juga tidak takut dengan fakta bahwa mereka telah menipu Istana karena orang-orang tidak tahu bahwa Xu Hongyu adalah anak yang diadopsi oleh keluarga Xie, dan Xie Hongyi yang tidak pernah keluar dari kediaman karena tubuhnya yang lemah sehingga tidak ada yang tahu seperti apa penampilannya.


Tidak ada yang bisa Xu Hongyu lakukan selain menurut dengan perintah mereka. Pada malam hari sebuah dia dikirim ke istana, Xu Hongyu membuat batu tablet peringatan kematian Xie Hongyi sambil menangis. "Maafkan aku Jie-jie."


Setelah tayangan itu berakhir, Xie Hongyi bertanya pada sistem. "Sistem apa yang terjadi?"


Sistem duduk di meja sambil memakan manisan. "Kau telah mencapai level yang diizinkan untuk melihat ingatan pemilik tubuh."


Ternyata begitu. Xie Hongyi memilih untuk tetap menjadi Xie Hongyi. Lagipula, itu adalah namanya di kehidupan pertamanya. Xie Hongyi hendak mengangkat cangkir tehnya, sebelum matanya tak sengaja melihat seseorang yang terlihat familiar.


Pria itu berjalan ke dalam restoran dan memasuki sebuah ruangan. Xie bangkit berdiri dan berniat mengikuti pria itu, tapi tangannya dicekal oleh seseorang. Dia kemudian mendengar seorang pria berbicara. "Nona, tunggu."