
Kantor medis Kekaisaran memiliki kemiripan dengan sebuah Paviliun. Bisa di tebak apa saja isi didalam ruangan itu. Pangeran Jue di bawa oleh tabib itu ke sini.
Di sana ada beberapa tabib yang sedang berkeliaran sambil melakukan sesuatu. Ketika tabib yang bernama Mei Hua itu tiba, dia segera memanggil rekan-rekannya untuk berkumpul.
Sesuai apa yang diperkirakan tabib itu, semua rekannya sangat antusias mengenai metode penyembuhan yang ada di hadapan mereka. Mereka menatap dengan lekat Pangeran Jue seperti hewan langka di kebun binatang. Sementara anak itu tidak menyadari sama sekali. Dia asyik memakan beberapa buah permen dan tanghulu yang diberikan oleh tabib Mei Hua.
Ketika mereka mengajukan pertanyaan yang sama dengan tabib Mei Hua, Pangeran Jue menjawab dengan kata-kata yang serupa.
Langkah kaki terdengar dari luar ruangan. Seorang laki-laki berpenampilan sarjana yang bersahaja mendekati kerumunan para tabib. "Kenapa kalian berkumpul di sana?"
"Tabib Xie? Kau datang?"
Beberapa hari yang lalu, tabib Xie tidak ada di Ibukota karena di pergi untuk sebuah urusan. "Ya."
Salah satu tabib di sana menjelaskan. "Selir Xie telah menemukan metode baru dalam pengobatan. Kami di sini sedang mempelajarinya."
Pria itu mengerutkan kening saat mendengar nama Xie Hongyi.
Awalnya setelah Xie Hongyi keluar dari kediaman Ibu Suri, dia berniat untuk mengunjungi Pangeran Jue. Tapi, dia diberitahu bahwa anak itu ternyata dibawa ke paviliun medis.
Disaat yang sama, setelah Huang Long menerima berita bahwa telah ditemukannya jenazah calon Putra Mahkota terdahulu, dia segera bergegas pergi dari pengadilan untuk mengunjungi Ibu Suri. Setelah tahu Xie Hongyi lah yang menemukan jenazah putra mahkota, diam-diam Huang Long tersenyum. Wanita itu benar-benar menarik.
Saat Xie Hongyi tiba di paviliun medis, dia melihat Pangeran Jue yang dikerubungi seperti gula. Dia bergegas menghampiri mereka, namun lagi-lagi dia tersandung karena pakaiannya yang panjang dan hampir terjatuh di depan ambang pintu. Untung saja, ada sebuah tangan yang menahannya menyentuh lantai. Pakaian wanita di zaman ini begitu membuatku repot! Ini kedua kalinya Xie Hongyi hampir terjatuh karena masalah pakaiannya yang terlalu panjang, dan kedua kali juga dia diselamatkan oleh Huang Long. "Hati-hati." Tapi kali ini, Huang Long berkata dengan nada yang santai. Sepertinya dia dalam suasana hati yang baik.
"Yang Mulia Kaisar."
Kehadiran Huang Long disambut sapaan penuh hormat oleh orang-orang yang ada di sana. Mereka tidak terlalu memperhatikan posisi kedua orang itu. Hanya satu orang yang tanpa berkedip menatap Huang Long yang seperti memeluk Xie Hongyi dari belakang.
Huang Long menjawab sapaan mereka dengan gumaman samar tanpa memindahkan posisinya.
Sadar dirinya berada dalam posisi yang ambigu, Xie Hongyi segera melepaskan tangan Huang Long dari perutnya. Pria itu tidak mempermasalahkan tindakan Xie Hongyi. Mereka berdua kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan sambil melangkah bersama.
Huang Long tidak sering bertemu dengan Pangeran Jue. Terakhir kali, mungkin sekitar dua bulan lalu. Itu juga hanya pertemuan sekilas, tidak meninggalkan kesan yang berarti. Dia menatap anak itu dengan lekat. Pangeran Jue membalas tatapan ayahnya dengan acuh tak acuh, dan Pangeran kecil itu malah memanggil Xie Hongyi dengan bahagia. "Ibu!"
Xie Hongyi tersenyum mendengar suara riang Ah Jue-nya, sembari berpikir apa arti tatapan Huang Long pada Pangeran Jue. Itu tidak seperti seorang ayah yang bertemu dengan anaknya, malah tatapannya seperti melihat orang asing. Tapi dia tidak berpikir banyak karena mungkin hubungan di antara keluarga kekaisaran tidak begitu dekat.
Tidak menyadari keadaan yang sedang terjadi, salah satu tabib di sana berbicara. "Selir Xie, apakah benar kau yang menemukan metode baru untuk menyembuhkan patah kaki?"
"Kenapa kau bertanya lagi? Sudah ku katakan pasti Selir Xie yang menemukan metode itu." Salah satu tabib menyela rekannya. Rupanya dia adalah tabib senior yang sempat memilki keraguan terhadap Xie Hongyi pada saat di kejadian racun Xin.
Xie Hongyi tersenyum dan menjawab. "Itu aku."
Xie Hongyi merasa ada sepasang mata yang menatapnya dengan seksama. Ketika dia menoleh, dia mendapati seorang pria yang memakai baju putih, wajah tampan, dan penampilan berwibawa, namun tidak sebesar aura yang dimiliki Huang Long memandangnya dengan penuh kebingungan.
Sistem yang tidak terlihat dengan murah hati memberikan petunjuk. "Informasi karakter: Nama: Xie Heiyang. Dia merupakan kakak dari Xie Hongyi. Dia adalah salah satu tabib kekaisaran."
Ah, ternyata saudara laki-laki pemilik asli. Xie Hongyi memberikan pria yang masih menatapnya itu sebuah senyuman. Xie Heiyang tidak membalas senyuman Xie Hongyi, dia malah berkata. "Yang Mulia, aku memohon izin untuk membicarakan sesuatu dengan Selir Xie."
Setelah Huang Long memberikan izin, Xie Hongyi dan Xie Heiyang berjalan keluar dari paviliun medis. Huang Long menatap kepergian mereka berdua dengan mata menyipit.
Setelah keduanya sampai di luar, Xie Hongyi bicara terlebih dahulu. "Gege, apa yang kau ingin katakan padaku?"
Ketika Xie Heiyang kembali, pertama kali dia datang ke kediaman keluarga Xie. Kebetulan, ayahnya Xie Junping juga ada di sana. Setelah mereka berbincang-bincang, Xie Junping menyuruh anaknya untuk membawa Xie Hongyi kembali. Katanya, dia ingin memastikan apa yang dikatakan oleh Xie Hunping, mengenai Xie Hongyi yang terlihat aneh.
Sistem tiba-tiba berbicara. "Perhatian! Misi telah dipicu. Pergi ke keluarga Xie dan kembali mencari tahu kenapa Xie Hongyi memakai topeng kulit."
Ah, ternyata misi yang sempat ia jalankan meski gagal karena sistem mengalami bug waktu waktu itu.
"Baik. Aku akan mengunjunginya besok."
Xie Heiyang hendak mengatakan sesuatu lagi, tapi dia ragu-ragu. Melihat keraguan Xie Heiyang, Xie Hongyi bertanya. "Gege, apa yang ingin kau katakan lagi?"
Xie Heiyang mengatakan pendapatnya tentang Xie Hongyi. "Kau terlihat aneh." Benar apa yang dikatakan pamannya, Xie Hongyi tampak berbeda. Kini dia melihat mata adiknya penuh dengan kehidupan, berbeda dengan waktu yang dulu.
Xie Hongyi tidak menyadari hal tersirat dalam kata-kata Xie Heiyang. "Aku tidak merasa diriku demikian. Mungkin hanya perasaan Gege saja."
"Mungkin." Melihat Xie Heiyang yang tenggelam dalam keraguannya, Xie Hongyi tidak terlalu peduli. "Kalau tidak ada yang Gege ingin katakan lagi, kita sebaiknya pergi ke dalam."
Xie Heiyang mengangguk dan tidak berkata-kata saat dia mengikuti Xie Hongyi masuk ke dalam paviliun lagi.
Melihat mereka masih berkumpul di sekitar Pangeran Jue, Xie Hongyi mau tidak mau harus membawanya pergi. "Aku di sini untuk membawa Pangeran Jue kembali. Jika nanti ada yang kalian tanyakan, kalian bisa bertanya padaku."
Para tabib menjawab serentak. "Baik."
"Dimana tongkat Pangeran Jue?"
Tabib Mei Hua menjawab dengan malu-malu. "Itu, maafkan kami Selir Xie. Kami membongkarnya untuk di teliti." Dia menunjuk kruk yang kini sudah tidak layak pakai.
Jika kalian ingin meneliti sesuatu, jangan sampai merusaknya oke!?
Karena tujuan Huang Long datang ke sini adalah untuk menemui Xie Hongyi, setelag Xie Hongyi pergi, dia secara otomatis tidak akan berada di sini lagi. Setelah orang-orang di sana memberikan salam perpisahan, dia keluar bersama Xie Hongyi.
Satu orang pria yang berjalan beriringan bersama seorang wanita yang menggendong anak kecil. Terlihat seperti sebuah keluarga yang sedang berjalan-jalan di akhir pekan.
Karena merasa pegal menggendong seorang anak kecil berusia empat tahun, Xie Hongyi berhenti melangkah dan meletakkan Pangeran Jue di sebuah kursi di taman Istana. Huang Long yang sedari tadi mengikuti Xie Hongyi, melihatnya berhenti, berdiri di samping Xie Hongyi dan bertanya. "Apa yang kau bicarakan dengan tabib Xie tadi?"
"Aku ingin mengunjungi keluarga Xie besok. Aku memohon pada Yang Mulia untuk mengizinkanku pergi."
Ketika seorang wanita Istana keluar, dia harus meminta izin pada kasim yang bertugas untuk mengurus harem. Tapi pada saat itu dengan alasan lupa, Xie Hongyi tidak melakukannya. Nasib yang baik dia tidak dihukum sesuai dengan ketentuan Istana. Karena di sini tidak ada kasim yang bertugas, lebih baik meminta izin langsung pada Kaisar. "Zhen akan memerintahkan orang-orang untuk menjagamu." Itu adalah sebuah perintah, tapi Xie Hongyi merasa dia tidak membutuhkannya.
"Aku tidak membutuhkan pengawalan."
Huang Long merasa tidak senang dengan penolakan Xie Hongyi. Dia seperti ingin Xie Hongyi memiliki ketergantungan padanya. Tapi jelas ia tidak bisa memaksa wanita itu.
Tiba-tiba Huang Long menyerangnya. Tangan pria itu hendak memukul dada Xie Hongyi. Secara refleks, Xie Hongyi menahan serangan itu. Ketika Huang Long berhasil di tahan, pria itu kemudian melakukan beberapa serangan lagi.
Mata Pangeran Jue melebar saat menyaksikan kedua orangtuanya menyerang satu sama lain. Ini adalah adegan kekerasan yang tidak pantas di tonton anak-anak! Xie Hongyi menyadari hal itu tapi dia tidak bisa menyuruh Pangeran Jue pergi karena Huang Long tidak memberinya kesempatan.
Mereka berdua bertarung di bawah pohon yang daun-daunnya berguguran karena angin kencang. Dua orang itu seperti menari, melakukan gerakan-gerakan beladiri yang mereka kuasai. Pemandangan itu terlihat indah, tapi sayang hanya ada satu penonton yang menyaksikan.
Tidak ada niat membunuh saat Huang Long melancarkan serangan, dia sepertinya hanya ingin menguji teknik bela diri milik Xie Hongyi.