Perfect Partner

Perfect Partner
Kaila : Berulah



***


SMAN 45 JAKARTA


Saat ini Kaila dan juga Reva tengah berseteru tentang buku olimpiade yang tak kunjung Reva balikkan, tapi bagaimana mau di kembalikan jika buku olimpiade tersebut sudah di robek oleh Reva. Dengan wajah Reva yang terus tertawa puas karena melihat Kaila yang bersih keras untuk dikembalikan bukunya.


" Cepet balikin bukunya, aku gak mau berantem sama kamu" tegas Kaila pada Reva dengan sedikit menahan emosi agar tak meluap.


" gue bilang gak ambil bukunya kenapa loe nyolot" Ucap Reva.


" Aku tau kalo kamu yang ambil"


" mana ada buktinya, jangan asal nuduh loe" Ucap Saras yang melihat Kaila terus berbicara.


" Iya mana buktinya" saut Shella dengan tangan Reva yang di lipat di depan dada dengan wajah yang sangat songong, Emosi Kaila pun semakin memuncak ketika mendengar Reva end the geng terus mengelak padahal jelas-jelas merekalah yang selama terus berseteru dengan dirinya karena masalah olimpiade ini.


" kemarin Shella manggil aku kalo Dira manggil, tapi nyatanya Dira gak manggil, itu artinya kalian udah sekongkol buat rencanakan ini semua iya kan, oke jika kalian tidak mau mengaku akan aku laporkan pada pa Bakri"


" silahkan saja kamu tidak punya bukti" jawab Reva


" Aku punya saksi" karena kesal dan emosi Reva tak mau mengakui akan perbuatannya itu, Kaila keluar dari kelasnya menuju ke arah kelas Dira untuk membawanya ke hadapan pa Bakri.


Reva cemas karena Kaila keluar dari kelas namun dengan wajah santai tetapi sangat khawatir, dengan Saras dan Shella yang terus mendorong Reva untuk menahan Kaila tetapi ia sama sekali tak bergerak.


***


Kaila susah sampai di kelas Dira kemudian langsung masuk ke dalam kelas mencari Dira beruntung karena Dira masih ada di dalam kelasnya yang tengah mengobrol dengan Aldi.


" kenapa kai?" tanya Dira yang melihat Kaila sedikit ngos-ngosan begitupun Aldi dengan ekspresinya seolah-olah tengah tenaga menanyakan hal yang sama.


" Bisa bantu aku Ra?"


" apa?"


" kamu jadi saksi jika buku olimpiade milik aku hilang ya"


" jad saksi dimana?"


" pa Bakri, please" Kaila memohon pada Dira untuk membantunya dalam masalah ini, pasalnya terlihat dari ekspresi Dira yang sangat malas ketika Kaila menyebutkan nama pa Bakri.


" bantuin dia aja yuk" Ucap Aldi meminta Dira agar membantu Kaila yang tengah kesusahan, Kaila menunjukan puppy eyes agar Dira membantunya.


Tanpa kata apapun Dira langsung berdiri dari duduknya kemudian keluar dari kelas, Kaila yang bingung dengan tingkah Dira.


" Kemana Dira kak?" tanya Kaila pada Aldi bingung.


" ikutin aja kai" jawab Aldi kemudian keluar dari kelas dengan diikuti oleh Kaila.


Kaila terus memperhatikan kemana Dira melangkahkan kaki sekaligus takut jika Dira akan bertindak di luar dari keinginannya.


tetapi ternyata tidak Dira masuk kedalam ruang guru dan langsung mencari pa Bakri, pa Bakri yang tengah ada di sana bingung kenapa Dira datang kepadanya di susul oleh Aldi dan juga Kaila.


" Ada apa ini kai?" tanya pa Bakri pada Kaila dengan Kaila yang tengah menundukkan kepalanya untuk menarik nafas menjelaskan semuanya.


" Maaf sebelumnya pa saya menggangu waktunya" jelas Kaila duduk tepat di hadapan pa Bakri.


" kenapa bisa hilang, apa kamu sudah mencarinya?" tanya pa Bakri dengan ekspresi wajah Dira menunjukkan tidak nyaman.


" Bukannya saya menuduh pa, tapi saya curiga pada Reva"


" kenapa Reva?"


" Reva selalu iri dengan prestasi saya ketika sekolah pa bahkan saat saya di kabarkan untuk mewakili sekolah untuk olimpiade Reva terus mengancam saya untuk mengundurkan diri pa"


" mana mungkin Reva melakukan itu" jawab pa Bakri yang membuat Dira semakin tidak menyukai pa Bakri dan terus memutar kedua bola matanya dengan tangan di lipat di dada. wajar saja jika pa Bakri tidak mempercayainya jika Reva melakukan hal tersebut karena dia anak dari seorang pengacara dan juga dokter yang sangat terkenal.


" saya memang tak memiliki bukti pa tapi saya memiliki saksi" ucap Kaila agar pa Bakri percaya padanya, kemudian setelah mendengar ucapan Kaila pa Bakri langsung melihat ke arah Dira dan juga Aldi yang sepertinya tak yakin.


" Siapa saksinya?"


" Dira pa" Jelas Kaila melihat ke arah Dira lalu Kaila beranjak dari duduknya mempersilahkan Dira duduk dan menjelaskannya pada pa Bakri.


" Kemarin ada seseorang yang bilang jika saya memanggil Kaila tetapi saya sama sekali tak memanggil Kaila, dan seseorang itu adalah teman Reva pa" jelas Dira dengan wajah datar pada pa Bakri singkat.


" Apakah benar seperti itu?"


" iya Pa Shella yang bilang jika Dira memanggil saya"


" Dan juga Kaila di kunci di toilet kemarin pa" Axcel yang tiba-tiba datang melangkah ke arah pa Bakri dengan di perhatikan oleh Kaila, dengan Dira dan juga Aldi yang saling memutarkan kedua bola matanya melihat Axcel seperti pahlawan kesiangan.


" Memang siapa yang mengunci kamu di toilet apakah itu sudah memastikan itu Reva?" Pa Bakri terus memastikan jika Reva tak mungkin melakukan hal itu.


" Saya sudah mengeceknya di CCTV sekolah pa" Axcel mengatakan jika dirinya sudah melihat semuanya.


" kalo begitu silahkan kalian kembali ke kelas bapa akan menindak lanjuti kasus ini bersama dengan seksi kesiswaan" Pa Bakri menyuruh semuanya untuk kembali ke kelasnya.


" makasih ya Dira" Ucap Kaila berterima kasih pada Dira dengan wajah yang sangat murung dan menundukkan kepalanya berlalu meninggalkan Dira dan juga Aldi dengan Axcel yang terus berjalan di belakang mereka.


***


Di kelas.


" Gimana udah ngadunya" Ucap Saras ketika Kaila sudah sampai di dalam kelas, dengan Kaila sama sekali tak menggubrisnya ia langsung duduk di tempat duduknya, namun Shella dan juga Saras tak henti-henti mengolok-olok Kaila.


Reva berjalan menuju meja yang di tempati Kaila kemudian mendekatkan mulutnya ke arah telinga Kaila.


" Jangan berani sama gue apalagi loe laporin sama pa Bakri atau guru kesiswaan loe akan terima semuanya lebih dari ini" Reva berbisik di telinga Kaila yang kemudian memberikan senyuman licik kembali lagi ke tempat duduknya.


***


Kantor Ayah Reva


Hardi menerima laporan dari sang manajer jika Reva berulah di sekolah dan memberikan bukti rekaman jika Reva telah berperilaku tidak baik di sekolah.


Seketika emosi Hardi memuncak karena melihat sang putri melakukan hal tersebut bukanya belajar tapi malah berulah.


***


Jangan lupa like komen dan vote ya gengs terus komen ya gengs karena komen kalian adalah semangat up, dan makasih juga buat kalian yang selalu komen dan like, eh iya tambahin ke favorit ya