
SMA NEGERI 45 JAKARTA.
Semua murid sedang belajar seperti biasanya, tapi entah kenapa Dira terus memikirkan perasaanya pada Aldi ia masih sangat bingung dengan perasaannya itu, Adelia yang tempat duduknya tepat di depan Dira langsung bertanya karena Dira seperti sedang berpikir keras.
" Ra" panggil Adelia, tapi Dira tak menyaut panggilan Adelia karena memang Adelia berbicara pelan takut ketauan oleh guru yang sedang mengajar, akhirnya Adelia pun menggoyangkan tangan Dira.
" apaan sih Del?"
" lagi mikirin apaan sih?" Jiwa keponya bergejolak ingin tahu apa yang dipikirkan Dira.
" nanti gue ceritain"
" Dira, Adelia sedang apa kalian" mampus Dira dan Adelia ketahuan oleh guru sedang mengobrol.
" engga pa ini saya lagi nanya sama Dira soal pelajaran" jawab Adelia dengan sedikit cengengesan.
Dira dan Adelia pun kembali memperhatikan guru yang sedang menjelaskan pelajaran, Pelajaran pertama pun selesai dan berganti ke pelajaran kedua, tapi seorang ketua kelas berbicara di depan bahwa guru mata pelajaran yang kedua tidak akan masuk jadi di gantikan oleh tugas yang di berikan.
" Gilang gue sesek nih gue ke UKS ya" teriak Adelia pada Gilang sang ketua kelas, Gilang pun membolehkan Adelia untuk ke ruang uks karena dia tahu penyakit yang di derita Adelia, Adelia pun membawa kantung obatnya dan menarik tangan Dira untuk menemaninya, mereka berdua keluar dari kelas dengan Dira yang kaget karena tangannya di tarik oleh Adelia.
" loe beneran sakit? mending kita ke rumah sakit aja ya" ucap Dira karena khawatir dengan kondisi Adelia.
" gue gak sakit"
" terus"
" gue mau dengerin cerita loe"
" Dasar, ratu kepo lu"
" baru tau loe"
" buruan ceritain sambil kita jalan ke UKS"
Dira pun menceritakan semua pembicaraan Aldi dengannya pada Adelia.
" kenapa loe jawab kaya gitu, apa susahnya sih kalo loe mau jadi pacarnya"
" gue trauma Del"
" trauma, udah jelas-jelas kak Aldi baik banget sama loe kurang apalagi coba?"
" Aldi emang gak ada yang kurang, tapi gue belum siap sama semuanya Del apalagi setelah kejadian kemarin"
" ya udah sekarang loe pikirin dulu perasaan loe, dan jangan plin plan oke"
" makasih" Dira pun memeluk Adelia, karena Adelia sangat mengerti perasaanya seperti Aldi.
Dari arah berlawanan Axcel membawa tumpukan buku, tapi dia tidak melihat jika didepannya Dira begitu pun Dira, tanpa sengaja akhirnya mereka berdua bertabrakan buku yang dibawa axcel berserakan axcel jatuh tepat di atas Dira entah kenapa axcel bisa jatuh tepat di atas Dira yang ikut terjatuh, mereka pun saling pandang satu sama lain detak jantung axcel begitu cepat saat mengetahui ia jatuh tepat di atas Dira, Adelia yang melihat pemandangan itu langsung menyadarkan mereka berdua yang sedang saling tatap apalagi mereka jatuh yang seperti itu.
" khmmm"
Axcel pun berdiri dan membantu Dira untuk berdiri tapi sayang Dira tak menerima bantuan dari axcel karena melihat wajah Adelia yang di tekuk tak suka.
" maaf ra gak sengaja, kamu gak papa kan" tanya axcel mengawatirkan kondisi Dira karena sepertinya dia menabrak Dira begitu keras.
" ga papa"
Axcel memperhatikan penampilan Dira yang sangat berubah, ia melihat Dira yang dulu namun bedanya Dira sekarang mewarnai rambutnya dengan hitam, axcel semakin terpesona dengan kecantikan Dira.
Adelia kesal karena axcel menatap seperti penuh cinta pada Dira, ya walaupun Dira tak menatapnya balik.
" ayok Ra" Adelia menarik tangan Dira, untuk pergi dari hadapan axcel dan membiarkan axcel dengan buku yang berserakan tadi, axcel terus menatap Dira yang pergi menjauhinya.
" cantik" gumam axcel, dengan senyum simpul di bibirnya.
Sampailah mereka berdua di UKS, Adelia masih memasang wajah cemberutnya karena melihat kejadian tadi.
" maaf" Dira meminta maaf pada Adelia karena kejadian tadi, karena ia tahu perasaan Adelia terhadap axcel.
" kayanya kak axcel masih suka deh sama loe Ra"
" tapi kak axcel selalu bawain loe susu tuh ke kelas"
" loe kok tau"
" ya tau lah, tadi gue liat pas gue datang dia naro susu di meja loe"
" tapi kan susunya selalu gue kasih sama loe"
" awas aja kalo loe balik lagi sama kak axcel, gue gak akan mau lagi temenan sama loe kita musuhan"
" iya Adelia bawel" Dira mencubit pipi Adelia, seketika Adelia tersenyum karena mendengar penegasan dari Dira.
" mending sekarang loe minum tuh obat loe"
" males"
" jangan males loe mau sembuhkan jadi loe harus rutin minum obat loe"
Dira pun meraih kantung obat yang di bawa Adelia dan membukanya lalu memberikan pada Adelia, Dira mengambil minum kemudian diberikannya pada Adelia. Adelia pun meminum obatnya.
" gue ke kantin sebentar ya" pamit Dira pada Adelia.
" gue titip siomay ya"
" ok" Dira pun keluar dari UKS, dan menuju ke kantin untuk memberi makanan.
" Dira" seseorang pun memanggil Dira, Dira menoleh pada asal suara tersebut, ternyata orang yang memanggilnya ialah axcel ia pun melanjutkan langkahnya dengan axcel yang berlari untuk menyamakan langkah kaki Dira.
" bentar Ra"
" ada apa" jawab Dira jutek dengan wajah tanpa ekfresi.
" kamu cantik"
Dira tak memperdulikan pujian yang di berikan Axcel padanya dan berjalan menuju kantin.
" boleh gak, gue terus ngejar loe dan sampai loe jadi pacar gue?" sontak Dira langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan axcel barusan dan melihat pada axcel.
" gak boleh gue udah punya pacar"
" Aldi maksud kamu, aku tau kamu sama Aldi sebenernya cuman sahabatan kan"
Mampus axcel tahu semuanya, bagaimana caranya dia bisa terlepas dari axcel apalagi sekarang Adelia menyukainya jika Adelia tau pasti ia akan di benci oleh Adelia.
" plisss" ucap Axcel dengan menyatukan telapak tangannya memohon pada Dira.
" gue masih trauma sama loe"
" aku gak akan lakuin yang sama Ra janji"
" terserah loe yang jelas gue gak ada perasaan apa-apa lagi sama loe"
" ga papa aku akan kembalikan semuanya seperti dulu"
" walaupun loe berusaha keras buat membalikan keadaan seperti dulu, itu gak akan sama persis seperti dulu"
" aku akan berusaha Ra"
Dira mengambil kertas kosong yang di bawa axcel di tangannya lalu merobek kertas itu.
" loe liat kertas ini, bisa gak loe nyatuin kaya tadi, walaupun bisa dengan lem semuanya akan berbeda kertas ini akan ada bekasnya" ucap Dira lalu mengembalikan kertas itu pada axcel, axcel mengerti ucapan Dira barusan tapi ia akan sebisa mungkin membalikan keadaan.
👋👋hai-hai up nih gengs up nih, jangan lupa like komen dan vote.
sampai jumpa di episode selanjutnya ya love you ♥️♥️♥️♥️♥️
ig@its_qilass