
Dira melepaskan pelukannya dengan sangat kasar, Aldi memasang wajah dengan kecewa.
" Kenapa" ucap Dira dengan ketus.
" Ga papa" ucap Aldi
Saat mereka berbincang ria, nenek dan kakek Dira datang dengan membawa tas besar, mungkin itu adalah pakaian ganti Dira.
" Kalian udah makan" tanya nenek Dira
" Belum" serentak Aldi dan Dira menjawab sambil menggelengkan kepala.
" Nih nenek bawain kalian sandwich dimakan yah" ucap nenek Dira menyinpan makanan itu di meja ruangan rawat Dira.
" Nek Dira mau" ucap Dira meminta sandwich pada sang nenek, nenek Dira memberikannya pada Dira, dengan sigap tangan Dira meraih sandwich itu dan memakannya.
" Nih makan di" ucap nenek Dira sambil menyodorkan sandwich pada Aldi.
Dira dan aldi memakannya dengan sangat lahap, dengan di perhatikan oleh nenek dan kakek dira, mereka hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
" Dira bagaimana badan kamu nak" ucap sang kakek.
" Masih lemes ke"
" Ya sudah kamu habisin makanannya, dan istirahat lagi ya, biar kakek sama nenek yang nemenin kamu" ucap sang kakek sambil mengusap kening Dira. Dira hanya tersenyum dengan perlakuan sang kakek yang begitu berbanding terbalik dengan ayahnya.
Dira dan aldi akhirnya sudah memakan habis sandwich itu, Aldi berpamitan untuk pulang dan pergi sekolah.
"Hati-hati di jalan ya di" ucap nenek dira, yang kini tangannya sedang di Salami oleh Aldi.
" Iya nek, kek Aldi pamit ya nanti kalo udah pulang sekolah Aldi janji kesini lagi buat nemenin dira"
" Iya di"
" Cepet sembuh Dira nanti Aldi yang ganteng ini akan balik lagi nemenin tuan putri dira" ucap Aldi sambil mengelus pelan pipi dira.
" Apaan sih, pede banget loe" ucap Dira dengan memukul tangan Aldi.
" Ampun Ra, loe lagi sakit juga jutek banget sih"
" Bodo amat"
" Udah-udah" ucap sang nenek sambil menahan senyum karena kelakuan Dira dan aldi.
" Ya udah nek, kek Aldi pamit ya" ucap Aldi
" Jangan kangen ya Ra" ucapnya lagi sambil berlalu keluar.
" Pede banget lu" teriak Dira pada Aldi yang sudah keluar dari ruangan rawat Dira.
SMA NEGERI 45 JAKARTA
Kini Aldi sudah berada di kelasnya, ia sedang memainkan gitar bersama teman-temannya, saat Aldi bermain gitar dengan teman-temannya, ada seseorang yang mencari Aldi.
" Si axcel cari loe tuh" ucap salah satu teman aldi. Tapi axcel tidak bergeming dan terus memainkan gitarnya.
Akhirnya axcel pun mendatangi aldi ke dalam kelasnya, dan mendekati Aldi yang sedang memainkan axcel.
" loe denger ga sih" ucap axcel semakin geram dengan sikap Aldi yang seperti itu.
" loe ngomong sama gue?" ucap Aldi sambil menyimpan gitar yang di pegangnya, dan berdiri menghadap axcel.
" loe tau kan dimana Dira" ucap axcel, dengan di perhatikan banyak pasang mata disana.
" kalo gue bilang ga tau gimana" ucap Aldi dengan sedikit menantang axcel.
axcel langsung menarik kerah seragam Aldi dengan penuh emosi dan mata yang merah, Aldi hanya tersenyum sinis pada axcel yang menarik kerah seragamnya.
" Loe taukan dimana Dira" tegas axcel dengan sedikit berteriak. Aldi hanya tersenyum simpul.
" kalo pun gue tau dimana Dira, gue gak akan pernah kasih tahu loe" ucap Aldi sambil melepaskan kerah bajunya yang di tarik axcel.
Axcel memasang muka yang sangat marah, Aldi pasti tau dimana dira sekarang, tanpa berpikir panjang axcel langsung menghajar muka Aldi sampai Aldi tersungkur ke lantai, dan baku hantam pun terjadi, teman-teman Aldi berusaha melerai pertengkaran axcel dan aldi, tapi usaha mereka tidak berhasil, axcel dan aldi susah untuk di relai.
Sampai pada akhirnya pa Bakri yang mendengar ada keributan di dalam kelas langsung menghampiri mereka.
" BERHENTI" ucap pa Bakri, axcel dan aldi pun berhenti dari perkelahian mereka, pa Bakri langsung membawa mereka berdua ke ruangan BK.
Di ruangan BK
" Masalah apa sehingga kalian ribut kaya gini" tanya pa Bakri pada axcel dan aldi, tapi mereka tidak menjawab pertanyaan pa bakri.
" kalian denger saya heh" bentak pa Bakri.
" maaf pa" axcel menjawab, sedangkan aldi, dia diam tak bergeming sedikit pun.
" karena kalian buat ribut saya akan hukum kalian" ucap pa Bakri menatap axcel dan aldi.
" saya gak salah pa, si axcel tuh yang mulai duluan" celetuk Aldi.
" pokoknya kalian berdua saya hukum, karena kalian berdua yang berantem" ucap pa Bakri sekali lagi.
" tapi pa" cela Aldi
" ga ada tapi-tapian pokoknya kalian saya hukum, sekarang kalian berdua ke ruang uks dulu buat obatin luka, setelah itu kalian ke lapangan dan lari sampai jam istirahat" ucap pa Bakri, axcel hanya menghela nafas. axcel dan Aldi memiliki luka masing-masing di bibirnya karena akibat dari pertengkaran tadi.
" pake ini" ucapnya lagi sambil menyerahkan sebuah papan nama yang bertuliskan " SAYA PEMBUAT ONAR, SAYA PANTAS DI HUKUM" begitulah kata yang tertulis di papan nama itu.
Axcel dan Aldi menerimanya, Aldi memasang muka yang sangat kesal pada axcel, masih pagi tapi dirinya sudah dihukum untuk lari mengelilingi lapangan apalagi luka di bibirnya yang sangat perih.
" saya akan suruh ketua osis buat ngawasin kalian" ucap pa Bakri sambil menyuruh axcel dan Aldi untuk segera ke UKS dan menjalankan hukumannya.
Axcel dan Aldi pun sedang berada di UKS untuk mengobati luka mereka, sesekali mereka meringis kesakitan. mereka berdua hanya diam membisu tanpa ada pembicaraan, mereka fokus mengobati lukanya masing-masing.
Merekapun selesai mengobati lukanya dan keluar dari ruangan UKS, saat keluar ruang uks mereka mendapati ketua osis yang sudah berada di depan UKS dan menyuruh mereka untuk segera ke lapangan.
" Berani loe sama gue" ucap Aldi pada ketua osis itu, axcel hanya menggelengkan kepalanya dan pergi ke lapangan untuk melakukan hukuman yang di berikan padanya.
" Maaf ka tapi saya di suruh sama pa Bakri" ucap ketua OSIS itu lalu pergi meninggalkan aldi.Ketua OSIS yang menjabat sekarang adalah seorang siswi kelas 11,Aldi memperhatikan penampilan ketua OSIS yang sudah pergi, ketua OSIS itu memiliki penampilan yang sangat tertib dengan peraturan dan kacamata yang melekat di matanya. tak mau ambil pusing soal penampilan ketua OSIS tersebut aldi pun langsung mengikutinya.
👋👋👋hai-ha- gengs terus ikutin ceritanya dan jangan lupa like, komen, dan vote bye bye
ig@its_qilass