
Rumah sakit Citra Medika
Kini Dira sudah di pindahkan ke ruang rawat, ruang rawat itu khusus untuk keluarga besar dari Pangestu. Dira masih terpejam di ruangannya, Deni menemani Dira sejak Dira di pindahkan ke ruang rawat, ia tidak mau Dira sadar tanpa ada dirinya.
Nenek dan kakek dirapun ada di sana setelah tadi di telpon oleh Deni, Deni menceritakan semua yang terjadi kepada kedua orang tuanya, mereka sangat kecewa dengan kelakuan Deni apalagi Dira adalah cucu satu-satunya yang mereka sayangi, bahkan mereka sangat menjaga baik Dira dan tidak membiarkan Dira lecet sedikitpun.
Sedangkan Bu Amel dia pamit ketika orang tua ayah Dira datang ke rumah sakit, dia tidak mau situasinya semakin runyam, dan ia pun memutuskan untuk pergi ke sekolah, tadinya dia berniat ingin menjelaskan semua kesalah pahaman ini kepada Dira, tapi sikap Dira berbanding terbalik dengan perkiraannya.
Deni menatap sendu ke arah dira, Dira mengeluarkan banyak darah tapi untungnya Dira dengan cepat di larikan ke rumah sakit, dan kini kepala Dira di balutan dengan kain perban.
Nenek dan kakek Dira pun begitu mereka semua menangis melihat cucunya begitu menderita apalagi ini semua ulah dari anaknya.
" Kamu tinggalin wanita itu" ucap nenek Dira kepada Deni sang anak. Deni tidak menjawab perkataan dari ibunya di terus menggenggam tangan dan berharap Dira cepat siuman.
" Udah cukup ya cucuku menderita karena ulahmu" ucapnya lagi sambil menangis menatap Dira, lalu mengelus pipi dira.
" Tapi mah" ucap Deni menatap sang ibu
" Sekarang kamu pilih Dira atau wanita itu?"
" Aku gak bisa pilih mah mereka sangat berarti dalam hidup ku"
" Kalo kamu gak mau ninggalin wanita itu mamah akan bawa Dira pergi ke Belanda dan gak akan biarkan kamu untuk bertemu lagi dengan Dira" ancam sang ibu dia sangat kesal dengan anaknya, karena sikapnya tidak pernah berubah.
" Mamah gak boleh bawa Dira" ucap Deni menggengam erat tangan Dira.
" Udah cukup menantu mamah jadi korbannya, mamah ga mau Dira jadi korban berikutnya"
" Aku khilaf mah"
" Khilaf kamu bilang, bahkan dari dulu kamu gak pernah menemani Dira bermain kamu terus sibuk dengan wanita itu" ucap sang ibu dengan sangat marah
" Mah cukup" ucap Deni tidak mau berdebat lagi dengan ibunya, suaminya pun menyuruh berhenti untuk memarahi anaknya takut mengganggu Dira dan lagi pula ini rumah sakit. Nenek Dira menuruti perintah suaminya dia menatap sedih kepada dira.
SMA NEGERI 45 JAKARTA
Aldi dan axcel sedang mencari keberadaan dira, tentu saja mereka tidak mencari bersama, karena Aldi sangat membenci axcel sebab dulu dia telah mempercayai axcel untuk menjaga Dira dan mengikhlaskan perasaanya itu kepada dira, tapi nyatanya axcel telah berkhianat kepada Dira, itu membuat Aldi marah.
Aldi dan axcel telah mencari ke semua tempat di sekolah tapi tidak menemukan keberadaan dira, mau menelpon Dira pun mereka berdua tidak memiliki nomer telepon Dira untuk di hubungi.
Disisi lain Aldi sedang menuju ruang guru dia, mungkin Bu Amel tahu dengan keadaan Dira. Aldi menemukan bu Amel sedang duduk di tempat duduknya dengan laptop di depannya.
" Permisi Bu" ucap Aldi dengan sopan, walaupun begitu Aldi tahu tatak Rama dan menghormati gurunya ketika di sekolah, tapi tau deh kalo di luar apalagi dia tahu kalo Bu Amel lah orang yang membuat keluarga Dira hancur berantakan.
" Ada apa Aldi" ucap Bu Amel melihat Aldi di hadapannya. Bu Amel tahu itu Aldi pasalnya wajah Aldi begitu mencolok ketika di kelas.
" Maaf Bu apakah Ibu tau kemana Dira?"
" Dira di rawat di" ucap Bu Amel, Aldi langsung mengerutkan keningnya dengan penuh tanda tanya.
" Dirawat?" Ucap Aldi mengulangi ucapan Bu Amel, Bu Amel hanya mengangguk.
" Kalo saya boleh tahu di rawat di mana ya bu, dan kenapa Dira si rawat?" Ucap Aldi dengan sangat penasaran.
" Di rumah sakit Citra Medika, kamu tanya aja ruangan keluarga Pangestu ke bagian resepsionis" ucap Bu Amel dan tidak menjawab semua pertanyaan. Aldi berbalik keluar dari ruang guru tanpa permisi meninggalkan Bu Amel.
Aldi langsung bergegas menuju kelasnya untuk mengambil tas, Aldi berlalu keluar dengan sangat hati-hati, dan pada saat itu bel masuk pun belum berbunyi mungkin sebentar lagi berbunyi Aldi langsung bergegas menuju parkiran, pada saat dia menuju ke parkiran Aldi berpapasan dengan axcel, axcel langsung memberhentikan Aldi tapi Aldi tidak berhenti malah melanjutkan langkahnya.
Axcel mengikuti Aldi dari belakang, dia merasa penasaran kemana Aldi akan pergi, ternyata Aldi pergi ke parkiran dan melajukan motornya meninggalkan halaman sekolah, tadinya axcel ingin mengikuti Aldi dengan motornya, tapi sayang kunci motornya ada di dalam tas yang berada di kelas. Axcel merasa sangat prustasi mungkin Aldi pergi ingin menemui Dira, axcel langsung pergi kembali kedalam kelasnya dia dan akan mencari tahu lain kali.
Saat aldi sudah sampai di rumah sakit dimana Dira dirawat, dengan seragam yang masih melekat di badannya, Aldi langsung menuju resepsionis dan menanyakan ruangan rawat keluarga Pangestu, setelah mengetahui dimana letak ruangan rawat Dira, ia langsung melangkah bergegas menuju ruangan tersebut.
Ia berhenti di ruangan yang bertuliskan Pangestu family, Aldi tidak langsung masuk di mengetuk pintu terlebih dahulu, karena ia melihat ada orang di ruangan tersebut, seseorang pun keluar dari ruangan tersebut, memperlihatkan wanita yang sudah tua.
" Ada apa"
" Maaf saya teman dira nek" ucap Aldi menjelaskan siapa dirinya.
" Oh kamu temennya mari masuk nak" ajak nenek Dira. Aldi melihat Dira yang belum siuman dan melihat perban yang melekat di kepala dira, Aldi terus bertanya-tanya kenapa Dira apakah Dira di sakiti. Aldi tidak berani menanyakan kondisi dira, dia hanya menatap sedih ke arah Dira.
" Aldi" ucap deni, dengan kakek Dira yang melihat Aldi kehadiran Aldi di sana.
" Om" jawab Aldi dan langsung menyalami Deni dan kedua orang tua deni. Aldi merasa sangat sedih dengan nasib Dira yang sekarang, dulu Dira sangat ceria dia merindukan Dira yang dulu tapi kebencian dan pengkhianatan yang mengubah Dira seperti ini. Tak sadar air matanya lolos dari matanya dan Aldi langsung mengusap air matanya supaya tidak di ketahui semua orang yang ada di sana.
👋👋👋hai-hai gengs terus ikutin ceritanya ya jangan lupa like, komen, dan vote
ig@it_qilass