
Dira yang sedari tadi memeluk ibunya Aldi tanpa sadar langsung melepaskan pelukannya, dengan tersisa Isak tangis dan mata yang merah.
"sudah ya nak, ihklaskan semuanya, ini semua takdir" ucap ibu Aldi, ibu Aldi yang bernama rosa itu adalah seorang ibu yang mempunyai hati yang sangat lembut dan memiliki paras yang cantik meskipun sudah termakan oleh usia, kecantikannya tak pernah luntur, mungkin itu juga yang mewarisi kecantikan Ayla. Rosa tidak menanyakan tentang penampilan dira karena dia rasa sudah cukup dia tahu kondisi Dira yang sekarang, dia akan menanyakan itu ke Aldi nanti.
DIra mengusap sisa air matanya, dan dia hanya tersenyum mendengar perkataan Rosa. Aldi yang tidak jauh dari mereka langsung menghampiri mereka.
" ko jadi pada nangis sih" ucap Aldi, sembari mendudukkan bokongnya di sofa.
"udah ah jangan pada nangis nanti cantiknya ilang loe" ucap Aldi sambil menggoda ibunya dan Dira.
" apaan sih" ucap Dira dan melirik tajam terhadap Aldi dengan mata sembabnya. Rosa dan Ayla tertawa karena Dira berbicara dengan sangat menggemaskan. Dira langsung memukul Aldi dengan bantal sofa di dekatnya.
"udah-udah jangan pada ribut mamah mau ke dapur buat lanjut masak ya" ucap Rosa dan berlalu ke dapur untuk melanjutkan kegiatan sebelumnya yang tertunda.
Aldi yang melihat dengan muka yang masih merah, dia berinisiatif untuk menghibur Dira.
" Ra coba tebak, gajah kalo terbang keliatan apanya?" tanya aldi kepada Dira, Dira yang tau bahwa itu adalah tebak-tebakan yang sangat familiar di telinganya tersenyum dan menjawab.
"keliatan bohongnyalah, itu mah tebak-tebakan yang basi udah tau gue" jawab Dira sambil cengengesan, Aldi yang melihat Dira cengengesan dia langsung memberikan tebak-tebakan lagi.
"pasti kali ini loe ga bisa jawab, kucing kalo naik ke pohon apanya duluan?" tanya aldi lagi.
"itu mah tebak-tebakan dari filmkan?" bukannya menjawab Dira malah berbalik nanya, Aldi yang tak mengira jika Dira mengetahui film yang ada tebak-tebakan tersebut malah nyengir dan melihatkan deretan giginya yang rapih dan putih.
" loe nonton film itu juga ternyata, gue pikir loe cuman nonton film action doang, hahaha seorang Aldi liat film romantis" ucap Dira sambil membayangkan wajah Aldi ketika melihat film tersebut, karena memang biasanya Aldi selalu melihat film action dan dia sangat tertarik dengan bela diri. film yang ditonton dan di maksud mereka adalah promise yang pada saat itu sangat terkenal.
" terus kenapa kalo gue nonton film itu, ga ada larangan buat gue ga boleh nonton" ucap Aldi dengan memasang muka menyebalkan kepada Dira, Dira yang melihat itu langsung menimpuk muka Aldi dengan bantal.
" ampun dir ampun" ucap Aldi meminta ampun kepada Dira, Dira berhenti memukuli Aldi. Ayla yang ada di situ ikut nimbrung dengan Dira dan aldi.
" aku punya tebak-tebakan, coba tebak hewan apa yang kepalanya di bawah dan kakinya di atas" tanya Ayla dengan menaikan alisnya untuk menunggu jawaban dari Dira dan aldi, Dira dan aldi saling tatap dan kembali memikirkan jawaban dari tebak-tebakan Ayla. Aldi dan dira menyerah karena tidak tahu jawaban dari tebak-tebakan Ayla.
"ko kelalawar?" tanya aldi
" ya iyalah orang kalo kelalawar tidurkan kepalanya di bawah dan kakinya di atas" jawab Ayla menjelaskan jawabannya. Dira dan aldi membenarkan jawaban dari tebak-tebakan Ayla.
" coba kalian tebak orang, orang apa yang kalo marah tambah jelek botak lagi?" tanya aldi kepada Dira dan ayla, Dira memikirkan jawaban dari Aldi Dira berpikir dengan sangat keras begitupun dengan Ayla. tapi sayang mereka tidak mengetahui jawabannya.
" nyerah nih? heh heh" ucap Aldi. aldi menahan tawanya karena dia memikirkan jawabannya.
"emang siapa" tanya Ayla dengan polos dan menunggu jawaban dari Aldi, serta Dira yang sangat penasaran.
" pa prapto lah" jawab Aldi dengan tawa yang terbahak-bahak diikuti Dira yang juga ikut tertawa. Rosa yang muncul dari dapur dengan membawa pisang goreng yang di piring dan duduk menghampiri mereka bertiga, sedangkan Ayla yang tak tahu pa Prapto siapa hanya mengikuti Aldi dan Dira tertawa karena pasalnya suara tertawa Aldi akan menular jika siapa saja yang mendengarnya.
" hus ga boleh gitu, gitu-gitu juga dia guru kamu Aldi" ucap Rosa kepada aldi, Ayla yang tahu bahwa orang yang tadi menjadi topik tebak-tebakan Aldi adalah gurunya di sekolah.
" emang bener iya kan dir" ucap Aldi, tapi Dira hanya menganggukkan kepalanya dan membenarkan perkataan Aldi, Rosa yang mengetahui kelakuan aldi yang begitu julid hanya menggelengkan kepalanya.
" wih enak tuh kayanya" ucap Aldi sambil mengambil pisang goreng di piring untuk di makannya, tapi tangannya di tepis oleh sang ibu.
"Aldi mau mah" ucap Aldi sambil merengek, Dira yang ada di sana hanya tersenyum dan memperhatikan interaksi ibu dan anak tersebut, Ayla yang ada di sana tidak memperdulikan pisang goreng yang dibawa sang ibu, dan lebih baik untuk melanjutkan tugasnya, Aldi dan Ayla sifatnya berbanding terbalik, Aldi memilki sifat yang pecicilan dan tingkat kepedean yang sangat tinggi, serta otak yang minim tapi saat dia dipercaya untuk mencari informasi dia selalu bisa dipercaya, sedangkan ayla, dia memiliki sifat yang sangat tenang serta memiliki otak yang sangat cerdas walaupun sekali-kali dia juga pecicilan.
" ini buat dira bukan buat kamu" ucap Rosa sang ibu dan menyodorkan piring tersebut , Dira hanya tersenyum mendengar jawaban dari ibu Aldi ini mengingatkan dira dengan almarhum sang ibu, dulu ibu Dira juga selalu seperti ini, tidak mau berlarut dalam kesedihan lagi, Dira mengambil sepotong pisang goreng tersebut dan memakannya.
" jangan mentang-mentang ada Dira mamah jadi lupain Aldi yang ganteng ini" ucap Aldi dengan muka memelas dan cemburu dengan perhatian sang ibu terhadap dira, tapi dalam hati aldi, Aldi tersenyum ketika ibunya bisa mengerti perasaan Dira, mungkin tadi Dira menceritakan semua kisah hidupnya sehingga ibunya perhatian kepada Dira, Dira yang ada disana hanya terkekeh dengan sikap Aldi yang begitu manja terhadap mamahnya. Dira mengambil pisang goreng dan memberikannya kepada aldi, Aldi dengan senang hati menerima pisang goreng dari Dira.
" makasih Dira" ucap Aldi tersenyum dengan muka yang di buat semanis mungkin, Dira melihatnya dengan sangat jijik dan mengidik geli. Rosa yang melihat kelakuan sang anak hanya tersenyum senang dan membiarkan Dira dan aldi memakan pisang goreng dengan Ayla yang sesekali mengambil pisang goreng. hanyut lah mereka memakan pisang goreng bersama-sama dan mengobrol.
♥️gengs yang aku cinta terus ikuti ceritanya ya, aku akan terus berusaha menampilkan cerita uang menarik dan seru, jangan lupa vote, like dan komen. buat kalian yang belum tambahin ke favorit, yuk langsung jadiin favorite. author sayang kalian semua gengs.
ig@its_qilass